• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIPF/ SIKF 5) Ijazah terakhir

Dalam dokumen Rancangan Keputusan & Rancangan Ketetapan (Halaman 133-139)

BAB II UJI PORTOFOLIO

RANAH PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (P2KB) IKATAN FISIOTERAPI INDONESIA

4) SIPF/ SIKF 5) Ijazah terakhir

6) Sertifikat Sumpah Profesi / Surat Pernyataan mematuhi Kode Etik Fisioterapi

133 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I

8) Biaya resertifikasi.

b. Peserta telah mengunggah perolehan SKP di aplikasi CPD Online Ikatan Fisioterapi Indonesia melalui www.ifi.or.id dan telah diverifikasi oleh Tim P2KB, serta dinyatakan oleh Komisi P2KB bahwa tidak memenuhi kecukupan dalam kegiatan pelayanan, pendidikan, pelatihan, dan/atau kegiatan ilmiah lainnya.

c. Peserta yang telah dinyatakan tidak memenuhi kecukupan dalam kegiatan pelayanan, pendidikan, pelatihan, dan/atau kegiatan ilmiah lainnya akan diberikan account untuk login ke aplikasi evaluasi kemampuan dan kategori evaluasi kemampuan yang harus diikuti. d. Peserta melakukan Evaluasi kemampuan dengan metode MCQ secara

Online dengan terlebih dahulu login dengan menggunakan account yang diterima.

e. Setelah login ke aplikasi evaluasi kemampuan peserta memilih kategori evaluasi kemampuan yang harus diikuti sesuai keputusan komisi P2KB dan memilih soal sesuai dengan peminatan peserta.

f. Peserta harus mengerjakan soal sesuai dengan waktu yang ditentukan. g. Bagi calon peserta evaluasi kemampuan dengan metode OSCE Pengurus

pusat IFI melakukan pendataan dan menetapkan jadwal dan tempat pelaksanaan Evaluasi Kemampuan fisioterapi dan memberitahukan kepada pemohon melalui email.

h. Pemohon yang mengikuti evaluasi kemampuan dinyatakan lulus apabila mencapai target nilai sesuai ketentuan dan kepadanya akan diberikan rekomendasi perpanjangan STR dan bagi yang dinyatakan tidak lulus diberi kesempatan untuk mengikuti evaluasi kemampuan ulang. Kesempatan mengulang evaluasi kemampuan diberikan sebanyak 2 kali, jika setelah 2 kali mengulang dan nyatakan gagal maka yang bersangkutan harus mengikuti pendidikan dan pelatihan ditempat atau lembaga pelatihan yang ditunjuk oleh Ikatan Fisioterapi Indonesia.

9. KETENTUAN LAIN

1. Pelaksanaan Evaluasi Kemampuan bagi fisioterapi dimulai pada 01 Oktober 2016.

2. Pelaksanaan evaluasi kemampuan metode OSCE diberlakukan mulai January 2017.

134 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I

3. Ketentuan lebih lanjut mengenai pendidikan dan pelatihan bagi yang tidak lulus evaluasi kemampuan akan diatur tersendiri oleh Pengurus Pusat Ikatan Fisioterapi Indonesia

4. Pelaksanaan Pedoman Evaluasi Kemampuan bagi Fisioterapi akan dilakukan Ikatan Fisioterapi Indonesia bekerjasama dengan MTKI sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Resertifikasi melalui Evaluasi Kemampuan diberlakukan kepada fisioterapis yang tidak memenuhi syarat resertifikasi melalui uji portofolio P2KB. Evaluasi kemampuan dilaksanakan di ibu kota propinsi atau di ibu kota Negara dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pengurus pusat IFI.

1. Pemohon mendaftarkan diri ke pengurus cabang setempat untuk resertifikasi melalui evaluasi kemampuan dengan mengisi formulir permohonan evaluasi kemampuan dan menyerahkan berkas fotokopi dan berkas asli dokumen persyaratan sebagai bukti telah mengabdikan diri sebagai fisioterapis yang telah unggah di aplikasi CPD Online Ikatan Fisioterapi Indonesia di www.ifi.or.id, dokumen yang dimaksud adalah:

i. STR lama;

j. Sertifikat Kompetensi atau Sertifikat Profesi, jika ada a. surat keterangan sehat fisik dan mental

k. SIPF/ SIKF l. Kartu Anggota m. Ijazah terakhir

n. Sertifikat Sumpah Profesi / Surat Pernyataan mematuhi Kode Etik Fisioterapi

o. Pas foto berwarna ukuran 4x6 (5 lembar) p. Biaya resertifikasi.

2. Evaluasi kemampuan dilaksanakan dengan uji tulis dengan metode MCQ dan OSCE.

3. Pemohon yang mengikuti evaluasi kemampuan dan dinyatakan lulus maka kepada yang bersangkutan akan diberikan rekomendasi perpanjangan STR dan bagi yang dinyatakan tidak lulus diberi kesempatan untuk mengikuti evaluasi kemampuan ulang. Kesempatan mengulang evaluasi kemampuan diberikan sebanyak 2 kali, jika setelah 2 kali mengulang dan nyatakan

135 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I

gagal maka yang bersangkutan harus mengikuti pendidikan dan pelatihan ditempat atau lembaga pelatihan yang ditunjuk oleh Ikatan Fisioterapi Indonesia.

4. Ketentuan lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan evaluasi kemampuan akan diatur tersendiri oleh Pengurus Pusat Ikatan Fisioterapi Indonesia bekerjasama dengan MTKI.

BAB V PENUTUP

Pedoman ini berlaku secara Nasional dan dibuat sebagai panduan bagi seluruh pengurus dan anggota Ikatan Fisioterapi Indonesia serta seluruh stake holder yang terkait dalam proses reregistasi STR Fisioterapi.

Akhir dari proses resertifikasi ini adalah dikeluarkannya Surat Rekomendasi / Surat Keterangan bagi Fisioterapis bahwa yang bersangkutan telah memenuhi kecukupan dalam kegiatan pelayanan, pendidikan, pelatihan, dan/atau kegiatan ilmiah lainnya melalui Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB) atau Continuing Profesional Development (CPD) yang ketentuan penyelenggaraanya diatur oleh Ikatan Fisioterapi Indonesia.

Surat Rekomendasi / Surat Keterangan bagi Fisioterapis sebagaimana dimaksud diatas hanya dikeluarkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Fisioterapi dan bisa diunduh melalui aplikasi di www.ifi.or.id.

Apabila kemudian hari ada perubahan kebijakan dari pemerintah atau perubahan peraturan perundang-undangan maka pedoman ini akan disesuaikan.

136 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I Lampiran :

1. Log Sheet Fisioterapi Pelayanan rawat Jalan dan praktik mandiri 2. Log Sheet Fisioterapi Pelayanan Rawat inap

3. Log Sheet Fisioterapi Pelayanan Rawat inap khusus

1. Log Sheet Fisioterapi Pelayanan Rawat Jalan dan Praktik Mandiri Nama Fisioterapi:

Institusi Pelayanan: Ruang Pelayanan:

Nama Atasan Langsung:

No Tanggal Uraian Kegiatan Nama Pasien Bukti Fisik Verifikasi

Atasan

2. Log Sheet Fisioterapi Pelayanan Rawat Inap Nama Fisioterapi :

Institusi Pelayanan : Ruang Pelayanan :

Atasan Langsung/ Penanggung jawab ruangan :

No Tanggal Uraian Kegiatan Nama Pasien Bukti Fisik Verifikasi

Atasan

3. Log Sheet Fisioterapi Pelayanan Rawat Inap Khusus Nama Fisioterapi:

Institusi Pelayanan: Ruang Pelayanan:

Atasan Langsung/ penanggung jawab ruangan:

No Tanggal Uraian Kegiatan Nama Pasien Bukti Fisik Verifikasi

137 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I Catatan:

Nama Fisioterapi : Nama Fisioterapi yang memiliki log sheet

Institusi pelayanan : Diisi nama institusi pelayanan

Ruang pelayananan : Diisi nama ruang pelayanan yang diberikan

pelayanan Atasan langsung/

PJ ruangan

: Diisi nama, jabatan dan paraf atasan langsung atau penanggung jawab ruangan pelayanan yang diberikan pelayanan

No : Nomor urut pasien

Tanggal : Tanggal pelayanan dilakukan

Uraian kegiatan : Uraian pelayanan fisioterapi yang dilakukan

misalnya: pelayanan fisioterapi pada kasus LBP

Bukti fisik : Ditulliskan nomor rekam medik atau status

pasien

Verifikasi atasan : Dilakukan setiap hari sejumlah pasien yang

ditetapkan untuk perhitungan SKP

138 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I KETETAPAN

KONGRES NASIONAL FISIOTERAPI INDONESIA XII

Dalam dokumen Rancangan Keputusan & Rancangan Ketetapan (Halaman 133-139)