• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ouman I Datu Salomon

225 II. Terjemahan dalam Bahasa Indonesia

Hikayat Raja Salomon

Dimasa lampau kabupaten Bolaang Mongondow adalah Sebuah Kerajaan yang ada di provinsi Sulawesi Utara. Raja pertama yang memerintah adalah raja Loloda Mokoagow yang diberi julukan si Datu Binangkang. Sebelum Raja yang menjadi pemimpin maka enam keturunan yang menjadi pemimpin belum seorang Raja tetapi masih disebut kepala suku. Setelah Raja Loloda Mokoagow wafat sebenarnya ia digantikan oleh anaknya pada istri pertama tetapi yang dilantik oleh Belanda adalah Yacobus anak dari istri kedua yang ada di Manado. Ia yang dilantik oleh Belanda karena dia yang disekolahkan oleh Belanda di Manado. Raja Yacobus Manoppo hanya setahun menjadi raja lalu digantikan oleh adiknya Raja Franciscus Manoppo mulai dari tahun 1695-1731. Setelah Raja Franciscus wafat barulah digantikan oleh Raja Salomon dimana Raja inilah yang banyak kisah karena sampai dua kali menjadi Raja di Bolaang Mongondow.

Menurut sejarah Raja Salomon adalah orang yang pertama yang tidak mau mendengar perintah Belanda padahal ayahnya Raja Yacobus Belandalah yang menyekolahkan. Suatu hari sambil duduk termenung Raja Salomon berpikir bahwa tanah ini adalah tanah leluhur, mengapa hasil pencaharian rakyat sebagian diberikan kepada Belanda. Setelah Belanda marah maka mereka menangkap Raja Salomon lalu dipenjarakan di Ternate lalu ke Jakarta sampai diasingkan ke Afrika Selatan di Tanjung Pengharapan karena Raja Salomon penyayang rakyat maka mereka sangat merindukan Raja sampai mereka memberontak hingga kerajaan jadi berantakan selama kurang lebih delapan tahun lamanya. Rakyat tetap menuntut bahwa Salomon kembalikan ke tanah leluhur. Delapan tahun tidak ada Raja Bolaang Mongondow karena tidak ada lagi yang suka dilantik oleh Belanda. Walaupun Belanda mencari ke berbagai penjuru tetap tak dapat karena hanya selalu berkelahi dalam politik. Belanda selalu mencari Raja yang bersama rakyat suka kepada Belanda, Belanda juga ingin mencari ingin di berontakkan dengan Salomon tetapi semua rakyat merindukan sang Raja, Bahka orang Minahasa yang melarikan diri dari perbuatan Belanda yang pernah dilindungi Raja Salomon juga turut merindukan Raja. Setelah Belanda Kebingungan maka diujung hikayat Belanda kembali menjemput Raja Salomon untuk dikembalikan jadi Raja agar Rakyat kembalu suka membayar pajak. Di tahun 1756 Raja Salomon kembali dilantik jadi Raja memerintah sampai tahun 1764. Raja Salomon dua kali diangkat jadi raja karena sangat menyayangi rakyat serta cerdas adil , berani dan jujur.

III. Raja Salomon sebagai Tokoh Inspiratif

1. Raja Salomon sebagai Inspirator anti Politik pecah belah.

Sejak bangsa kolonial Belanda datang ke Indonesia maka untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ia menerapkan politik adu domba antar sesama bangsa Indonesia yang saat itu masih berbentuk berbagai kerajaan. Demikian juga dengan kerajaan-kerajaan yang ada di Bolaang Mongondow yang saat iu ada 4 kerajaan. Menyekolahkan Yacobus yang kemudian diangkat menjadi raja tak lebih dari sekedar membngun ikatan emosional agar dapat dikuasai Belanda sehingga

226

gampang diadudomba dengan raja-raja di sekitarnya. Namun Raja Salomon sebagai anak kandung Raja Yacobus ternyata tidak terpengaruh dengan bujukan Belanda bahkan suku Minahasa yang berlindung kepadanya dijaga oleh Raja Salomon. Salomon tak mau dibentrokan dengan kerajaan Kaidipang walaupun Belanda membujuknya. Ia menyadari bahwa kerajaan-kerajaan tetangga adalah saudara-saudaranya yang ada di gugus nusantara.

2. Raja Salomon sebagai Inspirator Patriotisme / Nasionalisme

Modal Belanda dengan menanamkan ikatan dengan menyekolahkan ayahnya ternyata tidak membuat ia suka kepada Belanda malahan ia sangat tidak menyukai kaum penjajah. Ketika ia dipenjarakan di Ternate ternyata melalui kurir ia masih bisa memimpin perjuangan rakyat untuk melawan Belanda. Hal itu yang menyebapkan ia dibawa ke jakarta ( saat itu batavia ) yang kemudia dibuang ke tanjung Pengharapan Afrika Selatan. Sikap cintanya pada tanah leluhurnya merupakan sikap patriotis walapun ia diasingkan jauh dari tanah leluhurnya.

3. Raja Salomon sebagai Inspirator Pemimpin yang disukai Rakyat

Raja adalah pemimpin rakyat. Kejayaan suatu negeri hanya dapat dicapai jika pemimpin disukai oleh rakyatnya. Salomon sangat disukai rakyat. Sebagai bangsawan ia tidak memiliki sikap feodalisme yang sering menjiwai kalangan raja-raja. Hal ini terbukti ketika ia diasingkan oleh Belanda untuk mendapatkan pengganti yang suka kepada Belanda. Tak satu pun diantara rakyat termasuk para pendamping beliau yang suka dibujuk Belanda untuk diangkat menjadi raja hingga kurun waktu 8 tahun.

4. Raja Salomon sebagai Inspirator Pemimpin Demokratis

Dalam sejarah pemerintahan raja-raja di bolaang Mongondow, Salomon mendapat berbagai julukan. Ia bahkan dianggap raja yang sakti, konon ia tak mempan dengan peluruh saat Belanda mengancamnya. Ia sangat jujur dihadapan rakyat. Pada saat sebagian dari rakyat suku minahasa melarikan diri dari ancaman Belanda ke Bolaang Mongondow, raja Salomon menyambut dengan tangan terbuka.

Kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh Salomon inilah yang menyebapkan ia selalu menjadi simbol raja yang demokratis, sebagai pemimpin yang tercermin dalam Panca Sila sebagai dasar negara.

5. Raja Salomon sebagai Inspirator PILKADA masa kini.

Salomon menjadi raja sebanyak 2 ( dua ) kali, selama 21 tahun yang secara yuridis dipilih langsung dengan naluri rakyat terlepas dari beliau sebagai putra seorang raja. Pada periode I ia menjadi raja sejak tahun 1735 hingga tahun 1748, kemudian periode II tahun 1756 hingga 1764 hingga di akhir hayat beliau. Jika saat itu bukan kerajaan, pasti figur seperti Salomon pasti disukai rakyat. Ia cerdas, pengayom, dikaguni, terbukti saat tak ada raja, rakyat tetap menantikan

227

kehadirannya. Salomon bukan jadi raja karena uang, salomon jadi raja bukan karena paksaan tetapi lahir dari sebuah kecintaan publik yang ia pimpin.

Kini negara kita sedang memasuki zaman PILKADA, maka Salomon bisa menjadi salah satu tokoh Inspiratif bagaimana pemimpin yang dirindukan rakyat.

228

BAENG RATU ADIOA