ROADMAP KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN N
MAJELIS KEHORMATAN DISIPLIN FISIOTERAPI INDONESIA
KETETAPAN
KONGRES NASIONAL FISIOTERAPI INDONESIA XII NOMOR : 07 / TAP / KONAS XII / V / 2016
tentang
MAJELIS KEHORMATAN DISIPLIN FISIOTERAPI INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KONGRES NASIONAL FISIOTERAPI INDONESIA XII
Menimbang : 1. bahwa pelaksanaan Pasal 49 dan 50 Undang-Undang
Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan perlu dibentuk Majelis Kehormatan Disiplin Fisioterapi Indonesia 2. bahwa pelaksanaan Pasal 49 dan 50Undang-Undang Nomor
36 Tahun 2014 tentangTenaga Kesehatan perlu mengatur organisasi dan tatakerja Majelis Kehormatan Disiplin Fisioterapi Indonesia
3. bahwa Majelis Kehormatan Disiplin Fisioterapi Indonesia sebagai lembaga yang otonom dari Ikatan Fisioterapi Indonesia dan independent dalam melaksanakan tugas 4. bahwa Majelis Kehormatan Disiplin Fisioterapi Indonesia
berfungsi untuk penegakan disiplin fisioterapi Indonesia dalam menjalankan praktek Fisioterapi
5. perlu menetapkan Peraturan Ikatan Fisioterapi Indonesia tentang Organisasi dan Tata Kerja Majelis Kehormatan Disiplin Fisioterapi Indonesi
Mengingat : 1. Undang – undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Undang – undang nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga 3. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan
Fisioterapi Indonesia
Memperhatikan : Sidang Pleno Kongres Nasional Fisioterapi Indonesia XII
Menetapkan
Memutuskan : 1. Organisasi Dan Tata Kelola Majelis Kehormatan Dan Disiplin Fisioterapi Indonesia
2. Hal-hal yang belum di atur dalam ketatapan ini akan diatur kemudian dengan peraturan khusus yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Fisioterapi Indonesia sepanjang tidak bertentangan dengan AD ART
3. Ketetapan ini berlaku sejak di tetapkan
Ditetapkan di : Bali Pada tanggal : 24 Mei 2016
108 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
Presidium Kongres Nasional Fisioterapi Indonesia XII Ketua : ... Sekretaris : ... Anggota : ... Anggota : ... Anggota : ... Anggota : ... Anggota : ...
ORGANISASI DAN TATA KELOLA
MAJELIS KEHORMATAN DAN DISIPLIN DAN ETIK FISIOTERAPI INDONESIA
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan :
1. Majelis Kehormatan dan Disiplin Fisioterapi selanjutnya disebut disingkat MKDF, adalah lembaga yang berwenang untuk menentukan ada tidaknya kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan Fisioterapi dalam penerapan disiplin fisioterapi, dan menetapkan sanksi.
2. Praktik Fisioterapi adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Fisioterapi terhadap pasien dalam melaksanakan upaya pelayanan kesehatan
3. Fisioterapis, Fisioterapi Sarjana Sain Terapan , Fisioterapi Ahli Madya, adalah lulusan pendidikan Fisioterapi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
4. Surat Tanda Registrasi Fisioterapi adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia kepada tenaga fisioterapi yang telah diregistrasi
5. Surat Izin Praktik adalah bukti tertulis yang diberikan pemerintah kepada Fisioterapi yang akan menjalankan praktik fisioterapi setelah memenuhi persyaratan.
6. Organisasi Profesi adalah Ikatan Fisioterapi Indonesia
BAB II
LAMBANG, LOGO DAN LENCANA MKDF Pasal 2
( 1 ) Lambang MKDF adalah lambang yang digunakan oleh Ikatan Fisioterapi Indonesia.
109 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
( 2 ) Logo dan lencana MKDF ditetapkan oleh MKDF BAB III
FUNGSI, TUGAS DAN KEWENANGAN Pasal 3
( 1 ) Fungsi MKDF adalah untuk penegakan disiplin fisioterapi dalam penyelenggaraan praktik fisioterapi
( 2 ) Penegakan disiplin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah penegakan aturan-aturan dan/atau penerapan keilmuan serta pelaksanaan kode etik dalam pelaksanaan pelayanan yang harus diikuti oleh fisioterapi
Pasal 4 Tugas MKDF :
a. menerima pengaduan, memeriksa, dan memutuskan kasus pelanggaran disiplin fisioterapi yang diajukan; dan
b. menyusun pedoman dan tata cara penanganan kasus pelanggaran disiplin fisioterapi.
Pasal 5
( 1 ) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 MKDF mempunyai wewenang :
a. menerima pengaduan pelanggaran disiplin fisioterapi;
b. menetapkan jenis pengaduan pelanggaran disiplin atau pelanggaran etika atau bukan keduanya;
c. memeriksa pengaduan pelanggaran disiplin fisioterapi; d. memutuskan ada tidaknya pelanggaran disiplin fisioterapi; e. menentukan sanksi terhadap pelanggaran disiplin fisioterapi; f. melaksanakan keputusan MKDF;
g. menyusun tata cara penanganan kasus pelanggaran disiplin Fisioterapi;
h. menyusun buku pedoman MKDF;
i. mengadakan sosialisasi, penyuluhan, dan diseminasi mencatat dan mendukumentasikan pengaduan, proses pemeriksaan, dan keputusan MKDF
DIBUAT SESUAI URUTAN KEGIATAN
( 2 ) Dalam melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat MKDF mempunyai wewenang :
a. menerima pengaduan pelanggaran disiplin fisioterapi Indonesia b. menetapkan jenis pengaduan pelanggaran disiplin atau
pelanggaran etika atau bukan keduanya;
c. memeriksa pengaduan pelanggaran disiplin fisioterapi Indonesia; d. meminta keterangan saksi ahli jika diperlukan;
110 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
e. memutuskan pelanggaran disiplin fisioterapi Indonesia;
f. menentukan sanksi terhadap pelanggaran Fisioterapi Indonesia; g. menyusun tata cara penanganan kasus pelanggaran disiplin
Fisioterapi Indonesia;
h. menyusun buku pedoman MKDF;
i. mengadakan sosialisasi, penyuluhan, dan diseminasi tentang MKDF
buat sesuai urutan kegiatan
Pasal 6
Dalam menjalankan fungsi, tugas, dan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5, MKDF harus memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan serta peraturan perundang-perundang-undangan lain yang terkait dan yang berlaku
BAB IV
KEDUDUKAN, STATUS DAN PEMBENTUKAN Pasal 7
MKDF berkedudukan di ibu kota negara Republik Indonesia Pasal 8
( 1 ) MKDF bertanggung jawab secara administratif kepada Ikatan Fisioterapi Indonesia.
( 2 ) MKDF merupakan lembaga otonom dari Ikatan Fisioterapi Indonesia ( 3 ) MKDF dalam melaksanakan tugasnya bersifat independen.
( 4 ) Yang dimaksud dengan independen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah menjalankan tugasnya tidak terpengaruh oleh siapapun atau lembaga lainnya.
Pasal 9
( 1 ) Anggota MKDF ditetapkan oleh Menteri atas usul Organisasi Profesi
( 2 ) Masa bakti keanggotaan MKDF sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah 5 4 (lima) (empat) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan.
BAB V ORGANISASI
Pasal 10
( 1 ) Pimpinan MKDF terdiri atas seorang ketua, seorang wakil ketua, dan seorang sekretaris.
( 2 ) Pimpinan MKDF dipilih dan ditetapkan oleh konggres Ikatan Fisioterapi Indonesia( rapat pleno anggota dan ditetapkan oleh Ketua Ikatan Fisioterapis Indonesia)
( 3 ) Tata cara pemilihan pimpinan MKDF sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut :
111 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
b. rapat Pleno pertama MKDF dipimpin oleh Ketua Ikatan Fisioterapi Indonesia untuk memilih Ketua Sidang Pleno Pemilihan Pimpinan MKDF;
c. rapat Pleno Pemilihan Pimpinan MKDF untuk memilih ketua, wakil ketua dan sekretaris melalui musyawarah mufakat;
d. pimpinan MKDF terdiri dari unsur yang berbeda yaitu Fisioterapis, Fisioterapi Sarjana sain Terapan, Fisioterapi Ahli Madya dan sarjana hukum;
e. apabila musyawarah mufakat tidak dapat dilaksanakan maka dilakukan pemilihan dengan pemungutan suara;
f. pemilihan ketua, wakil ketua dan sekretaris dilakukan masing-masing secara terpisah;
g. apabila diantara calon sebagaimana dimaksud pada huruf (f) mempunyai suara yang sama maka dilakukan pemilihan ulang.
BAB VI KEANGGOTAAN
Pasal 11
( 1 ) Keanggotaan MKDF terdiri atas 7 orang fisioterapis terdiri dari fisioterapis mewakili organisasi profesi, Intitusi Pendidikan Fisioterapi, asosiasi pelayanan fisioterapi ( ??), 1(satu) orang Fisoterapi sarjana sain terapan , 2 (dua) orang) Fisioterapi Ahli madya dan 1(satu)fisioterapis dengan punya latar belakang sarjana hukum.
( 2 ) Untuk dapat diangkat sebagai anggota MKDF yang bersangkutan harus dipenuhi syarat sebagai berikut:
a. warga negara Republik Indonesia; b. sehat jasmani dan rohani;
c. bertakwa kepada Tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia; d. berkelakuan baik;
e. berusia paling rendah 40 (empat puluh) tahun dan paling tinggi65 70 (enam puluh lima) (tujuh puluh )tahun pada saat diangkat;
f. Bagi fisioterapi, pernah melakukan praktik fisioterapi paling sedikit 10 (sepuluh) tahun dan memiliki surat tanda registrasi fisioterapi;
g. bagi sarjana hukum, memiliki pengetahuan dibidang hukum kesehatan; dan
h. cakap, jujur, memiliki moral, etika dan integritas yang tinggi serta memiliki reputasi yang baik.
Pasal 12
( 1 ) Anggota MKDF sebelum memangku jabatan wajib mengucapkan sumpah/janji ( 2 ) Sumpah/janji sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbunyi sebagai
berikut :
”Saya bersumpah/berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa saya, untuk melaksanakan tugas ini, langsung atau tidak langsung, dengan menggunakan nama atau cara apapun juga, tidak memberikan atau menjanjikan sesuatu apapun kepada siapapun juga.
112 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
Saya bersumpah/berjanji bahwa saya, untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam tugas ini, tidak sekali-kali akan menerima langsung atau tidak langsung dari siapapun juga suatu janji atau
pemberian.
Saya bersumpah/berjanji bahwa saya, dalam menjalankan tugas ini, senantiasa menjunjung tinggi ilmu fisioterapi dan mempertahankan serta meningkatkan mutu pelayanan fisioterapi
Saya bersumpah/berjanji bahwa saya, akan setia dan taat kepada dan akan mempertahankan serta mengamalkan Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 serta peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Negara Republik Indonesia.
Saya bersumpah/berjanji bahwa saya, senantiasa akan menjalankan tugas dan wewenang saya ini dengan sungguh-sungguh, seksama, objektif, jujur, berani, adil, tidak membeda-bedakan jabatan, suku, agama, ras, jender, dan golongan tertentu dan akan melaksanakan kewajiban saya dengan sebaik-baiknya, serta bertanggung jawab sepenuhnya kepada Tuhan yang maha esa, masyarakat, bangsa dannegara.
Saya bersumpah/berjanji bahwa saya, senantiasa akan menolak atau tidak menerima atau tidak mau dipengaruhi oleh campur tangan siapapun juga dan saya akan tetap teguh melaksanakan tugas dan
wewenang yang diamanatkan Undang-Undang kepada saya.” Pasal 13
( 1 ) Anggota MKDF berhenti atau diberhentikan karena: a. berakhir masa jabatan sebagai anggota
b. mengundurkan diri atas permintaan sendiri; c. meninggal dunia;
d. bertempat tinggal di luar wilayah Republik Indonesia;
e. tidak mampu melakukan tugas secara terus-menerus selama 3(tiga) bulan karena sakit;
f. tidak melakukan tugas selama 3 (tiga) bulan tanpa alasan yang jelas dan yang dapat diterima;
g. dipidana karena melakukan tindak pidana kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
( 2 ) Pengusulan pemberhentian MKDF sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh Ketua MKDF kepada Ketua Ikatan Fisioterapi Indonesia.
( 4 ) Dalam hal anggota MKDF menjadi terdakwa tindak pidana kejahatan, maka akan dibebastugaskan dari jabatannya.
( 5 ) Pembebastugasan dari jabatannya sebagaimana dimaksud pada aya (4) ditetapkan oleh Ketua Ikatan Fisioterapi Indonesia.
BAB VII