KODE ETIK FISIOTERAPI INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
4. IFI berhak atas praktek fisioterapi yang profesional dan menolak, diajarkan
secara semena-mena kepada individu atau kelompok lain
Pasal 3
TIDAK BERSIKAP DISKRIMINATIF DALAM
MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA
SIAPAPUN YANG MEMBUTUHKAN"
Semua orang yang mencari jasa pelayanan
fisioterapi memiliki hak untuk
mendapatkan layanan tanpa memandang usia, jenis kelamin, ras, kebangsaan, agama, etnis, keyakinan, warna, orientasi seksual, kecacatan, status kesehatan atau politik.
(1) Fisioterapis mempunyal kewajiban moral untuk memberikan pelayanan kepada yang membutuhkan tanpa membedakan umur, jenis kelamin,
terhadap gugatan sesuai keadaan.
h. Fistoterapis berhak untuk
bekerjasama dengan teman sejawat
i. Fisioterapis berhak menolak
melakukan intervensi apabila
dipandang bukan merupakan cara, yang terbaik bagi paslen/klien
j. Fisioterapis berhak atas jasa yang layak clan pelayanan profesionaInya.
k. Fisioterapi berhak
menuntut/melibatkan kerjasama
pasien/klien tingkat
pertanggungjawaban dan disiplin agar pengobatan berlanjut sesuai program yang telah disepakati.
C. Hak-hak profesi Organisasi lkatan Fisioterapi Indonesia(IFI)
1 .IFI berhak atas loyalitas anggotanya clan
memberi perlinclungan did dari
pelecehan akibat pelayanan yang
inkompeten, ilegal clan bertentangan dengan kode etlk profesl fisloterapi. 2 IFI berhak atas narna balk clan menolak pelecehan dari siapapun.
3. IFI berhak atas pengajar fisioterapi yang
berkualitas, kompeten dan
berpengalaman dibidangnya.
4. IFI berhak atas praktek fisioterapi yang profesional dan menolak, diajarkan secara semena-mena kepada individu atau kelompok lain
Pasal 3
TIDAK BERSIKAP DISKRIMINATIF DALAM
MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA
SIAPAPUN YANG MEMBUTUHKAN"
Semua orang yang mencari jasa pelayanan
fisioterapi memiliki hak untuk
mendapatkan layanan tanpa memandang usia, jenis kelamin, ras, kebangsaan, agama, etnis, keyakinan, warna, orientasi seksual, kecacatan, status kesehatan atau politik.
(1) Fisioterapis mempunyal kewajiban moral untuk memberikan pelayanan kepada yang membutuhkan tanpa membedakan umur, jenis kelamin,
71 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
suku/ras, kondisi,
agama/kepercayaan, politik dan status sosial ekonomi.
(2) Fisioterapis harus selalu
mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan yang dipillh bagi individu dan masyarakat
(3) Fisioterapis dituntut untuk menghargai
adat istiadat/kebiasaan dari
pasien/kllen dalam memberl pelayanan (4) Fisioterapis berkewajiban untuk berkarya mendukung kebijakan pelayanan kesehatan
Pasal 4
MEMBERIKAN PELAYANAN
PROFESIONAL DENGAN JUJUR, BERKOMPETEN SERTA TANGGUNG JAWAB
(1) Fisioterapis mengemban tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya dan
memanfaatkan ketrampilan dan
keahlian secara efektif untuk
kepentingan individu dan masyarakat.
(2) Fisioterapis dimanapun berada
hendaknya selalu meningkatkan
kuafitas kehidupan
masyarakat dilingkungannya.
(3) Fisioterapis harus menjamin bahwa pelayanan yang diberikan, jenis, dosis,
struktur organisasi dan
alokasi sumber daya dirancang untuk pelayanan yang berkualitas
sesuai dengan tuntutan kebutuhan individu, masyarakat, kolega dan profesi lain.
(4) Fisloterapis hendaknya selalu
mencari, memberi dan menerima
informasi agar dapat meningkatkan pelayanan.
(5) Fisioterapis harus menghindari praktek ilegal yang bertentangan dengan'kode etik profesi
(6) Fisioterapis harus mencantumkan
gelar secara benar untuk
suku/ras, kondisi,
agama/kepercayaan, politik dan status sosial ekonomi.
(2) Fisioterapis harus selalu
mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan yang dipillh bagi individu dan masyarakat
(3) Fisioterapis dituntut untuk menghargai
adat istiadat/kebiasaan dari
pasien/kllen dalam memberl pelayanan (4) Fisioterapis berkewajiban untuk berkarya mendukung kebijakan pelayanan kesehatan
Pasal 4
MEMBERIKAN PELAYANAN
PROFESIONAL DENGAN JUJUR, BERKOMPETEN SERTA TANGGUNG JAWAB
(1) Fisioterapis mengemban tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya dan
memanfaatkan ketrampilan dan
keahlian secara efektif untuk
kepentingan individu dan masyarakat.
(2) Fisioterapis dimanapun berada
hendaknya selalu meningkatkan
kuafitas kehidupan
masyarakat dilingkungannya.
(3) Fisioterapis harus menjamin bahwa pelayanan yang diberikan, jenis, dosis,
struktur organisasi dan
alokasi sumber daya dirancang untuk pelayanan yang aman dan berkualitas sesuai dengan tuntutan kebutuhan individu, masyarakat, kolega dan profesi lain.
(4) Fisloterapis hendaknya selalu
mencari, memberi dan menerima
informasi agar dapat
meningkatkan mutu pelayanan.
(5) Fisioterapis harus menghindari praktek ilegal yang bertentangan dengan'kode etik profesi
(6) Fisioterapis harus mencantumkan
72 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
menggambarkan status profesinya
(7) Fisioterapis wajib memberikan
informasi yang benar kepada
masyarakat dan profesi kesehatan lainnya tentang fisloterapi dan pelayanan profesionalnya.
(8) Fisioterapis dalam menentukan tarif pelayanan harus masuk akal dan tidak
memanfaatkan profesi untuk
semata-mata mencari keuntungan.
(9) Jasa profesional yang diterima fisioterapis harus didapatkan dengan cara yang jujur.
(10)Fisioterapis dalam memanfaatkan teknologi berdasarkan efektifitas dan efisiensi demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan individu dan masyarakat.
menggambarkan status profesinya
(7) Fisioterapis wajib memberikan
informasi yang benar kepada
masyarakat dan profesi kesehatan lainnya tentang fisloterapi dan pelayanan profesionalnya.
(8) Fisioterapis dalam menentukan tarif pelayanan harus masuk akal dan tidak
memanfaatkan profesi untuk
semata-mata mencari keuntungan.
(9) Jasa profesional yang diterima fisioterapis harus didapatkan dengan cara yang jujur.
(10)Fisioterapis dalam memanfaatkan teknologi berdasarkan efektifitas dan efisiensi demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan individu dan masyarakat.
(11) Fisioterapis mengambil tanggung jawab untuk pelayanan pasien / klien yang didelegasikannya. :
1. Bertindak secara hormat dan tidak menolak perawatan / pengobatan untuk setiap pasien / klien atas dasar ras, agama, asal etnis atau nasional, usia, jenis kelamin, orientasi seksual, sosial atau status kesehatan.
2. Tindakan untuk
mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan pasien / klien, sementara menghormati mereka hak, martabat, kebutuhan, keinginan dan nilai-nilai.
73 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
B. Tanggung jawab organisasi profesi
1. Ikatan Fisioterapi Indonesia menjamin pelayanan yang diberikan secara jujur, komplit berdasarkan pada penelitian dan informasl aktual dalam rangka ikut meningkatkan deraj"at kesehatan
3. Menghormati hak-hak pasien / klien / pengganti pengambil keputusan 'untuk diberitahu tentang efek dari pengobatan, risiko yang melekat, dan pilihan pengobatan alternatif.
4. Berikan kepada pasien / klien / pengganti pengambil keputusan, kesempatan untuk menyetujui atau menolak pengobatan atau perubahan untuk rencana perawatan.
5. Tidak akan mengobati pasien / klien ketika diagnosis atau kelanjutan dari fisioterapi tidak dibenarkan atau merupakan kontraindikasi.
6. Menghormati kerahasiaan, privasi, dan keamanan informasi pasien / klien dalam semua bentuk komunikasi.
7. Melakukan praktik dengan cara yang aman, kompeten, akuntabel dan bertanggung jawab dalam lingkup individu.
8. Mengambil tanggung jawab untuk perawatan pasien / klien didelegasikan kepada asisten fisioterapis dan siswa.
9. Mengambil semua langkah yang wajar untuk mencegah kerusakan pada pasien / klien. Jika terjadi kerusakan harus memberitahukan kepada pasien/ client / pengganti pengambil keputusan.
10. Berkomunikasi secara efektif dan hormat, dan praktik secara kooperatif dengan rekan kerja, profesional kesehatan lainnya dan lembaga terkait untuk kepentingan pasien / klien.
B. Tanggung jawab organisasi profesi
1. Ikatan Fisioterapi Indonesia menjamin pelayanan yang diberikan secara jujur, komplit berdasarkan pada penelitian dan informasl aktual dalam rangka ikut meningkatkan deraj"at kesehatan
74 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
masyarakat
2. lkatan Fisloterapi Indonesia membuat dan memantau pelaksanaan standar profesi dalam praktek professional. 3 lkatan Fisi.bterapl Indonesia akan secara
aktif mempromosikan profesi fisioterapi kepada masyarakat secara jujur
4. Ikatan Fisioterapi Indonesia akan mengatur sumber daya yang ada secara efektif, efisien dan bertanggung jawab 5. Ikatan Fisioterapi Indonesia memberikan
dukungan kepada anggotanya untuk mendapatkan informasi pendidikan. program dan kebijakan organisasi
6. Ikatan Fisioterapi Indonesia
memperjuangkan agar anggotanya
menclapatkan penghasilan yang wajar
7. Ikatan Fisioterapi Indonesia
bertanggung jawab kepada anggotanya Pasal 5
MENGAKUI BATASAN DAN
KEWENANGAN PROFESI DAN
HANYA MEMBERIKAN PELAYANAN
DALAM LINGKUP PROFESI
FISIOTERAPI.
(1) Fisioterapis memberikan pelayanan
dan tindakan sesuai dengan
pengetahuan dan ketrampilan yang dapat dipertanggung jawabkan
(2) Fisioterapis ticlak akan melakukan
aktivitas profesi yang dapat merugikan pasien/khen, kolega atau masyarakat
(3) Fisioterapis hendaknya selalu
mensejajarkan pelayanannya dengan stanclar pelayanan praktek fisioterapi
(4) Fisioterapis dalam mengambil
keputusan berclasarkan kepada
pengetahuan dan kehati-hatian
(5) Fisioterapis berkewajiban
menyumbangkan gagasan,
pe-ngetahuan. dan ketrampilan untuk memajukan profesi dan organisasi
(6) Apabila fisioterapis memiliki
pengetahuan dan ketramplian yang kurang memadai untuk mengatasi kondisi tertentu, maka harus:
1. Meminta petunjuk dan saran kepada yang lebih berpengalaman pada kondisi yang tepat.
masyarakat
2. lkatan Fisloterapi Indonesia membuat dan memantau pelaksanaan standar profesi dalam praktek professional. 3 lkatan Fisi.bterapl Indonesia akan secara
aktif mempromosikan profesi fisioterapi kepada masyarakat secara jujur
4. Ikatan Fisioterapi Indonesia akan mengatur sumber daya yang ada secara efektif, efisien dan bertanggung jawab 5. Ikatan Fisioterapi Indonesia memberikan
dukungan kepada anggotanya untuk mendapatkan informasi pendidikan. program dan kebijakan organisasi
6. Ikatan Fisioterapi Indonesia
memperjuangkan agar anggotanya
menclapatkan penghasilan yang wajar
7. Ikatan Fisioterapi Indonesia
bertanggung jawab kepada anggotanya Pasal 5
MENGAKUI BATASAN DAN
KEWENANGAN PROFESI DAN
HANYA MEMBERIKAN PELAYANAN
DALAM LINGKUP PROFESI
FISIOTERAPI.
(1) Fisioterapis memberikan pelayanan
dan tindakan sesuai dengan
pengetahuan dan ketrampilan yang dapat dipertanggung jawabkan
(2) Fisioterapis ticlak akan melakukan
aktivitas profesi yang dapat merugikan pasien/khen, kolega atau masyarakat
(3) Fisioterapis hendaknya selalu
mensejajarkan pelayanannya dengan stanclar pelayanan praktek fisioterapi
(4) Fisioterapis dalam mengambil
keputusan berclasarkan kepada
pengetahuan dan kehati-hatian
(5) Fisioterapis berkewajiban
menyumbangkan gagasan,
pe-ngetahuan. dan ketrampilan untuk memajukan profesi dan organisasi
(6) Apabila fisioterapis memiliki
pengetahuan dan ketramplian yang kurang memadai untuk mengatasi kondisi tertentu, maka harus:
1. Meminta petunjuk dan saran kepada yang lebih berpengalaman pada kondisi yang tepat.
75 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
2. Merujuk pasien/klien kepada profesi atau lembaga lain yang tepat.
(7) Apabila fisioterapis menerima
pasien/klien yang dirujuk kepadanya untuk konsultasi maka ia tidak akan
melakukan intervensi atau
mengkonsulkan kepada kolega atau
profesi lain tanpa persetujuan
pasien/kIlen clan fisioterapis yang merujuk.
Pasal 6
MENGHARGAI HUBUNGAN
MULTIDISPLINER DENGAN
PROFESI PELAYANAN KESEHATAN
LAIN DALAM MERAWAT
PASIEN/KLIEN.
(1) Menyadari dengan sepenuhnya bahwa
dalam melakukan intervensi
terapeutik terhadap pasien/klien tidak dapat dilakukan sendiri tanpa peran serta pihak lainnya.
(2) Menyadari bahwa dalam berinteraksi selalu timbul kesamaan persepsi dalam menangani kasus untuk perawatan kepada pasien/klien.
(3) Menyadari bahwa tujuan interaksi profesi khususnya kesehatan adalah memberikan pelayanan Kesehatan sesuai dengan kebutuhannya secara legal, absah dan berkualitas.
Pasal 7
MENJAGA RAHASIA PASIEN/KLIEN YANG DIPERCAYAKAN KEPADANYA KECUALI UNTUK KEPENTINGAN HUKUM/PENGADILAN.
(1) Informasi tentang pasien/kIien dilarang untuk diberikan kepada orang atau pihak lain yang tidak berkepentingan tanpa persetujuan pasien/kiien/kuasa hukumnya
2. Merujuk pasien/klien kepada profesi atau lembaga lain yang tepat.
(7) Apabila fisioterapis menerima
pasien/klien yang dirujuk kepadanya untuk konsultasi maka ia tidak akan
melakukan intervensi atau
mengkonsulkan kepada kolega atau
profesi lain tanpa persetujuan
pasien/kIlen clan fisioterapis yang merujuk.
Pasal 6
MENGHARGAI HUBUNGAN
MULTIDISPLINER DENGAN
PROFESI PELAYANAN KESEHATAN
LAIN DALAM MERAWAT
PASIEN/KLIEN.
(1) Menyadari dengan sepenuhnya bahwa
dalam melakukan intervensi
terapeutik terhadap pasien/klien tidak dapat dilakukan sendiri tanpa peran serta pihak lainnya.
(2) Menyadari bahwa dalam berinteraksi selalu timbul kesamaan persepsi dalam menangani kasus untuk perawatan kepada pasien/klien.
(3) Menyadari bahwa tujuan interaksi profesi khususnya kesehatan adalah memberikan pelayanan Kesehatan sesuai dengan kebutuhannya secara legal, absah dan berkualitas.
Pasal 7
MENJAGA RAHASIA PASIEN/KLIEN YANG DIPERCAYAKAN KEPADANYA KECUALI UNTUK KEPENTINGAN HUKUM/PENGADILAN.
(7) Informasi tentang pasien/kIien dilarang untuk diberikan kepada orang atau pihak lain yang tidak berkepentingan tanpa persetujuan pasien/kiien/kuasa hukumnya
76 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
(2) Pencatatan informasi selama kegiatan
penelitian hendaknya tidak
mencanturnkan identitas pasien, kecuali
ada persetujuan dari yang
bersangkutan.
(3) Informasi dapat diberikan apabila mempunyal kekuatan hukum atau bila
cliperlukan untuk keselarnatan
seseorang atau masyarakat
(4) Privasi pasien/klien harus tetap terjaga selama wawancara
(5) Komputer atau catatan harus terlindung dad pihak yang ticlak berkepentingan (6) Fisloterapis yang mengetahul terhadap
informasi rahasia kolega/pasien/klien hanya, akan membuka informasi tersebut bilamana sangat dibutuhkan (7) Informasi rahasia yang cliberikan
hendaknya tidlak tercatat I
permanen tanpa
persetujuan individu. Pasal 8
SELALU MEMELIHARA STANDAR
KOMPETENSI PROFESI
FISIOTERAPI DAN SELALU
MENINGKATKAN
PENGETAHUAN/KETRAMPILAN.
(1) Fisioterapis bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan terkini
(2) Fisloterapis secara terus menerus
meningkatkan pengetahuan dan
ketrampilan profesi melalui literatur dan pendidikan
(3) Fisloterapis bertanggung jawab menggunakan teknik yang mereka kuasal, oleh karena itu hendaknya: (4) a Mendelegasikan hanya kepada
fisioterapis yang kualifait.
(5) b Memberikan instruksi yang jelas kepada pasien/kIien,keluarga, asisten clan pihak lain apabila dipandang pedu (6) Fisloterapis sebagal pernilik institusi
(8) Pencatatan informasi selama kegiatan
penelitian hendaknya tidak
mencanturnkan identitas pasien, kecuali
ada persetujuan dari yang
bersangkutan.
(9) Informasi dapat diberikan apabila mempunyal kekuatan hukum atau bila
cliperlukan untuk keselarnatan
seseorang atau masyarakat
(10) P
rivasi pasien/klien harus tetap terjaga selama wawancara
(11) Komputer atau catatan harus
terlindung dad pihak yang ticlak berkepentingan
(12) Fisloterapis yang mengetahul terhadap informasi rahasia kolega/pasien/klien hanya, akan membuka informasi tersebut bilamana sangat dibutuhkan (7) Informasi rahasia yang cliberikan
hendaknya tidlak tercatat I
permanen tanpa
persetujuan individu. Pasal 8
SELALU MEMELIHARA STANDAR
KOMPETENSI PROFESI
FISIOTERAPI DAN SELALU
MENINGKATKAN
PENGETAHUAN/KETRAMPILAN.
(1) Fisioterapis bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan terkini
(2) Fisloterapis secara terus menerus
meningkatkan pengetahuan dan
ketrampilan profesi melalui literatur dan pendidikan
(3) Fisloterapis bertanggung jawab menggunakan teknik yang mereka kuasal, oleh karena itu hendaknya: (4) a Mendelegasikan hanya kepada
fisioterapis yang kualifait.
(5) b Memberikan instruksi yang jelas kepada pasien/kIien,keluarga, asisten clan pihak lain apabila dipandang pedu
77 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
pelayanan harus memastikan bahwa karyawannya mampu untuk menerima, tanggung jawabnya
(7) Fisioterapis sebagai pemilik institusi
pelayanan hendaknya memberikan
kepada karyawannya untuk
berkembang sebagal fisioterapis
profesional
(8) Fisioterapis dalam melakukan
penelitian harus mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh Ikatan Fisioterapi Indonesia
B. Tanggung jawab Ikatan Fisioterapi Indonesia
1. Ikatan Fisloterapi Indonesia
hendaknya menyelenggarakan
pendidikan yang berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan clan ketrampilan profesional
2. Ikatan Fisioterapi Indonesia
menjamin agar kode etik fisioterapi dijalankan oleh setiap fisioterapis
Pasal 9
MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM
PERENCANAAN DAN
PENGEMBANGAN PELAYANAN
UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT
KESEHATAN INDIVIDU DAN
MASYARAKAT.
(1) Fisloterapis mempunyai tugas dan kewajiban untuk bekerasama dengan profeif lain dalarn perencanaan dan pengelolaan pelayanan agar mampu memberikan pelayanan yang optimal
bagi kesehatan individu clan
masyarakat
(2) Fisioterapis hendaknya
menyesuaikan diri dengan
profesionalisme clan melengkapi diri dengan ketrampilan yang memadai
(6) Fisloterapis sebagal pernilik institusi pelayanan harus memastikan bahwa karyawannya mampu untuk menerima, tanggung jawabnya
(7) .Fisloterapis sebagai pemilik institusi
pelayanan hendaknya memberikan
kepada karyawannya untuk
berkembang sebagal fisioterapis
profesional
(8) Fisioterapis dalam melakukan
penelitian harus mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh Ikatan Fisioterapi Indonesia
B. Tanggung jawab Ikatanfisioterapi Ind onesia
3. Ikatan Fisloterapi Indonesia
hendaknya menyelenggarakan
pencliclikan yang berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan clan ketrampilan profesional
4. Ikatan Fisioterapi Indonesia
menjamin agar kode etik fisioterapi dijalankan oleh setiap fisioterapis
Pasal 9
MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM
PERENCANAAN DAN
PENGEMBANGAN PELAYANAN
UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT
KESEHATAN INDIVIDU DAN
MASYARAKAT.
(1) Fisloterapis mempunyai tugas dan kewajiban untuk bekerasama dengan profeif lain dalarn perencanaan dan pengelolaan pelayanan agar mampu memberikan pelayanan yang optimal
bagi kesehatan individu clan
masyarakat
(2) Fisioterapis hendaknya
menyesuaikan diri dengan
profesionalisme clan melengkapi diri dengan ketrampilan yang memadai
78 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
untuk perencanaan clan pengelolaan
dalam situasi tertentu yang
dihadapinya, sehingga sadar akan
keberaclaan pelayannya dalam
konteks sosial clan ekonomi secara menyeluruh.
(3) Fisioterapis mempunyai hak dan kewajiban untuk melakukan clan
mendukung penelitian untuk
perencanaan clan pengembangan (4) Fisloterapis memberikan clorongan
clan clukungan kepada sejawat dalam menyusun perencanaan pelayanan dan strategi pengembangan.
Pasal 10
TANGGUNG JAWAB TERHADAP
PROFESI
(1) Menerima tanggung jawab untuk menegakkan integritas profesi, dan bertindak dengan integritas dalam semua kegiatan profesional.
(2) Berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi dan berdiri di atas profesi fisioterapi dengan memperlakukan semua orang dengan bermartabat dan hormat dalam semua interaksi.
(3) Berjuang untuk keunggulan dalam peran apapun / di manapun daerah mereka bekerja.
(4) Meningkatkan keahlian mereka melalui akuisisi seumur hidup dan perbaikan pengetahuan, keterampilan, sikap profesional.
(5) Menyadari tanggung jawab mereka untuk berbagi informasi berdasarkan bukti dan praktik klinis terbaik di fisioterapi dengan masing-masing profesional kesehatan lainnya.
(6) Jadikanlah semboyan selalu bersiap, rajin dan tekun.
untuk perencanaan clan pengelolaan
dalam situasi tertentu yang
dihadapinya, sehingga sadar akan
keberaclaan pelayannya dalam
konteks sosial clan ekonomi secara menyeluruh.
(3) Fisioterapis mempunyai hak dan kewajiban untuk melakukan clan
mendukung penelitian untuk
perencanaan clan pengembangan (4) Fisloterapis memberikan clorongan
clan clukungan kepada sejawat dalam menyusun perencanaan pelayanan dan strategi pengembangan.
Pasal 10
TANGGUNG JAWAB TERHADAP
PROFESI
(1) Menerima tanggung jawab untuk menegakkan integritas profesi, dan bertindak dengan integritas dalam semua kegiatan profesional.
(2) Berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi dan berdiri di atas profesi fisioterapi dengan memperlakukan semua orang dengan bermartabat dan hormat dalam semua interaksi.
(3) Berjuang untuk keunggulan dalam peran apapun / di manapun daerah mereka bekerja.
(4) Meningkatkan keahlian mereka melalui akuisisi seumur hidup dan perbaikan pengetahuan, keterampilan, sikap profesional.
(5) Menyadari tanggung jawab mereka untuk berbagi informasi berdasarkan bukti dan praktik klinis terbaik di fisioterapi dengan masing-masing profesional kesehatan lainnya.
(6) Jadikanlah semboyan selalu bersiap, rajin dan tekun.
79 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
Pasal 11
TANGGUNG JAWAB FISIOTERAPIS
KEPADA MASYARAKAT
(1) Senantiasa menaruh rasa hormat terhadap masyarakat, profesi, dan profesi kesehatan lainnya melalui perilaku mereka.
(2) Kenali tanggung jawabnya untuk meningkatkan standar kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
(3) Berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi dan berdiri di atas profesi fisioterapi, dan untuk memenuhi tanggung jawab sosial yang lebih luas bahwa mereka berperan di tempat mereka berada.
(4) Mematuhi semua persyaratan perundang-undangan dan peraturan
yang berkaitan dengan praktek
fisioterapi.
(5) Melaporkan ke pihak yang berwenang
setiap anggota profesi yang
menjalankan praktik dengan cara yang tidak kompeten, tidak aman, ilegal atau tidak etis.
PENUTUP
Kode Etik Fisioterapi Indonesia merupakan kumpulan peraturan etika profesi yang akan digunakan sebagai tolak ukur perilaku ideal/optimal dan penahan
Pasal 11
TANGGUNG JAWAB FISIOTERAPIS
KEPADA MASYARAKAT
(1) Senantiasa menaruh rasa hormat terhadap masyarakat, profesi, dan profesi kesehatan lainnya melalui perilaku mereka.
(2) Kenali tanggung jawabnya untuk meningkatkan standar kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
(3) Berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi dan berdiri di atas profesi fisioterapi, dan untuk memenuhi tanggung jawab sosial yang lebih luas bahwa mereka berperan di tempat mereka berada.
(4) Mematuhi semua persyaratan perundang-undangan dan peraturan
yang berkaitan dengan praktek
fisioterapi.
(5) Melaporkan ke pihak yang berwenang
setiap anggota profesi yang
menjalankan praktik dengan cara yang tidak kompeten, tidak aman, ilegal atau tidak etis.
Pasal 12
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL
Yang belum diatur sesuai dengan perkembangan media sosial, bagaimana batas-batas yang boleh dan tidak boleh atau yang layak dan tidal layak dalam penggunaan media sosial, terus terang Tim kami belum mampu merancangnya, kami kembalikan ke floor aja dulu.
PENUTUP
Kode Etik Fisioterapi Indonesia merupakan kumpulan peraturan etika profesi yang akan digunakan sebagai tolak ukur perilaku ideal/optimal dan penahan godaan penyimpangan profesi perorangan fisioterapis yang merupakan pengabdi profesi di Indonesia. Kode Etik Fisioterapi
80 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
godaan penyimpangan profesi perorangan fisioterapis yang merupakan pengabdi profesi di Indonesia. Kode Etik Fisioterapi Indonesia merupakan tempat melihat keabadian tentang hal-hal baik fisioterapis sebagai aktor penyelengara pelayanan kesehatan. Komitmen, janji publik dan keberimbangan tekad dengan kenyataan yang dilakukan Fisioterapis. Sekaligus pergulatan nilai-nilai universal yang didaratkan di bumi NKRI melalui kaidah dasar moral/kaidah dasar bioetik yang berguna untuk bingkaian
norma etik yang ada di pasal-pasal.
Diharapkan Kode Etik Fisioterapi Indonesia ini akan menjadi acuan utama pengajaran
dan pelatihan dan percontohan etik di semua institusi pendidikan fisioterapi.
Akhirnya dengan mengucapkan puji
syukur, Alhamdulilllahi robbal alamiin, Kode Etik Fisioterapi Indonesia ini telah dapat disahkan oleh Konggres IFI ke -... di Bali ...Mei 2016. Semoga TuhanMaha
Esa selalu memberikan petunjuk,
bimbingan dan perlindungan kepada kita semua. Amin.
Sampai sini selesai
Indonesia merupakan tempat melihat keabadian tentang hal-hal baik fisioterapis sebagai aktor penyelengara pelayanan kesehatan. Komitmen, janji publik dan keberimbangan tekad dengan kenyataan yang dilakukan Fisioterapis. Sekaligus pergulatan nilai-nilai universal yang didaratkan di bumi NKRI melalui kaidah dasar moral/kaidah dasar bioetik yang berguna untuk bingkaian
norma etik yang ada di pasal-pasal.
Diharapkan Kode Etik Fisioterapi Indonesia ini akan menjadi acuan utama pengajaran
dan pelatihan dan percontohan etik di semua institusi pendidikan fisioterapi.
Akhirnya dengan mengucapkan puji
syukur, Alhamdulilllahi robbal alamiin, Kode Etik Fisioterapi Indonesia ini telah dapat disahkan oleh Konggres IFI ke -... di Bali ...Mei 2016. Semoga TuhanMaha
Esa selalu memberikan petunjuk,
bimbingan dan perlindungan kepada kita semua. Amin.
81 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I KETETAPAN
KONGRES NASIONAL FISIOTERAPI INDONESIA XII