HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Deskripsi Umum Lokasi Penelitian
3. Identifikasi Potensi Obyek Wisata di Desa Limbasari 1)Ringkasan 1)Ringkasan
Kawasan Desa Limbasari memiliki beberapa potensi obyek wisata yang mampu menarik minat para wisatawan. Potensi – potensi tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut :
73
Tabel 6. Potensi – potensi yang ada di Desa Wisata Limbasari
No. Jenis Potensi Obyek Wisata
1. Alam a. Patra wisa
b. Bukit plana
c. Air terjun Uncang – Uncang d. Air terjun Pengamun - amun e. Bukit bintang f. Tracking g. Tubing h. Sungai Wlingi
2. Budaya a. Legenda “Putri Ayu
Limbasari”
3. Pendidikan a. Gendhis jawi
b. Batik tulis c. Kebun belajar d. Peninggalan
74 2) Pembahasan
a) Tracking
Wisata Tracking ini adalah wisata minat khusus yang bekerjasama dengan organisasi Pecinta Alam Kabupaten Purbalingga yaitu FOSIL. Tracking ini biasanya dilakukan dari sore hari / malam hari. Tracking ini memanfaatkan gunung Plana sebagai tempat pendakiannya. b) Tubing
River Tubing Limbasari merupakan wisata minat khusus, mengarungi sungai Tuntung Gunungyang mempunyai aliran sungai jernih dan masih alami dengan menggunakan Donat Boat sehingga mampu memberikan suasana yang segar dan bisa menjadi wahana yang bisa memacu adrenalin perngunjung. Wisata ini dibuka pendaftarannya setiap hari dengan ketentuan 2 hari sebelumnya sudah konfirmasi ke Pokdarwis Limbasari. Wisata ini yang paling diminati oleh pengunjung karena wisata ini memacu adrenalin dengan mengarungi sungai. Peralatan Tubing seperti : donut boat, pelampung, helmet, protektor, sepatu, guide, makan & snack 1 kali, lokal transport dan free soft copy dokumentasi. Harga dari paket wisata ini adalah Rp 80.000/orang.
c) Sungai Wlingi
Sungai Wlingi adalah sungai yang dikeramatkan, karena sungai ini tidak pernah surut meski dalam musim kemarau. Menurut warga setempat sungai wlingi ini dulunya adalah tempat mandi putri – putri
75
dari kerjaan, menurut legenda jika meminum air dari sungai akan kenyang terus dan tidak akan merasakan haus, jika kita membasuh muka dengan air yang ada di sungai ini akan membuat awet muda. Legenda atau cerita seperti ini membuat para wisatawan tertarik untuk mengunjunginya. Air yang ada di sungai ini juga tidak pernah keruh atau kotor.
d) Legenda “Putri Ayu Limbasari”
Berdasarkan hasil observasi ke Desa Limbasari dan wawancara dengan beberapa informan diperoleh informasi bahwa cerita PAL sudah pernah ditulis dan dibukukan. Melalui pegawai pemerintah daerah bernama Momot Prabowo penulis berhasil memperoleh teks tulis PAL. Naskah tersebut tidak diakui sebagai miliknya, melainkan milik seorang pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah purna tugas sejak lama bernama Soeritno. Soeritno ini menurut informan sudah tidak diketahui tempat tinggalnya. Teks tulis cerita PAL berbentuk cetakan. Teks ini merupakan hasil penelitian Dinas pendidikan dan kebudayaan di tahun 1987 berjudul Pasang Surut Lereng Timur Laut Gunung Slamet : Kisah Putri Ayu Limbasari.
Deskripsi naskah cetak cerita PAL adalah sebagai berikut :
Judul : “Pasang Surut Lereng Timur Laut Gunung Slamet: Kisah Putri Ayu Limbasari”
Jenis naskah : Cetakan
76
Tahun penulisan : 1987 Tempat penulisan : Bobotsari
Penulis : Anonim
Pemilik naskah : Soerito
Bahan naskah : Kertas
Warna tinta : Hitam
Kondisi naskah : Baik dan terbaca, jilidan terlepas
Jumlah halaman : 68 halaman
Jumlah halaman yang ditulis : 64 halaman Jumlah lembar pelindung : -
Ukuran : 20, 5 x 16 cm
Penomoran halaman : Menggunakan angka latin ditegah atas halaman
Warna sampul : Coklat tua
Jenis huruf : Ketikan
Ringkasan :
Syekh Gandiwesi yang berasal dari Ngerum menghadap Panembahan Senopati di Mataram untuk meminta izin menyebarkan agama Islam di Jawa. Setelah mendapatkan izin, Syekh Gandiwesi mengadakan perjalanan menyebarkan agama Islam dengan ditemani lima senopati beserta prajuritnya. Masing – masing senopati mendirikan daerah pemerintaham, dan Syekh Gandiwesi mendirikan padepokan bernama Nimbasari.
77
Sementara itu, Ketut Wlingi dan Patrawisa yang berasal dari Bali, pergi ke Jawa untuk mencari ilmu. Akhirnya mereka tiba di Nimbasari dan berguru di tempat tersebut. Ketut Wlingi dinikahkan dengan Siti Rumbiah, anak Syekh Gandiwesi, sedangkan Patrawisa meninggal ketika membuat saluran air.
Perkawinan Ketut Wlingi dan Siti Rumbiah menghasilkan dua orang anak, yaitu Wlingi Kusuma dan adiknya Dyah Wasiati. Ketut Wlingi merupakan anak laki – laki yang mempunyai kesaktian yang mumpuni, sedangkan Dyah Wasiati tumbuh sebagai perepuan yang cantik jelita.
Suatu ketika datang empat bupati yang dahulunya adalah para senopati yang mengiring perjalanan Syekh Gandiwesi hendak melamar Dyah Wasiati. Lamaran serentak keempat bupati tersebut membuat Dyah Wasiati menjadi bingung. Melihat kebingungan adiknya Wlingi Kusuma mengadakan sayembara adu kekuatan. Siapa yang dapat mengalahkan dirinya dialah yang berhak mempersunting adiknya.
Pada sayembara tersebut Wlingi Kusuma kalah. Kekalahan ini diakibatkan para bupati mengkroyok Wlingi Kusuma dengan jalan memotong – motong tubuh Wlingi Kusuma untuk dikubur secara terpisah. Kekalahan Wlingi Kusuma yang tidak seharusnya ini membuat Dyah Wasiati semakin bingung. Akhirnya dia memutuskan untuk mencari petunjuk Tuhan dengan jalan bertapa didalam tanah, akhirnya Dyah Wasiati meninggal dunia.
78 e) Gendhis Jawi
Merupakan sebuah paket wisata mengenal dan belajar langsung cara membuat gula jawa atau sering disebut juga gula merah secara tradisional. Gula jawa merupakan salah satu komoditi unggulan di desa wisata Limbasari, akan tetapi banyak diantara kita yang belum tahu bagaimana cara pembuatan gula jawa tersebut. Melalui paket wisata ini masyarakat Desa Limbasari akan mengenalkan lebih jauh tentang proses pembuatan gula jawa dari mulai memasak sampai menjadi gula jawa yang memakan waktu kurang lebih 4 jam.
Fasilitas dalam wisata Gendis jawi ini antara lain : guide, makan 1 kali, tradisional snack, soft copy dokumentasi serta hasil olahan gula jawa, harga paket yang ditawarkan adalah Rp 80.000/ minimal orang 10
f) Batik Tulis
Limbasari dikenal dengan batik tulisnya di Kabupaten Purbalingga, dengan adanya batik tulis ini dapat memberdayakan masyarakat sekitar terutama perempuan, karena sebagian besar dari pengrajin batik adalah perempuan. Seperti yang diungkapkan oleh Ibu “HM” selaku Kepala Desa Limbasari :
“Di Limbasari ini produksi batik tulisnya telah berkembang dengan baik, dan masih terdapat 400 – an pengrajin batik” g) Kebun Belajar Ber cocok tanam
Sasaran dari wisata ini adalah anak sekolah dasar, paket wisata ini mengajarkan kepada pengunjung cara bercocok tanam, biasanya media
79
yang digunakan adalah dengan media tanah, tanaman palawija serta buah strawberi. Paket yang ditawarkan ini difasilitasi dengan : guide, alat bercocok tanam, tradisional snack.
h) Peninggalan sejarah Neolitikum
Di Desa Limbasari ini terdapat situs – situs peninggalan jaman Neolitikum berupa batu – batu dan kapak batu, dengan adanya temuan ini dapat diprediksi bahwa dahulu desa Limbasari ini digunakan sebagai dapur. Peninggalan ini juga masih ada hubungannya dengan Legenda “Putri Ayu Limbasari”