• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Data

4.1.2 Hasil Penelitian Implementasi Kode Etik Pustakawan pada Perpustakaan Universitas Pembangunan Panca Budi Perpustakaan Universitas Pembangunan Panca Budi

4.1.2.2 Implementasi Hubungan Pustakawan dengan Pengguna

Kepentingan utama pustakawan adalah pengguna. Pengguna merupakan orang yang menggunakan fasilitas yang disediakan di perpustakaan, baik koleksi buku maupun lainnya. Kewajiban pustakawan kepada pengguna dimuat dalam kode etik pustakawan yang dikeluarkan oleh IPI. Berikut adalah beberapa penjabaran hubungan pustakawan dengan pengguna yang meliputi:

1. Pustakawan menjunjung tinggi hak perorangan atas informasi.

Pustakawan menyediakan hak akses tak terbatas kepada pengguna perpustakaan. Pustakawan memberikan kebebasan kepada pengguna untuk memperoleh informasi yang ada di perpustakaan baik dalam bentuk cetak ataupun elektronik.

Kutipan hasil wawancara yang dilakukan kepada beberapa informan diperoleh jawaban yaitu:

: “Menurut saya ya, memberi informasi sesuai yang dibutuhkannya, dia bertanya ya kita jawab sesuai dengan kebutuhannya. Dia bertanya tentang buku, ya kita layani kita tanya dia butuh buku yang mana.”

: “Dalam pelayanan kalau mereka datang ya kita tanya mau ngapain mau cari buku, kami tunjukkan kalau mau cari buku silahkan ke komputer dulu buka opac, nanti kamu cari buku apa yang mau kamu cari. Nanti kalau disitu keluar nomornya, baru kamu cari bukunya ke rak, saya bilang begitu. Jadi semua buku disini ngak bisa dipinjam, dia butuh sekali dengan buku tersebut, maka kami sarankan dia untuk menfoto copy buku tersebut tapi kami sendiri yang foto copy bukunya, kalau jurnal serta majalah itu hanya bisa dilihat ditempat. Kami memberikan kebebasan kepada pemustaka untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, baik bentuk buku maupun secara online.”

: “Kami memberikan informasi kepada pengguna. Kami layani..kalau misalkan dia mintak informasi mengenai buku ataupun jurnal, ada lagi kemaren itu ada yang mintak link jurnal open access…ya kami kasih.

E-book, E-journal kalau itu memang tugas mereka dari dosennya dan dia mintak, ya kita harus tau apa link jurnal yang dia maksud gitu..baru kita berikan.”

Dari pendapat informan 1, 2, 3, dan 4 di atas dapat disimpulkan, bahwa pustakawan sudah menerapkan kode etik pustakawan tentang hak perorangan atas informasi dengan memberikan informasi sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pengguna, pustakawan juga menyediakan akses tak terbatas kepada pengguna, tidak mengahalangi pengguna memperoleh informasi dan membantu pengguna yang kesulitan dalam mencari informasi.

2. Pustakawan berkewajiban melindungi hak privasi pengguna dan kerahasiaan menyangkut informasi yang dicari.

Seorang pustakawan harus dapat menjaga atau menyimpan informasi pribadi ataupun informasi yang diperoleh oleh pemustaka dengan tidak memngumumkannya atau memberitahukannya kepada pengguna lain.

Seperti halnya jika ada pemustaka/ orang lain yang ingin mengetahui tentang data keanggotaan/ data pribadi serta informasi yang diperoleh dari pengguna lain.

Hasil wawancara dengan beberapa informan dicantumkan dalam kutipan berikut:

: “Merahasiakan privasi dia, seperti tidak membocorkan apa yang diminta dia dari kita kepada orang lain dan apa yang dicarinya.

Misalnya ada salah satu pengguna yang kebetulan mencari buku yang sama. Misalnya si A mau meminjam buku ni buku 1, sementara buku ini sama si B, saya tidak bilang buku ini sama dia.”

: “Kalau orang lain datang kesini nanya mahasiswa ini ada kuliah disini ngak, namanya ini. Seandainya memang ada pasti kami tanya untuk apa gitu, kalau dia ngak jelas alasannya kami pasti ngak kasih.

Jadi kita ngak bisa ngasih informasi pengguna kepada orang lain, karna itu kan privasi orang, kita izin dulu baru bisa dikasih ke orang.”

: “Memberikan data tersebut, jika dalam keadaan darurat. Kalau memang dia butuh kali gitu memang darurat, kayak misalnya denda gitu dan dia pake KTM temannya. Nah itu kita kasih datanya dan nomor handphonenya..kita kasih alamatnya dimana, nanti kita sendiri yang berkomunikasi dengan temannya itu.”

: “Ya kita tetap mengutamakan privasi seseorang. Kita ngak bisa sembarangan memberi informasi pribadi pengguna kepada orang lain.

Kalaupun dia misalnya cari buku ataupun minjam buku, kita juga ngak perlu ngasih tau sama yang lain dia cari atau pinjam buku apa, itukan privasi dia.”

Berdasarkan hasil kutipan wawancara dengan informan 1, 2, 3 dan 4 di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pustakawan selalu menjaga

kerahasiaan informasi yang dicari pengguna serta data pribadi pengguna, walaupun masih ada yang akan memberikan data pribadi pengguna jika dalam keadaan darurat serta jika sudah mendapat izin dari pengguna yang bersangkutan.

3. Pustakawan mengakui dan menghormati hak milik intelektual.

Pustakawan harus dapat melindungi hak cipta sebuah karya sesuai dengan undang-undang hak cipta. Karena tidak semua informasi dapat diakses secara bebas dan perlu adanya izin terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi tersebut. Misalnya karya seperti skripsi. tesis ataupun disertasi.

Jawaban informan tentang hak milik intelektual disajikan dalam kutipan berikut:

: “Itukan ada dilembar-lembar halaman mereka ada mencantumkan surat pernyataan yang memakai materai 6000, bahwa skripsi mereka itu bukan plagiat dan bukan hasil ciptaan dari orang lain dan memang hasil dari karya orang itu sendiri, jadi tidak ada ke khawatiran untuk di jiplak, kalau misalkan dijiplakkan itu konsekuensi dari mereka sendiri, karena mereka sudah makai materai 6000 dan ditanda tangai oleh pemilik skripsi.”

: “Kalau dibilang menjaga dan melindungi, ya kami disini menjaganya ya kayak ngak boleh dipinjam keluar agar skripsi yang ada disini ngak hilang dan tetap terawat.”

: “Itu hak orang plagiatcheker sebenarnya, kalau memang ketauan di perpustakaan. Kami itu ngelapornya ke fakultas dulu gitu, yasudah nanti orang pegawai disana yang memproses pemustaka tersebut.

Kalau ada yang ingin mengutip atau menggandakan ngak pernah kami kasih, soalnya kan hanya bisa baca ditempat. Karena itu mereka hanya bisa memfoto atau baca di tempat saja.”

: “Ya kita menjaganya ya disusun dengan rapi saja, ada arak khusus bagian koleksi skripsi disini. Skripsi itu tidak boleh dipinjam hanya boleh dibaca di tempat saja gitu aja sih.”

Berdasarkan kutipan jawaban dari informan 1, 2, 3 dan 4 di atas dapat diketahui bahwa pustakawan telah berupaya untuk menjaga hak milik

intelektual dengan cara disusun dengan rapi, tidak dapat dipinjam agar terhindar dari oknum yang ingin menggunakan karya tersebut untuk hal negatif serta agar tidak ada yang menggandakan hasil karya tersebut secara semena-mena.