METODOLOGI PENELITIAN
III.6. Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel
III.6.2. Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel Hipotesis Kedua
Hipotesis kedua terdiri dari variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas dalam perumusan masalah kedua adalah senioritas (X1) dan prestasi kerja (X2), sedangkan yang menjadi variabel terikat adalah promosi jabatan (Y).
Definisi operasional variabel dari hipotesis kedua dapat dilihat pada Tabel III.2 berikut:
Tabel III.2. Definisi Operasional Variabel Hipotesis Kedua
Variabel Definisi Indikator Pengukuran
Promosi Jabatan
(Y)
Persepsi pegawai atas proses perubahan dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain dalam hirarki wewenang dan tanggung jawab yang lebih tinggi daripada dengan wewenang dan tanggung jawab yang telah diberikan kepada pegawai pada waktu sebelumnya yang telah diterapkan oleh manajemen perusahaan. 1. Jabatan sebelumnya 2. Kualifikasi pendidikan 3. Kinerja 4. Tingkat loyalitas 5. Kejujuran Skala Likert Senioritas (X1)
Masa bekerja yang bisa dipakai sebagai dasar untuk promosi jabatan.
1. Kemampuan 2. Kecakapan 3. Ketrampilan Skala Likert Prestasi kerja (X2)
Pencapaian yang diperoleh oleh pegawai yang bisa dipakai sebagai dasar untuk promosi jabatan.
1. Tingkat kehadiran 2. Inisiatif 3. Kerjasama tim 4. Tanggung jawab 5. Kepemimpinan Skala Likert
III.7. Pengujian Validitas dan Reliabilitas III.7.1. Uji Validitas
Untuk memperoleh hasil penelitian yang baik, maka kuisioner yang dijadikan sebagai instrumen pengumpulan data, harus diuji dahulu mengenai validitas dan reliabilitasnya.
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data yang diukur itu valid. Valid itu berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama/konsisten.
Menurut Umar (2003), untuk melakukan uji validitas instrumen dengan melakukan uji coba pengukur pada sejumlah responden, responden diminta untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang ada. Jumlah responden untuk uji coba disarankan minimal 30 orang, agar distribusi skor (nilai) akan lebih mendekati kurva normal. Untuk menentukan validitas digunakan teknik korelasi product moment dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 15.0. “Jika angka korelasi yang diperoleh lebih besar dari pada angka kritis maka pernyataan tersebut valid”, jadi kalau tidak valid berarti instrumen harus segera direvisi, menambah item pertanyaan atau malah mengurangi, dilihat sesuai dengan keadaan data (Kuncoro, 2003).
III.7.1.1. Uji validitas instrumen variabel kompensasi
Hasil pengujian validitas intrumen variabel kompensasi dapat dilihat pada Tabel III.3 berikut:
Tabel III.3. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Kompensasi Pertanyaan Corrected Item Total Correlation Sig. (1 - tailed) Keterangan
Kesesuaian antara gaji yang diterima dengan beban pekerjaan
Daya tarik dari pemberian bonus kepada pegawai pada PT. Asuransi Jiwasraya
Daya tarik program pemberian insentif untuk memacu kinerja pegawai
Manfaat fasilitas kerja dalam menunjang kinerja pegawai
Manfaat fasilitas kerja dalam menunjang efektivitas kerja pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan 0.810 0.454 0.811 0.864 0.923 0.000 0.006 0.000 0.000 0.000 Valid Valid Valid Valid Valid
Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)
Berdasarkan Tabel III.3 di atas, diperoleh bahwa hasil pengujian instrumen dari variabel kompensasi memiliki nilai yang lebih besar dari 0.30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen pertanyaan dari variabel kompensasi yang digunakan adalah valid dan dapat digunakan dalam penelitian. Kesimpulan ini diperkuat dengan nilai signifikansi (1-tailed) seluruh instrumen yang lebih kecil dari nilai sebesar 5 persen. III.7.1.2. Uji validitas instrumen variabel promosi jabatan
Hasil pengujian validitas intrumen variabel promosi jabatan dapat dilihat pada Tabel III.4 berikut:
Tabel III.4. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Promosi Jabatan Pertanyaan Corrected Item Total Correlation Sig. (1 - tailed) Keterangan
Pengaruh senioritas terhadap peluang pegawai untuk mendapatkan promosi jabatan
Pengaruh kualifikasi pendidikan terhadap peluang pegawai mendapatkan promosi jabatan Prestasi kerja pegawai berpeluang untuk dapat dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi pada PT. Asuransi jiwasraya
Peluang promosi jabatan sehubungan dengan loyalitas pada PT. Asuransi Jiwasraya
Kepentingan kejujuran pegawai sebagai acuan dalam memperoleh kesempatan promosi jabatan
0.903 0.839 0.837 0.845 0.811 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)
Berdasarkan Tabel III.4 di atas, diperoleh bahwa hasil pengujian instrumen dari variabel promosi jabatan memiliki nilai yang lebih besar dari 0.30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen pertanyaan dari variabel promosi jabatan yang digunakan adalah valid dan dapat digunakan dalam penelitian. Kesimpulan ini diperkuat
dengan nilai signifikansi (1-tailed) seluruh instrumen yang lebih kecil dari nilai sebesar 5
persen.
III.7.1.3. Uji validitas instrumen variabel kepuasan kerja
Hasil pengujian validitas intrumen variabel kepuasan kerja dapat dilihat pada Tabel III.5 berikut:
Tabel III.5. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Kepuasan Kerja Pertanyaan Corrected Item Total Correlation Sig. (1 - tailed) Keterangan
Daya tarik dari pekerjaan yang secara mental memberikan kepuasan kerja pada pegawai di PT. Asuransi Jiwasraya
Daya tarik gaji dalam memacu semangat bekerja bagi pegawai
Keterbinaan kondsi kerja yang nyaman dalam menunjang peningkatan kinerja pegawai
Dukungan rekan sekerja dalam meningkatkan semangat sesama pegawai dalam bekerja
0.851 0.900 0.924 0.895 0.000 0.000 0.000 0.000 Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)
Berdasarkan Tabel III.5 di atas, diperoleh bahwa hasil pengujian instrumen dari variabel kepuasan kerja memiliki nilai yang lebih besar dari 0.30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen pertanyaan dari variabel kepuasan kerja yang digunakan adalah valid dan dapat digunakan dalam penelitian. Kesimpulan ini diperkuat
dengan nilai signifikansi (1-tailed) seluruh instrumen yang lebih kecil dari nilai sebesar 5
persen.
III.7.1.4. Uji validitas instrumen variabel senioritas
Hasil pengujian validitas intrumen variabel senioritas dapat dilihat pada Tabel III.6 berikut:
Tabel III.6. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Senioritas Pertanyaan Corrected Item Total Correlation Sig. (1 - tailed) Keterangan
Kemampuan pegawai senior dalam mencapai target kerja
Kecakapan pegawai yang senior untuk menyelesaikan pekerjaan
Keterampilan pegawai senior dalam menyelesaikan tugas rutin sehari-hari di PT. Asuransi Jiwasraya 0.956 0.855 0.840 0.000 0.000 0.000 Valid Valid Valid
Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)
Berdasarkan Tabel III.6 di atas, diperoleh bahwa hasil pengujian instrumen dari variabel senioritas memiliki nilai yang lebih besar dari 0.30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen pertanyaan dari variabel senioritas yang digunakan adalah valid dan dapat digunakan dalam penelitian. Kesimpulan ini diperkuat dengan nilai signifikansi (1-tailed) seluruh instrumen yang lebih kecil dari nilai sebesar 5 persen. III.7.1.5. Uji validitas instrumen variabel prestasi kerja
Hasil pengujian validitas intrumen variabel prestasi kerja dapat dilihat pada Tabel III.7 berikut:
Tabel III.7. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Prestasi Kerja Pertanyaan Corrected Item Total Correlation Sig. (1 - tailed) Keterangan
Disiplin waktu kehadiran pegawai di PT. Asuransi Jiwasraya
Kebebasan pegawai berinovasi dalam penyelesaian tugasnya
Tingkat kekompakan tim dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan PT. Asuransi Jiwasraya Tanggung jawab pegawai atas target kerja yang diberikan oleh PT. Asuransi Jiwasraya
Kebutuhan kemampuan kepemimpinan dalam diri pegawai untuk menyelesaikan pekerjaannya
0.919 0.849 0.872 0.879 0.673 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)
Berdasarkan Tabel III.7 di atas, diperoleh bahwa hasil pengujian instrumen dari variabel prestasi kerja memiliki nilai yang lebih besar dari 0.30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen pertanyaan dari variabel prestasi kerja yang digunakan adalah valid dan dapat digunakan dalam penelitian. Kesimpulan ini diperkuat dengan nilai signifikansi (1-tailed) seluruh instrumen yang lebih kecil dari nilai sebesar 5 persen.
III.7.2. Uji Reliabilitas
Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengujian dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu, dalam hal ini teknik yang digunakan adalah teknik Cronbach Alpha (á).
Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.60 (Ghozali, 2005).
Menurut Ghozali (2005), “Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuisioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuisioner dikatakan
reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu; 1) Repeated Measure atau pengukuran ulang; 2) One Shot atau pengukuran sekali saja”.
Sekaran (2000) menyatakan bahwa, “reliabilities less than 0,60 are considered to be
poor, those in the 0,7 range, acceptable and those over 0,80 good”. Artinya adalah reliabilitas yang kurang dari 0.6 adalah kurang baik, sedangkan 0.7 dapat diterima dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha 0.8 atau di atasnya adalah baik.
Tabel III.8. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Variabel
Variabel Cronbach’s
Alpha
N
of Items Keterangan
Variabel Kompensasi Variabel Promosi Jabatan Variabel Kepuasan Kerja Variabel Senioritas Variabel Prestasi Kerja
0.827 0.900 0.929 0.869 0.904 5 5 4 3 5 Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)
Reliabilitas yang kurang dari 0.6 adalah kurang baik, sedangkan 0.7 dapat diterima
dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha 0.8 atau di atasnya adalah baik. Berdasarkan output
yang diperoleh pada tabel di atas, diperoleh nilai koefisien reliabilitas pada semua variabel lebih besar dari 0.8 (>0.8) adalah baik. Maka variabel-variabel yang digunakan pada instrumen tersebut adalah reliabel untuk digunakan dalam penelitian.
III.8. Metode Analisis Data
III.8.1. Model Analisis Data Hipotesis Pertama
Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda.Analisis regresi linier berganda dipergunakan karena variabel terikat yang dicari dipengaruhi oleh lebih dari satu variabel bebas atau variabel
penjelas. Regresi linier berganda hipotesis pertama menggunakan model persamaan sebagai berikut: Y = a + b1 X1 + b2 X2 + e Di mana: Y = Kepuasan Kerja X1 = Kompensasi X2 = Promosi Jabatan e = error term
Pengujian Hipotesis Pertama
a. Uji F (Uji Serempak)
Digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu kompensasi dan promosi jabatan secara serempak terhadap kepuasan kerja pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan
dengan tingkat keyakinan 95% (á = 5%).
Model hipotesis yang digunakan dalam uji F ini adalah:
H0 : b1,b2 = 0. Artinya, kompensasi dan promosi jabatan secara serempak tidak berpengaruh
terhadap kepuasan kerja pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan.
H1 : b1,b2 0. Artinya, kompensasi dan promosi jabatan secara serempak berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan.
Nilai Fhitung akan dibandingkan dengan nilai Ftabel. Kriteria pengambilan keputusannya adalah:
H0 diterima jika Fhitung < Ftabel pada á = 5 %
H0 ditolak (H1 diterima) jika Fhitung > Ftabel pada á = 5 %
Uji t bertujuan untuk melihat pengaruh variabel bebas yaitu kompensasi dan promosi jabatan secara parsial terhadap kepuasan kerja pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan.
Kriteria pengujian hipotesis secara parsial adalah sebagai berikut:
1. Pengaruh variabel kompensasi terhadap kepuasan kerja.
H0 : bi = 0. Artinya, kompensasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan.
H1 : bi 0. Artinya, kompensasi secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan.
2. Pengaruh variabel promosi jabatan terhadap kepuasan kerja.
H0 : bi = 0. Artinya, promosi jabatan secara parsial tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan.
H1 : bi 0. Artinya, promosi jabatan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan.
Nilai thitungakan dibandingkan dengan ttabel. Kriteria pengambilan keputusan untuk uji parsial adalah sebagai berikut:
H0 diterima jika -ttabel ≤ hitung
t ≤
tabel
t pada á = 5%
H0 ditolak (H1 diterima ) jika thitung <-ttabel atau thitung >ttabel pada á = 5%