A. Perkiraan Dampak dari kegiatan Pokhlasar yang dibuat oleh BBPSEKP
2. IKU KE TIGA BELAS : Jumlah Karya Tulis Ilmiah
IKU ini didefinisikan sebagai tulisan yang disusun berdasarkan data dan informasi yang dihasilkan dari kegiatan penelitian dan pengembangan yang telah diterbitkan pada suatu jurnal atau prosiding dalam dan luar negeri. Teknik menghitungnya yaitu jumlah karya tulis ilmiah yang sudah diterbitkan dan disampaikan secara resmi oleh Kepala Satker kepada Kepala Badan. IKU ini menggunakan klasifikasi maximize, dimana capaian yang diharapkan adalah melebihi target yang ditetapkan. Adapun deskripsi capaian atas IKU ini sebagai berikut:
Tabel : 3.29. Pencapaian IKU-13 Balitbang KP, 2010-2013
No Rincian Output Target 2010-2014 Capaian 2010-2012 Target 2013 Capaian 2013 % Capaian 2010-2013 Target 2014 1 Jumlah karya tulis
ilmiah 2.733 1.802 409 473 115,65 2.164 581
Dari Tabel 3.26 di atas terlihat bahwa capaian jumlah karya tulis ilmiah pada tahun 2013 mengalami penurunan sejumlah 233 buah dibandingkan tahun 2012. Jika dilihat dari tahun 2010 sampai akhir tahun 2013, jumlah karya tulis ilmiah sudah mencapai 2.164 (79,18%) dari target sebanyak 2.733 buah sampai dengan tahun 2014. penurunan jumlah karya tulis ilmiah disebabkan oleh beberapa judul penelitian di Tahun 2013 jumlahnya lebih sedikit dibandingkan Tahun 2012. Sedangkan beberapa judul penelitian yang dihasilkan pada Tahun 2013 baru akan diusulkan untuk menjadi karya tulis ilmiah pada tahun yang akan datang.
Dari tingkat pencapaian indikator kinerja nomor 12 dan 13 memperlihatkan bahwa bahwa Balitbang KP sudah berhasil mencapai sasaran strategis “ Tersedianya jumlah data dan informasi ilmiah KP”. Nilai sasaran strategis tersebut adalah 129%
59 c. SASARAN STRATEGIS 6 : TERSELENGGARANYA MODERNISASI SISTEM PRODUKSI KELAUTAN DAN PERIKANAN, PENGOLAHAN DAN PEMASARAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN YANG OPTIMAL DAN BERMUTU
Nilai sasaran strategis terselenggaranya modernisasi sistem produksi kelautan dan perikanan, pengolahan dan pemasaran produk kelautan dan perikanan yang optimal dan bermutu sebesar 37%.Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran tersebut terdiri dari 2 (dua) IKU sbb :
a. IKU KE EMPAT BELAS : Jumlah Hasil Litbang Yang Inovatif
IKU ini didefinisikan sebagai hasil kegiatan penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan yang memiliki kebaruan sebagian atau seluruhnya yang akan dipergunakan dalam mengembangkan sistem produksi, pengolahan dan pemasaran berbasis IPTEK berupa model penerapan/ pengelolaan, produk biologi, paket teknologi, inovasi teknologi, komponen teknologi. Teknik menghitungnya yaitu jumlah hasil kegiatan penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan IPTEK berupa model penerapan/ pengelolaan, produk biologi, paket teknologi, inovasi teknologi, komponen teknologi. IKU ini menggunakan klasifikasi maximize, dimana capaian yang diharapkan adalah melebihi target yang ditetapkan. Adapun deskripsi capaian atas IKU ini sebagai berikut:
Tabel : 3.30. Pencapaian IKU-14 Balitbang KP, 2010-2013
No Rincian Output Target
2010-2014 Capaian 2010-2012 Target 2013 Capaian 2013 Capaian 2010-2013 Target 2014
1 Jumlah hasil litbang yang inovatif 429 291 87 167 442 66
2 Model penerapan/ pengelolaan 93 75 17 32 107 17
3 Produk biologi 78 56 15 37 93 11
4 Paket teknologi 102 54 15 42 96 20
5 Inovasi teknologi 48 29 12 8 37 11
6 Komponen teknologi 108 77 24 32 109 7
Dari Tabel 3.27 di atas terlihat bahwa capaian jumlah hasil litbang yang inovatif pada tahun 2013 mengalami kenaikan sejumlah 24 dibandingkan tahun 2012. Jika dilihat dari tahun 2010 sampai akhir tahun 2013, jumlah hasil litbang yang inovatif sudah mencapai 442 (191,03%) dari target sebanyak 429 buah sampai dengan tahun 2014. Kenaikan jumlah hasil litbang yang inovatif disebabkan oleh beberapa output yang dihasilkan pada tahun 2013 seperti model penerapan/pengelolaan, paket teknologi, dan komponen teknologi mengalami kenaikan. Pada tahun 2013, beberapa data dan
60 informasi yang dihasilkan tahun sebelumnya menjadi sumber atau data dukung untuk menghasilkan output teknologi. Sedangkan paket teknologi yang dihasilkan pada tahun sebelumnya, di tahun 2013 ini dijadikan model untuk diterapkan di lapangan.
b. IKU KE LIMA BELAS : Jumlah Inovasi Yang Diusulkan HKI
IKU ini didefinisikan sebagai inovasi yang dihasilkan dari kegiatan litbang yang memerlukan HKI dan telah diajukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Teknik menghitungnya yaitu jumlah inovasi yang diusulkan ke Ditjen HKI untuk mendapatkan HKI. IKU ini menggunakan klasifikasi maximize, dimana capaian yang diharapkan adalah melebihi target yang ditetapkan. Adapun deskripsi capaian atas IKU ini sebagai berikut:
Tabel : 3.31. Pencapaian IKU-15 Balitbang KP, 2010-2013
No Rincian Output Target
2010-2014 Capaian 2010-2012 Target 2013 Capaian 2013 Capaian 2010-2013 Target 2014
1 Jumlah inovasi yang diusulkan
HKI 27 29 4 4 37 8
Dari Tabel 3.25 di atas terlihat bahwa capaian jumlah inovasi yang diusulkan HKI pada tahun 2013 mengalami penurunan sejumlah 1 buah dibandingkan tahun 2012. Jika dilihat dari tahun 2010 sampai akhir tahun 2013, jumlah inovasi yang diusulkan HKI sudah mencapai 37 (137,04%) dari target sebanyak 27 buah sampai dengan tahun 2014. Penurunan jumlah inovasi yang diusulkan HKI disebabkan oleh beberapa kegiatan litbang yang menghasilkan inovasi baru diusulkan pada tahun yang akan datang. Tahun 2013 Balitbang KP memperoleh 3 paten atau HaKi atas temuan inovasi para peneliti yang sudah mendapatkan hak paten diantaranya sebagai berikut :
1) Suatu struktur untuk pembudidayaan terumbu karang dengan nomor paten S0001231; 2) Formulasi minuman sari rumput laut coklat untuk kesehatan (nomor paten
P00200900392); dan
3) Papan artikel dengan bahan dasar limbah padat pengolahan rumput laut dan proses pembuatannya (nomor paten P00201300258)
Balitbang KP pada tahun yang sama juga telah mengusulkan 10 inovasi ke Ditjen HaKI untuk mendapatkan paten ke-10 karya inovasi tersebut diantaranya :
1) Probiotik Berbasis Bakteri dan Proses Pembuatannya;
2) Vaksin Protein Rekombinan Untuk Mencegah Penyakit Megalocytivirus Pada Ikan Laut;
3) Bangunan di dalam air yang terbuat dari partisi; 4) Alat Ukur Ikan Sidat;
61 5) Metoda Untuk Meningkatkan Produksi Benih Bandeng;
6) Metode dan Alat untuk Pembesaran Abalon di Laut;
7) Metoda Untuk Meningkatkan Produktivitas Larva Ikan Laut; 8) Buoy Untuk Pemantauan Kualitas Perairan;
9) Alat Pemisah Limbah Cair Berminyak Pada Kapal;
10) Probiotik Untuk Produksi Benih Udang Berbahan Dasar Bakteri Bacillus Cereus BC dan Metode Pengkulturannya.
Dari tingkat pencapaian indikator kinerja nomor 14 sampai dengan 16 memperlihatkan bahwa bahwa Balitbang KP sudah berhasil mencapai sasaran strategis “Terselenggara-nya modernisasi sistem produksi kelautan dan perikanan, pengolahan dan pemasaran produk kelautan dan perikanan yang optimal dan bermutu ”. Nilai sasaran strategis tersebut adalah 148%
d. SASARAN STRATEGIS 7 : TERSELENGGARANYA PENGENDALIAN LITBANG KP Nilai sasaran strategis terselenggaranya pengendalian litbang kp sebesar 33%.Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran tersebut terdiri dari 1 (satu) IKU sbb :
IKU KE ENAM BELAS : Prosentase Litbang Mendukung Program Strategis KKP IKU ini didefinisikan sebagai Kegiatan-kegiatan litbang KP yang dilakukan dalam rangka mendukung program strategis KKP seperti program industrialisasi, minapolitan, blue economy. Teknik menghitungnya yaitu nilai prosentase kegiatan litbang KP dalam mendukung program strategis KKP (industrialisasi, minapolitan, blue economy).
Tabel.3.32. IKU Prosentase Litbang Mendukung Program Strategis KKP
IKU Target (%) Realisasi (%) %
Prosentase Litbang Mendukung Program Strategis KKP 60 79,33 132,21
IKU ini menggunakan klasifikasi maximize, dimana capaian yang diharapkan adalah melebihi target yang ditetapkan. Adapun deskripsi capaian atas IKU ini sebagai berikut:
Pada tahun 2013, Persentase litbang mendukung program strategis KKP adalah sebesar 60 persen. Dukungan tersebut ditunjukkan dengan kegiatan litbang sejumlah 165 kegiatan dari jumlah total kegiatan litbang sebanyak 208 kegiatan. Kegiatan yang mendukung industiralisasi sebanyak 154 kegiatan, dan yang mendukung blue economy sebanyak 11 kegiatan.
Pencapaian pada tahun 2013 tersebut jika dibandingkan dengan pencapaian di tahun 2012 terjadi kenaikan. Pada tahun 2012 tercapai 86 kegiatan dari total 264
62 kegiatan. Peningkatan terjadi karena kegiatan penelitian yang dilakukan diarahkan agar mendung program-program strategis yang dilakukan di KKP.
Dari tingkat pencapaian indikator kinerja nomor 16 memperlihatkan bahwa bahwa Balitbang KP sudah berhasil mencapai sasaran strategis “Terselenggaranya pengendalian Litbang KP”. Nilai sasaran strategis tersebut adalah 132%.
3.3.4. LEARN & GROWTH PERSPECTIVE
Capaian kinerja Balitbang KP pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan ( Learn & Growth perspective) sebesar 98,45%, yang berasal dari 4 sasaran strategis berikut : a. SASARAN STRATEGIS 8 : TERSEDIANYA SDM BALITBANG KP YANG
KOMPETEN DAN PROFESIONAL
Nilai sasaran strategis tersedianya sdm balitbang kp yang kompeten dan profesional sebesar 24%. Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran tersebut terdiri dari 3 (tiga) IKU sbb :