• Tidak ada hasil yang ditemukan

implementasi sistem keija yang akan memproduksi produk yang

Dalam dokumen (STUD! KASUS PADA PT. TRITAMA TEXINDORAYA) (Halaman 93-113)

diinginkan dalam kuantitas yang diperlukan.

Menurut Leonard A. Robinson, James R. Davis, C. Wayne Alderman dalam bukunya ''Accounting Information Systems", langkah-langkah

perencanaan proses produksi adalah sebagai berikut:

1) The sales forecast

2) Is extrapolated into production schedule

3) Which of course take into consideration both the existing inventory of finished goods and the level of inventory desired at the end of periode. The production schedule then provides the basisfor the development of a procurement plant

4) In the form of a carefully controlled series ofpurchase contract with outside suppliers of raw materials. Again, the existing inventory of raw materialand the inventory level desired at period-end must play a deciding role in the determination of the volume of purchases. Shipment by suppliers eventually result in cash outfloes through account payable.

5) While sales transaction stimulate cash inflows through the

accounts receivable function.

6) The other significant cash outflow occurs in the payroll system 7) All these cash flows converge in the administrative cycle where

the company's cash control system is managed. ( 15: 474 - 475 )

Sedangkan tnenurut Joseph W. Wilkinson yang dialihbahasakan oleh Agus Maulana dalam bukunya Sistem Informasi Akunting jilid 2, perencanaan produksi meliputi langkah,

Menentukan berapa banyak produk yang harus diproduksi, kapan harus diproduksi dan dengan fasilitas apa harus diproduksi. Tingkat produksi didasarkan pada pesanan peianggan tertentu dan ramalan penjualan; ketenrtuan waktu produksi tergantung pada perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan operasi tertentu; fasilitas produksi ditentukan menurut spesiflkasi rancangan. (25 :260) Dari kedua langkah-langkah perencanaan proses produksi tersebut dapat disimpulkan bahwa langkah awalnya adalah peramalan penjualan

yang merupakan dasar untuk melaksanakan operasi perusahaan kemudian dituangkan kedalam suatu jadwal produksi yang berisi kegiatan-kegiatan yang dilalui dalam proses produksi dengan penggunaan fasilitas produksi, sumber daya secara optimal, dan dengan memperhatikan waktu produksi, barulah kemudian dapat dilakukan perencanaan lain yang lebih terinci.

2.2,5. Alat-alat Perencanaan Proses Produksi

Menurut James B. Dilworth dalam bukunya Operation Management, alat-alat perencanaan proses produksi adalah sebagai berikut:

1) Linear Programming

Linear Programming (LP) can be used if the costs of various recources are assumed to be linear functions of the amount of those recources used by the aggregate plan. LP can be used to be plan production over some horizon for an actual product or some pseudoproducL Use of Linear Programming implies that linear function adequately fits the variables for the subject company. LP is a method that can be used to analyze the effects of holding

inventory, back-ordering,the used of overtime, and the used of

subcontracting. (5:318)

2) JIT (Just-in-Time)

Japanese repetitive manufactures have become very effective at operating with very small inventories through an approach called JIT production, zero inventories, or stockless production. This approach to production is now used in many countries. JIT production involves purchasing or producing exactly what is needed at the precise time it is to be used and conveying it directly to the point where it is needed. ( 5 : 360) 3) The Basic Economic Order Quantity Models

Since some costs increase as inventory increase and other decrease, the decision as to the best size of an order is seldom obvious. The EOQ Model is based on several conditions or assumptions:

a) The used rate is uniform and known (that is, constant

demand)

b) The item costs does not vary with the order size (that is, no

quantity discounts)

c) All the order is delivered at the same time (that is, no

back-order conditions)

d) The lead time, is known well enough that an order can be timed to arrive when inventory is exhausted (that is, minimum inventory is zero, but no stockouts occur)

e) The cost to place and receive an order is the same regard of

the amount ordered.

f) The cost of holding inventory is a linear function of the number of item held (that is, no economies of scale in holding

cost) ( 5 : 375 )

4) Material Requirements Planning

MRP may refer to the basic calculation used to determine component requirement from end-item requirements. It may also refer to a broader information system that use dependence relationshipt to plan and control manufacturing operations. The technique determines what components are needed, when they are needed, and when they should be ordered so that they are likely to

be available as needed.

( 5:408 )

20

metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga keija, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Sedangkan produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau

jasa.

Menurut So§an Assauri dalam bukunya Manajemen Produksi dan Operasi, proses produksi adalah :

"Metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber (tenaga keija, bahan-bahan dan dana) yang ada." (17 : 97) Sedangkan pengeitian proses produksi menurut Prof. Dr.

Sukanto Reksohadiprodjo dalam bukimya Manajemen Produksi, adalah : "Proses transformasi atau perubahan bentuk faktor-faktor produksi yang meliputi faktor-faktor produksi alam, tenaga keija,

modal dan teknologi." (18:1)

Dari dua pengeitian proses produksi di atas dapat disimpulkan bahwa proses produksi adalah suatu cara, metode maupun teknik bagaimana kegiatan penciptaan faedah baru atau penambahan faedah tersebut dilaksanakan dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia.

.%■

Dan alat-aiat perencanaan proses produksi menurut M. Muslich Anshori, M. Sc.,Ak, sebagai berikut:

1) Anggaran Produksi

Anggaran produksi daiam arti luas, berupa penjabaran dari rencana penjualan menjadi rencana produksi. Sedangkan dalam arti sempit, merupakan suatu perencanaan tingkat atau volume barang yang hams diproduksi oleh perusahaan agar sesuai dengan volume atau tingkat penjualan yang telah

direncanakan.

2) Teknik Statistik

Teknik statistik merupakan alat bagi manajemen untuk menentukan komponen-komponen mana yang msak dan menjaga agar bahan-bahan untuk produksi mendatang jangan sampai rusak, serta mempertahankan kualitas yang sudah tinggi dan mengurangi jumlah bahan yang msak. Teknik ini dibagi menjadi dua yaitu control chart dan acceptance

sampling. (9 :25 )

Dari uraian alat-alat perencanaan proses produksi tersebut dapat disimpulkan bahwa alat-alat perencanaan produksi dapat menggunakan

MRP, LP, JIT, EOQ, Anggaran produksi dan teknik statistik.

2.3. Siklus Konversi Produk

Dalam siklus pemrosesan transaksi, siklus konversi produk merupakan suatu siklus yang termasuk dalam jenis siklus transaksi khusus, artmya siklus ini terutama hanya diterapkan dalam perusahaan yang melaksanakan aktivitas pabrikasi, pembangunan dan perbaikan serta pemeliharaan. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai siklus konversi produk, penulis akan menjelaskan terlebih dahulu pengertian dari siklus konversi produk.

2.3.1. Pengertian Siklus Konversi Produk

Menurut John F. Nash dan Martin B. Roberts, Siklus konversi produk sama dengan siklus produksi atau siklus persediaan, adalah sebagai berikut :" The production cycle is cortcerned with the conversion of raw materials into finished goods, with the provision of services to customers, and with the management inventories" ( 13 : 469)

Sedangkan menurut Barry E. Gushing, Marshall B.Romney dalam bukunya Accounting Information Systems, ""The production cycle is a recurring set of business activities and related data processing operations associated with manufacturing a product." (4 : 865 )

Dan pengertian siklus produksi menurut H. Bodnar, William S.

Hopwood, yang dialihbahasakan oleh Amir Abadi Jusuf dan Rudi M.

Tambunan dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi adalah :

Siklus produksi merupakan kejadian yang berkaitan dengan pengubahan sumber daya menjadi barang dan jasa. Siklus produksi mencakup sistem-sistem aplikasi yang meliputi pengendalian dan pelaporan produksi, akuntansi biaya produksi, pengendalian persediaan dan akuntansi kekayaan. (1 :6-7) Dan menurut Joseph W. Wilkinson yang dialih bahasakan oleh Agus Maulana dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi jilid 2, pengertian siklus konversi produk adalah : "siklus yang digunakan untuk mempermudah konversi bahan baku menjadi produk atau barang Jadi".

(25 :252)

Dari keempat pengertian siklus konversi di atas dapat disimpulkan bahwa siklus konversi produk merupakan salah satu siklus pemrosesan transaksi yang berkaitan dengan proses transformsi bahan baku menjadi

barangjadi.

2.3.1. Tujuan Siklus Konversi Produk

Menurut Joseph W. Wilkinson yang dialih bahasakan oleh Agus Maulana dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi jilid 2, menerangkan

tujuan siklus konversi produk sebagai berikut:

1) Bahan baku yang memadai dan sumber daya lain teiah tersedia untuk produksi, sementara investasi dalam sumber daya tersebut diminimumkan.

2) Biaya produksi diminimalisasi melalui produktivitas tenaga kerja yang tinggi, pemanfaatan sepenuhnya peralatan produksi, tingkat sisa bahan dan pengerjaan ulang yang rendah, dan rancangan tata letak dan proses produksi yang

optimal.

3) Barang jadi diseiesaikan dan digudangkan atau dikirimkan sesuai jadwal.

4) Tingkat mutu produk dan layanan puma jual yang

ditetapkan tercapai.

5) Biaya untuk setiap pesanan atau proses diakumulasikan sepenuhnya dan secara akurat. Informasi untuk pengambilan keputusan yang baik diperoleh, disimpan, dan disediakan bagi pengambil keputusan manakala diperlukan. (25 : 252-253)

2.3.3. Fungsi-fungsi Khas dalam Siklus Konversi Produk

Dalam siklus konversi produk, fungsi-fungsi yang berkaitan dengan tujuan dari siklus konversi produk, menurut Joseph W. Wilkinson yang

dialih bahasakan oleh Agus Maulana dalam bukunya Sistem Informasi

Akxmtansi jilid 2, sebagai berikut:

1) Meiaksanakan perencanaan produksi strategis

Perencanaan strategis mencakup sejumlah keputusan yang akan diambil oleh sebuah perusahaan pabrikasi antara Iain : produk dan komponen produk mana yang hams diproduksi, berapa banyak kapasitas produksi yang hams dicapai, metode produksi fisik mana yang hams digunakan, penyediaan sarana-sarana untuk mengawali proses produksi, bahan-bahan apa yang hams dialokasikan pada tiap unit produk, dan Iain-Iain.

2) Mendapatkan dan mengelola persediaan bahan baku

Bahan baku dan persediaan mempakan bagian yang paling penting dalam produksi sehingga hams dikelola dengan hati-hati. Tujuan utama dari pengelolaan persediaan bahan baku adalah untuk meminimalkan total biaya dari setiap persediaan, yang meliputi biaya pemesanan, penyiapan, dan pengadaan

bahan baku.

3) Mengawali proses produksi

Proses produksi dimulai dengan adanya kebutuhan barang jadi oleh pelanggan atau kebutuhan akibat jumlah kuantitas persediaan barang berada di bawah titik minimal persediaan

yang diizinkan.

4) Menyelenggarakan dan mengendalikan operasi produksi

Apabila suatu pekerjaan sedang berada dalam proses operasi, hal yang hams dipantau atau dikendalikan adalah hal yang berkenaan dengan waktu, biaya, dan mutunya. Setiap jenis pengendaiian dijalankan selama operasi produksi dengan cara membandingkan pencapaian yang sebenarnya dengan standar.

5) Menyelenggarakan catatan biaya barang dalam proses

Biaya produk terdiri dari biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead. Biaya produk ini dikumpulkan untuk mencerminkan nilai pesanan atau pekerjaan dalam operasi produksi, hal ini dicatat dalam catatan barang dalam proses.

6) Menyelesaikan dan mentransfer barang jadi

Ketika pekerjaan produksi telah melewati semua operasi produksi yang diperlukan, basil berupa barang jadi ditransfer ke gudang atau ke dok pengiriman

7) Menyiapkan laporan keuangan dan keluaran lain

Berbagai keluaran dihasilkan sebagai produk sampingan dari siklus konversi produk. Laporan kepada manajemen mengenai biaya produksi dan penganggaran sangat berguna, hal ini

sering mengungkapkan perlunya keputusan mengenai perbaikan dalam efisiensi dan produktivitas. (25 :253-258)

2.3.4. Sumber Data dan Masukan

Siklus akuntansi membutuhkan berbagai komponen pembangun, komponen ini meliputi dok\imen sumber, jumal, register dan arsi (file).

Sumber data dan masukan dibutuhkan pula dalam siklus konversi produk.

Menurut Joseph W. Wilkinson yang dialih bahasakan oleh Agus Maulana dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi jilid 2, sumber data dan masukan dalam siklus konversi produk adalah sebagai berikut :

1) Sumber data

Data yang digunakan dalam siklus konversi produk terutama didasarkan pada masukan dart operasi produksi dan berkaitan dengan bahan, tenaga kerja dan pesanan produksi.

Sumber-sumber lain adalah departemen pesanan penjualan, departemen penerimaan, departemen penyimpanan, departemen teknik rancangan, departemen perencanaan produksi, dan berbagai file yang berorientasi produk.

2) Bentuk masukan

Siklus konversi produk memerlukan dokumen sumber sebagai berikut yang digunakan untuk mendukung kelancarannya :

a) Ramalan Penjualan

Ramalan penjualan memuat taksiran permintaan untuk masing-masing produk selama periode-periode mendatang.

b) Pesanan Penjualan

Pesanan penjualan adalah dokumen formal yang disiapkan dari pesanan pelanggan yang relatif informal.

c) Daftar Bahan

Daftar bahan merinci kuantitas bagian dan bahan yang

akan digunakan dalam produk tertentu.

d) Daftar Operasi

Daftar operasi merinci urutan operasi yang hams dilaksanakan dalam menyesuaikan dan merakit bagian-bagian yan diperlukan untuk produk tertentu.

e) Pesanan Produksi

Pesanan produksi menggabungkan data yang diambil dari pesanan penjualan, dari daftar operasi yang relevan, dan dart jadwal produksi.

0 Permintaan Pembelian

Permintaan pembelian meminta bahan atau bagian yang

dibutuhkan.

g) Pesanan Pembelian

Pesanan pembelian merinci bahan dan bagian yang

dibutuhkan.

h) Laporan Penerimaan

Laporan penerimaan mencerminkan bahan dan bagian

yang diterima dari pemasok.

i) Slip Pengeluaran Bahan

Slip pengeluaran bahan memerintahkan petugas gudang mengeluarkan bahan atau bagianke pusat kerja yang ditetapkan atau orang yang berhak,

j) Kartu Jam Kerja Pekerja

Kartu ini mencatat waktu yang digunakan oleh karyawan produksi untuk pekerjaan yang diuraikan pada

masing-masing pesanan produksi.

k) Kartu Pindah

Kartu pindah mengotorisasikan pergerakan fisik pesanan produksi dari satu pusat kerja ke puasat kerja lain.

(25 : 262-266)

2.4. Peranan Perencanaan Proses Produksi Terhadap Siklus Konversi

Produk

Perencanaan proses produksi pada hakekatnya merupakan suatu perencanaan dan pengorganisasian sebelumnya mengenai orang-orang, bahan-bahan, mesin-mesin, dan peralatan lain serta modal yang diperlukan untuk memproduksi barang-barang pada suatu periode tertentu di masa depan sesuai

dengan yang diperkirakan atau diramalkan.

Perencanaan proses produksi membutuhkan pertimbangan dan ketelitian yang terinci dalam menganalisis kebijakan, karena perencanaan ini merupakan

dasar penentuan bagi manager dalam rangka mencapai tujuan. Perencanaan

Dalam dokumen (STUD! KASUS PADA PT. TRITAMA TEXINDORAYA) (Halaman 93-113)