BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Berdasarkan Perjanjian Kinerja Pengukuran kinerja dilakukan dengan
1. IKK 1 : Tersedianya Informasi Nilai Tanah
Indikator Kegiatan 1 :
Persentase tersedianya Informasi Nilai Tanah
- Zona Nilai Tanah (ZNT) 870.000 Ha 944.800 Ha 108,60%
Indikator Kegiatan 2 :
Jumlah Data Cadangan Tanah Untuk Kepentingan Umum - Data lokasi indikatif pengadaan
tanah dan basis data pengadaan tanah
1 Data 1 Data 100%
Indikator Kegiatan 3 :
Prosentase Pelayanan Pertanahan Bagi Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah dan BUMN/BUMD
- Jumlah surat keputusan hak atas tanah dan hak pengelolaan Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah dan BUMN/BUMD
75 SK 81 SK 108%
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1 2 3 4 5 6
1 Terwujudnya pelaksanaan
Persentase tersedianya tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum
Indikator Kegiatan 1 :
Persentase tersedianya Informasi Nilai Tanah
- Zona Nilai Tanah (ZNT) 870.000 Ha 944.800 Ha 108,60%
Indikator Kegiatan 2 :
Prosentase Pelayanan Pertanahan Bagi Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah dan BUMN/BUMD
Jumlah surat keputusan hak atas tanah dan hak pengelolaan Instansi Pemerintah,
Pemerintah Daerah dan BUMN/BUMD
75 SK 81 SK 108%
Indikator Kegiatan 3 :
Jumlah Data Cadangan Tanah Untuk Kepentingan Umum - Data lokasi indikatif
pengadaan tanah dan basis data pengadaan tanah
1 Data 1 Data 100%
Capaian Kinerja Rata-Rata 105,84%
Berikut dapat dijabarkan secara lebih rinci capaian, permasalahan/kendala serta tindak lanjut yang diperlukan :
Perhitungan persentase implementasi tersedianya informasi nilai tanah diatas didasarkan pada aktivitas yakni Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah (ZNT).
1. IKK 1 : Tersedianya Informasi Nilai Tanah.
Capaian kinerja Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Tahun 2020 merupakan pencapaian kinerja seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan dalam melakukan berbagai upaya melalui program dan kegiatan guna mencapai target yang telah ditetapkan pada tahun 2020.
Capaian kinerja ini bukan hanya menguraikan capaian kinerja sebagaimana yang telah ditetapkan sebagai kontrak kinerja Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan dalam dokumen Perjanjian Kinerja Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Tahun 2012020, namun juga menguraikan capaian kinerja lain.
Sebagaimana telah diperjanjikan dalam dokumen Perjanjian Kinerja tahun 2020, sasaran yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Eselon I tahun 2020 mencakup 1 (satu) sasaran program, 3 (tiga) Indikator Kinerja Kegiatan.
47
Tahun 2020 Pengembangan Pertanahan
a. Penyusunan Norma /Sistem /Prosedur/
Ketentuan (NSPK)
1) Norma /Sistem /Prosedur/ Ketentuan (NSPK) penilaian tanah disusun sebagai dasar hukum, pedoman atau petunjuk teknis bagi pelaksanaan di daerah dalam rangka pembuatan Peta Zona Nilai Tanah.
2) Penyusunan Rancangan Peraturan Menteri ATR/Ka BPN tentang Penilai Pertanahan bersama Setditjen;
3) Petunjuk Teknis Penilaian Tanah memuat penjelasan mengenai pelaksanaan Peraturan Menteri ATR/Ka BPN Nomor 4 Tahun 2020 tentan Penilai Pertanahan. Di dalamnya memuat materi pelayanan pendaftaran penilai pertanahan, petunjuk penggunaan aplikasi, kualifikasi penilai pertanahan, tenaga ahli penilai dan peningkatan kompetensi, tata laksana penilaian pertanahan dalam rangka pengadaan tanah, tata laksana penilaian dalam kegiatan pelayanan pertanahan dan penilaian lainnya.
Gambar 16 : Petunjuk Teknis Penilai Pertanahan
Kegiatan Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan
b. Pembuatan Peta Nilai Tanah
Kegiatan pembuatan peta nilai tanah dimaksudkan untuk menyediakan informasi nilai tanah yang dapat dimanfaatkan untuk : 1) Penentuan tarif dalam pelayanan
pertanahan (PP Nomor 128 Tahun 2015);
2) Referensi masyarakata dalam transaksi tanah;
3) Memberikan informasi kepada penggunan yang bergerak di bidang property;
4) Memberikan informasi kepada instansi, pemerintah daerah dalam rangka pengenaan pajak PBB, PPH dan BPHTB;
5) Referensi dalam penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah;
6) Referensi dalam penyusunan tata ruang;
Kegiatan Pembuatan Peta Nilai Tanah dan Nilai Bidang Tanah pada Tahun 2020:
1) Peta Zona Nilai Tanah di Provinsi Kalimantan Timur seluas 500.000 Ha.
2) Peta Zona Nilai Tanah di Provinsi Kalimantan Selatan seluas 353.000 Ha.
3) Peta Zona Nilai Tanah di Provinsi Kalimantan Tengah skala 1 : 25.000 seluas 74.800 Ha pada lokasi Food Estate;
4) Peta Nilai Tanah Berbasis Bidang di Provinsi Jawa Barat seluas 17.000 Ha.
48
Pada awal tahun 2020, target pembuatan Peta ZNT seluas 1.390.000 Hektar, dikarenakan refocusing dan penghematan anggaran untuk penanggulangan pandemic COVID-19 maka dilakukan penyesuaian target menjadi 944.800 Hektar.
Gambar 19. Pembuatan Peta ZNT Tahun 2020 Peta Nilai Tanah Berbasis Bidang (NBT)
Dengan dilaksanakannya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, diharapkan mulai tahun 2020 akan ada Kab/Kota yang telah terpetakan bidang-bidang tanahnya secara lengkap. Pada Kab/Kota lengkap, dapat dilaksanakan penilaian tanah massal berbasis bidang tanah yang menghasilkan Peta Nilai Bidang Tanah. Dalam Peta Nilai Bidang Tanah, masing-masing bidang tanah akan memiliki nilai yang unik satu dengan lainnya. Bagi Kab/Kota yang telah tersedia Peta Nilai Bidang Tanah, maka Peta Nilai Bidang Tanah digunakan sebagai acuan nilai tanah menggantikan Peta Zona Nilai Tanah. Tahun 2020 dilaksanakan pembuatan peta nilai tanah berbasis bidang di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat seluas 17.000 Hektar.
Gambar 25 : Sosialisasi Pemanfaatan Peta Nilai Tanah Berbasis Bidang di Kantor
Walikota Bandung
Gambar 24 : Peta Nilai Tanah Berbasis Bidang di Kota Bandung
Terhadap hasil pemetaan nilai tanah berbasis bidang telah dikoordinasikan dengan Walikota Bandung dan disambut baik untuk penggunaannya ke depan
Gambar 26 : Peta Nilai Tanah Berbasis Bidang di Kota Bandung
Peta Nilai Bidang Tanah di Bandung meliputi 30 Kecamatan dan 151 Kelurahan.
Dari Peta NBT akan diperoleh niali unik untuk setiap bidang tanah.
49
Tahun 2020 Pengembangan Pertanahan
Gambar 27 : Cakupan Peta Zona Nilai Tanah Tahun 2020
Pembuatan Peta ZNT dilaksanakan juga di Kanwil BPN Provinsi dengan cakupan seluas 520.781 Hektar. Pembuatan Peta ZNT dilaksanakan di 19 Provinsi.
Sehingga pada tahun 2020 total penambahan cakupan Peta ZNT secara nasional seluas 1.465.581 Hektar. Persebaran pelaksanaan pembuatan Peta ZNT sebagaimana tercantum dalam gambar berikut ini :
Dalam upaya meningkatkan pelayanan informasi pertanahan dengan mudah, cepat dan biaya rendah Kementerian ATR/BPN menerapkan layanan pertanahan terintegrasi elektronik.
Terdapat 4 (empat) layanan pertanahan yang dilayani secara elektronik, yakni Hak Tanggungan, Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT), Informasi Zona Nilai Tanah (ZNT) serta pengecekan sertipikat tanah.
Layanan Elektronik dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2017 tentang Layanan Informasi Pertanahan secara Elektronik.
Sebagai upaya mendukung layanan tersebut, penambahan cakupan Peta ZNT dibuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Provinsi/Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pembuatan, pendetilan dan pembaruan Peta ZNT.
Peta Zona Nilai Tanah (ZNT)
Pada tahun 2020 dilaksanakan pembuatan Peta Zona Nilai Tanah di 3 Provinsi, yaitu :
1) Peta Zona Nilai Tanah di Provinsi Kalimantan Timur (Kabupaten Kutai Kartanegara) skala 1 : 25.000 seluas 500.000 Ha.
2) Peta Zona Nilai Tanah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kabupaten Kotabaru) skala 1 : 25.000 seluas 353.000 Ha.
3) Peta Zona Nilai Tanah di Provinsi Kalimantan Tengah (Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas) skala 1 : 25.000 seluas 74.800 Ha pada lokasi Food Estate;
50
Updating/pembaruan zona nilai tanah dengan produk indeks harga tanah dan zona nilai tanah yang diperbaharui terhadap Peta Zona Nilai Tanah yang telah tersedia yang dilaksanakan secara rutin.
Capaian pembanruan Peta Nilai Tanah tahun 2020 sebagaimana tercantum dalam gambar di bawah ini :
Pembaruan Peta Nilai Tanah
Selain dilakukan pembuatan Peta ZNT, untuk menjaga kualitas data nilai tanah dilaksanakan juga pembaruan peta zona nilai tanah
Gambar 29 : Pembaruan Peta Nilai Tanah Tahun 2020
Gambar 27 : Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah lokasi Food Estate di Kalimantan
Tengah
Arahan pelaksanaan kerja sama tersebut dituangkan dalam Surat Menteri ATR/Ka BPN Nomor PT.03.01/299/II/2020 tanggal 5 Februari 2020 hal Pemanfaatan Peta Zona Nilai Tanah oleh Pemerintah Kabupaten/Kota
Tahun 2020 Pengembangan Pertanahan
51
c. Sosialisasi Pemanfaatan Peta Nilai Tanah
Sosialisasi pemanfaatan Peta Nilai Tanah dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan melalui Direktorat Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan bersama Kantor Wilayah BPN Provinsi. Peserta sosialisasi adalah stakeholder terkait data nilai tanah yaitu Pemerintah Provinsi /Pemerintah Kabupaten/Pemerintah Kota dan instansi terknis terkait lainnya.
Saat ini terdapat 73 kabupaten/kota yang berkerja sama dengan Kantor Pertanahan untuk Pemanfaatan Peta ZNT.
Pemanfaatan Peta ZNT ini sejalan dengan Rencana Aksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang Pencegahan Korupsi point
“Optimalisasi Pendapatan Daerah”. KPK mendorong Pemerintah Daerah memanfaatkan Peta ZNT.
Gambar 31 : Sosialisasi Pemanfaatan Peta Nilai Tanah
Tujuan pemanfaatan Peta ZNT untuk :
1) untuk menutup ruang negosiasi dalam penentuan BPHT;
2) penggunaan ZNT yang berbasis nilai pasar juga dapat mengurangi potensi kerugian negara akibat penggunaan NJOP yang umumnya jatuh di bawah nilai pasar;
3) mewujudkan tranparansi pengelolaan keuangan dan aset serta tranparansi pungutan pajak dan retribusi daerah.
Gambar 30 : Rencana Aksi KPK
52
d. Peningkatan Ketrampilan Penilai Tanah
Peningkatan Keterampilan Penilai Tanah dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaksana survei penilaian tanah di daerah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kantor Wilayah BPN Provinsi dengan melibatkan Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara daring dan tatap muka.
Gambar 32: Peningkatan Keterampilan Penilai Pertanahan dalam Rangka Pengadaan Tanah
bagi Kepentingan Umum
Gambar 33 : Sosialisasi/Kursus singkat Penilai Pertanahan dalam Rangka Pengadaan Tanah bagi Kepentingan
Umum
Dengan diselenggarakannya Sosialisasi/
Kursus Singkat Penilai Pertanahan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman Penilai Pertanahan terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku pada proses pekerjaan penilaian dalam rangka pengadaan tanah untuk kepentingan umum.
Direktorat Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan melaksanakan peningkatan kompetensi penilai Pertanahan dalam pelaksanaan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dan Kegiatan Pertanahan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan pertanahan kepada publik mengenai pelaksanaan Pengadaan Tanah dan Kegiatan Pertanahan.
Peserta kegiatan meliputi Penilai Pertanahan, Penilai Publik, Para Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota
Narasumber dalam acara tersebut adalah Tenaga Ahli Menteri ATR/Ka BPN Bidang Pengadaan Tanah, Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Masyarakat Penilai Profesi (MAPPI). Direktur Pengaturan dan Pendaftaran Hak Tanah Ruang dan PPAT, Direktur Bina Pengadaan dan Pencadangan Tanah, Penilai Pertanahan dan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia.
53
Tahun 2020 Pengembangan Pertanahan
Lisensi Penilai Pertanahan adalah kewenangan yang diberikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional untuk melakukan penghitungan nilai objek pada kegiatan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, dan kegiatan pertanahan serta penataan ruang lainnya.
Dalam UU No 2 Tahun 2012 ada yang namanya Penilai Pertanahan, adalah orang perseorangan yang melakukan penilaian secara independen dan profesional yang telah mendapat izin praktik penilaian dari Menteri Keuangan dan telah mendapat lisensi dari Lembaga Pertanahan.
Lisensi penilai tanah ini dapat diberikan kepada:
1) Penilai Tanah Internal ;
2) Lembaga Penilai Harga Tanah;
3) Penilai Tanah Perorangan.
Lisensi Penilai Pertanahan diberikan untik seluruh wilayah kerja di seluruh Indonesia selama 3 (tiga) tahun. Tahun 2020 telah diberikan 100 SK lisensi bagi Penilai Pertanahan. Sampai dengan tahun 2020 terdapat 308 Penilai Pertanahan yang sudah melakukan registrasi.
e. Pemberian Lisensi Penilai Tanah
Pemberian SK lisensi Penilai Pertanahan (penilai tanah) dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintah akan layanan penilai pertanahan (penilai tanah) sesuai standar pengetahuan, kemampuan, dan kompetensinya untuk bekerja secara obyektif.
Penilai Pertanahan adalah Penilai Publik yang telah mendapat lisensi dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional untuk menghitung nilai objek kegiatan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, atau kegiatan pertanahan dan penataan ruang lainnya.
Gambar 34 : Peningkatan Kompetensi Penilai Tanah
54
Berdasarkan tabel diatas, capaian kinerja Direktorat Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan Tahun 2020 mencapai 100% dari nilai rata-rata capaian per output kegiatan dapat dikategorikan sangat berhasil.
Kendala-kendala yang dihadapi dalam mencapai keberhasilan :
a. Pandemi COVID-19 yang menyebabkan penyesuaian rencana pelaksanaan kegiatan ke lapangan;
b. Sebaran KJPP yang belum merata karena terkonsentrasi di Pulau Jawa, sehingga berdampak pada terhambatnya kegiatan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.
f. Pembinaan/Monitoring/Evaluasi
Pembinaan, supervisi, pemantauan dan evaluasi penilaian tanah dilakukan dalam rangka penyamaan persepsi, peningkatan pemahaman dan mencari solusi penyelesaian terhadap permasalahan yang timbul terkait dengan penilaian tanah.
Upaya yang dilakukan untuk mencapai kinerja sesuai sasaran dan target yang telah ditetapkan, antara lain melalui optimalisasi sumber daya manusia yang ada, job description yang jelas, penyusunan time table pelaksanaan kegiatan mulai dari persiapan, pelaksanaan, pelaporan, dan evaluasi.
Tabel 12 : Capaian Kinerja Direktorat Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan Tahun 2020
No Sasaran Kegiatan
Indikator Kinerja Kegiatan
Program dan Kegiatan Target Realisasi %
1 2 3 4 5 6 7
1 Terlaksananya pembuatan 2 Meningkatnya
kualitas pembuatan Peta Zona Nilai Tanah (ZNT) sesuai dengan Standar Oprasional
3 Meningkatnya jumlah Penilai Pertanahan.
Terlaksananya layanan lisensi Penilai Pertanahan
SK LISENSI PENILAI PERTANAHAN (PENILAI TANAH)
100 SK 100 SK 100%
Persiapan SK Lisensi Penilai Pertanahan (Penilai Tanah)
Pelaksanaan SK Lisensi Penilai Pertanahan (Penilai Tanah)
Penyusunan SK Lisensi Penilai Pertanahan (Penilai Tanah)
4 Meningkatnya jumlah wilayah Indonesia yang terpetakan ZNT.
Terlaksananya kegiatan pembuatan Peta ZNT
PETA ZONA NILAI TANAH 944.800 Hektar
944.800 Hektar
100%
Persiapan Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah
Pelaksanaan Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah
Supervisi Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah
Penyusunan Laporan Hasil Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah
55
Tahun 2020 Pengembangan Pertanahan
Perhitungan Prosentase implementasi surat keputusan hak atas tanah dan hak pengelolaan instansi pemerintah, pemerintah daerah dan BUMN/BUMD diatas didasarkan pada jumlah surat keputusan hak atas tanah dan hak pengelolaan instansi pemerintah, pemerintah daerah dan BUMN/BUMD.
2. IKK 2: Surat Keputusan Hak Atas Tanah