ROADMAP KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN N
IKATAN FISIOTERAPI INDONESIA TAHUN 2016-2020
D. ORGANISASI DAN KEPROFESIAN No
. Isu strategis Strategi Langkah-langkah pokok
pengelolaan pemberian pelayanan FT di RS dan Puskesmas proses pengambilan keputusasan dalam mendukung pelayanan FT profesional Puskesmas 3. Belum meratanya penempatan dan pendayagunaan tenaga fisioterapi 3. Melakukan pemetaan ketenagaaan 4. Membuat kebijakan pola ketenagaan fisioterapi secara professional 4. Melakukan assessment utilisasi dan distribusi ketenagaan fisioterapi 5. Melakukan advokasi
pembuatan rancangan
kebijakan penempatan tenaga fisioterapi
6. Mengkawal implementasi kebijakan
D. ORGANISASI DAN KEPROFESIAN No
. Isu strategis Strategi Langkah-langkah pokok
1 IFI belum
berbadan Hukum dan akta pendirian masih IKAFI
Mengurus badan hukum IFI ke Kemenkumham
1. Perubahan akta IKAFI ke IFI 2. Pendaftaran ke
kemenkumham untuk mendapatkan badan hukum dengan menggunakan nama IFI
3. Jika IFI tidak bisa, dilakukan pendaftaran dengan nama baru. 1. Belum optimalnya pemahaman Fisioterapis terhadap keprofesian 4. Sosialisasi sampai ketingkat komisariat
3. Optimalisasi media yang mudah diakses
4. Pendayagunaan pakar
fisioterapi diberbagai kegiatan proofesi 5. Penanaman jiwa profesi mulai dari mahasiswa fisioterapi 1. Mempertajam kurikulum fisioterapi
2. Melibatkan langsung mahasiswa disemua kegiatan keprofesian 3. Pendekatan
pihak terkait 1. Lobby ke stake holder
2 Lemahnya kepemimpinan dan manajerial dalam fisioterapi Meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajemen 2. Melakukan pengkajian kebutuhan pelatihan
kepemipinan dan manajemen fisioterapi
99 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
No
. Isu strategis Strategi Langkah-langkah pokok
1 IFI belum
berbadan Hukum dan akta pendirian masih IKAFI
Mengurus badan hukum IFI ke Kemenkumham
1. Perubahan akta IKAFI ke IFI 2. Pendaftaran ke
kemenkumham untuk mendapatkan badan hukum dengan menggunakan nama IFI
3. Jika IFI tidak bisa, dilakukan pendaftaran dengan nama baru. untuk menentukan kebijakan perencanaan pembangunan profesi dan kesehatan pada umumnya
fisioterapi 3. Mengintegrasikan
program-program pelatihan dalam uap 4. aya pengembangan mutu
fisioterapi 5. Merencanakan kaderisasi kepemimpinan fisioterapi 3. Pelaksanaan standar pelayanan fisioterapi .
5. Advokasi pelaksanaan Standar pelayanan fisioterapi 3 Belum optimalnya profesionalisme profesi fisioterapi 4. Mengoptimalkan system Kredensial fisioterapi 1. Mengidentifikasi system Kredensial Fisioterapi.
2. Membentuk Konsil Fisioterapi 3. Menetapkan Standar Kredential
fisioterapi. 4 Pelayanan fisioterapi profesional terhambat oleh regulasi Harmonisasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pelayanan fisioterapi
2. Pengkajian terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pelayanan fisioterapi 3. Mengusulkan peraturan perundang-undangan yang mendukung pelayanan fisioterapi 5 Fisioterapi Indonesia dalam pasar bebas regional dan internasional Membuat penapisan fisioterapis dari luar negeri dan peningkatan kompetensi fisioterapis Indonesia dengan kualitas dan rekognisi global
4. Mengusulkan peratuan tentang penapisan
5. Membuat pedoman harmonisasi kompetensi fisioterapi tingkat internasional dan membangun system pengakuannya 6 Penyempurnaan Data Base keanggotaan IFI Sosialisasi dan optimalisasi sistem informasi data base
1. Sosialisasi ke seluruh anggota 2. Pendaftaran anggota baru hanya
melalui sistem Online 3.
100 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
No
. Isu strategis Strategi Langkah-langkah pokok
1 IFI belum
berbadan Hukum dan akta pendirian masih IKAFI
Mengurus badan hukum IFI ke Kemenkumham
1. Perubahan akta IKAFI ke IFI 2. Pendaftaran ke
kemenkumham untuk mendapatkan badan hukum dengan menggunakan nama IFI
3. Jika IFI tidak bisa, dilakukan pendaftaran dengan nama baru. online
7 Penguatan
organisasi diseluru tingkatan
Pemekaran wilayah dan cabang IFI
1. Pembentukan pengurus wilayah IFI di seluruh propinsi
2. Pembentukan pengurus cabang di seluruh kabupaten/kota yang telah memenuhi syarat.
Meningkatkan komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah/dinkes daerah.
1. Pengurus wilayah dengan Dinkes propinsi dan MTKP
2. Pengurus Cabang dengan dinkes kap/kota
E. LITBANG No
.
Isu strategis Strategi Langkah-langkah pokok
1. Masih minimnya fisioterapis yang melakukan riset 1. Melakukan kajian kemampuan fisioterapis dalam melakukan riset dan keputusan berbasis bukti
3. Menyusun instrument kajian 4. Mengumpulkan data
kemampuan fisioterapis dalam melakukan riset
5. Membuat rekomendasi terhadap hasil kajian 2. Menyusun program peningkatan kemampuan fisioterapis dalam hal riset dan keputusan berbasis bukti
4. Membuat rancangan program kegiatan peningkatan
kemampuan riset fisioterapi 5. Menyusun dan atau
menggunakan modul riset fisioterapi
6. Melakukan sosialisasi
rancangan program ke seluruh fisioterapis
3. Melakukan upaya
peningkatan
5. Membuat rencana kegiatan diklat
101 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
No
. Isu strategis Strategi Langkah-langkah pokok
kemampuan fisioterapis dalam hal riset dan keputusan berbasis bukti
7. Melakukan kegiatan riset sesuai kemampuan fisioterapis
8. Menggunakan hasil riset dalam praktik fisioterapi
4. Melakukan monitoring dan evaluasi
2. Melakukan penilaian
kemampuan fisioterapis yang telah dilakukan Diklat
5. Melakukan advokasi untuk regulasi fisioterapis terhadap kemampuan dalam melakukan riset fisioterapi
1. Menilai hasil riset yang dapat digunakan dalm pelayanan fisioterapi
2. Menggunakan kemampuan riset untuk peningkatn jenjang karir fisioterapis
3. Memasukkan hasil riset dalam sistem pelayanan kesehatan 6. Melakukan
rencana tindak lanjut terhadap kemampuan fisioterapis dalam hal riset dan keputusan berbasis bukti sesuai hasil evaluasi
4. Mengidentifikasi hasil evaluasi kemampuan fisioterapis dalam hal riset
5. Melakukan mapping fisioterapis yang masih perlu dilakukan pembinaan
6. Melakukan kegiatan pembinaan dalam upaya meningkatkan kemampuan fisioterapis 7. Mengupayakan menempatkan orang fisioterapi menjadi reviewer tingkat local/nasional/r egional 4. Meningkatkan sosialisasi pentingnya posisi reviewer 5. Memberi kesempatan kepada
fisioterapis yang eligible mengikuti pelatihan reviewer Melakukan advokasi untuk menampatkan fisioterapis sebagai reviewer di tingkat local/nasional/internasional 2 Lembaga Pusat riset fisioterapi belum ada Melakukaan kajian pendirian pusat-pusat riset penelitian
4. Melakukan kajian bagaimana proses pembentukannya, dll) 5. Menganalisa hasil kajian 6. Merencanakan pembentukan
lembaga pusat riset fisioterapi di IFI 3 Keterbatasan akses hasil-hasil penelitian dalam negeri 4. Menginventaris based line data penelitian fisioterapi di berbagai tatanan (palayanan, pendidikan, manajemen)
3. Mengumpulkan data penelitian dari berbagai tatanan
102 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I
No
. Isu strategis Strategi Langkah-langkah pokok
5. Mengembangkan sistem informasi riset terpadu
6. Mengkaji sistem informasi yang dimiliki setiap institusi/tatanan 7. Merancang software sistem
informasi riset terpadu 8. Membuat design web sistem
informasi riset terpadu 9. Mengembangkan jejaring
informasi pusat--daerah
10. Sosialisasi sistem informasi riset terpadu melalui kegiatan
seminar dan pelatihan 6. Evaluasi terhadap
sistem informasi riset terpadu
3. Melakukan Monitoring Evaluasi hasil monitoring penggunaan sistem informasi riset terpadu
4. Rencana perbaikan dan
pengembangan sistem informasi riset terpadu
103 | R a n t u s d a n R a n t a p K O N A S F i s i o t e r a p i I n d o n e s i a X I I KETETAPAN
KONGRES NASIONAL FISIOTERAPI INDONESIA XII