• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Perkiraan Dampak dari kegiatan Pokhlasar yang dibuat oleh BBPSEKP

5. IKU KE DUA PULUH ENAM : Nilai Penerapan RB Balitbang KP

Reformasi Birokrasi yang dilaksanakan di lingkungan Balitbang KP pada hakekatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang pelaksaan dilakukan melalui program-program meliputi 1). Manajemen perubahan, 2). peraturan perundang-undangan, 3). Penataan organisasi, 4). Penataan tata laksana, 5). penataan SDM aparatur, 6). Pengutan pengawasan internal, 7). Penguatan akuntabilitas kinerja, 8). Peningkatan kualitas pelayanan publik dan 9) pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Adapun capain iku ini pada TA 2013 adalah sesuai tabel 3.40 dibawah.

Tabel : 3.42. IKU Nilai Penerapan Reformasi Birokrasi KKP

Sumber data : Web KemenPAN RB, 2013

Teknik menghitungnya yaitu penilaian atas implementasi RB di Balitbang KP dilaksanakan melalui Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) secara online oleh masing-masing Unit Eselon I yang telah diverfikasi oleh Inspektorat Jenderal. Upaya yang dilakukan fokus pada:

• Panel I PMPRB online • Panel II PMPRB online • Panel III PMPRB online

Untuk mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik (good governance) dilakukan melalui dalam 8 (delapan) Area Perubahan Reformasi Birokrasi, yaitu:

a) Organisasi; yang tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing);

b) Tata Laksana; sistem, proses, dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, terukur, dan sesuai dengan prisip-prinsip good governance;

c) Peraturan Perundang-undangan; regulasi yang tertib, tidak tumpang tindih, dan kondusif;

d) SDM Aparatur; SDM aparatur yang berintegritas, netral, kompeten, kapabel, professional, berkinerja tinggi, dan sejahtera;

e) Pengawasan; meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN;

IKU Tahun 2012 Tahun 2013

Target Realisasi % Target Realisasi %

Nilai Penerapan

Reformasi Birokrasi KKP - 70,58 -

75 (setara

75

f) Akuntabilitas; meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi;

g) Pelayanan Publik; Pelayanan prima yang sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat

h) Pola Pikir dan Budaya Kerja Aparatur; birokrasi dengan integritas dan kinerja yang tinggi.

Hasil penyusunan kertas kerja dokumen bukti dan survey internal dikonversi dengan sistem online www.pmprb.menpan.go.id sehingga terbentuk proil penilaian mandiri reformasi birokrasi Balitbang KP sebagai berikut :

Tabel 3.43.Penilaian Komponen PMPRB

NO TARGET KOMPONEN HASIL SELISIH

1 Manajemen perubahan 75 76 1

2 Penataan peraturan perundang undangan 75 75 0

3 Penaatan dan penguatan organisasi 75 75 1

4 Penataan dan tata laksana 75 76 1

5 Penataan sisitem SDM aparatur 75 78 3

6 Penguatan pengawasan 75 76 1

7 Penguatan akuntabilitas kinerja 75 77 2

8 Penguatan kualitas pelayan publik 75 77 2

9 Monitoring dan evaluasi 75 79 4

RATA RATA 75 76.56

LEVEL 4 (76.56)

Profil PMPRB yang baik apabila komponen hasil lebih tinggi daripada komponen pengungkit. Komponen pengungkit adalah berbagai kriteria dan berbagai pendekatan yang telah dilakukan oleh suatu unit kerja untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Komponen hasil adalah : 1) capaian yang diperoleh dari hasil pengukuran atas persepsi pegawai dan masyarakat terhadap suatu unit kerja, 2) pengukuran atas indikator kinerja internal dan eksternal yang menunjukkan seberapa baik suatu unit kerja mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan.

Untuk komponen hasil Balitbang KP berada di level 4 (empat) dengan makna Balitbang KP telah berhasil menunjukkan perkembangan yang substansial dan/atau semua target yang relevan terpenuhi. Dalam rangka pelaksanaan RB telah dilakukan beberapa kegiatan sbb :

1. Telah dibentuk tim penilaian mandiri pelaksanaan reformasi birokrasi lingkup Balitbang KP dengan keputusan Kepala Balitbang KP nomor : KEP:1.3/BalitbangKP/2012. Tim tersebut mempunyai tugas melakukan koordinasi dan kegiatan dalam rangka mendukung pelaksanaan pengelolaan penilaian mandiri pelaksanaan Reformasi Birokrasi ;

76 2. Dalam rangka penyelesaian PMP RB telah dilakukan langkah-langkah :

a. review pelaksanaan PMPRB Balitbang KP b. verifikasi kelengkapan berkas PMPRB.

Beberapa hal yang harus diperbaiki untuk peningkatan reformasi birokrasi adalah penerapan program RB Balitbang KP secara menyeluruh dan dilakukan monev pelaksanaan RB Balitbang KP secara berkala

d. SASARAN STRATEGIS 11 : TERKELOLANYA ANGGARAN SECARA OPTIMAL LINGKUP BALITBANG KP

Nilai sasaran strategis terkelolanya anggaran secara optimal lingkup Balitbang KP sebesar 25%. Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran tersebut terdiri dari 1 (satu) IKU sbb :

IKU KE DUA PULUH TUJUH : Persentase Penyerapan Dipa Balitbang KP

Pelaksanaan anggaran harus dikelola secara optimal sesuai rencana yang ditetapkan sampai akhir TA 2013 penyerapan Balitbang KP sebesar Rp.542.292.420.218 setara dengan 100% dari target yang ditetapkan yaitu >95%. Presentasi penyerapan Balitbang KP meningkat 21.63% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Tabel : 3.44.IKU Prosentase Penyerapan DIPA Balitbang KP

IKU Target Realisasi %

1 Pesentase penyerapan DIPA Balitbang KP >95 >95 100

Tabel : 3.45.IKU Prosentase Penyerapan DIPA Balitbang KP

IKU Tahun

Anggaran Target Realisasi %

Pesentase penyerapan DIPA Balitbang KP 2010 275.179.948.000 263.609.247.000 95,80 2011 484.061.641.000 442.654.661.526 91,45 2012 529.992.058.000 394.054.042.671 73,45 2013 564.970.466.000 542.446.520.218 96,01

* Sumber data : SAI, 2013

IKU ini didefinisikan sebagai persentase pelaksanaan anggaran dibanding dengan alokasi anggaran dan cara menghitungnya yaitu sebagai berikut :

• Z = X/Y * 100 %,

• Ket : X = anggaran yang dipergunakan, Y = alokasi anggaran

77 IKU ini menggunakan klasifikasi maximize, dimana capaian yang diharapkan adalah melebihi target yang ditetapkan. Pada tahun 2010 anggaran yang dialokasikan untuk program/kegiatan penelitian dan pengembangan Iptek kelautan dan perikanan terealisasi sebesar 95,80%, pada tahun 2011 terelalisasi sebesar 91,45%, sedangkan pada tahun 2012 dapat terealisasi sebesar 73,45%, sehingga dapat disimpulkan realiasasi anggaran tahun 2012 mengalami penurunan dibandingkan dengan realisasi anggaran tahun 2011, hal ini disebabkan oleh tidak terealisasinya kegiatan dari sumber dana pinjaman luar negeri/PLN (INDESO) yang terbentur surat KPPN VI ke seluruh mitra kerjanya , dan pada tahun 2013 prosentase penyerapan DIPA Balitbang KP dengan target sebesar Rp. 564.970.446.000 dapat terealisasi sebesar Rp. 542.292.420.218 (95,99%)

Alokasi anggaran Balitbang KP tahun 2013 digunakan untuk membiayai kegiatan penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan yang terbagi dalam 21 satker lingkup Balitbang KP, seperti terlihat pada tabel 3.32 berikut :

Tabel : 3.46. Alokasi dan Realisasi anggaran unit kerja Eselon II Balitbang KP tahun 2013

No Satker Pagu Realiasi %

1 Sekretariat Balitbang KP 44,535,264,000 42.728.905.252 95.94

2 Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber

Daya Ikan 20,302,939,000 19.7114.526.590 97.10

3 Balai Penelitian Perikanan Laut 18,198,579,000 17.376.857.807 95.48 4 Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum 28,859,746,000 27.553.716.717 95.47 5 Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan 9,596,325,000 9.388.074.189 97.83 6 Loka Penelitian Perikanan Tuna 9,161,571,000 9.048.275.994 98.76 7 Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya 35,359,578,000 34.388.632.404 97.25 8 Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut 54,875,526,000 51.660.879.848 94.14 9 Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau 25,832,330,000 25.240.133.376 97.71 10 Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar 16,985,820,000 16.526.010.591 97.29 11 Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias 12,193,649,000 11.724.423.026 96.15 12 Balai Penelitian Pemulian Ikan 11,331,203,000 11.272.507.857 99.48 13 Loka Penelitian dan Pengembangan 4,527,749,000 4.123.521.690 91.23

78 Budidaya Rumput Laut

14 Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan 133,126,181,000 127.331.013.660 95.65 15 Balai Penelitian Observasi Laut 16,581,663,000 15.248.083.025 91.96 16 Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan 3,439,433,000 3.057.300.019 88.89 17 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir 27,676,016,000 26.230.335.031 94.78 18 Loka Penelitian Sumberdaya dan Kerentanan Pesisir 5,229,899,000 5.042.777.871 96.42 19

Balai Besar Penelitian dan

Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

61,413,260,000 59.916.752.128 97.56

20 Loka Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi Pengolahan Hasil

Perikanan 6,445,754,000 6.092.986.026 94.53

21 Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan 19,297,981,000 18.626.707.117 96.52

TOTAL 564,970,466,000 542.446.520.218 96,01

* Sumber data : SAI, 2013

Dari tingkat pencapaian indikator kinerja nomor 27 memperlihatkan bahwa bahwa Balitbang KP sudah berhasil mencapai sasaran strategis “ Terkelolanya anggaran secara optimal lingkup BalitbangKP”. Nilai sasaran strategis tersebut adalah 100%.

CAPAIAN KINERJA LAINNYA

Di samping Sasaran Strategis diatas terdapat beberapa keberhasilan kinerja antara lain :

1. Penerbitan Buku Inovasi Litbang Kelautan dan Perikanan Memperkuat Konsep