• Tidak ada hasil yang ditemukan

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG

Dalam dokumen Krakatau Steel 31 Maret 2015 released (Halaman 37-52)

PENTING (lanjutan)

m. Penurunan nilai aset non-keuangan

(lanjutan)

Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, bersih setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba atau rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

m. Impairment of non-financial assets (continued)

A previously recognized impairment loss for an asset other than goodwill is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the asset‟s recoverable amount since the last impairment loss was recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amount of the assets does not exceed its recoverable amount, nor exceed the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior years. Reversal of an impairment loss is recognized in profit or loss. After such a reversal, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to allocate the asset‟s revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful life.

n. Biaya penerbitan emisi efek ekuitas n. Stock issuance costs

Biaya emisi efek ekuitas disajikan sebagai pengurang “Tambahan Modal Disetor” sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian interim.

Stock issuance costs are presented as deduction from “Additional Paid-in Capital” in the equity section in the interim consolidated statements of financial position.

o. Pengakuan pendapatan dan beban o. Revenue and expense recognition

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Kelompok Usaha dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar

Revenue is recognized to the extent that it is probable that the economic benefits will flow to the Group and the revenue can be reliably measured. Revenue is measured at the fair

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

o. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) o. Revenue and expense recognition

(continued)

Pendapatan Jasa Revenue from Services

Pendapatan dari jasa rekayasa dan konstruksi dan jasa instalasi komputer diakui berdasarkan metode persentase penyelesaian pekerjaan. Kemungkinan kerugian diakui pada saat kerugian tersebut dapat ditentukan. Pendapatan dari penjualan real estat diakui dengan menggunakan metode akrual penuh (full accrual method), sesuai dengan PSAK No. 44, “Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estate”.dan Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan (PPSAK) No. 7. PPSAK No. 7 mencabut paragraf 56-61 pada PSAK No. 44 mengenai penyajian laporan keuangan.

Revenues from engineering and construction services and computer installation services are recognized based on the percentage of completion method. Losses are recognized as soon as they become apparent. Revenues from sale of real estates are recognized using the full accrual method in accordance with PSAK No. 44, “Accounting for Real Estate Development Activities”.and Statement of Revocation of Financial Accounting Standards (PPSAK) No. 7. PPSAK No. 7 revokes paragraphs 56-61 in PSAK No. 44 regarding presentation of the financial statement.

Pendapatan sewa ruangan, fasilitas parkir, fasilitas pergudangan, hotel dan sarana olah raga, serta jasa lingkungan diakui pada saat jasa telah diberikan.

Revenues from room rental, parking facilities, warehouse facilities, hotel and sports facilities, and environmental services are recognized when the services have been rendered.

Pendapatan dari jasa lainnya diakui pada saat jasa telah dilaksanakan.

Revenues from other services are recognized when the services have been rendered.

Pendapatan/Beban Bunga Interest Income/Expense

Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, pendapatan atau biaya bunga dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat, untuk nilai tercatat bersih dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.

For all financial instruments measured at amortized cost, interest income or expense is recorded using the EIR method, which is the rate that exactly discounts the estimated future cash payments or receipts over the expected life of the financial instrument or a shorter period, where appropriate, to the net carrying amount of the financial asset or liability.

Pengakuan Beban Expense Recognition

Beban diakui pada saat terjadinya. Expenses are recognized when incurred. Beban pokok penjualan tanah ditentukan

berdasarkan nilai perolehan tanah ditambah pengeluaran lain untuk pengembangan tanah.

The cost of land sold is determined based on the acquisition cost of land and other disbursement relating to the land development.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

p. Provisi p. Provisions

Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang handal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

Provisions are recognized when the Group has a present obligation (legal and constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.

Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.

Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed.

q. Imbalan kerja q. Employee benefits

Efektif tanggal 1 Januari 2015, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2013), “Imabalan Kerja”, terdapat perbedaan dalam pengukuran dan asumsi yang diatur lebih detail, sekaligus mengharuskan pengakuan secara langsung atas keuntungan atau kerugian aktuarial ke dalam Pendapatan Komprehensif Lainnya (dimana sebelumnya dapat diamortisasi atau ditangguhkan). Perusahaan dan Kelompok Usaha menghitung kembali Liabilitas Imbalan Kerja mulai tahun 2004 dengan metode baru sehingga menimbulkan perubahan pada beberapa akun. Sehubungan dengan perubahan metode tersebut, Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, dan laporan laba rugi dan komprehensif lainnya untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2014.

Efektif on January 1, 2015, The Group applied PSAK 24 No. 24 (Revised 2013), “Employee Benefits”, it has the different for measurement and asssumption arrangement more detail, also compelling direct recognition for actuarial gains or loss to Others Comprehensive Income (Which is it can be amortized or deferred). The Company and the Group remeasurement Employee Benefits started year 2004 with new method, some balance accounts has change. In relation to such change in the presentation currency, the consolidated statements of financial position as of December 31, 2014 and 2013, and the consolidated statements of profit or loss and others comprehensive income for the period ended March 31, 2014.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

q. Imbalan kerja (lanjutan) q. Employee benefits (continued)

ASET ASSETS

ASET LANCAR CURRENT ASSETS

Kas dan setara kas 236.689 236.689 Cash and cash equivalents

Investasi jangka pendek - - Short-term investments

Deposito berjangka yang dibatasi

penggunaannya 20.171 20.171 Restricted time deposits

Piutang usaha 248.827 248.827 Trade Receivables

Piutang lain-lain 31.164 31.164 Other receivables

Persediaan 480.871 480.871 Inventories

Uang muka dan biaya dibayar di muka 33.530 33.530 Advances and prepaid expenses

Pajak dibayar di muka 7.372 7.372 Prepaid taxes

Total Aset Lancar 1.058.623 1.058.623 Total Current Assets

ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS

Estimasi tagihan pajak 58.423 58.423 Estimated claims for tax refund

Penyertaan saham 213.095 213.095 Investments in shares of stock

Aset pajak tangguhan 78.800 80.446 Deferred tax assets

Aset tetap 1.097.410 1.097.410 Fixed assets

Aset lain-lain Other assets

Aset real estat 14.446 14.446 Real estate assets

Aset yang tidak digunakan

dalam operasi 1.995 1.995 Assets not used in operations

Kas dan Deposito berjangka yang

dibatasi penggunaannya 28.177 28.177 Restricted cash and time deposits

Lain-lain 47.454 47.454 Others

Total Aset Tidak Lancar 1.539.800 1.541.446 TOTAL NON-CURRENT ASSETS

TOTAL ASET 2.598.423 2.600.069 TOTAL ASSETS

Dilaporkan Sebelumnya/ As Previously Reported Disajikan Kembali/ As Restated 31 Desember 2014/ December 31, 2014

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

q. Imbalan kerja (lanjutan) q. Employee benefits (continued)

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND

SHAREHOLDER’S EQUITY

LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES

Pinjaman bank jangka pendek 1.037.148 1.037.148 Short-term bank loans

Utang usaha 202.883 202.883 Trade payables

Utang lain-lain 37.515 37.515 Other payables

Utang pajak 14.675 14.675 Taxes payables

Beban akrual 33.810 33.810 Accrued expenses

Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 8.542 8.542 Short-term employee benefits liabilities

Uang muka penjualan dan lainnya 23.305 23.305 Sales and other advances

Bagian pinjaman jangka panjang yang Current maturities of long-term

jatuh tempo dalam waktu satu tahun 55.400 55.400 loans

Bagian liabilitas keuangan jangka panjang

yang jatuh tempo dalam Current maturities of long-term

waktu satu tahun 17 17 financial liabilities

Total Liabilitas Jangka Pendek 1.413.295 1.413.295 Total Current Liabilities

LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES

Liabilitas pajak tangguhan 336 354 Deferred tax liabilities

Uang muka konstruksi, bagian jangka Advances for construction,

panjang 8.314 8.314 long-term porttion

Pinjaman jangka panjang, setelah

dikurangi bagian yang jatuh tempo Long-term Loans, net of current

dalam waktu satu tahun 247.829 247.829 maturities

Liabilitas keuangan jangka panjang, setelah

dikurangi bagian yang jatuh Long-term financial liabilities,

tempo dalam waktu satu tahun 6.366 6.366 net of current maturities

Imbalan kerja jangka Estimated liabilities for employee

panjang 30.415 42.492 benefits

Total Liabilitas Jangka Panjang 293.260 305.356 Total Non-Current Liabilities

TOTAL LIABILITAS 1.706.555 1.718.651 TOTAL LIABILITIES

31 Desember 2014/ December 31, 2014 Dilaporkan Sebelumnya/ As Previously Reported Disajikan Kembali/ As Restated

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

q. Imbalan kerja (lanjutan) q. Employee benefits (continued)

31 Desember 2013/ December 31, 2013

ASET ASSETS

ASET LANCAR CURRENT ASSETS

Kas dan setara kas 190.232 190.232 Cash and cash equivalents

Investasi jangka pendek 7.810 7.810 Short-term investments

Deposito berjangka yang dibatasi

penggunaannya 26 26 Restricted time deposits

Piutang usaha 276.169 276.169 Trade Receivables

Piutang lain-lain 56.990 56.990 Other receivables

Persediaan, neto 519.086 519.086 Inventories

Uang muka dan biaya dibayar di muka 35.515 35.515 Advances and prepaid expenses

Pajak dibayar di muka 9.391 9.391 Prepaid taxes

Total Aset Lancar 1.095.220 1.095.220 Total Current Assets

ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS

Estimasi tagihan pajak 54.448 54.448 Estimated claims for tax refund

Penyertaan saham 255.417 255.417 Investments in shares of stock

Aset pajak tangguhan 38.012 39.887 Deferred tax assets

Aset tetap 857.738 857.738 Fixed assets

Aset lain-lain Other assets

Aset real estat 13.987 13.987 Real estate assets

Aset yang tidak digunakan

dalam operasi 3.659 3.659 Assets not used in operations

Kas dan Deposito berjangka yang

dibatasi penggunaannya 19.799 19.799 Restricted cash and time deposits

Lain-lain 41.225 41.225 Others

Total Aset Tidak Lancar 1.284.285 1.286.160 TOTAL NON-CURRENT ASSETS

TOTAL ASET 2.379.505 2.381.379 TOTAL ASSETS

Dilaporkan Sebelumnya/ As Previously Reported Disajikan Kembali/ As Restated

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

q. Imbalan kerja (lanjutan) q. Employee benefits (continued)

31 Desember 2013/ December 31, 2013

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND

SHAREHOLDER’S EQUITY

LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES

Pinjaman bank jangka pendek 800.477 800.477 Short-term bank loans

Utang usaha 179.899 179.899 Trade payables

Utang lain-lain 19.781 19.781 Other payables

Utang pajak 12.886 12.886 Taxes payables

Beban akrual 24.200 24.200 Accrued expenses

Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 9.157 9.157 Short-term employee benefits liabilities

Uang muka penjualan dan lainnya 31.176 31.176 Sales and other advances

Bagian pinjaman jangka panjang yang Current maturities of long-term

jatuh tempo dalam waktu satu tahun 59.826 59.826 loans

Bagian liabilitas keuangan jangka panjang

yang jatuh tempo dalam Current maturities of long-term

waktu satu tahun 747 747 financial liabilities

Total Liabilitas Jangka Pendek 1.138.148 1.138.148 Total Current Liabilities

LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES

Liabilitas pajak tangguhan 4.345 4.359 Deferred tax liabilities

Uang muka konstruksi, bagian jangka Advances for construction,

panjang long-term porttion

Pinjaman jangka panjang, setelah

dikurangi bagian yang jatuh tempo Long-term Loans, net of current

dalam waktu satu tahun 146.026 146.026 maturities

Liabilitas keuangan jangka panjang, setelah

dikurangi bagian yang jatuh Long-term financial liabilities,

tempo dalam waktu satu tahun 7.692 7.692 net of current maturities

Imbalan kerja jangka Estimated liabilities for employee

panjang 31.241 40.634 benefits

Total Liabilitas Jangka Panjang 189.303 198.711 Total Non-Current Liabilities

TOTAL LIABILITAS 1.327.451 1.336.859 TOTAL LIABILITIES

Dilaporkan Sebelumnya/ As Previously Reported Disajikan Kembali/ As Restated

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

q. Imbalan kerja (lanjutan) q. Employee benefits (continued)

PENDAPATAN NETO 459.491 459.491 NET REVENUES

BEBAN POKOK PENDAPATAN (448.938) (448.938) COST OF REVENUES

LABA BRUTO 10.553 10.553 GROSS PROFIT

Beban Penjualan (9.106) (9.106) Selling expense

Beban umum dan administrasi (20.773) (20.467) General and Administrative expenses

Penjualan limbah produksi 4.913 4.913 Sales of waste products

Pendapatan lain-lain 5.135 5.135 Other income

Beban lain-lain (217) (217) Other expenses

LABA OPERASI (9.497) (9.190) OPERATING PROFIT

Bagian Laba (Rugi) dari entitas asosiasi (20.961) (20.961) Share in loss of associates

Pendapatan keuangan 1.598 1.598 Finance income

Laba (Rugi) selisih kurs, bersih (14.355) (14.355) Gain (Loss) on foreign exchange, net

Beban keuangan (11.201) (11.201) Finance expense

LABA SEBELUM BEBAN PROFIT (LOSS) BEFORE TAX

(MANFAAT) PAJAK (54.417) (54.110) EXPENSE (BENEFIT)

BEBAN (MANFAAT) PAJAK TAX EXPENSE (BENEFIT)

Pajak kini 4.033 4.033 Current tax

Pajak tangguhan, neto (8.775) (8.775) Deferred tax, net

Beban Pajak, Neto (4.742) (4.742) Tax expense, net

LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN (49.674) (49.368) PROFIT (LOSS) FOR THE PERIOD

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN Other comprehensive income

Selisih kurs karena penjabaran Difference in foreign currency

laporan keuangan translation of the financial statements

Entitas Anak - Neto (23.122) (23.122) of Subsidiaries

Pengukuran kembali

Imbalan kerja - (1.031) Measurement of Employee benefits

TOTAL PENDAPATAN (RUGI) TOTAL COMPREHENSIVE

KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN (72.796) (73.521) INCOME (LOSS) FOR THE PERIOD

TOTAL LABA (RUGI) YANG DAPAT TOTAL PROFIT (LOSS)

DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO:

Pemilik entitas induk (46.431) (46.276) Owners of the parent entity

Kepentingan nonpengendali (3.243) (3.092) Non-controlling interest

TOTAL (49.674) (49.368) TOTAL Dilaporkan Sebelumnya/ As Previously Reported Disajikan Kembali/ As Restated 31 Maret 2014/ March 31, 2014

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

q. Imbalan kerja (lanjutan) q. Employee benefits (continued)

Beban imbalan kerja karyawan yang dihitung berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama ditentukan dengan metode Projected Unit Credit.

The cost of providing employee benefits under the Collective Labor Agreement is determined using the Projected Unit Credit method.

Lebih lanjut, biaya jasa lalu atas pengenalan program manfaat pasti atau perubahan utang imbalan dari program yang ada diamortisasi dengan metode garis lurus sepanjang periode/tahun sampai imbalan tersebut menjadi hak atau vested.

Furthermore, past service costs arising from the introduction of a defined benefit plan or changes in the benefit payable of an existing plan are required to be amortized using the straight-line method over the period/year until the benefits concerned become vested.

Keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian suatu program imbalan pasti diakui ketika kurtailmen atau penyelesaian terjadi.

Gains or losses on the curtailment or settlement of a defined benefit plan are recognized when the curtailment or settlement occurs.

Kurtailmen terjadi apabila salah satu dari kondisi berikut terpenuhi:

A curtailment occurs when an entity either:

i. Menunjukkan komitmennya untuk mengurangi secara signifikan jumlah pekerja yang ditanggung oleh program; atau

i. Is demonstrably committed to make a significant reduction in the number of employees covered by a plan; or

ii. Mengubah ketentuan dalam program imbalan pasti yang menyebabkan bagian yang material dari jasa masa depan pekerja tidak lagi memberikan imbalan atau memberikan imbalan yang lebih rendah.

ii. Amends the terms of a defined benefit plan so that a significant element of future service by current employees will no longer qualify for benefits, or will qualify only for reduced benefits.

Penyelesaian program terjadi ketika Perusahaan melakukan transaksi yang menghapuskan semua kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program imbalan pasti.

A settlement occurs when an entity enters into a transaction that eliminates all further legal or constructive obligation for part or all of the benefits provided under a defined benefit plan.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

q. Imbalan kerja (lanjutan) q. Employee benefits (continued)

Dana Pensiun (lanjutan) Pension Plan (continued)

Untuk tujuan pelaporan keuangan, imbalan pensiun manfaat pasti dihitung dengan menggunakan asumsi aktuaria berdasarkan metode Projected Unit Credit seperti yang diharuskan oleh PSAK No. 24 (Revisi 2013) “Imabalan Kerja”. Untuk tujuan pendanaannya, metode aktuaria yang digunakan adalah Projected Benefit Cost Method, attained age normal.

For financial reporting purposes, the defined benefit pension plan is calculated using the actuarial assumptions based on the Projected Unit Credit method as required by PSAK No. 24 (Revised 2013), “Employee benefits”. For funding purposes, the actuarial method used is Projected Benefit Cost Method, attained age normal.

Jika terdapat surplus pendanaan, aset diakui pada laporan keuangan konsolidasian interim apabila pemulihan surplus tersebut dapat dilakukan baik melalui pembayaran kembali atau pengurangan iuran masa datang.

Where the funding status shows a surplus, an asset is recognized in the interim consolidated financial statements if that surplus can be recovered through refunds or reductions in future contributions.

Untuk program pensiun iuran pasti, kontribusi yang terutang diakui sebagai beban pada usaha periode berjalan.

For the defined contribution pension plan, contributions payable are charged to current period operations.

Imbalan kerja jangka panjang Long-term employee benefits

Kelompok Usaha juga memberikan imbalan kerja jangka panjang selain pensiun yang meliputi cuti berimbalan jangka panjang, imbalan perawatan kesehatan pasca-kerja dan imbalan jangka panjang lain yang tidak didanai. Imbalan kerja jangka panjang tersebut dihitung dengan menggunakan metode Projected Unit Credit sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2013).

The Group also provide long-term employment benefits other than pension which include long-term compensation leave, post-retirement healthcare benefits and other long-term employee benefits which are unfunded. These long-term employee benefits are calculated using the Projected Unit Credit method in accordance with PSAK No. 24 (Revised 2013).

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

r. Pajak penghasilan r. Income tax

Pajak penghasilan tidak final Non-final income tax

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Current tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using the prevailing tax rates.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas konsekuensi pajak pada masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa mendatang.

Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to differences between the carrying amounts of existing assets and liabilities in the financial statements and their respective tax bases at each reporting date. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and accumulated fiscal losses to the extent that it is probable that taxable income will be available in future years against which the deductible temporary differences and accumulated fiscal losses can be utilized.

Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah paa setiap tanggal pelaporan dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui. Perusahaan mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya.

The carrying amount of a deferred tax asset is reviewed at each reporting date and reduced to the extent that it so no longer probable that sufficient taxable profit will be available to allow

Dalam dokumen Krakatau Steel 31 Maret 2015 released (Halaman 37-52)