• Tidak ada hasil yang ditemukan

Krakatau Steel 31 Maret 2015 released

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Krakatau Steel 31 Maret 2015 released"

Copied!
194
0
0

Teks penuh

(1)

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

dan entitas anak/and subsidiaries

Laporan Keuangan Konsolidasian

31 Maret 2015, 31 Desember 2014 (disajikan kembali)

dan 31 Desember 2013 (disajikan kembali) /

Consolidated Financial Statements

March 31, 2015, December 31, 2014 (As Restated)

(2)
(3)

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2015,

31 DESEMBER 2014 (DISAJIKAN KEMBALI) DAN 31 DESEMBER 2013 (DISAJIKAN KEMBALI)

CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS PERIODS ENDED MARCH 31, 2015, DECEMBER 31, 2014 (AS RESTATED) AND

DECEMBER 31, 2013 (AS RESTATED)

Daftar Isi

Halaman/

Page Table of Contents

Laporan Posisi Keuangan

Konsolidasian………...………... 1 –2

Consolidated Statements of Financial

....……… Position

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif

Lain Konsolidasian ……….. 3

Consolidated Statements of Profit or Loss and Other

………...……….Comprehensive Income

Laporan Perubahan Ekuitas

Konsolidasian ……….. 4

Consolidated Statements of Changes

………..……… in quity

Laporan Arus KasKonsolidasian ……… 5 …….…… Consolidated Statements of Cash lows Catatan atas Laporan Keuangan

Konsolidasian ……….………. 6-191

Notes to the Consolidated Financial

……..…………..……….. tatements

(4)

31/03/2015 31/12/2014 31/12/2013 Unaudited As Restated As Restated

ASET ASSETS

ASET LANCAR CURRENT ASSETS

Kas dan setara kas 2c,2d,2e,2f 192.701 236.689 190.232 Cash and cash equivalents

4,9,32,36

Investasi jangka pendek 2d,2f,5,32,36 - - 7.810 Short-term investments

Deposito berjangka yang dibatasi 2c,2e,2f

penggunaannya 6,9,15,32 40.020 20.172 26 Restricted time deposits

Piutang usaha, setelah dikurangi 2d,2f,3 Trade receivables, net of

cadangan kerugian penurunan nilai 7,15,21,31 allowance for impairment

sebesar US$3.968 pada tanggal 32,36 losses of US$3,968 as of

31 Maret 2015, US$5.094 March 31, 2015, US$5,094

pada tanggal 31 Desember 2014 as of December 31, 2014

dan US$3,434 pada tanggal and US$3,434 as of

31 Desember 2013 December 31, 2013

Pihak ketiga 117.487 140.303 159.101 Third parties

Pihak berelasi 2c,9 92.533 108.523 117.068 Related parties

Piutang lain-lain, setelah dikurangi 2d,2f,8 Other receivables, net of

cadangan kerugian penurunan nilai 17,32,36 allowance for impairment

sebesar US$241 pada tanggal losses of US$241 as of

31 Maret 2015, US$551 March 31, 2015, US$551

pada tanggal 31 Desember 2014 dan as of December 31, 2014 and

US$558 pada tanggal 31 Desember 2013 US$558 as of December 31, 2013

Pihak ketiga 18.124 2.789 18.158 Third parties

Pihak berelasi 2c,9,12 23.825 28.375 38.832 Related parties

Persediaan, neto 2g,3,10,15,21 541.267 480.871 519.086 Inventories, net

Uang muka dan biaya dibayar di muka 2d,2h,11,35,36 52.986 33.529 35.515 Advances and prepaid expenses

Pajak dibayar di muka 2r,18 28.643 7.372 9.391 Prepaid taxes

Total Aset Lancar 1.107.587 1.058.623 1.095.219 Total Current Assets

ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS

Estimasi tagihan pajak 2r,18 52.568 58.423 54.448 Estimated claims for tax refund

2d,2f,2i

Penyertaan saham, neto 12,32,36 194.463 213.095 255.417 Investments in shares of stock, net

Aset pajak tangguhan, neto 2r,3,18 85.874 80.446 39.887 Deferred tax assets, net

Aset tetap, setelah dikurangi akumulasi 2j,3, Fixed assets, net of accumulated

penyusutan sebesar US$705.124 13,15,21 depreciation of US$705,124

pada tanggal 31 Maret 2015, as of March 31, 2015,

US$690.710 pada tanggal US$690,710 as of December 31,

31 Desember 2014 dan US$622.596 2014 and US$622,596 as of

pada tanggal 31 Desember 2013 1.166.163 1.097.410 857.738 December 31, 2013

Aset lain-lain Other assets

Aset real estat 2k 13.302 14.446 13.987 Real estate assets

Aset yang tidak digunakan

dalam operasi 2j,13 1.522 1.995 3.659 Assets not used in operations

Kas dan Deposito berjangka yang 2c,2d,2e,2f

dibatasi penggunaannya 21,32,36 32.092 28.177 19.798 Restricted cash and time deposits

2d,2f,2j

Lain-lain 32,34,36 17.631 47.454 41.226 Others

Total Aset Tidak Lancar 1.563.615 1.541.446 1.286.160 Total Non-Current Assets

TOTAL ASET 2.671.202 2.600.070 2.381.379 TOTAL ASSETS

kecuali dinyatakan lain)

Catatan/ Notes

(5)

31/03/2015 31/12/2014 31/12/2013 Unaudited As Restated As Restated

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND

SHAREHOLDER’S EQUITY

LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES

2c,2d,2f,6,7,9

Pinjaman bank jangka pendek 10,13,15,32,36 1.198.636 1.037.148 800.476 Short-term bank loans

Utang usaha 2d, 2f Trade payables

Pihak ketiga 16,32,36 117.980 164.370 152.220 Third parties

Pihak berelasi 2c,9 22.797 38.513 27.679 Related parties

Utang lain-lain 2d,2f Other payables

Pihak ketiga 17,32,36 10.011 34.358 17.060 Third parties

Pihak berelasi 2c,9 5.308 3.157 2.721 Related parties

Utang pajak 2r,3,18 17.212 14.675 12.886 Taxes payables

Beban akrual 2d,2f,19,32,36 54.026 33.809 24.200 Accrued expenses

Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 2f,2q,3,23 8.436 8.542 9.157 Short-term employee benefits liabilities

Uang muka penjualan dan lainnya 2c,2d,9,20,36 22.054 23.306 31.175 Sales and other advances

Bagian pinjaman jangka panjang yang 2c,2d,2f,7,9 Current maturities of long-term

jatuh tempo dalam waktu satu tahun 10,13,21,32,36 55.749 55.400 59.826 loans

Bagian liabilitas keuangan jangka panjang

yang jatuh tempo dalam 2d,2f,22, Current maturities of long-term

waktu satu tahun 32,36 92 17 747 financial liabilities

Total Liabilitas Jangka Pendek 1.512.301 1.413.295 1.138.147 Total Current Liabilities

LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES

Liabilitas pajak tangguhan, neto 2r,3,18 1.825 354 4.359 Deferred tax liabilities, net

Uang muka konstruksi, bagian jangka Advances for construction,

panjang 2d,20,36 8.745 8.314 - long-term porttion

Pinjaman jangka panjang, setelah 2c,2d,2f

dikurangi bagian yang jatuh tempo 7,9,10,13 Long-term Loans, net of current

dalam waktu satu tahun 21,32,36 265.403 247.829 146.026 maturities

Liabilitas keuangan jangka panjang, setelah

dikurangi bagian yang jatuh 2d,2f,22, Long-term financial liabilities,

tempo dalam waktu satu tahun 32,36 5.653 6.366 7.692 net of current maturities

Liabilitas Imbalan kerja jangka Long-term employee benefits

panjang 2q,3,23 42.423 42.492 40.634 liabilities

Total Liabilitas Jangka Panjang 324.049 305.356 198.711 Total Non-Current Liabilities

TOTAL LIABILITAS 1.836.350 1.718.651 1.336.858 TOTAL LIABILITIES

EKUITAS EQUITY

EKUITAS YANG DAPAT EQUITY ATTRIBUTABLE TO

DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK OWNERS OF THE PARENT

ENTITAS INDUK ENTITY

Modal saham Share capital

Nilai nominal Rp500 (angka penuh) per par value Rp500 (full amount) per

saham share

Modal Dasar - 40.000.000.000 saham Authorized capital - 40.000.000.000

yang terdiri dari 1 saham Seri A shares which consist of 1 Series A

Dwiwarna dan 39.999.999.999 Dwiwarna and 39.999.999.999

saham Seri B Series B

(6)

31/03/2015 31/03/2014

Unaudited As Restated

2c,2o,9,

PENDAPATAN NETO 352.029 28,37 459.491 NET REVENUES

2c,2j,2o,9,

BEBAN POKOK PENDAPATAN (349.351) 29,37 (448.938) COST OF REVENUES

LABA BRUTO 2.678 10.553 GROSS PROFIT

2c,2h,2j,

Beban Penjualan (7.495) 2o,2q,9,30 (9.106) Selling expense

2c,2h,2j,

Beban umum dan administrasi (27.925) 2o,2q,9,30 (20.467) General and Administrative expenses

Penjualan limbah produksi 878 4.913 Sales of waste products

Pendapatan lain-lain 2.505 2f,2n,12 5.135 Other income

Beban lain-lain (569) 13,18 (217) Other expenses

LABA OPERASI (29.928) (9.190) OPERATING PROFIT

Bagian Laba (Rugi) dari entitas asosiasi (21.606) 12 (20.961) Share in loss of associates

Pendapatan keuangan 1.539 4,5 1.598 Finance income

Laba (Rugi) selisih kurs, bersih 26.276 2d,2f,17 (14.355) Gain (Loss) on foreign exchange, net

Beban keuangan (20.006) 15,21 (11.201) Finance expense

LABA SEBELUM BEBAN PROFIT (LOSS) BEFORE TAX

(MANFAAT) PAJAK (43.724) (54.110) EXPENSE (BENEFIT)

BEBAN (MANFAAT) PAJAK 2r,18 TAX EXPENSE (BENEFIT)

Pajak kini 5.377 4.033 Current tax

Pajak tangguhan, neto (6.181) (8.775) Deferred tax, net

Manfaat Pajak, Neto (804) (4.742) Tax Benefit, net

LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN (42.920) (49.368) PROFIT (LOSS) FOR THE PERIOD

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN Other comprehensive income

Selisih kurs karena penjabaran Difference in foreign currency

laporan keuangan translation of the financial statements

Entitas Anak - Neto (3.965) 2b (23.122) of Subsidiaries

Pengukuran kembali

Imbalan kerja 319 (1.031) Measurement of Employee benefits

TOTAL PENDAPATAN (RUGI) TOTAL COMPREHENSIVE

KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN (46.566) (73.521) INCOME (LOSS) FOR THE PERIOD

TOTAL LABA (RUGI) YANG DAPAT TOTAL PROFIT (LOSS)

DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO:

Pemilik entitas induk (42.280) (46.276) Owners of the parent entity

Kepentingan nonpengendali (640) 2b,24 (3.092) Non-controlling interest

TOTAL (42.920) (49.368) TOTAL

TOTAL PENDAPATAN (RUGI) TOTAL COMPREHENSIVE INCOME

KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN (LOSS) FOR THE PERIOD

YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO:

Pemilik entitas induk (45.959) (66.448) Owners of the parent entity

(7)

Saldo pada tanggal 31 Desember 2013 855.968 117.217 146.834 (36.184) (55.595) (3.564) 1.024.677 19.843 1.044.521 Balance as of December 31, 2013

Rugi tahun berjalan - - - (46.276) - - (46.276) (7.077) (53.354) Loss for the year

Pendapatan komprehensif lain - - - - (23.118) - (23.118) 0 (23.117) Other comprehensive income

Adopsi PSAK 24 (R2013) - - - - - (1.035) (1.035) 5 (1.030) Adopsi PSAK 24 (R2013)

Total laba komprehensif - rugi Total comprehensive income - Loss

tahun berjalan - - - (46.276) (23.118) (1.035) (70.429) (7.072) (77.501) for the year

Dividen tunai kepada kepentingan Cash dividends to non-controlling

nonpengendali 23 - - - - - - - - - interests

Setoran modal dari kepentingan Capital Contribution from

nonpengendali 1c,23 - - - - - - - - - non-controlling interest

Opsi kepemilikan saham oleh manajemen

Yang telah Vested 2v,25,38 - - - - - - - - - Vesting of management stock option

Saldo pada tanggal 31 Maret 2014 855.968 117.217 146.834 (82.460) (78.712) (4.600) 954.248 12.771 967.019 Balance as of March 31, 2014

Saldo pada tanggal 31 Desember 2014 855.968 116.263 146.834 (185.197) (58.141) (7.264) 868.463 12.955 881.419 Balance as of December 31, 2014

Total/ Total

Kepentingan non pengendali/

Non-controlling interest

Ekuitas, Neto/ Equity, Net Modal Saham

Ditempatkan dan Disetor Penuh/ Issued and Fully Paid Share Capital

Tambahan Modal Disetor,

neto / Additional

Paid-in Capital, net

Saldo Laba (Akumulasi Kerugian)/ Retained Earnings (Accumulated

Losses)

Pengukuran kembali imbalan kerja/ Measurement

of Employee Benefits

Tidak dicadangkan/ Unappropriated

Catatan / Notes

Selisih Kurs karena penjabaran Laporan Keuangan Entitas Anak/

Difference in Foreign Currency Translation of the

Financial Statement of Subsidairies

(8)

31/03/2015 31/03/2014

Unaudited Unaudited

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM OPERATING

OPERASI ACTIVITIES

Penerimaan dari pelanggan 419.215 510.118 Receipts from customers

Penerimaan dari tagihan pajak 556 671 Receipts from claims for tax refund

Penerimaan dari pendapatan bunga 1.747 1.218 Receipts from interest income

Pembayaran kepada pemasok (394.478) (367.872) Payments to suppliers

Pembayaran beban usaha Payments for operating expenses

dan lainnya (11.392) (26.011) and others

Pembayaran kepada karyawan (20.777) (22.510) Payments to employees

Pembayaran untuk pajak (53.068) (46.796) Payments for taxes

Pembayaran untuk beban bunga Payments for interest and bank

dan beban bank (3.732) (2.651) charges

Kas neto yang (digunakan untuk) Net cash (used in) provided by

diperoleh dari aktivitas operasi (61.930) 46.168 operating activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM INVESTING

INVESTASI ACTIVITIES

Penarikan kas dan deposito Witdrawal of restricted

berjangka yang dibatasi penggunaannya (23.825) 23 cash and time deposits

Penambahan penyertaan pada saham (3.600) 11 (24.993) Additional investments in shares of stock

Penambahan aset tetap (118.931) (35.506) Purchase of fixed assets

Kas neto yang digunakan untuk Net cash used in investing

aktivitas investasi (146.356) (60.476) activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM FINANCING

PENDANAAN ACTIVITIES

Penerimaan bank Jangka Pendek, neto 161.980 (9.393) Proceeds from Short-term

Penerimaan Pinjaman Jangka Panjang 24.612 42.724 Proceeds from Long-term loans

Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang (7.038) (7.589) Repayments of Long-term loans

Pembayaran untuk beban bunga (12.848) (7.948) Payments for interest

Kas neto yang diperoleh dari Net cash provided by financing

aktivitas pendanaan 166.705 17.794 activities

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO (41.580) 3.486 INCREASE (DECREASE) IN

KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS

KAS DAN SETARA KAS AWAL 236.689 190.232 CASH AND CASH EQUIVALENTS

TAHUN AT BEGINNING OF YEAR

Dampak perubahan selisih kurs (2.407) 390 Effect on foreign changes rate changes

KAS DAN SETARA KAS AKHIR CASH AND CASH EQUIVALENTS

PERIODE 192.701 4 194.108 AT END OF PERIOD

(9)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian Perusahaan a. The Company’s Establishment

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 27 Oktober 1971 berdasarkan Akta Notaris No. 34 dari Notaris Tan Thong Kie, S.H. Perusahaan didirikan untuk mengambil alih proyek pabrik baja Trikora. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. J.A.5/224/4 tanggal 31 Desember 1971 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 44 tanggal 8 Februari 1972, Tambahan No. 19.

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (the “Company”) was established in the Republic of Indonesia based on the Notarial Deed No. 34 of Tan Thong Kie, S.H., dated October 27, 1971 to take over the Trikora steel plant project. The deed of establishment was approved by the Ministry of Justice of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. J.A.5/224/4 dated December 31, 1971 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 44 dated February 8, 1972, Supplement No. 19.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta Notaris No. 42 tanggal 25 April 2014 dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,. Pada tanggal 2 April 2015 Perusahaan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dan Akta Notaris perubahan sedang dalam proses pengurusan atas hasil RUPST tersebut.

The Company‟s Articles of Association have been amended several times, most recently by Notarial Deed No. 42 dated April 25, 2014 of Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,. As of April 2, 2015, the Company held Minutes of the Extraordinary General Meeting of Shareholder, and the latest amended Notarial Deed still on progress.

Tujuan Perusahaan adalah melaksanakan dan menunjang berbagai kebijakan dan program pembangunan Pemerintah di bidang ekonomi, khususnya dalam industri baja.

The Company„s objective is to implement and support the various policies and programs of the Government for economic development, especially with respect to the steel industry.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi bidang produksi, perdagangan dan pemberian jasa. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan saat ini meliputi, antara lain:

In accordance with Article 3 of the Company‟s Articles of Association, the scope of its activities mainly comprises production, trading and rendering of services. Currently, the Company is engaged in, among others:

(i) Industri baja terpadu, yang memproduksi besi spons, slab baja, billet baja, baja lembaran panas, baja lembaran dingin, dan batang kawat.

(10)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

a. Pendirian Perusahaan (lanjutan) a. The Company’s Establishment (continued)

(iv) Kegiatan usaha penunjang seperti pergudangan, perbengkelan, properti, pelabuhan, pendidikan dan pelatihan, limbah produk dan limbah industri pembangkit listrik, pengelolaan air, dan jasa teknologi informasi.

(iv) Supporting activites such as warehousing, workshop, property, port services, education and training, waste and industrial product, power plant, water treatment, and information technology services.

Perusahaan dan pabriknya berlokasi di Cilegon, Banten. Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1971. Perusahaan memiliki fasilitas produksi dengan kapasitas produksi baja kasar (crude steel) sebesar 2,45 juta ton (tidak diaudit) per tahun dan kapasitas produksi baja jadi (finished steel products) sebesar 2,85 juta ton (tidak diaudit) per tahun. Perusahaan sedang membangun komplek pabrik Blast Furnace yang akan memproduksi 1.200.000 metrik ton (tidak diaudit) hot metal dan pig iron per tahun (Catatan 12).

The Company and its production facilities are located in Cilegon, Banten. The Company started its commercial operations in 1971. The Company‟s production facilities have a production capacity of 2.45million metric tons (unaudited) of crude steel per year and 2.85 million metric tons (unaudited) of finished steel products per year.The Company is constructing a Blast Furnace complex which will produce 1,200,000 metric tons (unaudited) per year of hot metal and pig iron (Notes 12).

Kantor pusat Perusahaan berkedudukan di Jalan lndustri No. 5, Cilegon.

The Company‟s head office is located at Jalan Industri No. 5, Cilegon.

Perusahaan dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia selaku pemegang saham mayoritas.

The Company is majorily owned by the Government of the Republic of Indonesia.

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan b. The Company’s Public Offering

Pada tanggal 29 Oktober 2010, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”) No.S-9769/BL/2010 untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak 3.155.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp500 (angka penuh) per saham dengan harga Rp850 (angka penuh) per saham. Saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 November 2010 (Catatan 24).

On October 29, 2010, the Company obtained the effective statement from the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (“Bapepam-LK”) No. S-9769/BL/2010 to conduct public offering of its 3,155,000,000 new shares with nominal value of Rp500 (full amount) per share at a price of Rp850 (full amount) per share. The Company‟s shares were listed on the Indonesia Stock Exchange on November 10, 2010 (Note 24).

c. Struktur Entitas Anak dan Entitas Asosiasi c. The Subsidiaries and Associates Structure

Pada tanggal 31 Maret 2015, 31 Desember 2014 dan 2013, persentase kepemilikan Perusahaan, baik secara langsung maupun

(11)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. Struktur Entitas Anakdan Entitas Asosiasi (lanjutan)

c. The Subsidiariesand Associates Structure (continued)

PT Krakatau Wajatama ("PT KWT") dan Entitas Anaknya/ and its Subsidiary

(PT Krakatau Wajatama Osaka Steel Marketing) 100,00 100,00 100,00 129.971 110.239 122.060

Manufaktur baja profil dan tulangan/

Reinforcing bars and steel wires production

PT Krakatau Daya Listrik ("PT KDL") Distributor dan penghasil listrik/

Generation and distribution of electricity 100,00 100,00 100,00 182.611 181.325 154.907

PT KHI Pipe Industries ("PT KHIP")

Manufaktur pipa Baja/ Steel pipe production 100,00 100,00 100,00 167.159 165.141 149.239

PT Krakatau Industrial Estate Cilegon ("PT KIEC") dan Entitas Anaknya/ and its Subsidiaries

Industri real estat dan perhotelan/

Real estate and hotels industry 100,00 100,00 100,00 63.537 60.605 98.792

PT Krakatau Engineering (“PT KE”)

dan Entitas Anaknya/and Its Subsidiaries

Rekayasa dan konstruksi/

Construction and engineering 100,00 100,00 100,00 199.036 213.068 156.590

PT Krakatau Bandar Samudera (“PT KBS”)

Jasa pengelolaan pelabuhan/Port services provider 100,00 100,00 100,00 118.171 110.710 83.819

PT Krakatau Tirta Industri (“PT KTI”)

dan Entitas Anaknya/and Its Subsidiary

(PT Krakatau Daya Tirta)

Distributor dan pengolahan air/

Water treatment and distribution 100,00 100,00 100,00 37.175 35.668 33.416

PT Krakatau Medika (“PT KM”)1)

Jasa pelayanan kesehatan/

Medical services provider Cilegon, 1996 97,55 97,55 97,55 11.378 11.801 12.508 2013

Cilegon, 1996

Cilegon, 1973

Cilegon, 1982

Cilegon, 1996 Cilegon, 1988

Cilegon, 1996

Total aset sebelum

Entitas Anak dan kegiatan usaha/

Subsidiaries and business activities 2015

Cilegon, 1992

2014 2013

elimination Total assets before

eliminasi/ Kedudukan dan

tahun usaha komersial dimulai/

Domicile and year of commercial

operations started 2015 2014

Percentage of ownership

(12)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. Struktur Entitas Anak dan Entitas Asosiasi (lanjutan)

c. The Subsidiaries and Associates Structure (continued)

PT KIEC memiliki saham pada PT Rakata Realtindo (“PT RR”), dahulu PT Laksana Maju Jaya, dengan persentase kepemilikan sebesar 99,99%. PT RR bergerak dalam bidang real estat dan memulai operasi komersialnya pada tahun 2001.

PT KIEC owns shares of PT Rakata Realtindo (“PT RR”), formerly PT Laksana Maju Jaya, with the percentage of ownership of 99.99%. PT RR is engaged in the business of real estate and commenced its commercial operations in 2001.

PT Krakatau Daya Tirta (“PT KDT”) didirikan dengan tujuan untuk mengambil alih kegiatan usaha air minum merek Quelle yang previously a business unit of PT KDL with share composition of 99,98% owned by PT KTI and 0,02% owned by PT KDL.

Perusahaan bekerjasama dengan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (“PT Antam”) mendirikan PT MJIS pada tanggal 9 Juni 2008 dengan persentase kepemilikan adalah 66% oleh Perusahaan dan 34% oleh PT Antam. PT MJIS bergerak dalam bidang produksi besi dan baja, perdagangan dan jasa yang berkaitan dengan besi dan baja dan berkedudukan di Jakarta. PT MJIS memulai operasi komersialnya pada bulan November 2012. and is located in Jakarta. PT MJIS commenced its commercial operations in November 2012.

Pada tanggal 17 Januari 2013, PT KE mengakuisisi seluruh saham PT KHIP yang dimiliki oleh PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk.

On January 17, 2013, PT KE acquired all shares of PT KHIP owned by PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk.

Pada tanggal 22 Februari 2013, PT KE mendirikan PT Krakatau Konsultan (“PT KK”) dengan persentase kepemilikan sebesar 99,99%. PT KK bergerak dalam bidang jasa mendirikan PT Krakatau Perbengkelan dan Perawatan (“PT KPDP”) dengan persentase kepemilikan sebesar 99% untuk PT KE dan 1% untuk PT KK. PT KPDP bergerak dalam bidang perbengkelan, jasa dan perindustrian.

On June 17, 2013, PT KE and PT KK established PT Krakatau Perbengkelan dan Perawatan (“PT KPDP”) with the percentage of ownership of 99% for PT KE and 1% for PT KK. PT KPDP engaged in workshop, service and industry.

Pada tanggal 20 Desember 2013, PT KIEC dan

(13)

1. UMUM (lanjutan)

c. Struktur Entitas Anak dan Entitas Asosiasi (lanjutan)

Pada tanggal 15 Oktober 2014, PT KWT dan PT Krakratau Osaka Steel (“PT KOS”) mendirikan PT Krakatau Wajatama Osaka Steel Marketing (“PT KWOSM”) dengan persentase kepemilikan sebesar 67% untuk PT KWT dan 33% untuk PT KOS. PT KWOSM bergerak dalam bidang pemasaran dan penjualan produk yang diproduksi oleh PT KWT dan PT KOS. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2015, PT KWOSM belum beroperasi komersial.

1. GENERAL (continued)

c. The Subsidiaries and Associates Structure (continued)

On October 15, 2014, PT KWT and PT Krakatau Osaka Steel (“PT KOS”) established PT Krakatau Wajatama Osaka Steel Marketing (“PT KWOSM”) with percentage of ownership of 67% for PT KWT and 33% for PT KOS. PT KWOSM is engaged in marketing and sales of products produced by PT KWT and PT KOS. Up to March 31, 2015, PT KWOSM has not yet started its commercial operations.

Informasi mengenai Entitas Asosiasi yang dimiliki oleh Perusahaan dan Entitas Anaknya (secara bersama-sama disebut sebagai “Kelompok Usaha”) pada tanggal-tanggal 31 Maret 2015, 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:

Information about Associates owned by the Company and its Subsidiaries (collectively referred to as the “Group”) as of March 31, 2015, December 31, 2014 and 2013 are as follows:

Kedudukan dan Tahun Usaha Komersial Dimulai/ Domicile and Year

Entitas Asosiasi/ of Commercial Kegiatan Usaha/

Associates Operations Started Business Activities

PT. Kraktau Posco ("PT KP") Cilegon, 2014 Manufaktur besi dan baja/ 30,00 30,00 30,00

Iron and steel production

PT. Pelat Timah Nusantara ("PT Latinusa") Cilegon, 1986 Manufaktur baja berlapis timah/ 20,10 20,10 20,10

Tin plate steel production

PT. Kerismas Witikco Makmur Jakarta, 1980 Manufaktur seng/ 29,31 29,31 29,31

("PT Kerismas") Zinc production

PT. Krakatau Prima Dharma Sentana Cilegon, 1987 Manufaktur alumunium/ 25,00 25,00 25,00

("PT KPDS") Aluminium production

PT. Krakatau Daedong Machinery Cilegon, 2013 Jasa reparasi mesin/ 30,00 30,00 30,00

("PT KDM") Mesin repairment

PT Krakatau Posco Chemtech Cilegon, 2014 Manufaktur kapur/ 20,00 20,00 20,00

Calcination (“PT KPCC”) Lime calcining production

PT Krakatau Pos-ChemDong-suh Chemical Cilegon, 2014 Manufaktur limbah batu bara/ 30,00 30,00 30,00

(“PT KPDC”) Distilled Coal Tar production

2015 2014 2013

(14)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan d. Boards of Commissioners, Directors and

Employees

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2015 adalah sebagai berikut:

The Boards of Commissioners and Directors of the Company as of March 31, 2015 are as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Komisaris Utama Zacky Anwar President Commissioner

Komisaris Binsar H. Simanjuntak Commissioner

Komisaris Tubagus Farich Nahril Commissioner

Komisaris Budi Darmadi Commissioner

Komisaris Independen Mohammad Imron Zubaidy Independent Commissioner

Komisaris Independen Achmad Sofjan Ruky Independent Commissioner

Dewan Direksi Board of Directors

Direktur Utama Irvan Kamal Hakim President Director

Direktur Produksi Hilman Hasyim Production Director

Direktur Logistik Imam Purwanto Logistics Director

Direktur Keuangan tidak terafiliasi Sukandar Unaffiliated Finance Director

Direktur Sumber Daya Manusia Human Resources and General

dan Umum Dadang Danusiri Affairs Director

Direktur Pemasaran Yerry Marketing Director

Direktur Teknologi dan Technology and Development

Pengembangan Usaha Widodo Setiadharmaji Director

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:

The Boards of Commissioners and Directors of the Company as of December 31, 2014 are as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Komisaris Utama Zacky Anwar President Commissioner

Komisaris Binsar H. Simanjuntak Commissioner

Komisaris Tubagus Farich Nahril Commissioner

Komisaris Budi Darmadi Commissioner

Komisaris Independen Mohammad Imron Zubaidy Independent Commissioner

Komisaris Independen Achmad Sofjan Ruky Independent Commissioner

Dewan Direksi Board of Directors

Direktur Utama Irvan Kamal Hakim President Director

Direktur Produksi Hilman Hasyim Production Director

Direktur Logistik Imam Purwanto Logistics Director

Direktur Keuangan tidak terafiliasi Sukandar Unaffiliated Finance Director

Direktur Sumber Daya Manusia Human Resources and General

dan Umum Dadang Danusiri Affairs Director

Direktur Pemasaran Yerry Marketing Director

Direktur Teknologi dan Technology and Development

(15)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan d. Boards of Commissioners, Directors and

Employees

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:

The Boards of Commissioners and Directors of the Company as of December 31, 2013 are as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Komisaris Utama Zacky Anwar President Commissioner

Komisaris Binsar H. Simanjuntak Commissioner

Komisaris Tubagus Farich Nahril Commissioner

Komisaris Independen Mohammad Imron Zubaidy Independent Commissioner

Komisaris Independen Achmad Sofjan Ruky Independent Commissioner

Dewan Direksi Board of Directors

Direktur Utama Irvan Kamal Hakim President Director

Direktur Produksi Hilman Hasyim Production Director

Direktur Logistik Imam Purwanto Logistics Director

Direktur Keuangan tidak terafiliasi Sukandar Unaffiliated Finance Director

Direktur Sumber Daya Manusia Human Resources and General

dan Umum Dadang Danusiri Affairs Director

Direktur Pemasaran Yerry Marketing Director

Direktur Teknologi dan Technology and Development

Pengembangan Usaha Widodo Setiadharmaji Director

Susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:

The members of the Company‟s Audit Committee are as follows:

Personil manajemen kunci Perusahaan dan Entitas Anaknya meliputi anggota komisarisdan direksi Perusahaan dan Entitas Anak.

The key management personnel of the Company and its Subsidiaries comprises of the members of directors and commissioners of the Company and Subsidiaries.

Pada tanggal 31 Maret 2015, 31 Desember 2014 dan 2013, Kelompok Usaha memiliki karyawan tetap masing-masing sebanyak 6.551

As of March 31, 2015, December 31, 2014 and 2013. the Group has 6,551, 6,739 and 7,490 permanent employees (unaudited),

2015 2014 2013

Ketua Achmad Sofyan Ruky Achmad Sofyan Ruky Achmad Sofyan Ruky Chairman

Wakil Ketua Binsar H. Simanjuntak Binsar H. Simanjuntak Binsar H. Simanjuntak Vice Chairman

Anggota Iskariman Supardjo Iskariman Supardjo Iskariman Supardjo Member

(16)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan

Konsolidasian

a. Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK”) dan Peraturan-peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

The consolidated financial statements have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (“SAK”), which comprise the Statements and Interpretations issued by the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants (“DSAK”) and the Regulations and the Guidelines on Financial Statement Presentation and Disclosures issued by Financial Services Authority (“OJK”).

Laporan keuangan konsolidasian interim disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali untuk laporan arus kas dan dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

The interim consolidated financial statements have been prepared on the accrual basis, except for statement of cash flows and using the historical cost concept of accounting, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies of each account.

Laporan arus kas konsolidasian interim yang disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

The interim consolidated statements of cash flows, which have been prepared using the direct method, present cash receipts and payments classified into operating, investing and financing activities.

Mata uang penyajian yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Dolar Amerika Serikat (“Dolar AS”) yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan (Catatan 2.d). Setiap entitas di dalam Kelompok Usaha menetapkan mata uang fungsional sendiri dan transaksi-transaksi di dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur berdasarkan mata uang fungsional tersebut.

(17)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Prinsip-prinsip konsolidasi b. Principles of consolidation

Laporan keuangan konsolidasian interim meliputi akun-akun Kelompok Usaha seperti disebutkan pada Catatan 1.c (secara langsung maupun tidak langsung) dengan kepemilikan saham lebih dari 50%.

The interim consolidated financial statements include the accounts of the Group as described in Note 1.c, in which the Company maintains (directly or indirectly) equity ownership of more than 50%.

Laporan keuangan konsolidasian interim disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Jika anggota Kelompok Usaha menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda untuk transaksi dan peristiwa dalam keadaan yang serupa, maka penyesuaian dilakukan atas laporan keuangannya dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim.

Interim consolidated financial statements shall be prepared using uniform accounting policies for like transactions and other events in similar circumstances.If a member of the group uses accounting policies other than those adopted in the consolidated financial statements for like transactions and events in similar circumstances, appropriate adjustments are made to its financial statements in preparing the consolidated financial statements.

Entitas Anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal entitas induk kehilangan pengendalian. Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak, lebih dari setengah kekuasaan suara entitas.

Subsidiaries are fully consolidated from the date of acquisitions, being the date on which the Company obtained control, and continue to be consolidated until the date such control ceases. Control is presumed to exist if the Company owns, directly or indirectly through Subsidiaries, more than half of the voting power of an entity.

Pengendalian juga ada ketika entitas induk memiliki setengah atau kurang kekuasaan suara suatu entitas jika terdapat:

Control also exists when the parent owns half or less of the voting power of an entity when there is:

a. kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain;

a. power over more than half of the voting rights by virtue of an agreement with other investors;

b. kekuasaan yang mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian;

(18)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSIPENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) b. Principles of consolidation (continued)

Seluruh saldo akun dan transaksi yang signifikan antar Perusahaan dengan Entitas Anak telah dieliminasi.

All significant intercompany accounts and transactions between the Company and Subsidiaries have been eliminated.

Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan nonpengendali (KNP) bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali mempunyai saldo defisit.

Total comprehensive income within a subsidiary is attributed to the owners of the parent and to the Non-Controlling Interest (NCI) even if that results in a deficit balance.

Jika kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Kelompok Usaha:

In case of loss of control over a subsidiary, the Group:

 menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;  menghentikan pengakuan jumlah tercatat

setiap KNP;

 menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;

derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the subsidiary; derecognizes the carrying amount of any

NCI;

derecognizes the cummulative translation differences, recorded in equity, if any;

 mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;

 mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;

 mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi; dan  mereklasifikasi bagian induk atas

komponen yang sebelumnya diakui dalam Penghasilan komprehensif lain ke laporan laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba.

recognizes the fair value of the consideration received;

recognizes the fair value of any investment retained;

recognizes any surplus or deficit in profit or loss; and

reclassifies the parent‟s share of components previously recognized in other comprehensive income to profit or loss or retained earnings, as appropriate.

KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari Entitas Anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung kepada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain konsolidasian interim dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian interim, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

NCI represents the portion of the profit or loss and net assets of the Subsidiaries not attributable, directly or indirectly, to the Company, which are presented in the interim consolidated Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive income and under the equity section of the interim consolidated statements of financial position, respectively, separately from the corresponding portion attributable to the equity holders of the parent entity.

(19)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

POLICIES (continued)

b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) b. Principles of consolidation (continued)

Selisih yang timbul dari penjabaran laporan keuangan Entitas Anak tersebut ke dalam Dolar AS disajikan dalam akun “Penghasilan komprehensif lainnya - Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan Entitas Anak” sebagai bagian dari Penghasilan Komprehensif Lainnya pada ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim.

The difference arising from the translation of financial statements into US Dollaris presented as “Other Comprehensive Income - Difference in Foreign Currency Translation of the Financial Statements of Subsidiaries” account as part of Other Comprehensive Income in the equity section of the interim consolidated statements of financial position.

c. Transaksi dengan pihak berelasi c. Transaction with related parties

Kelompok Usaha mempunyai transaksi dengan pihak berelasi sebagaimana didefinisikan pada PSAK No. 7 (Revisi 2010).

The Group has transactions with related parties as defined in PSAK No. 7 (Revised 2010).

Saldo dan transaksi yang material antara Kelompok Usaha dengan Pemerintah Negara Republik Indonesia dan entitas berelasi dengan Pemerintah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan. Kelompok Usaha memilih untuk mengungkapkan transaksi dengan entitas berelasi dengan Pemerintah dengan menggunakan pengecualian dari persyaratan pengungkapan pihak berelasi.

Significant transactions and balances of the Group with the Government of the Republic of Indonesia and Government-related entities are disclosed in the relevant notes to the consolidated financial statements. The Group elected to disclose the transactions with Government-related entities, using the exemption from general related party disclosure requirements.

Transaksi dengan pihak berelasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.

Transactions with related parties are made based on terms agreed by the parties, which may not be the same as those of the transaction between unrelated parties.

d. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing d. Foreign currency transactions and balances

Masing-masing Entitas mempertimbangkan indikator utama dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang fungsionalnya.

(20)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

d. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing (lanjutan)

d. Foreign currency transactions and balances (continued)

Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang fungsional berdasarkan nilai tukar yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang bersangkutan dan laba atau rugi kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun yang bersangkutan, kecuali untuk selisih kurs yang dapat diatribusikan ke aset tertentu dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan dan pemasangan.

Transactions involving foreign currencies are recorded in the functional currency at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the reporting date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the operations, except for foreign exchange differentials that can be attributed to qualifying assets which are capitalized to properties under construction and installation.

Nilai tukar yang digunakan adalah sebagai berikut:

The rates of exchange used were as follows:

e. Setara kas e. Cash equivalents

Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat ditempatkan dan tidak dijaminkan diklasifikasikan sebagai setara kas. Deposito berjangka yang dijaminkan atau telah ditentukan penggunaannya untuk pinjaman jangka pendek disajikan sebagai “Deposito Berjangka Yang Dibatasi Penggunaannya” sebagai bagian dari aset lancar pada laporan posisi keuangan konsolidasian interim.

Time deposits with maturity periods of three months or less at the time of placement and not pledged as collateral are classified as cash equivalents. Time deposits which are pledged as collateral or their use is restricted for short-term loans are presented as “Restricted Time Deposits” as part of current assets in the interim consolidated statements of financial position.

Kas dan deposito berjangka yang dijaminkan atau telah ditentukan penggunaannya untuk pinjaman jangka panjang dan pekerjaan proyek dicatat sebagai “Kas dan Deposito Berjangka yang Dibatasi Penggunaannya” dan disajikan sebagai bagian akun “Aset Lain-Lain” sebagai

(21)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Aset dan liabilitas keuangan f. Financial assets and liabilities

Aset keuangan Financial assets

Pengakuan awal Initial Recognition

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga tanggal jatuh tempo dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, dan dalam hal aset keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Financial assets are classified as financial assets at fair value through profit or loss, loans and receivables, held-to-maturity investments and available-for-sale financial assets. Financial assets are recognized initially at fair value plus, in the case of financial assets not at fair value through profit or loss, directly attributable transaction costs.

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang mensyaratkan penyerahan aset dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim/regular) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan atau Entitas Anak berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.

Purchases or sales of financial assets that require delivery of assets within a time frame established by regulation or convention in the market place (regular way trades) are recognized on the trade date, i.e., the date that the Company or its Subsidiaries commit to purchase or sell the assets.

Aset keuangan Kelompok Usaha meliputi kas dan setara kas, investasi jangka pendek, kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha dan piutang lain-lain, pinjaman karyawan dan penyertaan saham yang tidak memiliki kuotasi pasar.

The Group‟s financial assets include cash and cash equivalents, short-term investments, restricted cash and time deposits, trade and other receivables, employee receivables and unquoted investments in shares of stock.

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan

awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

(22)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) f. Financial assets and liabilities (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan) Subsequent measurement (continued) Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan

awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: (lanjutan)

The subsequent measurement of financial assets depends on their classification as follows: (continued)

● Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar

melalui laba atau rugi (lanjutan)

Financial assets at fair value through profit or loss (continued)

Aset derivatif diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam laba atau rugi.

Derivative assets are classified as held for trading unless they are designated as effective hedging instruments. Financial assets at fair value through profit or loss are carried in the interim consolidated statements of financial position at fair value with gains or losses recognized in the profit or loss.

● Pinjaman yang diberikan dan piutang ● Loans and receivables

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan, yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market.

Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”), dan keuntungan dan kerugian terkait diakui dalam laba rugi pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, demikian juga melalui proses amortisasi.

After initial measurement, such financial assets are carried at amortized cost using the effective interest rate (“EIR”) method, and gains and losses are recognized in profit or loss when the loans and receivables are derecognized or impaired, as well as through the amortization process.

Kelompok Usaha memiliki kas dan setara kas, investasi jangka pendek, kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha, dan piutang lain-lain dalam kategori ini.

(23)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) f. Financial assets and liabilities (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan) Subsequent measurement (continued) ● Aset keuangan tersedia untuk dijual

[Available-For-Sale (“AFS”)]

● Available-For-Sale (“AFS”) financial assets

Aset keuangan AFS adalah aset keuangan non derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan dalam dua kategori sebelumnya. Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam ekuitas sampai investasi tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas akan direklasifikasi ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

AFS financial assets are non-derivative financial assets that are designated as available-for-sale or are not classified in any of the two preceding categories. After initial measurement, AFS financial assets are measured at fair value with unrealized gains or losses recognized in the equity until the investment is derecognized. At that time, the cumulative gain or loss previously recognized in the equity is reclassified to profit or loss as a reclassification adjustment.

Kelompok Usaha memiliki penyertaan saham yang nilai wajarnya tidak tersedia dengan pemilikan modal kurang dari 20%. Penyertaan ini dinyatakan sebesar biaya perolehan.

The Group has investments in shares of stock that do not have readily determinable fair value in which the ownership of equity interest is less than 20%. These investments are carried at cost.

Penghentian pengakuan aset keuangan Derecognition of financial assets Aset keuangan, atau, bila dapat diterapkan

untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa, dihentikan pengakuannya pada saat:

A financial asset, or where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets, is derecognized when:

i. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau

(24)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) f. Financial assets and liabilities (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

Penghentian pengakuan aset keuangan (lanjutan)

Derecognition of financial assets (continued)

Ketika Kelompok Usaha mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau mengadakan kesepakatan penyerahan dan tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan tersebut dan juga tidak mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut, maka suatu aset keuangan baru diakui oleh Kelompok Usaha sebesar keterlibatannya yang berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut.

When the Group has transferred its rights to receive cash flows from an asset or has entered into a pass-through arrangement, and has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset nor transferred control of the asset, the asset is recognized to the extent of the Group continuing involvement in the asset.

Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar jumlah terendah antara nilai aset yang ditransfer dan nilai maksimal pembayaran yang mungkin harus dibayar kembali oleh Kelompok Usaha.

Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset, is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration that Group could be required to repay.

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk aset baru yang diperoleh dikurangi dengan liabilitas baru yang ditanggung; dan (ii) keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui secara langsung dalam ekuitas, harus diakui pada Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain konsolidasian interim

On derecognition of a financial asset in its entirety, the difference between the carrying amount and the sum of (i) the consideration received, including any new assets obtained less any new liabilities assumed, and (ii) any cumulative gain or loss which had been recognized in the equity, is recognized in the interim consolidated Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive income.

Penurunan nilai aset keuangan Impairment of financial assets Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok

Usaha mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan dianggap telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai

(25)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) f. Financial assets and liabilities (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) Impairment of financial assets (continued) Bukti penurunan nilai dapat meliputi indikasi

pihak peminjam atau kelompok pihak peminjam mengalami kesulitan keuangan signifikan, wanprestasi atau tunggakan pembayaran bunga atau pokok, terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan pada saat data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa datang, seperti meningkatnya tunggakan atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi.

Evidence of impairment may include indications that the debtors or a group of debtors is experiencing significant financial difficulty, default or delinquency in interest or principal payments, the probability that they will enter bankruptcy or other financial reorganization and where observable data indicate that there is a measurable decrease in the estimated future cash flows, such as changes in arrears or economic conditions that correlate with defaults.

● Aset keuangan dicatat pada biaya perolehan diamortisasi

● Financial assets carried at amortized cost

Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Kelompok Usaha pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual.

For loans and receivables carried at amortized cost, the Group first assesses whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for financial assets that are not individually significant.

Jika Kelompok Usaha menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan

(26)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) f. Financial assets and liabilities (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) Impairment of financial assets (continued) ● Aset keuangan dicatat pada biaya perolehan

diamortisasi (lanjutan)

● Financial assets carried at amortized cost (continued)

Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto menggunakan SBE awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman yang diberikan dan piutang memiliki suku bunga variabel, tingkat diskonto yang dipakai untuk mengukur kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku.

The present value of the estimated future cash flows is discounted at the financial asset‟s original EIR. If a loan and receivable has a variable interest rate, the discount rate for measuring impairment loss is the current effective interest rate.

Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui penggunaan akun cadangan dan jumlah kerugian tersebut diakui secara langsung dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain konsolidasian interim. Pendapatan bunga tetap diakui berdasarkan nilai tercatat yang telah dikurangi, berdasarkan suku bunga efektif atas aset keuangan tersebut. Pinjaman yang diberikan dan piutang, bersama-sama dengan cadangan terkait, akan dihapuskan pada saat tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan, jika ada, telah direalisasi atau telah dialihkan kepada Kelompok Usaha.

The carrying amount of the asset is reduced through the use of an allowance account and the amount of the loss is recognized in the interim consolidated Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive income. Interest income continues to be accrued on the reduced carrying amount based on the original effective interest rate of the asset. Loans and receivable, together with the associated allowance, are written off when there is no realistic prospect of future recovery and all collateral, if any, has been realized or has been transferred to the Group.

Jika, pada periode berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui ditambah atau dikurangi (dipulihkan) dengan menyesuaikan akun cadangan. Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi yang seharusnya jika penurunan nilai tidak diakui pada tanggal

Gambar

Tabel berikut ini menyajikan informasi pendapatan

Referensi

Dokumen terkait

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk aset baru yang

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk aset

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk aset baru

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk