• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN

C. Efektivitas Kebijakan Kartu Identitas Anak di Kelurahan

5. Perubahan Nyata

Berdasarkan pada implementasi kebijakan pelaksanaan KIA di Kel.

Mekar Jaya, perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah kebijakan KIA dikeluarkan oleh Kementrian Dalam Negeri dan Pemerintah Kota Depok, secara teknis menurut peneliti belum terlihat secara jelas perubahan yang terjadi. Karena pada tujuan dan pemanfaatan KIA masih sangat kurang untuk dirasakan oleh anak.

Sebagaimana yang dikatakan oleh salah satu orang tua anak yang telah memiliki KIA yaitu Santi, sebagai berikut:

107 Wawancara pribadi dengan Harti sebagai warga Kelurahan Mekar Jaya, 14 September 2020, Pukul 19.00 WIB di Rumah Bu Suharti

71

“kalau KIA belum pernah aku pake sih sama sekali, katanya bisa buat daftar rawat inap sama jadi kaya KTP, tapi sampai sekarang belum pernah kepake”108

Dari jawaban yang diberikan oleh Santi menjelaskan bahwa walaupun sudah memiliki KIA manfaat atau dampak yang dirasakan oleh anak belum ada dan terasa, karena tidak ada manfaat yang secara nyata dan jelasa yang didapatkan oleh anak ketika memiliki KIA.

Terlebih lagi dibuatnya KIA di Kota Depok sebagai upaya untuk menciptakan Kota Layak Anak hanya berdasarkan formalitas kebijakan saja, sehingga dampak yang dirasakan oleh anak pada KIA yang dimiliki tidak berbeda jauh ketika tidak memiliki KIA, padahal untuk kebijakan KIA di Kota Depok sudah berjalan selama lima tahun.

Dari pemaparan faktor menurut Steers untuk melihat bagaimana efektivitas dari kebijakan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kel.

Mekar Jaya Kec. Sukmajaya Kota Depok, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kebijakan KIA di Kel. Mekar Jaya belum efektif.

Hal tersebut dapat dilihat pada jumlah anak yang memiliki KIA di wilayah Kel. Mekar Jaya yang masih sangat kurang dari jumlah keseluruhan anak, yaitu hanya 25% dari jumlah keseluruhan. Pada ketepatan waktu juga masih sangat jauh dari apa yang seharusnya dilakukan, sehingga hal tersebut berdampak pada kekecewaan masyarakat untuk membuat KIA karena pembuatan KIA yang membutuhkan waktu yang sangat lama.

108 Wawancara pribadi dengan Santi sebagai warga Kelurahan Mekar Jaya, 22 Juli 2020, Pukul 13.30 WIB di Rumah Bu Santi

72

Selain itu, pada tujuan belum sepenuhnya tercapai mengingat identitas melalui Akta Kelahiran masih lebih penting dan utama dalam pengurusan administrasi atau pendaftaran masuk sekolah, pada pemanfaatan KIA juga belum dirasa cukup karena hanya fasilitas berupa pendaftaran masuk sekolah yang menjadi salah satu manfaat yang bisa dirasakan oleh anak. Serta belum adanya perubahan nyata yang dirasakan ketika sebelum sampai sesudahnya KIA berjalan di wilayah Kel. Mekar Jaya.

Maka dari itu, perlu untuk Pemerintah Kota Depok dan Kementrian Dalam Negeri agar dapat mengevaluasi serta meningkatkan pelaksanaan dan pemanfaatan kebijakan KIA, baik pada meningkatkan sumber daya atau sarana dan prasarana yang mendukung berjalannya kebijakan KIA, hingga pada pelaksanaan dan peningkatan pemanfaatan dari diberikannya KIA kepada anak.

Sehingga tujuan yang diharapkan dari kebijakan KIA ini dapat terlaksana dengan baik, serta dapat memberikan manfaat secara menyeluruh untuk anak dan lingkungan tempat tinggal anak.

D. Faktor Penghambat Efektivitas Kebijakan KIA di Kelurahan Mekar Jaya

Kebijakan pembuatan KIA di Kota Depok sudah berjalan sejak 2015 hingga sekarang, diawali dengan KIA lokal berdasarkan Peraturan Wali Kota Depok pada 2015, kemudian berubah menjadi KIA nasional berdasarkan.

73

Selama berjalannya program kebijakan KIA sudah banyak usaha dari berbagai pihak pemerintah Kota Depok untuk menyukseskan kebijakan KIA.

Usaha yang dilakukan oleh pemerintah Kota Depok dalam menyukseskan kebijakan KIA tersebut tentunya bertujuan untuk meningkatkan administrasi warga Kota Depok serta memberikan identitas yang sah kepada warga Kota Depok, khususnya usia 0-17 tahun yang belum memiliki identitas secara sah dan terlegitimasi.

Akan tetapi, pada perjalanannya masih banyak hambatan-hambatan yang dilalui untuk menyukseskan dan mengefektifkan kebijakan KIA, sehingga masih banyak anak-anak di Kelurahan Mekar Jaya yang belum memiliki KIA, mengingat kebijakan yang dibuat sudah dimulai sejak 2015 namun belum terlihat peningkatan masyarakat yang sudah memiliki KIA dan pemanfaatan yang diberikan oleh pemerintah. Berikut faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas kebijakan KIA di Mekar Jaya:

1. Fasilitas Sarana dan Prasarana

Pelaksanaan kebijakan KIA di Kota Depok, khususnya di Kelurahan Mekar Jaya sudah berlangsung sejak 2017, pada pelaksanaannya banyak hambatan-hambatan yang terjadi, sehingga masih belum efektif pelaksanaan kebijakan di Kelurahan Mekar Jaya. Seperti yang dijelaskan oleh Bapak Zainal Arifin selaku Lurah Mekar Jaya yang mengatakan bahwa:

74

“Jadi kalau hambatan sebenernya, kalau semua ada tersedia yang saya ceritakan apabila stok kartu tidak terkendala, mesin juga tidak ada macet-macet, lancar itu tidak ada terkendala terkait pelayanan. Tetapi adakalanya, memang sih tidak setiap bulan, beberapa bulan apabila stok kartu habis ini kita masih menunggu stok kartu yang disiapkan oleh Disdukcapil, ya apabila sudah terpenuhi kembali lagi normal”109

Informasi tersebut menjelaskan bahwa hambatan yang terjadi pada pelaksanaan kebijakan pembuatan KIA di Kelurahan Mekar Jaya karena mesin kartu hanya diberikan 1 untuk 1 kecamatan, sehingga setiap kelurahan harus bergantian menggunakan mesin kartu.

Selain itu, kurangnya stok kartu yang diberikan oleh Disdukcapil sebagai penyedia kartu, sehingga membutuhkan waktu yang lama pada pembuatan KIA. Pemberian kartu oleh Disdukcapil juga tidak dapat diprediksi waktunya, paling cepat satu minggu pemberian kartu atau paling lama bisa membutuhkan waktu satu bulan. Sebagaimana dijelaskan oleh Lurah Mekar Jaya Bapak Zainal Arifin di bawah ini:

“jadi kalau stok kartu tidak bisa diprediksi kadang, bisa seminggu, bisa dua minggu, yang saya cerita tadi, sempet dua bulan. Tapi itu waktu yang paling lama pada saat itu, jadi paling lambat ya dua tiga minggu atau empat minggu paling lebih seringnya”110

Kurang maksimalnya fasilitas yang dimiliki Kelurahan Mekar Jaya untuk meningkatkan pelayanan pembuatan KIA menghambat berjalannya kebijakan KIA di Kelurahan Mekar Jaya, sehingga implementasi kebijakan KIA belum berjalan dengan efektif.

109 Wawancara pribadi dengan Zainal Arifin sebagai Lurah Mekar Jaya, 26 Juni 2020, Pukul 08.00 WIB di Kantor Kelurahan Mekar Jaya

110 Wawancara pribadi dengan Zainal Arifin sebagai Lurah Mekar Jaya, 26 Juni 2020, Pukul 08.00 WIB di Kantor Kelurahan Mekar Jaya

75 2. Komunikasi

Hambatan lain yang memengaruhi pada tidak efektifnya dari kebijakan KIA di Kel. Mekar Jaya yaitu sosialisasi yang tidak dilakukan secara luas dan menyeluruh oleh pihak Kel. Mekar Jaya dan Pemerintah Kota Depok secara umum, karena spanduk dan alat sosialisasi berbentuk fisik tidak dipasang di wilayah Kel. Mekar Jaya, sosialisasi hanya diberikan melalui lisan atau mulu ke mulut. Sebagaimana yang dikatakan oleh RW 18 Ahmad Suhendra yang mana di wilayah RW18 tidak diberikan spanduk oleh petugas Kel. Mekar Jaya, berikut kutipannya:

“untuk himbauan dan surat dari kelurahan alhamdulillah sudah mendapatkan dan ditindak lanjuti ke RT, bahkan kita mengerjakan kader PKK dan data sudah kita kirim. Namun untuk spanduk belum ada”111

Kurangnya media komunikasi yang dilakukan oleh pihak Kel.

Mekar Jaya berdampak pada masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang kebijakan KIA tersebut, sehingga hanya sedikit orang tua yang membuatkan anaknya KIA.

3. Sumber Daya Manusia

Hambatan terakhir yaitu pada staf atau petugas yang dimiliki oleh Kel. Mekar Jaya dalam mengoperasionalkan pembuatan KIA. Petugas opertor KIA yang dimiliki Kel. Mekar Jaya hanya dua orang, bahkan dua

111Wawancara pribadi dengan Ahmad Suhendra sebagai Ketua RW 18 Kelurahan Mekar Jaya, 8 Juli 2020, Pukul 10.00 WIB di Rumah Ketua RW 18

76

orang tersebut juga bertugas menjadi operator KIA, hal tersebut disampaikan oleh Lurah Mekar Jaya Zainal Arifin sebagai berikut:

“petugas KIA ini juga sebagai petugas pembuat KTP, jadi ada dua orang PNS, jadi memang kita keterbatasan sumber daya manusia”112

Kurangnya sumber daya yang dimiliki Kel. Mekar Jaya dalam pelaksanaan kebijakan KIA mengakibatkan pada terlalu banyaknya kewajiban yang dimiliki oleh dua petugas tersebut, sehingga pada pelaksanaan pelayanan KIA tidak berjalan dengan efektif.

112Wawancara pribadi dengan Zainal Arifin sebagai Lurah Mekar Jaya, 26 Juni 2020, Pukul 08.10 WIB di Kantor Kelurahan Mekar Jaya

77

BAB V KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kebijakan pembuatan KIA di Kelurahan Mekar Jaya sudah berjalan, akan tetapi pada pelaksanaannya belum efektif dan masih ditemui beberapa permasalahan sehingga pelaksanaan kebijakan KIA tersebut belum berjalan secara efektif.

1. Pada implementasi kebijakan belum dilaksanakan dengan baik oleh petugas Kelurahan Mekar Jaya sebagai pelaksana kebijakan kepada sasaran kebijakan yaitu masyarakat, masih banyak kekurangan dalam memaksimalkan pelaksanaan KIA di Kel. Mekar Jaya

a. Komunikasi sudah dilaksanakan oleh petugas Kelurahan Mekar Jaya kepada masyarakat melalui RW dan RT. Hal tersebut tergambarkan dari kejelasan dan konsistensi yang terus dilakukan pihak Kelurahan Mekar Jaya kepada RW dan RT. Walaupun masih kurang pada media komunikasi yang diberikan serta belum masifnya sosialisasi yang disampaikan oleh pihak Kelurahan Mekar Jaya.

b. Sumber Daya meliputi staf dan fasilitas yang dimiliki oleh Kelurahan Mekar Jaya dalam menjalankan kebijakan KIA masih

78

banyak memiliki kekurangan dan belum maksimal, yaitu staf operator dan pelayanan yang sedikit, fasilitas fisik berupa alat pencetak yang hanya dimiliki 1 alat untuk 1 kecamatan serta seringnya kelurahan mengalami kekurangan kartu.

c. Disposisi sudah diterapkan dengan baik oleh petugas kelurahan Mekar Jaya, dengan memberikan pelayanan yang ramah dan baik.

Hanya saja tanggapan informasi mengenai selesainya kartu tercetak oleh petugas Kelurahan Mekar Jaya belum cepat, sehingga masih banyak warga yang belum mengambil kartu di kelurahan.

d. Struktur Birokrasi antara kelurahan, RW, RT dan masyarakat sudah dilakukan sesuai dengan SOP yang ditetapkan. Pada fragmentasi, hubungan dan koordinasi mengenai pelaksanaan pembuatan KIA yang dilakukan Kelurahan Mekar Jaya dan Disdukcapil, serta antara kelurahan Mekar Jaya dengan RW dan RT sudah dilakukan sebagaimana mestinya.

2. Pada efektivitas dari pelaksanaan implementasi kebijakan belum berjalan dengan baik. Ketepatan waktu, tercapainya tujuan dan perubahan nyata tidak sesuai dengan tujuan dan maksud dari pelaksanaan KIA di Kel. Mekar Jaya. Sehingga belum ada manfaat atau perubahan yang ada di wilayah Kel. Mekar Jaya. Walaupun pada pemahaman program dan ketepatan sasaran sudah dilakukan dengan baik oleh pelaksana kebijakan yaitu petugas Kel. Mekar Jaya.

79

3. Faktor penghambat yang menyebabkan belum efektifnya kebijakan KIA di Kel. Mekar Jaya yaitu fasilitas sarana dan prasarana berupa mesin pencetak kartu yang hanya dimiliki satu mesin untuk satu kecamatan dan stok kartu yang sering mengalami kekurangan, komunikasi yang belum disampaikan secara masif dengan media yang beragam, serta staf petugas yang hanya dimiliki dua untuk mencetak KIA serta KTP. Hal tersebut yang mengakibatkan belum efektifnya kebijakan KIA sehingga masih belum sepenuhnya anak yang memiliki KIA.

B. Saran

Berdasarkan penjabaran kesimpulan di atas, maka dapat dirumuskan saran untuk meningkatkan implementasi dan efektivitas kebijakan pembuatan KIA sebagai berikut:

1. Pada peningkatan implementasi kebijakan KIA di wilayah Kel. Mekar Jaya perlu adanya pemaksimalan dalam berbagai aspek, yaitu:

a. Komunikasi, pihak kelurahan Mekar Jaya untuk lebih meningkatkan media komunikasi yang digunakan kepada masyarakat, seperti membuat spanduk dan menggunakan media sosial, sehingga dapat meningkatkan implementasi kebijakan serta masyarakat dapat mengetahui informasi kebijakan KIA secara lengkap dan jelas. Selain itu, perlu adanya pihak-pihak lain sebagai mitra Pemerintah Kota Depok untuk membantu mensosialisasikan kebijakan KIA kepada masyarakat.

80

b. Sumber Daya, perlu ditambahnya staf operator dan pelayanan sehingga pembuatan dan pelayanan KIA dapat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan, selain itu penambahan fasilitas alat pencetak kartu dengan membagikan 1 alat pencetak kepada masing-masing kelurahan di Kota Depok, sehingga setiap kelurahan dapat mencetak KIA di kelurahan masing-masing, serta setiap kelurahan dapat meningkatkan pelayanannya.

c. Disposisi, pihak kelurahan dapat lebih cepat memberikan tanggapan kepada mayarakat yang sudah membuat permohonan pembuatan KIA, sehingga informasi mengenai pembuatan dan selesainya KIA tercetak dapat diketahui langsung oleh masyarakat.

d. Struktur Birokrasi, disdukcapil sebagai penanggung jawab penyedia alat dan kartu dapat lebih cepat dan tanggap dalam menerima keluhan dari setiap kelurahan, sehingga kekurangan kartu yang sering dialami ketika pelaksanaan KIA tidak terulang kembali.

2. Pada peningkatan efektivitas dari implementasi kebijakan ini, perlu adanya perhatian yang lebih dari Pemerintah Kota Depok dan Kementrian Dalam Negeri untuk dapat memaksimalkan pelaksanaan KIA di Kota Depok, khususnya di wilayah Kel. Mekar Jaya. Sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana secara baik dan efektif, serta menghasilkan dampak yang positif khususnya untuk anak-anak di Kota Depok.

81

3. Untuk mendukung efektivitas kebijakan KIA di Kel. Mekar Jaya perlu adanya pemberian mesin pencetak untuk setiap kelurahan dan cukupnya persediaan stok kartu, sehingga setiap kelurahan dapat memaksimalkan pelayanan KIA. Komunikasi juga harus disampaikan secara masif dengan menggunakan media yang beragam, sehingga banyak masyarakat yang mengetahui dan paham tentang kebijakan KIA.

82

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Adisasmita, Rahardjo. 2015. Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Anggara, Sahya. 2014. Kebijakan Publik. Bandung: CV Pustaka Setia Bungin, Burhan. 2011. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana

Harrison, Lisa. 2010. Metodologi Penelitian Politik. Jakarta: Kencana.

Kartawidjaja, Daradjat. 2011. Konsep dan Efektivitas Implementasi Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Jakarta: Madani Publishing.

Miles, Matthew B dan A. Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif.

Jakarta: UI Press.

Nazir, Moh. 2005. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Parsons, Wayne. 2011. Public Policy: Pengantar Teori & Praktik Analisis Kebijakan. Jakarta: Kencana.

Prastowo, Andi. 2011. Metode Penelitian Kualitatif: Formulasi, Implementasi, dan Evaluasi. Jakarta: Djambatan.

Salin, Agus. 2001. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya

Silalahi, Ulber. 2010. Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.

83

Subarsono, AG. 2013. Analisis Kebijakan Publik: Konsep, Teori, dan Aplikasi Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suharto, Edi. 2015. Analisis Kebijakan Publik (Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan Kebijakan Sosial. Bandung: Alfabeta.

Wahab, Solichin Abdul. 2012. Analisis Kebijakan: Dari Formulasi ke Penyusunan Model-Model Implementasi Kebijakan Publik. Jakarta: PT Bumi Aksara

Winarno, Budi. 2014. Kebijakan Publik: Teori, Proses dan Studi Kasus. Jakarta:

CAPS.

---. 2016. Kebijakan Publik era Globalisasi: Teori, Proses, dan Studi Kasus Komperatif. Yogyakarta: CAPS

Skripsi, Tesis dan Jurnal

Aini, Indah Nur. “Analisis Profil Segmen Gaya Hidup Kondumen dan Karakteristiknya dalam Mengkonsumsi Ikan Segar di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya. Kota Depok, Jawa Barat” (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Skripsi Institut Pertanian Bogor, 2001) Barama, Michael. “Pelaksanaan Pemerintahan Daerah dan Penerapan Sanksi

Administrasi dalam Peraturan Daerah”, (Jurnal Hukum Unsrat, Vol. 22, No. 5, Januari 2016)

84

Hardjanto, Untung Sri. “Kebijakan Penerbitan Kartu Identitas Anak di Kota Semarang”, (Administrative Law & Governance Journal, Vol.2, No.2, Juni 2019).

Hitokdana, Sebedeus. “Efektivitas Kebijakan Pemerintah Daerah Terhadap Pengembangan Industri Kecil di Kota Jayapura”. (Jurnal Law & Justice, Vol. 3, No. 1, April 2018).

Juliansyah, Fahrul. “Efektivitas Kebijakan Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Cipaeh Kecamatan Gunung Kales Kabupaten Tangerang Tahun 2015”, (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2019).

Mulyani, Sri “Efektivitas Implementasi Program Inovasi Kelurahan di Kota Pontianak”. (Jurnal Spirit Publik, Vol. 12, No. 1, April 2017)

Panggulu, Yosua T. “Efektivitas Kebijakan Retribusi Pada Dinas Pengelolaan Pasar Kebersihan dan Pertamanan di Kabupaten Kepulauan Talaud”. (Jurnal, Vol. 2, No. 4, 2013).

Safilin, La. “Efektivitas Implementasi Kebijakan Pemerintah tentang Wajib Belajar Sembilan Tahun dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Buton”. (Program Pascasarjana, Tesis, Universitas Terbuka, 2009).

Subandi, Ahmad. “Implementasi Kebijakan Dana Desa Neglasari Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor” (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2018).

85 Dokumen

Citra Ayu Nur Kholifah, “Laporan Praktik Kerja Instansi Penanganan Proses Administrasi Surat Keterangan Nikah Pada Bagian Kemasyarakatan dan Pelayanan di Kantor Kelurahan Mekar Jaya”, 2017

Laporan Data Kependudukan Kota Depok Tahun 2019 Semester 2.

Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 08 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016, tantang Kartu Identitas Anak.

Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 11 Tahun 2011.

Peraturan Wali Kota Depok Nomor 12 Tahun 2017 tentang Kartu Identitas Anak.

Peraturan Wali Kota Depok Nomor 49 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Kelurahan.

Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Depok Tahun 2016-2021.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak.

Website

Grady Nagara, “Arti Penting Kota Layak Anak bagi Depok”, Kumparan, 20 Agustus 2019, diakses di https://m.kumparan.com pada Selasa 1 Oktober 2019, Pukul 10.46 WIB.

86

Kemendagri, Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri Nomor 56 Tahun 2016), http://www.kemendagri.go.id/pages/data-wilayah diakses pada 24 Juni 2018.

Pemkotdepok, “Pembuatan KIA dilakukan Bertahap” diakses di https://www.depok.go.id, diakses pada hari Sabtu, 21 September 2019, Pukul 11.16 WIB.

Wawancara

Wawancara pribadi dengan Zainal Arifin sebagai Lurah Mekar Jaya, 26 Juni 2020.

Wawancara pribadi dengan Ahmad Suhendra sebagai Ketua RW 18 Kelurahan Mekar Jaya, 8 Juli 2020.

Wawancara pribadi dengan Iwan sebagai Operator KIA Kelurahan Mekar Jaya, 17 Juli 2020.

Wawancara pribadi dengan Nikmah sebagai warga Kelurahan Mekar Jaya, 21 Juli 2020.

Wawancara pribadi dengan Santi sebagai warga Kelurahan Mekar Jaya, 22 Juli 2020.

Wawancara pribadi dengan Suharti sebagai warga Kelurahan Mekar Jaya, 14 September 2020

Dokumen terkait