• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORITIS

2.1 Landasan Teori

2.1.2. Iklim Organisasi

2.1.2.1. Pengertian Iklim Organisasi

Setiap perusahaan atau organisasi memiliki cara yang berbeda-beda dalam

menjalankan usahanya. Oleh karena itu, suatu organisasi mempunyai iklim yang

berbeda pula dengan organisasi lainnya. Iklim dapat bersifat menekan, netral atau

dapat pula bersifat mendukung, tergantung bagaimana pengaturannya, karena itu

setiap organisasi selalu mempunyai iklim kerja yang unik. Organisasi cenderung

menarik dan mempertahankan orang-orang yang sesuai dengan iklimnya,

sehingga dalam tingkatan tertentu polanya dapat bertahan dan serasi.

Menurut Sopiah (2008:130) “Iklim organisasi adalah perasaan yang

meliputi hal-hal fisik, bagaimana para anggota berinteraksi dan bagaimana para

anggota organisasi mengendalikan diri dalam berhubungan dengan pelanggan atau

pihak luar organisasi”. Menurut Wirawan (2007:122) “ Iklim organisasi adalah

persepsi anggota organisasi (secara individual dan kelompok) dan mereka yang

secara tetap berhubungan dengan organisasi mengenai apa yang ada atau terjadi di

lingkungan internal organisasi secara rutin, yang memengaruhi sikap dan perilaku

organisasi dan kinerja anggota organisasi yang kemudian menentukan kinerja

Menurut Simamora (2001:31) “Iklim organisasi terdiri dari hubungan antar karyawan dan kontribusi antara nilai dan tujuan yang ditetapkan oleh

perusahaan”. Iklim organisasi mempengaruhi praktik dan kebijakan SDM yang

diterima oleh anggota organisasi. Perlu diketahui bahwa setiap organisasi akan

memiliki iklim organisasi yang berbeda, keanekaragaman pekerjaan yang

dirancang di dalam organisasi, atau sifat individu yang ada akan menggambarkan

perbedaan tersebut. Iklim organisasi yang terbuka memacu karyawan untuk

mengutarakan kepentingan dan ketidakpuasan tanpa adanya rasa takut akan

tindakan balasan dan perhatian. Jadi, iklim organisasi merupakan harapan-harapan

serta cara pandang individu terhadap organisasi.

2.1.2.2. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Iklim Organisasi

Robert Stringer (dalam Wirawan, 2007:135) mengemukakan bahwa

terdapat lima faktor yang mempengaruhi terjadinya iklim organisasi yaitu

lingkungan eksternal, strategi, praktik kepemimpinan, pengaturan organisasi, dan

sejarah organisasi. Masing-masing faktor ini sangat menentukan, oleh karena itu

orang yang ingin mengubah iklim organisasi harus mengevaluasi masing-masing

Sumber : Stringer (2002)

Gambar 2.1

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Iklim Organisasi

1. Lingkungan Eksternal. Industri atau bisnis yang sama mempunyai

iklim organisasi umum yang sama. Misalnya, iklim organisasi umum

perusahaan asuransi umumnya sama, demikian juga dengan iklim

organisasi pemerintah, sekolah dasar, atau perusahaan industri minyak

kelapa sawit di Indonesia, mempunyai iklim umum yang sama.

Kesamaan faktor umum tersebut disebabkan pengaruh lingkungan

eksternal organisasi.

2. Strategi Organisasi. Kinerja suatu perusahaan bergantung pada

strategi (apa yang diupayakan untuk dilakukan), energi yang dimiliki

oleh karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang diperlukan oleh

strategi, dan faktor-faktor lingkungan penentu dari level energi

tersebut. Strategi yang berbeda menimbulkan pola iklim organisasi

yang berbeda. Strategi mempengaruhi iklim organisasi secara tidak

langsung. Praktik Kepemimpinan Iklim Organisasi Strategi Organisasi Lingkungan Eksternal Sejarah Organisasi Pengaturan Organisasi

3. Pengaturan organisasi. Pengaturan organisasi mempunyai pengaruh

paling kuat terhadap iklim organisasi. Menurut Stringer (2002),

banyak sekolah menengah di Amerika Serikat yang menjadi contoh

baik bagaimana pengaturan organisasi menentukan iklim organisasi.

4. Kekuatan Sejarah. Semakin tua umur suatu organisasi semakin kuat

pengaruh kekuatan sejarahnya. Pengaruh tersebut dalam bentuk

tradisi dan ingatan yang membentuk harapan anggota organisasi dan

mempunyai pengaruh terhadap iklim organisasinya.

5. Kepemimpinan. Perilaku pemimpin mempengaruhi iklim

organisasi yang kemudian mendorong motivasi karyawan. Motivasi

karyawan merupakan pendorong utama terjadinya kinerja

2.1.2.3. Dimensi - Dimensi Iklim Organisasi

Menurut Stinger (dalam Wirawan, 2007:128) iklim sutau organisasi

merujuk pada berfungsinya organisasi secara keseluruhan dari sudut pandang

para karyawan. Dengan demikian, iklim adalah suatu metafora yang

menggambarkan agregat persepsi karyawan individual mengenai lingkungan

organisasi mereka. Dimensi-dimensi tertentu dari iklim memberikan pengaruh

khusus pada kemampuan organisasi untuk meningkatkan kinerja mereka.

Dimensi adalah serangkaian faktor-faktor tertentu dimana seseorang

berada atau berhubungan dengan bagaimana cara memadang sesuatu hal.

Penekanannya adalah fungsi dari dimensi-dimensi yang digunakan untuk

memandang sesuatu. Dimensi ini merupakan cara untuk memvisualisasikan

Adapun dimensi-dimensi iklim organisasi menurut Stinger (dalam

Wirawan, 2007:131-133) yaitu sebagai berikut:

1. Struktur

Struktur organisasi merefleksikan perasaan di organisasi secara

baik dan mempunyai peran dan tanggung jawab yang jelas dalam

lingkungan organisasi. Stuktur tinggi jika anggota organisasi

merasa pekerjaan mereka didefenisikan dengan baik. Struktur

rendah jika mereka merasa tidak ada kejelasan mengenai siapa

yang melakukan tugas dan mempunyai kewenangan mengambil

keputusan. Struktur merupakan tingkat paksaan yang dirasakan

pegawai karena adanya peraturan dan prosedur yang terstruktur

dan tersusun. Struktur meliputi posisi karyawan dalam perusahaan.

2. Standar-standar

Standar-standar dalam suatu organisasi mengukur perasaan tekanan

untuk meningkatkan kinerja dan derajat kebanggaan yang dimiliki

oleh anggota organisasi dalam melakukan pekerjaan dengan baik.

Standar-standar tinggi artinya anggota organisasi selalu berupaya

mencari jalan untuk meningkatkan kinerja.

Standar-standar rendah merefleksikan harapan yang lebih rendah

untuk bekerja. Standar juga merupakan perasaan karyawan tentang

kondisi organisasi dimana manajemen memberikan perhatian

ditentukan. Standar meliputi kondisi kerja yang dialami karyawan

dalam perusahaan.

3.Tanggung jawab

Hal ini berkaitan dengan perasaan karyawan mengenai pelaksanaan

tugas organisasi yang diemban dengan rasa tanggung jawab atas

hasil yang dicapai, karena mereka terlibat di dalam proses yang

sedang berjalan. Tanggung jawab juga berkaitan dengan tingkat

pengawasan yang dilakukan organisasi dan dirasakan oleh para

pegawai. Tanggung jawab meliputi kemandirian dalam

menyelesaikan pekerjaan mereka.

Tanggung jawab merupakan persepsi karyawan tentang tuntutan

pekerjaan dan peluang untuk maju, yang mendorong pencapaian

yang lebih tinggi dengan tanggung jawab yang lebih besar. Faktor

tantangan terkait dengan perkembangan semangat untuk mengejar

prestasi tinggi di kalangan karyawan. Motivasi karyawan untuk

berprestasi dapat tumbuh subur bila organisasi khususnya atasan

secara langsung memberikan peluang yang besar untuk bertanggung

jawab terhadap pekerjaan masing-masing karyawan

4. Penghargaan

Penghargaan mengindikasikan bahwa anggota organisasi merasa

dihargai jika mereka dapat menyelesaikan tugas secara baik.

Penghargaan merupakan ukuran penghargaan yang dihadapkan

organisasi yang menghargai kinerja berkarakteristik keseimbangan

antara imbalan dan kritik.

Penghargaan rendah artinya penyelesaian pekerjaan dengan baik

diberi imbalan secara tidak kosisten. Penghargaan juga berkaitan

dengan perasaan karyawan diberi imbalan yang layak setelah

menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Hal ini meliputi imbalan

atau upah yang diterima karyawan setelah menyelesaikan

pekerjaannya. Tujuan dari dari penghargaan adalah untuk menarik

orang yang memiliki kualifikasi untuk bergabung dengan

organisasi, mempertahankan karyawan agar terus datang untuk

bekerja dan memotivasi karyawan untuk mencapai tingkat kinerja

yang tinggi.

5. Dukungan

Dukungan merefleksikan perasaan percaya dan saling mendukung

yang terus berlangsung diantara anggota kelompok kerja.

Dukungan tinggi jika anggota organisasi merasa bahwa mereka

bagian dari tim yang berfungsi dengan baik dan merasa

memperoleh bantuan dari pimpinannya jika mengalami kesulitan

dalam menjalankan tugas. Jika dukungan rendah, anggota

organisasi merasa terisolasi atau tersisih sendiri. Dukungan juga

berkaitan dengan dukungan kepada pegawai di dalam melaksakan

tugas- tugas organisasi. Dukungan dapat berasal dari pimpinan

Dukungan terbagi dua yaitu dukungan moril dan dukungan materil.

Dukungan moril meliputi perhatian yang diberikan atasan, pujian

atas hasil kerja, pemberian semangat dan motivasi, keakraban

dengan teman kerja, dan kepedulian terhadap sesama rekan kerja,

sedangkan dukungan materil meliputi gaji pokok, premi lembur

dan cuti, bonus kinerja, tunjangan, dan perlengkapan kantor untuk

mendukung kinerja.

6.Komitmen

Komitmen merefleksikan perasaan bangga anggota terhadap

organisasinya dan derajat keloyalan terhadap pencapaian tujuan

organisasi. Perasaan komitmen kuat berasosiasi dengan loyalitas

personel. Level rendah komitmen artinya karayawan merasa apatis

terhadap organisasi dan tujuannya.

Komitmen juga berkaitan dengan perasaan bangga akan

keberadaannya dalam organisasi dan kesetiaan yang ditunjukkan

selama masa kerjanya. Komitmen meliputi pemahaman karyawan

mengenai tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan.

Menurut Mullins (2005:900) iklim organisasi yang kondusif diharapkan

memiliki ciri-ciri berikut: (1) Adanya integrasi tujuan organisasi dan tujuan

pribadi/anggota; (2) Struktur organisasi yang lebih tepat didasarkan pada

permintaan sistem sosio-teknis; (3) Demokrasi memberikan kesempatan penuh

untuk berpartisipasi (4) Keadilan diterapkan dalam kebijakan dan praktek

dukungan dari berbagai level orgnisasi (6) Diskusi terbuka tentang konflik dan

berusaha menghindari konfrontasi (7) Perilaku manajer dan gaya kepemimpinan

cocok dengan situasi pekerjaan; (8) Penerimaan kontrak psikologis antara individu

dan organisasi (9) Pengakuan kebutuhan dan harapan karyawan dalam bekerja

(10) Sistem yang adil dalam penghargaan berdasarkan pengakuan secara positif

(11) Peduli terhadap kualitas hidup pekerjaan dan disain pekerjaan (12)

Kesempatan dalam mengembangan dan memajukan karir; dan (13) Memiliki

identitas dan loyalitas terhadap organisasi dan merasa penting dan dihargai

organisasi.

Dokumen terkait