• Tidak ada hasil yang ditemukan

Imbalan Pasca-Kerja Post-Employment Benefits Besarnya imbalan pasca-kerja dihitung

berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-undang No. 13 Tahun 2003. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan dengan imbalan pasca-kerja tersebut.

The amount of post-employment benefits is determined based on the outstanding regulation Law No. 13 Year 2003. No funding of the benefits has been made to date.

Perhitungan aktuaria terakhir Perusahaan atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang dilakukan oleh PT Padma Radya Aktuaria, aktuaris independen, tertanggal 30 Januari 2015.

Perhitungan aktuaria entitas anak atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang dilakukan oleh PT Milliman Indonesia (dahulu PT Eldridge Gunaprima Solution), PT Padma Radya Aktuaria, PT Sigma Prima Solusindo dan PT Gemma Mulia Inditama aktuaris independen, masing-masing tertanggal 20 Januari 2015, 30 Januari 2015, 2 Februari 2015 dan 28 Desember 2014.

The latest actuarial valuation report on the long-term employee benefits liability of the Company was from PT Padma Radya Aktuaria, an independent actuary, dated January 30, 2015.

Actuarial valuation reports on the long-term employee benefits liabilities of the subsidiaries were from PT Milliman Indonesia (formerly PT Eldridge Gunaprima Solution), PT Padma Radya Aktuaria, PT Sigma Prima Solusindo and PT Gemma Mulia Inditama, independent actuaries, dated January 20, 2015, January 30, 2015, February 2, 2015 and December 28, 2014, respectively.

Jumlah karyawan Grup yang berhak atas imbalan pasca-kerja tersebut sebanyak 1.084 dan 1.550 karyawan (tidak diaudit) masing-masing untuk tahun 2014 dan 2013.

Number of eligible employees of the Group is 1,084 and 1,550 employees (unaudited) in 2014 and 2013, respectively.

Rekonsiliasi nilai kini liabilitas imbalan kerja jangka panjang yang tidak didanai dengan jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang pada laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:

Reconciliation of the present value of long-term employee benefits liabilities with the amount of long-term employee benefits liabilities presented in the consolidated statements of financial position follows:

1 Januari 2013/

31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember 2012/

December 31, December 31, January 1, 2013/

2014 2013 December 31, 2012

Nilai kini liabilitas imbalan kerja jangka Present value of unfunded long-term

panjang yang tidak didanai 7.722.278 5.939.727 7.732.785 employee benefits liabilities Beban jasa lalu yang belum diakui (233.277) 60.195 354.310 Unrecognized past service costs Keuntungan (kerugian) aktuarial

yang belum diakui (55.157) 391.525 (853.173) Unrecognized actuarial gains (loss) Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 7.433.844 6.391.447 7.233.922 Long-term employee benefits liabilities

Nilai kini liabilitas imbalan kerja jangka panjang yang tidak didanai pada tanggal 31 Desember 2011, 2010, dan 2009 masing-masing sebesar US$ 6.840.255, US$ 5.351.650 dan US$ 3.158.327.

Present value of unfunded long-term employee benefits liabilities as of December 31, 2011, 2010 and 2009 amounted to US$ 6,840,255, US$ 5,351,650, and US$ 3,158,327, respectively.

Rincian dari beban imbalan kerja jangka panjang adalah sebagai berikut:

Long-term employee benefits expense consists of the following:

2014 2013

Beban jasa kini 969.061 1.392.630 Current service costs

Beban bunga 529.794 434.063 Interest costs

Beban jasa lalu 29.246 16.620 Past service costs

Keuntungan aktuarial (21.475) (7.007) Actuarial gain

Amortisasi rugi aktuarial dan Net amortization of actuarial losses

beban jasa lalu 537 - and past service costs

Keuntungan kurtailmen - (11.817) Curtailment gain

Efek mutasi karyawan - bersih (44.403) 19.642 Effect of transferred employees - net Pengakuan segera biaya jasa lalu - vested - (581.873) Immediate recognition of PSC - vested

Jumlah beban imbalan kerja Total long-term employee

jangka panjang 1.462.760 1.262.258 benefits expense

Beban imbalan kerja jangka panjang disajikan sebagai bagian dari “Beban umum dan administrasi” (Catatan 27) dan “Beban lain-lain”.

Long-term employee benefits expense is presented as part of "General and administrative expenses" (Note 27) and “Other expenses”.

Mutasi liabilitas imbalan kerja jangka panjang adalah sebagai berikut:

The movements of long-term employee benefits liabilities follows:

1 Januari 2013/

31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember 2012/

December 31, December 31, January 1, 2013/

2014 2013 December 31, 2012

Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Long-term employee benefits liabilities

awal tahun 6.391.447 7.233.922 8.256.240 at the beginning of the year

Beban imbalan kerja jangka panjang Long-term employee benefits expense

tahun berjalan 1.462.760 1.262.258 1.766.660 during the year

Pembayaran selama tahun berjalan (316.493) (117.789) (109.823) Payments made during the year

Penyesuaian - (321.588) - Adjusment

Liabilitas imbalan jangka panjang Transferred liability for transferred in

mutasi karyawan masuk (keluar) 83.317 (33.216) 84.666 (out) employees Penyesuaian selisih kurs

mata uang asing (187.187) (1.632.140) (2.763.821) Foreign exchange adjustment

Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Long-term employee benefits liabilities

akhir tahun 7.433.844 6.391.447 7.233.922 at the end of the year

Asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam perhitungan liabilitas imbalan kerja jangka panjang adalah sebagai berikut:

The principal assumptions used in the valuation of the long-term employee benefits liabilities are as follows:

1 Januari 2013/

31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember 2012/

December 31, December 31, January 1, 2013/

2014 2013 December 31, 2012

Tingkat bunga diskonto 5,75% - 9% 5,75% - 9% 5,75% - 7% Annual discount rate

Tingkat kenaikan gaji per tahun 7% - 10% 7% - 10% 6% - 10% Annual salary increase rate

Usia pensiun normal (tahun) 55 55 55 Normal retirement age (years)

Tabel mortalita TMI-III TMI-III TMI-III Mortality table

29. Pajak Penghasilan 29. Income Tax

a. Beban (penghasilan) pajak Grup terdiri dari: a. The Group’s tax expense (benefit) consists of the following:

Disajikan Kembali (Catatan 40)/

As Restated (Note 40)

2014 2013

Pajak kini 5.502.769 7.982.171 Current tax

Pajak tangguhan (2.794.188) (3.937.128) Deferred tax

Jumlah 2.708.581 4.045.043 Total

b. Pajak Kini b. Current Tax Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak

menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan rugi fiskal Perusahaan adalah sebagai berikut:

A reconciliation between income (loss) before tax per consolidated statements of comprehensive income and fiscal loss of the Company is as follows:

Disajikan Kembali (Catatan 40)/

As Restated (Note 40)

2014 2013

Laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan Income (loss) before tax per consolidated laba rugi komprehensif konsolidasian 11.579.462 (544.046) statements of comprehensive income Laba sebelum pajak entitas anak (7.419.358) (19.181.144) Income before tax of subsidiaries Laba (rugi) sebelum pajak Perusahaan 4.160.104 (19.725.190) Income (loss) before tax of the Company

Perbedaan temporer: Temporary differences:

Penyusutan dan amortisasi 12.759.541 (18.399.126) Depreciation and amortization Beban imbalan kerja jangka panjang 565.525 181.416 Long-term employee benefits expense

Lain-lain - 602.442 Others

Jumlah - bersih 13.325.066 (17.615.268) Net

Perbedaan tetap: Permanent differences:

Biaya yang tidak dapat dikurangkan - 457.238 Non-deductible expenses Penghasilan yang tidak

dikenakan pajak (2.842.101) (6.871.988) Non-taxable income

Jumlah - bersih (2.842.101) (6.414.750) Net

Laba kena pajak (rugi fiskal) 14.643.069 (43.755.208) Taxable income (fiscal loss)

Rugi fiskal tahun sebelumnya: Fiscal loss from previous years:

2013 (43.755.208) - 2013

2012 (11.197.786) (11.197.786) 2012

Penyesuaian atas rugi fiskal Adjustment on fiscal loss

sesuai hasil pemeriksaan pajak 6.541.640 - as per tax audit

Akumulasi rugi fiskal (33.768.285) (54.952.994) Accumulated fiscal losses

Beban pajak kini entitas anak 5.502.769 7.982.171 Current tax expense of the subsidiaries

Tidak terdapat utang pajak, karena Perusahaan mengalami rugi fiskal. Rugi fiskal dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak dalam periode 5 (lima) tahun sejak terjadinya.

No provision for corporate income tax was recognized since the Company incurred fiscal losses. Fiscal loss can be offset against the taxable income within a period of five (5) years after the fiscal loss was incurred.

c. Pajak Tangguhan c. Deferred Tax Rincian dari aset (liabilitas) pajak tangguhan

Grup adalah sebagai berikut:

The details of the Group’s deferred tax assets (liabilities) are as follows:

Dikreditkan (dibebankan) Selisih kurs ke laporan laba rugi

penjabaran/ komprehensif

Foreign konsolidasian/Credited currency (charged) to consolidated

1 Januari 2014/ translation statement of 31 Desember 2014/

January 1, 2014 adjustment comprehensive income December 31, 2014

Liabilitas Pajak Tangguhan Deferred Tax Liabilities

Entitas Induk Parent Company

Aset (liabilitas) pajak tangguhan Deferred tax assets (liabilities)

Rugi fiskal 13.738.248 - (5.296.177) 8.442.071 Fiscal loss

Long-term employee benefits Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 627.476 - 121.922 749.398 liability

Utang bank (24.444) - (43.425) (67.869) Bank loans

Cadangan kerugian penurunan nilai 11.547 - (11.547) - Allow ance for impairment Penyusutan dan amortisasi (34.376.566) - 3.196.987 (31.179.579) Depreciation and amortization

Liabilitas pajak tangguhan - bersih (20.023.739) - (2.032.240) (22.055.979) Deferred tax liabilities - net

Entitas Anak (219.719) 158 219.561 - Subsidiaries

Jumlah Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih (20.243.458) 158 (1.812.679) (22.055.979) Total Deferred Tax Liabilities - Net

Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets

Entitas Anak 11.978.707 (328.171) 4.606.867 16.257.403 Subsidiaries

Jum lah - Bersih (8.264.751) (328.013) 2.794.188 (5.798.576) Net

Dikreditkan (dibebankan) Selisih kurs ke laporan laba rugi

penjabaran/ komprehensif

Foreign konsolidasian/Credited currency (charged) to consolidated

1 Januari 2013/ translation statement of 31 Desember 2013/

January 1, 2013 adjustment comprehensive income December 31, 2013

Liabilitas Pajak Tangguhan Deferred Tax Liabilities

Entitas Induk Parent Company

Aset (liabilitas) pajak tangguhan Deferred tax assets (liabilities)

Rugi fiskal 2.239.557 - 11.498.691 13.738.248 Fiscal loss

Long-term employee benefits Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 614.993 - 12.483 627.476 liability

Utang bank (40.093) - 15.649 (24.444) Bank loans Cadangan kerugian penurunan nilai 8.379 - 3.168 11.547 Allowance for impairment Penyusutan dan amortisasi (23.821.428) - (10.555.138) (34.376.566) Depreciation and amortization

Liabilitas pajak tangguhan - bersih (20.998.592) - 974.853 (20.023.739) Deferred tax liabilities - net

Entitas Anak (3.862) - (215.857) (219.719) Subsidiaries

Jumlah Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih (21.002.454) - 758.996 (20.243.458) Total Deferred Tax Liabilities - Net

Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets

Entitas Anak 10.045.124 (1.244.549) 3.178.132 11.978.707 Subsidiaries

Jumlah - Bersih (10.957.330) (1.244.549) 3.937.128 (8.264.751) Net

Disajikan kembali (Catatan 40)/As restated (Note 40)

Dikreditkan (dibebankan)

Liabilitas Selisih kurs ke laporan laba rugi

pajak tangguhan penjabaran/ komprehensif

aset pertambangan/ Foreign konsolidasian/Credited Deferred tax currency Entitas (charged) to consolidated

1 Januari 2012/ liabilities translation anak/ statement of 31 Desember 2012/

January 1, 2012 for mine properties adjustment Subsidiary comprehensive income December 31, 2012

Liabilitas Pajak Tangguhan Deferred Tax Liabilities

Entitas Induk Parent Company

Aset (liabilitas) pajak tangguhan Deferred tax assets (liabilities)

Rugi fiskal - - - - 2.239.557 2.239.557 Fiscal loss

Long-term employee benefits Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 579.234 - - - 35.759 614.993 liability

Utang bank (64.759) - - - 24.666 (40.093) Bank loans

Cadangan kerugian penurunan nilai 159.884 - - - (151.505) 8.379 Allowance for impairment Penyusutan dan amortisasi (22.279.017) - - - (1.542.411) (23.821.428) Depreciation and amortization

Liabilitas pajak tangguhan - bersih (21.604.658) - - - 606.066 (20.998.592) Deferred tax liabilities - net

Entitas Anak - - - - (3.862) (3.862) Subsidiaries

Jumlah Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih (21.604.658) - - - 602.204 (21.002.454) Total Deferred Tax Liabilities - Net

Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets

Entitas Anak 4.590.001 (927.849) 917.716 62.340 5.402.916 10.045.124 Subsidiaries

Jumlah - Bersih (17.014.657) (927.849) 917.716 62.340 6.005.120 (10.957.330) Net

Disajikan kembali (Catatan 40)/As restated (Note 40)

Pada bulan Desember 2007, Pemerintah mengeluarkan PP No. 81 Tahun 2007 yang mengatur tentang penurunan tarif pajak penghasilan sebesar 5% dari tarif pajak penghasilan yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2008 untuk Perseroan Terbuka, apabila syarat-syarat tertentu mengenai komposisi pemegang saham terpenuhi. Pada tahun 2012, Perusahaan memenuhi persyaratan tersebut, sehingga Perusahaan menghitung pajak dengan tarif pajak 20%.

Efektif tanggal 21 November 2013, peraturan ini telah digantikan dengan PP No. 77 Tahun 2013 dengan tambahan persyaratan tertentu untuk dapat memperoleh penurunan tarif pajak penghasilan sebesar 5%. Pada tahun 2013, Perusahaan tidak lagi memenuhi persyaratan baru yang ditentukan, sehingga Perusahaan menghitung pajak dengan tarif pajak normal yaitu 25% termasuk perhitungan liabilitas pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2013.

In December 2007, the Government issued a PP No. 81 Tahun 2007 relating to a tax rate reduction of 5% from the applicable tax rates for publicly listed entities effective January 1, 2008, if they comply with certain requirements relating to shareholding composition. In 2012, the Company has complied with these requirements, thus the Company has applied the corporate tax rate of 20%. Effective November 21, 2013, this is replaced by PP No. 77 Tahun 2013 with additional requirement to be entitled to a tax rate reduction of 5%. In 2013, the Company hasn’t complied with these additional requirements, thus, has applied the normal corporate tax rate of 25% and in calculating its deferred tax liabilities as of December 31, 2013.

Manajemen berpendapat bahwa aset pajak tangguhan di atas dapat terpulihkan seluruhnya dengan penghasilan kena pajak di masa yang akan datang sebelum manfaat pajak tersebut berakhir.

Management believes that the above deferred tax assets can be fully recovered through future taxable income before the tax benefits expire.

Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba (rugi) akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:

A reconciliation between the total tax expense and the amounts computed by applying the effective tax rate to income (loss) before tax of the Company is as follows:

Disajikan Kembali (Catatan 40)/

As Restated (Note 40)

2014 2013

Laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan Income (loss) before tax per consolidated laba rugi komprehensif konsolidasian 11.579.462 (544.046) statements of comprehensive income Laba sebelum pajak entitas anak (7.419.358) (19.181.144) Income before tax of subsidiaries Laba (rugi) sebelum pajak Perusahaan 4.160.104 (19.725.190) Income (loss) before tax of the Company Beban (penghasilan) pajak dengan

tarif yang berlaku 1.040.026 (4.931.298) Tax expense (benefit) at effective tax rate

Pengaruh pajak atas perbedaan tetap : Tax effect of permanent differences :

Penghasilan yang tidak dikenakan pajak (710.525) (1.717.997) Non-taxable income

Biaya yang tidak dapat dikurangkan - 114.310 Non-deductible expenses

Jumlah - bersih (710.525) (1.603.687) Net

Penyesuaian atas pajak tangguhan 1.702.739 7.238.001 Adjustment on deferred tax Jumlah beban pajak Perusahaan 2.032.240 703.016 Total tax expense of the Company

Beban pajak entitas anak 676.341 3.342.027 Tax expense of the subsidiaries

Jumlah beban pajak 2.708.581 4.045.043 Total tax expense

d. Pemeriksaan Pajak d. Tax Assessments

Taksiran tagihan pajak Grup terdiri dari: The Group’s estimated claims for tax refund consists of:

1 Januari 2013/

31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember 2012/

December 31, December 31, January 1, 2013/

2014 2013 December 31, 2012

Perusahaan The Company

The overpayment of corporate

Kelebihan pembayaran pajak badan income tax

Tahun 2008 2.172.073 2.172.073 2.172.073 Year 2008

Tahun 2009 976.528 976.528 976.528 Year 2009

Tahun 2010 51.570 51.570 51.570 Year 2010

Tahun 2012 468.019 1.581.978 - Year 2012

Tahun 2013 1.690.739 - - Year 2013

Lain-lain 1.177.581 1.201.830 1.514.908 Others

Jumlah 6.536.510 5.983.979 4.715.079 Total

Entitas anak 2.211.483 5.574.814 7.044.670 Subsidiaries

Jumlah 8.747.993 11.558.793 11.759.749 Total

1) Pajak Penghasilan Pasal 23 1) Income Tax Article 23 Pada tahun 2009, Perusahaan

menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) untuk pajak penghasilan pasal 23 tahun fiskal 2007 sebesar Rp 5.452.754.781. Perusahaan mengajukan keberatan atas SKPKB tersebut. Pada tahun 2010, Perusahaan menerima Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak (SKDJP) yang menolak keberatan yang diajukan Perusahaan atas SKPKB tersebut. Perusahaan mengajukan banding atas SKDJP tersebut. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan masih menunggu keputusan dari Pengadilan Pajak.

In 2009, the Company received Assessment Letter of Tax Underpayment (SKPKB) for income tax article 23 for fiscal year 2007 amounting to Rp 5,452,754,781. The Company filed an objection letter to the Tax Office on the SKPKB. In 2010, the Company received Decision Letter of Directorate General of Taxation (SKDJP), rejecting the objection filed on the SKPKB. The Company has filed an appeal against the SKDJP. As of date of completion of the consolidated financial statements, the Company is still awaiting for the decision from the Tax Court.

2) Pajak Pertambahan Nilai 2) Value Added Tax Pada tahun 2010, Perusahaan

menerima Putusan Pengadilan Pajak yang memutuskan mengabulkan seluruh gugatan yang diajukan Perusahaan atas Surat Tagihan Pajak (STP) (a.n. SV) untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tahun fiskal 2004 sebesar Rp 2.037.351.805.

Direktur Jendral Pajak (DJP) mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas Putusan Pengadilan Pajak tersebut. Atas Memori PK yang diajukan oleh DJP, Perusahaan telah menyampaikan Kontra Memori PK.

Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan masih menunggu surat keputusan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia.

In 2010, the Company received Decision Letter from Tax Court, accepting all claims made by the Company on the Tax Collection Letter (STP) (cq SV) for Value Added Tax (VAT) for fiscal year 2004 amounting to Rp 2,037,351,805. Directorate General of Taxation (DJP) filed a Request for Reconsideration (PK) on the Decision Letter from Tax Court. On “Memori PK”

filed by DJP, the Company has filed a “Kontra Memori PK”. As of date of completion of the consolidated financial statements, the Company is still awaiting for the decision letter from the Supreme Court of Republic of Indonesia.

Pada tahun 2009, Perusahaan menerima SKPKB untuk PPN tahun fiskal 2007 sebesar Rp 7.027.399.104.

Pada tahun 2010, Perusahaan menerima SKDJP yang menerima sebagian keberatan yang diajukan Perusahaan atas SKPKB tersebut, sehingga SKPKB diturunkan menjadi sebesar Rp 6.497.477.972.

Perusahaan mengajukan banding atas SKDJP tersebut. Pada tahun 2012, Perusahaan menerima putusan pengadilan pajak yang memutuskan mengabulkan sebagian permohonan banding Perusahaan, sehingga SKDJP dihitung kembali menjadi sebesar Rp 199.318.166. DJP mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas Putusan Pengadilan Pajak tersebut. Atas Memori PK yang diajukan oleh DJP, Perusahaan telah menyampaikan Kontra Memori PK. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan masih menunggu keputusan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia.

In 2009, the Company received SKPKB for VAT for fiscal year 2007 amounting to Rp 7,027,399,104. In 2010, the Company received SKDJP, accepting partially, the objection filed on the SKPKB, wherein SKPKB was reduced to be Rp 6,497,477,972. The Company has filed an appeal against the SKDJP.

In 2012, the Company received a decision from the Tax Court, accepting part of appeals made by the Company, thus, SKDJP was recalculated to Rp 199,318,166. DJP filed a request for reconsideration (PK) on the Decision Letter from Tax Court.

On “Memori PK” filed by DJP, the Company has filed a “Kontra Memori PK”. As of date of completion of the consolidated financial statements, the Company is still awaiting for the decision from the Supreme Court of Republic of Indonesia.

Pada tahun 2010, Perusahaan menerima SKPKB untuk PPN tahun fiskal 2008 sebesar Rp 63.747.256.066. Perusahaan mengajukan keberatan atas SKPKB tersebut. Pada tahun 2011, Perusahaan menerima SKDJP yang menolak keberatan atas SKPKB tersebut dan kemudian mengajukan banding atas SKDJP tersebut. Pada Januari 2015, Perusahaan telah menerima Putusan Pengadilan Pajak, yang mengabulkan sebagian permohonan banding Perusahaan, sehingga SKDJP dihitung kembali menjadi kurang bayar sebesar Rp 487.170.656.

In 2010, the Company received SKPKB for VAT for fiscal year 2008 amounting to Rp 63,747,256,066. The Company has filed objection letters against the SKPKB. In 2011, the Company received SKDJP, rejecting the objection filed on the SKPKB and has filed an appeal against the SKDJP. In January 2015, the Company received the Decision Letter from Tax Court, accepting part of appeals made by the Company, thus, SKDJP was recalculated underpayment to Rp 487,170,656.

3) Pajak Penghasilan Badan - 2008 3) Corporate Income Tax - 2008 Pada tahun 2010, Perusahaan

menerima SKPKB untuk pajak penghasilan badan tahun fiskal 2008 sebesar US$ 3.794.526. Perusahaan mengajukan keberatan atas SKPKB tersebut. Pada tahun 2011, Perusahaan menerima SKDJP yang menolak keberatan atas SKPKB tersebut dan kemudian mengajukan banding atas SKDJP tersebut. Pada Januari 2015, Perusahaan telah menerima Putusan Pengadilan Pajak, yang mengabulkan sebagian permohonan banding Perusahaan, sehingga SKDJP dihitung kembali menjadi lebih bayar sebesar US$ 2.172.073.

In 2010, the Company received SKPKB for corporate income tax for fiscal year 2008 amounting to US$ 3,794,526. The Company has filed an objection letter against the SKPKB. In 2011, the Company received SKDJP, rejecting the objection filed on the SKPKB and has filed an appeal against the SKDJP.

In January 2015, the Company received the Decision Letter from Tax Court, accepting part of appeals made by the Company, thus, SKDJP was recalculated overpayment to US$ 2,172,073.

30. Laba (Rugi) per Saham 30. Earnings (Loss) per Share