Ruang dan Penguasaan
C. Perjanjian Kinerja
Tujuan dari Perjanjian Kinerja adalah :
1. Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur.
2. Menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur.
3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi.
4. Sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi atas perkembangan/kemajuan kinerja penerima amanah.
5. Sebagai dasar dalam penetapan sasaran kinerja pegawai.
6. Dokumen Perjanjian Kinerja Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah Tahun 2020 memuat satu indikator kinerja program yaitu tersedianya tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum sebagai instrumen
No. Sasaran Program
Kegiatan Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
Persentase Tersedianya Tanah Bagi Pembangunan
Untuk Kepentingan Umum
Indikator Kegiatan 1 :
Persentase tersedianya Informasi Nilai Tanah - Peta Zona Nilai Tanah (ZNT) 1.390.000 Ha
Indikator Kegiatan 2 :
Jumlah Data Cadangan Tanah Untuk Kepentingan
Umum
- Data lokasi indikatif pengadaan tanah dan basis data pengadaan tanah
1 Data
Indikator Kegiatan 3 :
Prosentase Pelayanan Pertanahan Bagi Instansi
Pemerintah, Pemerintah Daerah dan BUMN/BUMD - Jumlah surat keputusan hak atas tanah dan hak
pengelolaan Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah dan BUMN/BUMD
75 SK No. Sasaran Program
Kegiatan Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
Persentase Tersedianya Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum
Indikator Kegiatan 1 :
Persentase tersedianya Informasi
Nilai Tanah
- Peta Zona Nilai Tanah (ZNT) 1.390.000 Ha
Indikator Kegiatan 2 :
Jumlah Data Cadangan Tanah
Untuk Kepentingan Umum
- Data lokasi indikatif pengadaan tanah dan basis data pengadaan tanah
1 Data
Indikator Kegiatan 3 :
Prosentase Pelayanan Pertanahan Bagi Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah dan
BUMN/BUMD
- Jumlah surat keputusan hak atas tanah dan hak pengelolaan Instansi Pemerintah,
Pemerintah Daerah dan BUMN/BUMD
75 SK
42
Pengukuran bagi pencapaian program pengadaan tanah. sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 8 di bawah ini
Tabel 8 Perjanjian Kinerja (PK Awal) Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah Tahun 2020
Tabel 9 Perjanjian Kinerja (PK Perubahan) Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah Tahun
2020
Pada bulan Maret tahun 2020 terjadi penghematan anggaran untuk penanggulangan COVID-19 sehingga disusun Perjanjian Kinerja perubahan sebagai Tabel 9 berikut ini:
No. Sasaran Program
Kegiatan Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
1 Terwujudnya pelaksanaan
Persentase tersedianya tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum
17,94 %
Indikator Kegiatan 1 :
Persentase tersedianya Informasi Nilai Tanah Untuk Kepentingan Umum
6 %
- Data lokasi indikatif pengadaan tanah dan basis data pengadaan tanah
1 Data
Indikator Kegiatan 3 :
Persentase Pelayanan Pertanahan Bagi Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah dan BUMN/BUMD
6 %
- Jumlah surat keputusan hak atas tanah dan hak pengelolaan Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah dan BUMN/BUMD
75 SK
No. Sasaran Program
Kegiatan Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
1 Terwujudnya pelaksanaan
Persentase tersedianya tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum
13,84 %
Indikator Kegiatan 1 :
Persentase tersedianya Informasi Nilai Tanah
1,84 % - Zona Nilai Tanah (ZNT) 870.000 Ha
Indikator Kegiatan 2 :
Jumlah Data Cadangan Tanah Untuk Kepentingan Umum
6 %
- Data lokasi indikatif pengadaan tanah dan basis data pengadaan tanah
1 Data
Indikator Kegiatan 3 :
Persentase Pelayanan Pertanahan Bagi Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah dan BUMN/BUMD
6 %
- Jumlah surat keputusan hak atas tanah dan hak pengelolaan Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah dan BUMN/BUMD
75 SK
43
Tahun 2020 Pengembangan Pertanahan
No Sasaran Program/Kegiatan Indikator Kinerja
Program/Kegiatan Targe t
1 2 3 4
1 Terwujudnya pelaksanaan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum
Prosentase tersedianya tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Sasaran Strategis 1 :
Prosentase tersedianya informasi nilai tanah dan cadangan tanah untuk kepentingan umum
- Peta Zona Nilai Tanah
- Peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan
- Inventarisasi Tanah Untuk kepentingan Umum
Sasaran Strategis 2 :
Prosentase pelayanan pertanahan bagi instansi pemerintah, pemerintah daerah dan BUMN/BUMD
- Jumlah surat keputusan hak atas tanah dan hak pengelolaan instansi pemerintah, pemerintah daerah dan bumn/bumd.
100 %
1. Metode Pengukuran Kinerja Capaian Kinerja :
Metode pengukuran dalam mengukur capaian kinerja adalah dengan membandingkan antara realisasi dan target yang telah ditentukan.
Realisasi
Prosentase Capaian Kinerja =-x 100 % Target
Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran dan kegiatan untuk digunakan untuk menunjukkan secara langsung kaitan antara sasaran dengan indikator kinerjanya, sehingga keberhasilan sasaran berdasarkan rencana kinerja tahunan yang ditetapkan dapat terlihat dengan jelas. Nilai capaian kinerja dikelompokkan dalam skala pengukuran ordinal sebagai berikut :
Sangat Berhasil :85-100 Berhasil : 70-85
Cukup Berhasil : 55-70 Tidak Berhasil : < 55
2. Efisiensi Penggunaaan Anggaran Efisiensi adalah hubungan antara output dengan input. Suatu pekerjaan dikatakan efisien, apabila input yang digunakan lebih sedikit dari alokasi yang sudah ditentukan untuk mencapai target output.
Perbandingan realisasi antara output (target yang tercapai) dengan realisasi input (anggaran yang digunakan) merupakan konstanta nilai efisiensi.
Semakin besar nilai konstanta, penilaian kinerja dikatakan semakin efisien.
Keterangan : Efiensi
RAK : Realisasi anggaran per keluaran
RVK : Realisasi volume keluaran PAK : Pagu anggaran perkeluaran TVK : Target volume keluaran N : Jumlah keluaran
44
Tabel 10 Efisiensi Anggaran Perkegiatan Tahun 2020
Terkait dengan kinerja anggaran Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Tahun 2020, tingkat efisiensi anggaran dihitung untuk setiap kegiatan pada Program Pengadaan Tanah.
Efisiensi anggaran yang dihasilkan per kegiatan sebagaimana terlihat pada Tabel 9 Pelaksanaan kegiatan di Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan secara keseluruhan dapat mencapai output sebesar 105,84 % dengan input sebesar 94,98 %.
Berdasarkan perhitungan, efisiensi secara rata-rata adalah sebesar 4,95 Angka ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan, Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan sangat efisien.
No Kegiatan Output
Anggaran Fisik
Efisiensi
1 Dukungan Manajemen Program Pengadaan Tanah
Layaban Dukungan Manajemen Eselon I
3.302.516.000 3.118.230.222 94,42 1 1 100 5,58
Layanan Sarana Prasarana Internal
695.969.000 686.494.450 98,64 1 1 100 1,36
Layanan Perkantoran 2.443.436.000 2.273.988.063 93,07 1 1 100 6,93
2 Pembinaan Pengadaan dan Penetapan Tanah Pemerintah
NSPK 54.400.000 51.018.000 93,78 1 1 100 6,22
Pembinaan/Monitoring/Evaluasi 1.051.088.000 1.017.166.040 96,8 17 18 105,88 13,68 Surat Keputusan Hak Atas Tanah
dan Izin Pemerintah (SK)
76.600.000 70.105.000 91,5 75 81 86,7 2,26
Data Prioritas Lokasi Bagi Penyediaan Tanah untuk Kepentingan Umum
258.865.000 240.884.944 93,05 1 1 100 6,95
3 Pemanfaatan Tanah Instansi Pemerintah
NSPK Pemanfaatan Tanah Pemerintah
43.199.000 0 0 0 0 0 -
Pembinaan/ Supervisi/
Sosialisasi/ Pemantauan/ Evaluasi Pemanfaatan Tanah Pemerintah
467.433.000 374.092.200 80,03 20 18 90 1,19
4 Penilaian Tanah NSPK 61.795.000 61.070.000 98,83 1 1 100 1,17
Pembinaan/Monitoring/Evaluasi 786.583.000 759.448.214 96,55 17 17 100 3,45 SK Lisensi Penilaian Pertanahan
(Penilai Tanah)
18.270.000 18.270.000 100 100 100 100 0
Peta Zona Nilai Tanah 3.969.493.000 3.894.653.891 98,11 944.800 944.800 100 1,89 4,95
45
Tahun 2020 Pengembangan Pertanahan