• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Data

4.1.2 Hasil Penelitian Implementasi Kode Etik Pustakawan pada Perpustakaan Universitas Pembangunan Panca Budi Perpustakaan Universitas Pembangunan Panca Budi

4.1.2.3 Implementasi Hubungan Antar Pustakawan

Pustakawan tidak hidup sendiri, tetapi terdiri dari individu-individu yang memiliki arah dan tujuan yang sama dalam profesi. Dalam melaksanakan tugasnya serta untuk mencapai keunggulan dalam profesinya, pustakawan harus bekerjasama dengan pustakawan lain untuk mengembangkan potensi dan pengetahuan yang dimiliki.

1. Pustakawan berusaha mencapai keunggulan dalam profesinya dengan cara memelihara dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.

Hal ini dapat diartikan bahwa pustakawan dapat bekerja sama dengan pustakawan lain, saling berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh setiap pustakawan.

Berikut hasil wawancara dengan beberapa informan yang dicantumkan dalam beberapa kutipan:

: “Dengan mengikuti seminar atau pelatihan. Paling waktu seminar saya berbagi pengalaman, berbagi cerita sesama pustakawan.”

: “Kalau antar pustakawan kayak sharing-sharing pekerjaan. Misalnya saya ngak tahu masalah input buku, saya tanya ke teman-teman nanti mereka ajarin. Terus teman saya ngak tau ni cara nomorin skripsi ya sudah saya ajarin juga.”

: “Kami hanya sharing perihal pekerjaan dan tugas masing-masing, rajin mengikuti seminar, bazar buku itu saja.”

: “Kepala perpustakaan kami ada menyuruh kami untuk mengikuti seminar atau pelatihan, dimana nanti materi yang didapat dari seminar itu nanti bisa diterapkan diperpustakaan dan kami juga bisa sharing materi yang didapat tadi antar sesama pustakawan.”

Dari hasil wawancara dengan beberapa informan di atas tentang keunggulan dalam profesi dan pengembangan pengetahuan dapat disimpulkan bahwa pustakawan telah melakukan knowledge sharing/

berbagi pengetahuan perihal materi atau pengetahuan yang di peroleh dari pelatihan adan seminar kepada pustakawan lainnya. Hal tersebut sudah berkenaan dengan yang dijabarkan didalam kode etik pustakawan.

2. Pustakawan bekerja sama dengan pustakawanlain dalam upaya mengembangkan kompetensi profesional pustakawan, baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok.

Pustakawan selain harus menguasai teknologi, akses terhadap informasi melalui personal pun diperlukan, yaitu membina pertemanan dengan pustakawan di luar instansi tempat kerja. Antara pustakawan satu dan lainnya saling memberikan masukan atas kinerja dan hasil kerja yang telah dilaksanakan.

Pernyataan ini sama dengan yang dikemukakan oleh beberapa informan dalam kutipan hasil wawancara berikut:

: “Saya tanya secara pribadi saja melalui media sosial, kalau ada yang ngak kita tahu ataupun kalau mereka yang tidak tahu, mereka yang bertanya kepada saya, kalau ngak saya yang bertanya kepada mereka.”

: “Komunikasi dengan baik, kalau dia nanya kita jawab kalau ngak tau kita tanya juga, kita sharing melalui whattsap.”

:“Yang kami lakukan menghubungi pihak perpustakaannya dulu, kemudian lanjutlah bagaimana kedepannya bisa ngak menjalin kerjasama, kan itu berguna juga untuk perkembangan perpustakaan.”

: “Sharing yang biasa kami lakukan. Sharing bisa langsung dan tidak langsung, melalui telephon atau nanti misalnya ketika jumpa. Sharing-sharing mengenai perpustakaan, apa yang udah diterapkan sama mereka, apa yang kurang disini, mana tau perpustakaan teman kita lebih bagus kan.”

Berdasarkan pernyataan yang diungkapkan oleh beberapa informan di atas, dapat disimpulkan bahwa pustakawan dalam membina kerja sama dengan pustakawan lain dalam mengembangkan kompetensi perorangan yaitu dengan cara komunikasi serta sharing secara pribadi melalui media sosial seperti melalui telepon ataupun bertemu secara langsung.

3. Pustakawan memeliharadan memupuk hubungan kerjasama yang baik antar sesama rekan.

Interaksi antar-pustakawan dalam kehidupan di satu instansi adalah suatu keharusan. Pustakawan dituntut untuk menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan bersikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini mencoba menggali upaya yang dapat dilakukan pustakawan dalam menjaga interaksi antar pustakawan.

Berdasarkan wawancara kepada beberapa informan didapatkan hasil seperti berikut:

: “Saling menjaga, saling bekerja sama, saling membantu sesuai dengan batasan- batasan.”

: “Kalau itu ya, kalau ada masalah sedikit jangan dibesar-besarin, kami langsung selesaikan sama-sama. Bahkan kami disini orangnya suka bercanda, kayak ribut-ribut gitu ngak pernah sih. Kami disini bawaannya lebih santai, bercanda biar jangan ada selisih paham, komunikasi yang baik, menjaga cara biacara, agar teman kita tidak sakit hati. “

: “Sering-sering berkomunikasi dan bertukar pikiran.”

: “Komunikasi. Komunikasi itu hal yang paling diutamakan.”

Berdasarkan pendapat yang diberikan beberapa informan di atas dapat disimpulkan bahwa pustakawan UNPAB sangat menjaga dan memelihara hubungan baik antar sesama rekan pustakawan dengan sering berkomunikasi dengan baik.

4. Pustakawan memiliki kesadaran,kesetiaan, danpenghargaan terhadap korps pustakawan secara wajar.

Korps pustakawan adalah sekumpulan pustakawan yang berada dalam satu kesatuan (badan/ organisasi). Pustakawan memiliki kesadaran yang tinggi, kesetiaan dan memberikan yang terbaik kepada korps atau kelompok profesinya.

Berdasarkan wawancara kepada beberapa informan mengatakan bahwa:

: “iya bersikap biasa saja, karena saya jarang ikut- ikut organisasi di luar, jadi kalau misalkan bertemu ya sudah, mereka bertanya tentang perpustakaan kita ya kita jawab dan kalau saya mau tau tentang perpustakaan mereka, ya saya juga tanya sama mereka. Ya sebatas itu saja, ngak sampe ya disini gajinya berapa.”

: “Sama sih kayak yang tadi. Dalam berkomunikasi, kalau sikap mereka baik kami juga baik, kalau mereka kayak ngak suka liat kita ya jangan kita balas kayak gitu, namanya kita di organisasi. Kalau di organisasikan berarti banyak orang bukan Cuma 1,2, 3. Jadi kita harus mengambil sikap kita sendiri, soalnya kalau dalam organisasi ini kalau kita ngomong sembarangan mereka sakit hati, nanti pasti ngak ada lagi untuk kumpul begitu , lebih menjaga lisan aja.”

: “Tetap menjaga silaturrahmi, mau itu di grup ataupun di tempat ketemu acara.”

: “Ya, saya belum ada ikut organisasi ya jadi saya ngak bisa jawab.”

Berdasarkan pendapat yang diberikan beberapa informan di atas dapat disimpulkan bahwa penghargaan dan kesetiaan terhadap korps pustakawan bergantung pada diri sendiri, dengan menjaga sikap, tetap menjaga silaturrahmi serta komunikasi yang baik.

5. Pustakawan menjaga namabaik dan martabat rekan,baik di dalam maupun di luar kedinasan.

Dalam hal ini sesama pustakawan berkewajiban saling menegur , mengingatkan jika terjadi kekeliruan atau penyimpangan yang dapat merugikan nama baik diri dan profesi baik di dalam maupun diluar instansi sehingga dapat meningkatkan kualitas diri dan profesi.

Hal tersebut dibuktikan dalam kutipan wawancara dengan para informan berikut:

: “Bekerja sesuai tupoksi, ya sudah itu saja. Bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi , tugas pokok pustakawan itu apa, ya sudah itu aja yang dikerjain ngak usah masuk ke ranah-ranah wilayah orang lain, hanya punya kita sendiri gitu saja.”

: “Ya, kalau ada yang menjelek kan dia ya kita jangan ikut jelek-jelekin dia juga, namanya kita menjaga nama baik teman. Ya kalau bisa ya kita bilang sama yang jelek-jelek kan dia itu kalau teman kita itu ngak seperti itu, gitu kalau menurut saya.”

: “Tidak membuka aib instansi maupun rekan kerja.”

: “Pokoknya kalau terdapat masalah atau konflik..ya jangan diumbar-umbar kesiapa saja, cukup hanya kita aja yang tau tentang permasalahan itu gitu.”

Berdasarkan pendapat yang diberikan beberapa informan di atas dapat disimpulkan bahwa pustakawan sudah berusaha menjaga nama baik intansi, menjaga nama baik rekan dengan cara bekerja sesuai tupoksi agar tidak merugikan nama baik diri dan instansi itu sendiri.