METODOLOGI PENELITIAN
III.6. Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel
III.8.2. Model Analisis Data Hipotesis Kedua
Sedangkan Regresi linier berganda hipotesis kedua menggunakan model persamaan sebagai berikut:
Y = a + b1 X1 + b2 X2 + e Di mana:
X1 = Senioritas
X2 = Prestasi Kerja
e = error term
Pengujian Hipotesis Kedua
a. Uji F (Uji Serempak)
Digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu senioritas dan prestasi kerja secara serempak terhadap promosi jabatan pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan
dengan tingkat keyakinan 95% (á = 5%).
Model hipotesis yang digunakan dalam uji F ini adalah:
H0 : b1,b2 = 0. Artinya, senioritas dan prestasi kerja secara serempak tidak berpengaruh terhadap promosi jabatan pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan.
H1 : b1,b2 0. Artinya, senioritas dan prestasi kerja secara serempak berpengaruh terhadap promosi jabatan pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan).
Nilai Fhitung akan dibandingkan dengan nilai Ftabel. Kriteria pengambilan keputusannya adalah:
H0 diterima jika Fhitung < Ftabel pada á = 5%
H0 ditolak (H1 diterima) jika Fhitung > Ftabel pada á = 5%
b. Uji t (Uji Parsial)
Uji t bertujuan untuk melihat pengaruh variabel bebas yaitu senioritas dan prestasi kerja secara parsial terhadap promosi jabatan pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan.
Kriteria pengujian hipotesis secara parsial adalah sebagai berikut:
1. Pengaruh variabel senioritas terhadap promosi jabatan.
H0 : bi = 0. Artinya, senioritas secara parsial tidak berpengaruh terhadap promosi jabatan pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan.
H1 : bi 0. Artinya, senioritas secara parsial berpengaruh terhadap promosi jabatan pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan.
2. Pengaruh variabel prestasi kerja terhadap promosi jabatan.
H0 : bi = 0. Artinya, prestasi kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap promosi jabatan pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan.
H1 : bi 0. Artinya, prestasi kerja secara parsial berpengaruh terhadap promosi jabatan pegawai PT. Asuransi Jiwasraya Medan.
Nilai thitung akan dibandingkan dengan ttabel. Kriteria pengambilan keputusan untuk uji parsial adalah sebagai berikut:
H0 diterima jika -ttabel ≤ hitung
t ≤
tabel
t pada á = 5%
H0 ditolak (H1 diterima) jika thitung <-ttabel atau thitung >ttabel pada á = 5%
III.9. Pengujian Asumsi Klasik
III.9.1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal. Dalam uji t dan uji F diasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Ghozali (2005) menyatakan bahwa, ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik.
Untuk melihat residual dilakukan dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi komulatif dan distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk suatu garis lurus diagonal, dan ploting data residual akan dibandingkan dengan
garis diagonal. Jika distribusi data residual normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya.
III.9.2. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen. Menurut Ghozali (2005) bahwa, jika variabel independen saling berkorelasi maka, variabel ini tidak ortogonal.
Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi dapat dilihat
dari nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF), jika nilai tolerance > 0,10 atau nilai VIF < 10 berarti tidak ada multikoleniaritas antar variabel bebas dalam model regresi.
III.9.3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika
variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut
homokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas.
Untuk uji heteroskedastisitas pada penelitian ini dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel dependen dengan residualnya, dengan dasar analisis sebagai berikut: 1. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang tertatur
(bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
2. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
IV.1. Hasil Penelitian
IV.1.1. Gambaran Umum Perusahaan
IV.1.1.1. Sejarah singkat PT. Asuransi Jiwasraya
Perusahaan ini berdiri dengan satu tujuan mulia, yaitu mendidik masyarakat merencanakan masa depan. Tanggal 31 Desember 1859 menjadi awal kiprah Jiwasraya di Indonesia yang lahir dengan nama Nederlandsche Indische Levenverzekering en Lijvrente Maatschappij (NILLMIJ). Dalam perjalanannya, perusahaan mengalami peleburan dengan sembilan perusahaan milik pemerintah kolonial Belanda lainnya dan satu perusahaan nasional. Pada tahun 1973 beralih menjadi perusahaan milik Pemerintah Indonesia yang kini lebih dikenal sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kini perseroan yang lebih populer dengan nama Asuransi Jiwasraya ini telah memasuki usia 150 tahun. Sepanjang itu pula kinerjanya terus ditempa demi meraih kepercayaan masyarakat. Sinergi antara tujuan mulia dengan kekuatan bisnis, mampu mengantar Jiwasraya menjadi perusahaan asuransi yang andal dan terpercaya.
Adapun prinsip-prinsip PT. Asuransi Jiwasraya meliputi:
1. Integritas melekat dengan pengetahuan tentang benar dan salah, kemampuan untuk
menghindari kekeliruan, kesalahan dan kemauan untuk berdiri tegak demi kebenaran.
2. Kompetensi memiliki pemahaman bahwa setiap karyawan Jiwasraya memiliki semangat
untuk maju, rasa tanggung jawab serta keinginan yang kuat untuk selalu mengambil inisiatif dan melakukan pengembangan diri menjadi karyawan yang daru waktu ke waktu meningkat kompetensinya.
3. Costumer Oriented atau berorientasi kepada pelanggan berarti ‘mendengarkan‘
pelanggan, mengenali, memenuhi dan melebihi kebutuhan mereka, mengantisipasi kebutuhan mereka di masa datang. Memiliki makna menyesuaikan apa yang kita lakukan dan bagaimana kita melakukannya sesuai dengan ekspektasi pelanggan.
4. Business Oriented atau berorientasi ke bisnis berarti: mengerti dan paham benar
bagaimana bisnis bekerja, bagaimana prinsip menciptakan dan mengambil kesempatan, mengelola resiko, mengambil inisiatif, cepat dan tanggap terhadap peluang bisnis, mengerti akan konsekuensi untung rugi dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Asuransi Jiwasraya Medan Regional Office (RO) dibentuk pertama kali pada tanggal
1 April 1972 merupakan satu diantara 17 kantor wilayah yang berada
di lingkungan PT. Asuransi Jiwasraya. Wilayah kerja dari PT. Asuransi Jiwasraya Medan RO meliputi seluruh Sumatera Utara dan NAD.
PT. Asuransi Jiwasraya Medan RO membawahi 5 (lima) kantor cabang, yaitu:
1. Banda Aceh Branch Office
2. Pematang Siantar Branch Office
3. Sibolga Branch Office
4. Medan Utara Branch Office
5. Medan Selatan Branch Office
IV.1.1.2. Visi dan misi PT. Asuransi Jiwasraya Medan
a. Visi Jiwasraya
Menjadi perusahaan yang terpercaya dan dipilih untuk memberikan solusi bagi kebutuhan asuransi dan perencanaan keuangan.
b. Misi Jiwasraya
1. Misi Jiwasraya bagi pelanggan
Selalu memberikan rasa aman, kepastian dan kenyamanan melalui solusi inovatif dan kompetitif bagi pelanggan atas kebutuhan asuransi dan perencanaan keuangan.
2. Misi Jiwasraya bagi pemegang saham
Menciptakan nilai pemegang saham yang atraktif melalui pengelolaan operasional dan investasi perusahaan yang berlandaskan prinsip-prinsip good corporate
governance.
3. Misi Jiwasraya bagi karyawan
Menjadi tempat pilihan untuk tumbuh dan berkembangnya karyawan menjadi profesional yang memiliki integritas dan kompetensi di bidang asuransi dan perencanaan keuangan.
4. Misi Jiwasraya bagi agen
Berkomitmen mengembangkan agen yang memiliki dedikasi, kemampuan dan integritas sehingga perusahaan menjadi tempat pilihan bagi agen yang ingin berkarier serta memiliki penghasilan tinggi.
5. Misi Jiwasraya bagi masyarakat
Berpartisipasi mewujudkan peningkatan kesejahteraan melalui kontribusi dalam proses pembangunan masyarakat.
6. Misi Jiwasraya bagi aliansi
Membangun kemitraan yang saling menguntungkan serta menciptakan sinergi bisnis untuk meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan.
Meningkatkan penetrasi pasar dan kualitas pelayanan kepada pelanggan secara lebih efisien dan efektif melalui multiple distribution channel seperti bancassurance,
direct marketing dan financial planning.
8. Misi Jiwasraya bagi pemasok
Melakukan kerjasama dengan pemasok sesuai prinsip keterbukaan, fairness, saling menguntungkan dan berkembang sebagai partner in progres.
9. Misi Jiwasraya bagi regulator
Mewujudkan praktek pengelolaan bisnis asuransi dan perencanaan keuangan yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
IV .1 .1 .3 . S tr u k tu r O rg a n is a si P T . A su ra n si Jiw a sr a y a M e d a n DWI YANTO (Pjs. Regional Manager)
PEJ. FUNGSIONAL OPRS ……….
P E M E R I K S A ……….
BAGIAN OPERASIONAL (Kabag)
SEKSI EVAL APART OPRS ………
SEKSI DUK. AKTV.OPRS & PROMOSI
……… 1.………
(Peg.Adm.Duk.Aktv.Opr & Promosi)
BAGIAN PERTANGGUNGAN
(Pgs. Kabag) SEKSI UNDERWRITING ………
SEKSI PEL. NASABAH PP (Kasi)
1.………
1. ……… (Peg.Adm. Pel. Nasabah PP)
SEKSI PEL. NASABAH PP (Kasi)
(Peg.Adm. Pel. Nasabah PP)
BAGIAN ADM & KEUANGAN (Pjs. Kabag)
SEKSI KEU & AKUNTANSI ………
SEKSI INVESTASI & INKASO ……… (Peg.Adm. Keu & Akutansi)
1. ……….. (Peg.Adm. Inves & Inkaso)
BAGIAN SUMBER DAYA
(Kabag) SEKSI SDM & DIKLAT ………
SEKSI UMUM & KOMPUTER
(Kasi)
1.………
1. ……… (Peg.Adm. Umum & Komputer
IV.1.2. Karakteristik Responden
Karakteristik responden dideskripsikan berdasarkan usia, jenis kelamin, masa kerja, pendidikan terakhir, status pernikahan, dan tanggungan.
IV.1.2.1. Karakteristik responden berdasarkan usia
Karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel IV.1 di bawah ini:
Tabel IV.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia (Tahun) Jumlah (Orang) (%)
20 – 30 14 24.1
31 – 40 23 39.7
41 – 50 14 24.1
>50 7 12.1
Jumlah 58 100.0
Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)
Hasil dari Tabel IV.1 di atas menunjukkan bahwa usia responden yang paling dominan adalah yang berusia antara 31 tahun sampai dengan 40 tahun yang berjumlah 23 orang (39,7 persen). Responden yang berusia 20 tahun sampai dengan 30 tahun dan responden yang berusia 41 tahun sampai dengan 50 tahun masing-masing berjumlah 14 orang (24,1 persen). Responden yang berusia > 50 tahun berjumlah 7 orang (12,1 persen).
Bila dikaitkan dengan tahapan dalam siklus hidup, pada umur 31-40 tahun adalah masa kedewasaan untuk berkarier dengan baik. Pada umur 20-30 tahun adalah masa awal dalam memulai bekerja, kemudian pada umur 41-50 tahun adalah masa puncak dalam karier seseorang dan >50 tahun adalah masa untuk mempersiapkan diri menghadapi pensiun seorang pegawai. Artinya, pegawai yang bekerja pada PT. Asuransi Jiwasraya masih tergolong pegawai yang memiliki kesempatan berkarier lebih lama lagi, dan harapannya pegawai-pegawai ini memiliki semangat yang tinggi pula dalam penyelesaian tugas-tugas yang diberikan.
IV.1.2.2. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel IV.2 di bawah ini:
Tabel IV.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah (Orang) (%)
Laki-laki 38 65.5
Perempuan 20 34.5
Jumlah 58 100.0
Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)
Hasil dari Tabel IV.2 di atas menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah pegawai berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 38 orang (65,5 persen), sedangkan pegawai berjenis kelamin perempuan berjumlah 20 orang (34,5 persen).
Secara umum laki-laki memiliki kodrat untuk memenuhi kebutuhan keluarga, selain itu laki-laki masih dinilai lebih mampu untuk bekerja keras dan lebih berani menghadapi tantangan dalam pekerjaan dibanding dengan perempuan. Walaupun tidak menutup kemungkinan perusahaan merekrut pegawai perempuan berdasarkan potensi yang lebih baik dari laki-laki.
IV.1.2.3. Karakteristik responden berdasarkan masa kerja
Karakteristik responden berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada Tabel IV.3 di bawah ini:
Tabel IV.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja
Masa Kerja (Tahun) Jumlah (Orang) (%)
01 - 05 17 29.3
06 - 10 14 24.1
> 10 27 46.6
Total 58 100.0
Hasil dari Tabel IV.3 di atas menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah pegawai yang memiliki masa kerja >10 tahun berjumlah 27 orang (46,6 persen). Masa kerja antara 1 tahun sampai dengan 5 tahun berjumlah 17 orang (29,3 persen), dan yang masa kerja 6 tahun sampai dengan 10 tahun berjumlah 14 orang (24,1 persen).
Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut terlihat bahwa mayoritas responden berdasarkan masa kerja merupakan pegawai yang sudah lama bekerja pada PT. Asuransi Jiwasraya. Pegawai yang memiliki masa kerja >10 tahun dikategorikan sebagai pegawai yang senior, dan dinilai memiliki kompetensi yang baik untuk menyelesaikan setiap pekerjaannya. IV.1.2.4. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir
Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat pada Tabel IV.4 di bawah ini:
Tabel IV.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Pendidikan Terakhir Jumlah (Orang) (%)
SMA 5 8.6
D3 20 34.5
S1 32 55.2
S2 1 1.7
Jumlah 58 100.0
Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)
Hasil dari Tabel IV.4 di atas menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah pegawai dengan pendidikan terakhir S1 berjumlah 32 orang (55,2 persen), D3 berjumlah 20 orang (34,5 persen), SMA berjumlah 5 orang (8,6 persen), dan S2 berjumlah 1 orang (1,7 persen).
Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut terlihat bahwa PT. Asuransi Jiwasraya mengutamakan pegawai yang memiliki jenjang pendidikan yang tinggi dengan harapan bahwa setiap pegawai dapat memberikan kontribusi yang maksimal kepada perusahaan sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
IV.1.2.5. Karakteristik responden berdasarkan status pernikahan
Karakteristik responden berdasarkan status pernikahan dapat dilihat pada Tabel IV.5 di bawah ini:
Tabel IV.5. Karakteristik Responden Berdasarkan Status Pernikahan
Status Pernikahan Jumlah (Orang) (%)
Belum Menikah 25 43.1
Menikah 33 56.9
Jumlah 58 100.0
Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)
Hasil dari Tabel IV.5 di atas menunjukkan bahwa responden yang berstatus menikah berjumlah 33 orang (56,9 persen), dan yang berstatus belum menikah berjumlah 25 orang (43,1 persen).
Status pernikahan ini dapat pula dikaitkan dengan mayoritas usia pegawai yang bekerja di PT. Asuransi Jiwasraya. Usia rata-rata pegawai yang dominan di atas 30 tahun adalah usia pada saat seseorang terdorong untuk membina sebuah rumah tangga. Hal ini juga didukung oleh penghasilan tetap yang dimiliki pegawai PT. Asuransi Jiwasraya.
IV.1.2.6. Karakteristik responden berdasarkan tanggungan
Karakteristik responden berdasarkan tanggungan dapat dilihat pada Tabel IV.6 berikut ini:
Tabel IV.6. Karakteristik Responden Berdasarkan Tanggungan
Tanggungan Jumlah (Orang) (%)
< 2 Orang 33 56.9
2 Orang 19 32.8
> 2 Orang 6 10.3
Total 58 100.0
Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)
Hasil dari Tabel IV.6 menunjukkan bahwa jumlah tanggungan responden yang paling dominan adalah yang memiliki tanggungan <2 orang yang berjumlah 33
orang (56,9 persen). Responden yang memiliki tanggungan 2 orang yang berjumlah 19 orang (32,8 persen). Responden yang memiliki tanggungan >2 orang yang berjumlah 6 orang (10,3 persen).
Jumlah tanggungan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah jumlah anak yang dimiliki oleh setiap pegawainya. Oleh sebab itu, bagi pegawai yang belum menikah termasuk dalam golongan dengan jumlah tanggungan <2 orang. Berdasarkan jumlah tanggungan responden tersebut di atas memberikan gambaran bahwa responden dengan jumlah tanggungan 2 orang dan <2 orang lebih dominan dibanding pegawai yang memiliki tanggungan >2 orang. Beberapa alasan pegawai menyatakan bahwa pada saat ini kualitas lebih penting daripada kuantitas, maksudnya memberikan pendidikan yang baik, serta gizi yang cukup bagi putra putri mereka lebih penting daripada banyaknya anak tetapi tidak dapat memberikan yang terbaik bagi mereka untuk bekal masa depannya.