Sumber daya manajemen dalam strategi pengembangan agribisnis komoditas kentang di Kabupaten Banjarnegara dikelompokkan ke dalam 7M+1TI, yaitu Man, Materials, Money, Methods, Market, Machines, Management, Time, Information. Secara lebih rinci penjelasan dari 7M+1TI menurut Firdaus (2010), yaitu sebagai berikut :
1. Man (manusia). Manusia merupakan faktor utama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Manusia tidak hanya berperan sebagai faktor produksi dalam perusahaan, tetapi juga berperan sebagai konsumen dari barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan.
2. Money (uang). Dalam perekonomian modern uang berfungsi sebagai alat transaksi. Oleh karena itu, untuk melakukan berbagai kegiatan usahatani diperlukan uang. Uang digunakan untuk membayar upah/gaji, membeli sarana produksi pertanian, peralatan, mesin, dan lain-lain.
3. Methods (cara kerja). Agar suatu kegiatan lebih berdaya guna dan berhasil guna, manusia dihadapkan pada berbagai alternatif metode atau cara untuk melakukan pekerjaan. Masing-masing cara memiliki karakteristik hasil yang berbeda. Pemilihan cara yang tepat memungkinkan proses produksi berjalan lebih efektif dan efisien. Metode dianggap pula sebagai sarana atau alat untuk mencapai tujuan.
4. Materials (bahan). Material atau bahan-bahan sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses produksi, sebab bahan-bahan merupakan faktor pendukung utama dalam proses produksi.
5. Market (pasar). Pasar merupakan sarana manajemen yang penting. Tanpa adanya pasar bagi hasil produksinya, tujuan perusahaan tidak mungkin dapat tercapai.
6. Machines (mesin). Penggunaan alat dan mesin sangat penting dalam proses pelaksanaan kegiatan perusahaan. Alat dan mesin berguna sebagai pembantu manusia agar proses produksi dapat berjalan dengan lebih cepat dan lancar. 7. Management (manajemen). Ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, pengoordinasian, dan pengawasan atas sumber daya terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
8. Time (waktu). Hubungan antara waktu dengan faktor produksi maupun dengan produksinya.
9. Informations (informasi). Data yang telah diproses menjadi bentuk yang berarti bagi penerima dan mempunyai nilai untuk pengambilan keputusan, bila memenuhi persyaratan yaitu ketepatan, waktu, jenis kegunaan, dan biaya. Untuk mengetahui strategi pengembangan agribisnis komoditas kentang di Kabupaten Banjarnegara dilakukan dengan menggunakan analisis prospektif. Berdasarkan hasil diskusi dengan pakar/stakeholders yang terdiri dari peneliti, pejabat instansi terkait, akademisi, dan praktisi, maka diperoleh 21 faktor yang mempengaruhi pengembangan agribisnis komoditas kentang di Kabupaten Banjarnegara. Faktor-faktor tersebut meliputi kepentingan dari setiap sumber daya manajemen (7M+1TI), yaitu sebagai berikut :
1. Man
a. Pendidikan dan pengetahuan petani b. Pelatihan dan penyuluhan
2. Materials
a. Sarana produksi pertanian b. Potensi lahan
3. Money
a. Dukungan lembaga keuangan b. Kemampuan permodalan 4. Methods
a. Teknik budidaya b. Produktivitas
5. Market
a. Permintaan pasar b. Sistem tata niaga 6. Machines
a. Mesin/alat pertanian b. Sarana transportasi
c. Penggunaan teknologi ramah lingkungan 7. Management
a. Keterlibatan pemerintah pusat dan daerah b. Pola kemitraan
8. Time
a. Pengaturan waktu tanam/panen
b. Pengaturan penggunaan sarana produksi (kapan diberikan, berapa kali pemberian)
9. Information a. Informasi pasar b. Kebijakan pemerintah
c. Informasi hasil litbang mutakhir
Setelah teridentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan agribisnis komoditas kentang, kemudian pakar/stakeholders diminta untuk menetapkan definisi dari masing-masing faktor. Definisi faktor-faktor tersebut disajikan pada Tabel 13.
Tabel 13 Definisi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Agribisnis Komoditas Kentang di Kabupaten Banjarnegara
No Faktor Definisi
1 Pendidikan dan pengetahuan petani
Tingkat pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki petani.
2 Pelatihan dan penyuluhan Proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan cara dan prosedur yang sistematis dan terorganisir untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan keterampilan yang sifatnya praktis untuk tujuan tertentu.
3 Sarana produksi pertanian Bahan atau alat untuk mendukung kegiatan produksi pertanian.
4 Potensi lahan Tanah merupakan faktor produksi yang penting karena
tanah merupakan tumbuhnya tanaman, dan usahatani keseluruhannya.
No Faktor Definisi
5 Dukungan lembaga
keuangan
Lembaga pembiayaan agribisnis memegang peranan yang sangat penting dalam mengembangkan usaha agribisnis, terutama dalam penyediaan modal investasi dan modal kerja, mulai dari sektor hulu sampai hilir.
6 Kemampuan permodalan Kemampuan untuk mendapatkan dana guna
mengembangkan usahanya.
7 Teknik budidaya Proses menghasilkan bahan pangan serta produk- produk agroindustri dengan memanfaatkan sumber daya tumbuhan.
8 Produktivitas Produktivitas merupakan perbandingan antara hasil
yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input).
9 Penanganan pasca panen Penanganan pasca panen adalah tindakan yang disiapkan atau dilakukan pada tahapan pasca panen agar hasil pertanian siap dan aman digunakan oleh konsumen dan atau diolah lebih lanjut oleh industri
10 Permintaan pasar Permintaan pasar merupakan keinginan konsumen
untuk membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu.
11 Sistem tata niaga Sejumlah kegiatan bisnis yang ditujukan untuk
memberi kepuasan dari barang atau jasa yang dipertukarkan kepada konsumen atau pemakai dalam bidang agribisnis.
12 Mesin/alat pertanian Berbagai alat yang digunakan dalam usahatani.
13 Sarana transportasi Alat atau fasilitas dalam kegiatan mengangkut atau membawa sarana produksi maupun hasil pertanian.
14 Penggunaan teknologi ramah lingkungan
Teknologi agribisnis mencakup teknologi dalam berbagai aktivitas agribisnis, mulai dari aktivitas pengadaan dan penyaluran sarana produksi pertanian, aktivitas produksi, pengolahan, hingga pemasaran.
15 Keterlibatan pemerintah pusat dan daerah
Pemerintah memegang peranan yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan usaha agribisnis yang kondusif dan mampu mendukung pengembangan agribisnis yang tangguh.
16 Pola kemitraan Kemitraan sangat diperlukan dalam program
pembangunan usahatani, terutama karena adanya interaksi antara industri baik skala kecil maupun besar, yang mempunyai modal, wadah untuk menampung hasil panen, dan memiliki inovasi terbaru
17 Pengaturan waktu tanam/panen
Hubungan waktu dan produksi, misalnya dengan pengaturan dan teknologi kapan panen agar petani memperoleh keuntungan yang tinggi.
18 Pengaturan penggunaan sarana produksi (kapan diberikan, berapa kali pemberian)
Hubungan antara waktu dengan faktor produksi maupun produksinya, misalnya hubungan waktu dengan penggunaan pupuk, kapan diberikan dan berapa kali pemberian akan berpengaruh pada jumlah produk yang dihasilkan.
19 Informasi pasar Informasi mengenai harga, sumber-sumber penawaran,
mutu, dan sumber produk.
20 Kebijakan pemerintah Ketersediaan peraturan/kebijakan pemerintah yang akomodatif.
No Faktor Definisi
21 Informasi hasil litbang mutakhir
Informasi mengenai inovasi teknologi hasil penelitian dan pengembangan lembaga riset.