A. Perkiraan Dampak dari kegiatan Pokhlasar yang dibuat oleh BBPSEKP
2. IKU KE SEBELAS : Persepsi Masyarakat KP Terhadap Kebijakan Yang Diterbitkan KKP (dalam skala likert 1-5)
IKU ini didefinisikan sebagai tingkat penilaian masyarakat terhadap penerapan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan ukuran skala likert 1-5. Teknik menghitungnya yaitu survey persepsi masyarakat terhadap kebijakan KKP. IKU ini menggunakan klasifikasi maximize, dimana capaian yang diharapkan adalah melebihi target yang ditetapkan. Adapun deskripsi capaian atas IKU ini sebagai berikut:
Tabel.3.25. Target dan Realisasi IKU Persepsi Masyarakat KP terhadap kebijakan yang diterbitkan KKP
IKU Target Realisasi %
Persepsi masyarakat KP terhadap kebijakan yang
54 Persepsi masyarakat terhadap program Kementerian Kelautan dan Perikanan dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang akurat dari penerima bantuan dari program yang dirancang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Program yang diidentifikasi meliputi Program Usaha Mina Pedesaan (PUMP): PUMP-Perikanan Tangkap, PUMP-Perikanan Budidaya, PUMP-Pengolahan dan Program Bantuan Kapal INKA MINA.
Pengumpulan data dilakukan pada beberapa lokasi, oleh beberapa tim peneliti dari Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan sebagai kegiatan tambahan pada saat melakukan kegiatan penelitian. Pengumpulan data Program Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (POKLAHSAR) dilakukan di Subang, Gresik, Wonogiri, Brebes, Aceh, dan Maros. Data untuk Program PUGAR dikumpulkan dari lokasi: Sumenep, Indramayu, Brebes, dan Jeneponto. Sementara itu informasi untuk Program PUMP Perikanan Tangkap dikumpulkan dari Aceh, Jambi (Kerinci), Sibolga, Sumatera Selatan, Gunung Kidul, Subang, Brebes, Maros dan Nusa Tenggara (Kec. Lembata). Persepsi responden terhadap PUMP perikanan Budidaya diperoleh dari responden di Aceh, Kerinci, Sibolga, Sumatera Selatan, Gresik, Subang, Purwakarta, Brebes, Sumbawa, Flores Maros. Dan program yang terakhir adalah program Kapal INKA MINA yang diperoleh dari Sulawesi Tengah dan Gunung Kidul, Sibolga, NTT (Flores). Survey belum dilakukan pada lokasi Program Desa Pesisir Tangguh (PDPT), karena tidak ada kegiatan penelitian yang berada pada lokasi PDPT.
Penelitian tentang Persepsi Masyarakat terhadap Program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merupakan jenis penelitian evaluatif. Sebagaimana pendapat yang dikemukakan Usman, dkk (2009) bahwa penelitian evaluatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program atau mengetahui keefektifan pelaksanaan suatu program. Penelitian evaluatif dilakukan dengan pengumpulan data lapangan apa adanya yang kemudian dibandingkan dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan pada IKU Balitbang KP.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus Hingga November dengan beberapa lokasi penelitian yang terdapat Program Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (POKLAHSAR) yaitu di Subang, Gresik, Wonogiri, Brebes, Aceh, dan Maros. Program PUGAR di lokasi Sumenep, Indramayu, Brebes, dan Jeneponto. Sementara itu untuk Program PUMP Perikanan Tangkap dilakukan di Aceh, Jambi (Kerinci), Sibolga, Sumatera Selatan, Gunung Kidul, Subang, Brebes, Maros dan Nusa Tenggara (Kec. Lembata). PUMP Perikanan Budidaya dilakukan di Aceh, Kerinci, Sibolga, Sumatera Selatan, Gresik, Subang, Purwakarta, Brebes, Sumbawa, Flores Maros. Dan program yang terakhir adalah program Kapal INKA MINA di Sulawesi Tengah dan Gunung Kidul, Sibolga, NTT
55 (Flores). Survey belum dilakukan pada lokasi Program Desa Pesisir Tangguh (PDPT), karena tidak ada kegiatan penelitian yang berada pada lokasi PDPT.
Pada penelitian evaluatif ini, strategi yang digunakan adalah metode survey. Metode survey menurut Singaribuan (1992) merupakan metode pengambilan sampel dari suatu populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Pada penelitian evaluatif ini metode survey dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada responden dan dilakukan pengisian secara langsung dengan didampingi oleh peneliti. Sedangkan pada pengumpulan data, digunakan kuesioner berupa angket tertutup yaitu berupa jawaban yang dapat dipilih dengan 5 (lima) alternatif jawaban dengan skala likert.
Data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis statistik sederhana. Informasi yang diperoleh melalui kuesioner kemudian diolah dan dijelaskan secara deskriptif . Deskripsi penjelasan tersebut terkait dengan persepsi masyarakat terhadap Program Usaha Mina Pedesaan (PUMP): PUMP-Perikanan Tangkap, PUMP-Perikanan Budidaya, PUMP-Pengolahan dan Program Bantuan Kapal INKA MINA.
Contoh : Program Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (POKLAHSAR)
Kebijakan pengembangan usaha Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR) merupakan suatu program pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pemberdayaan usaha ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian rakyat Indonesia, khususnya melalui penyediaan lapangan kerja dan mengurangi kesenjangan sosial serta tingkat kemiskinan pada masyarakat .
Kebijakan Pengembangan usaha Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (POKLAHSAR) melalui Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) P2HP dalam kerangkan PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan bertujuan untuk menumbuhkembangkan wirausaha mikro kecil pengolahan dan pemasaran hasil perikana menjadi pewirausaha yang mandiri dan berdaya saing. Secara keseluruhan PUMP-P2HP telah membina kurang lebih 3.408 POKLAHSAR yang tersebar pada seluruh provinsi di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Program Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (POKLAHSAR) yang dilakukan di berbagai lokasi. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengisi daftar pertanyaan, kepada responden di setiap lokasi dan pertanyaan tersebut dikalsifikasi menjadi 3 kelompok, yaitu: kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat; keuntungan program untuk
56 masyarakat; dan program dapat meningkatkan produksi dan harga, dengan klasifikasi jawaban penilaian sangat buruk hingga sangat baik (skala 1-5). Data hasil penilaian responden terhadap POKLAHSAR disajikan pada Tabel : 3.24 dibawah ini.
Tabel : 3.26. Penilaian responden terhadap POKLAHSAR,PUGAR, PUMP Perikanan Tangkap, PUMP Perikanan Budidaya, Program Kapal INKA MINA KKP
Klasifikasi Pertanyaan Nilai Maksimum (Jawaban) Keterangan Nilai Rata-rata (Jawaban) Persentase (%) Kesesuaian Program dengan
Kebutuhan Masyarakat 5 3,8 75% Purwakarta 10 responden; Subang 9 responden;
Gresik 11 responden; Wonogiri 27 responden; Brebes 2 responden; Aceh 27 responden; Maros 3 responden; Sumenep 29 responden; Indramayu 10 responden; Brebes 2 responden; Jeneponto 26 responden; NAD 33 responden; Kerinci 11 responden; Gunung Kidul 18 responden; Subang 21 responden; Brebes 2 responden; Maros 9 responden; NTT 10 responden; Sibolga 3 responden;
Sumatera Selatan 24 responden; Sumbawa 24 responden; Flores 12 responden; Maros 10 responden;
Sulawesi Tengah 5 responden; Gunung Kidul 1 responden; Sibolga 1 responden; NTT 6 responden Keuntungan Program untuk
Masyarakat 5 4 80%
Program dapat
Meningkatkan Produksi dan
Harga 5 3,3 67%
Keterangan :
1. Survey dilakukan di berbagai lokasi
Data pada Tabel : 3.24 menunjukkan penilaian responden terhadap program POKLAHSAR, PUGAR, PUMP Perikanan Tangkap, PUMP Perikanan Budidaya, Program Kapal Inka Mina. Nilai rata-rata jawaban responden terhadap kesesuaian program sebesar 3,8, hal ini menunjukkan bahwa program POKLAHSAR, PUGAR, PUMP Perikanan Tangkap, PUMP Perikanan Budidaya, Program Kapal Inka Mina cukup sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan usahanya dengan persentase penilaian sebesar 75%. Menurut responden program POKLAHSAR, PUGAR, PUMP Perikanan Tangkap, PUMP Perikanan Budidaya, Program Kapal Inka Mina dapat memberikan keuntungan untuk masyarakat dengan persentase penilaian sebesar 80%
57 (nilai rataan 4), dan persepsi responden terhadap program ini untuk meningkatkan produksi dan harga adalah pada rata-rata 3,3 atau 67% dari skala 100.
Dari tingkat pencapaian indikator kinerja nomor 10 dan 11 memperlihatkan bahwa bahwa Balitbang KP sudah berhasil mencapai sasaran strategis “ Tersedianya kebijakan kelautan dan perikanan yang implementatif”. Nilai sasaran strategis tersebut adalah 106%
b. SASARAN STRATEGIS 5 : Tersedianya Jumlah Data Dan Informasi Ilmiah KP Nilai sasaran strategis Tersedianya Jumlah Data Dan Informasi Ilmiah KP sebesar 32%.Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran tersebut terdiri dari 2 (dua) IKU sbb :