• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indikator Hukum CEDAW

Dalam dokumen Apaka Hukum kita sudah Menerapkan prinsi (Halaman 58-61)

KERANGKA TINJAUAN HUKUM BERBASIS CEDAW (KERANGKA PENILAIAN)

Langkah 4 Indikator Hukum CEDAW

Masuk ke Perkawinan

Pasal 16.1 (a dan b);

Rekomendasi Umum 21, ayat 14-16, 25-39 dan Pengamatan Akhir tentang negara, jika dapat dilakukan

CEDAW menuntut Negara untuk mengambil semua langkah yang tepat untuk memastikan: - hak yang sama untuk

memasuki perkawinan - hak yang sama untuk bebas

memilih pasangan - hak yang sama untuk

memasuki perkawinan dengan persejuan penuh dan bebas

- usia minimum perkawinan dan pertunangan adalah 18 tahun

- pendaftaran perkawinan wajib

• Perkawinan tanpa persetujuan

pribadi Marriage without personal consent

• Poligami

• Perkawinan Dini/Anak (Minimum

usia perkawinan di bawah 18)

• Perbedaan usia perkawinan

(Laki-laki dan Perempuan tidak memiliki usia perkawinan yang sama)

• Meminang anak perempuan

sebelum usia 18 tahun

• Sistem pencatatan perinikahan

yang tidak memadai

• Sistem pencatatan kelahiran

yang tidak memadai

• Mas kawin

• Larangan untuk menikah kembali

bagi para janda

• Persetujuan ibu tidak diberi

bobot yang sama dalam perkawinan anaknya

• Perkawinan hanya dengan

persetujuan pribadi.

• Larangan perkawinan alternatif • Larangan poligami

• Tak ada perkawinan sahih di

bawah usia 18 tahun

• Usia perkawinan yang sama antara

laki-laki dan perempuan

• Tidak ada ikatan dalam

pertunangan sebelum usia 18 tahun

• Pendaftaran kelahiran, perkawinan,

dan perceraian disyaratkan

• Pelarangan mas kawin • Tidak ada larangan bagi janda

untuk menikah kembali

• Persetujuan ibu diberi bobot yang

sama dalam perkawinan anaknya

1. Apakah UU menuntut persetujuan pribadi

dari kedua pasangan untuk perkawinan? 2. Apakah bigami/poligami dilarang?

3. Apakah ada usia minimum 18 tahun yang

setara untuk perkawinan?

4. Apakah pendaftaran kelahiran di kantor

pendaftaran resmi disyaratkan?

5. Apakah legislasi menuntut pendaftaran

perkawinan di kantor pendaftaran resmi?

6. Apakah penggunaan mas kawin sebagai

syarat perkawinan dilarang?

7. Apakah tidak ada pembatasan apa pun dalam hal janda untuk melakukan

perkawinan kembali?

8. Ketika nasihat atau persetujuan orang tua

diperlukan, apakah persetujuan tersebut

diberi bobot yang sama?

9. Apakah laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama untuk memulai proses hukum tanpa memperhatikan kasus

perkawinan?

10. Apakah UU mengizinkan perempuan untuk menentukan domisili mereka sendiri tanpa memperhatikan kasus

Apakah Hukum Kita Meningkatkan K esetaraan Gender? Buku P eg ang an untuk

Tinjauan Hukum Berbasis CED

A W

4

3

4

B A GIAN EMP A T : KERANGKA UNTUK

TINJAUAN HUKUM BERBASIS CEDA

W

Hak-hak Selama dan Sesudah Perkawinan

Pasal 16.c, g dan h, Pasal 15;

Rekomendasi Umum 21, ayat 17-18, 24-29 dan Pengamatan Akhir tentang negara, jika dapat dilakukan

Hak-hak pribadi

CEDAW menuntut Negara untuk mengambil semua langkah yang tepat untuk memastikan:

- Hak dan tanggung jawab yang sama selama perkawinan - Hak dan tanggung jawab

pribadi yang sama pada saat pengakhiran

- Hak pribadi yang sama sebagai suami dan isteri untuk memilih nama keluarga,

Hak-hak Properti

CEDAW menuntut Negara untuk mengambil semua langkah tepat untuk memastikan: - Hak yang sama sebagai

pasangan dalam hal kepemilikan, penguasaan, pengelolaan, administrasi, menikmati dan pengaturan propeti.

- Kapasitas dan kesempatan

hukum yang same untuk melakukan kapasitas itu, termasuk hak atas kontrak, profesi, dan posisi dalam pekerjaan

• Ketidakmampuan untuk memulai

litigasi tanpa persetujuan suami

• Kediaman suami secara otomatis

dipertimbangkan sebagai kediaman istri.

• Penggunaan paksa nama

keluarga suami

• Ketidakmampuan untuk

melakukan profesi tanpa izin pasangan atau keluarga

• Perbedaan alasan untuk

perceraian (laki-laki dan perempuan tidak memiliki alasan yang sama untuk perceraian)

• Hak terbatas untuk memulai

proses perceraian

• Bagian yang tidak adil dalam

harta selama perkawinan Unequal share in the marital property

• Tidak berhak untuk memperoleh,

menggunakan, mengelola, atau mengatur properti.

• Persetujuan isteri tidak diperlukan

dalam pengaturan properti dalam perkawinan

• Kontribusi non-finansial

perempuan tidak dianggap pembangian properti perkawinan

• UU pendaftara properti hanya

menuntut mendaftar nama suami pada properti perkawinan

• Hak-hak waris yang tidak setara • Perempuan hanya diberi hak

terbatas atau dikendalikan untuk

• Hak yang sama untuk memulai

litigasi/proses pengadilan

• Hak yang sama untuk memilih

kediaman

• Hak yang sama untuk memilih nama

keluarga

• Hak yang sama untuk

mempraktikkan profesi atau pekerjaan tanpa perlu persetujuan pasangan atau keluarga

• Landasan yang sama untuk

perceraian

• Hak yang sama untuk memulai

proses perceraian

• Bagian yang sama dalam properti

perkawinan

• Kemampuan untuk memperoleh,

menggunakan, mengelola, dan mengatur properti tanpa memperhatikan status perkawinan

• Persetujuan kedua pasangan

diperlukan untuk pengurusan properti perkawinan

• Kontribusi finansial dan non-

finansial diberi bobot yang sama dalam pembagian properti perkawinan

• UU pencatatan properti

mensyaratkan bahwa properti perkawinan dicatat dengan nama kedua pasangan.

• Peringkat sama sebagai penerus • Bagian warisan yang setara • Hak-hak yang sama atas properti

11. Apakah laki-laki dan perempuan memilik hak yang sama untuk menggunakan nama

keluarganya?

12. Apakah pasangan memiliki hak yang sama untuk memilih dan mempraktikkan profesi

mereka?

13. Apakah UU mengatur pembagian setara atas properti dan pendapatan yan gdiperoleh selama perkawinan, khususnya memberi bobot yang sama kepada kontribusi finansial dan non- finansial (misalnya pekerjaan rumah dan perawatan anak) kepada rumah tangga

dan keluarga?

14. Apakah para pasangan (suami dan isteri) setara dalam kepemilikan, penguasaan, pengelolaan, administrasi, menikmati, dan

pengaturan properti?

15. Apakah UU mensyaratkan persetujuan kedua pasangan untuk pengaturan

properti perkawinan?

16. Apakah UU mensyaratkan properti perkawinan untuk didaftarkan atas nama

kedua pasangan?

17. Apakah perempuan dan laki-laki memiliki

peringkat yang sama sebagai penerus?

18. Apakah perempuan dan laki-laki memiliki

bagian warisan yang sama?

19. Apakah perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama atas properti yang

diwarisi?

20. Apakah UU mengatur pembagian properti dan pendapatan yang diperoleh selama perkawinan tanpa tunjangan perkawinan (perkawinan de facto), memberi bobot yang sama pada kontribusi finansial dan

Apakah Hukum Kita Meningkatkan K esetaraan Gender? Buku P eg ang an untuk

Tinjauan Hukum Berbasis CED

A W

4

4

4

B A GIAN EMP A T KERANGKA UNTUK

TINJAUAN HUKUM BERBASIS CEDA

W

Hak-hak yang berhubungan dengan Anak-anak

Pasal 16.d dan f; Rekomendasi

Umum 21, ayat 19-20 dan Pengamatan Akhir tentang negara, jika dapat dilakukan

CEDAW mensyaratkan Negara untuk mengambil langkah untuk memastikan:

- Hak-hak dan tanggung jawab yang sama sebagai orang tua, tanpa memperhatikan status perkawinan.

- Hak-hak dan tanggung jawab yang sama menyangkut perwalian, keperwalianan, adopsi

• Kontribusi non-finansial

perempuan sebagai perempuan dalam perkawinan de facto tidak diakui

• Tidak ada tanggung jawab

bersama dalam perawatan, perlindungan, dan pemeliharaan anak

• Tidak ada perwalian atas anak

yang sama (Ayah menjadi wali anak)

• Ketidakmampuan untuk

mengadopsi anak (Perempuan tidak dapat mengadopsi anak)

• Bantuan anak tidak diberikan

sesudah perceraian.

• Bobot yang sama diberikan untuk

kontribusi finansial dan non-finansial selama pembagian properti yang diperoleh selama perkawinan

• Tanggung jawab bersama dalam

perawanan, perlindungan, dan pemeliharaan anak

• Hak-hak yang sama atas perwalian • Perempuan diizinkan untuk

mengadopsi anak tanpa

memperhatikan status perkawinan

• Bantuan anak disyaratkan

21. Apakah UU mengatur pemeliharaan atau bantuan kepada mantan pasangan setelah perceraian berdasarkan kebutuhan, aset,

dan kapasitas pendapatan?

22. Apakah UU menuntut kedua orang tua untuk mendukung anak bersama, tanpa memperthatikan status perkawinan

mereka?

23. Apakah hak asuh dan akses pada anak- anak berdasarkan kepentingan terbaik anak, tanpa memperhatikan status

perkawinan orang tua?

24. Apakah perempuan dan laki-laki memiliki

hak perwalian yang sama?

25. Apakah perempuan diizinkan untuk mengadopsi anak, tanpa memperthatikan

status perkawinan?

26. Apakah UU mengatur pembayaran

bantuan anak sesudah perceraian?

Hak-hak seksual dan reproduksi

Pasal 16.6; Rekomendasi Umum

ayat 21-23

CEDAW menuntut Negara untuk mengambil semua langkah yang tepat untuk memastikan: - Hak sama sebagai orang tua

untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab tentang jumlah dan jarak kelahiran anak

- Hak yang sama untuk mengakses informasi, pendidikan, dan cara-cara melaksanakan hak di atas

• sterilisasi paksa

• Kurangnya informasi tentang hak-

hak seksual dan reproduksi

• Sanksi untuk sterilisasi paksa • Informasi penuh tentang hak

seksual dan reproduksi dituntut untuk disediakan bagi klien kesehatan

• Kampanye informasi publik tentang

hak-hak seksual dan reproduksi

27. Apakah sterilisasi paksa dilarang dan

dihukum?

28. Apakah UU mensyaratkan layanan kesehatan untuk memberikan informasi komprehensif/memadai tentang hak-hak

seksual dan reproduksi?

29. Apakah UU mensyaratkan kampanye informasi publik tentang kontrasepsi untuk diupayakan oleh otoritas publik yang

ditunjuk?

*Dalam ilustrasi ini, Opsi 3 (Ringkasan Tematis) untuk Langkah 1 digunakan. **Dalam ilustrasi ini, Opsi 2 (Bahasa berbasis masalah) untuk Langkah 2 digunakan.

4

BAGIAN EMPAT:

KERANGKA UNTUK TINJAUAN HUKUM BERBASIS CEDAW

MENENTUKAN TINGKAT KEPATUHAN DAN REKOMENDASI

Langkah 5: Daftar UU Terkait

1. Mengidentifikasi UU yang relevan dengan setiap indikator

Hukum jenis apa yang akan diidentifikasi bergantung pada keputusan yang dilakukan sebelumnya sejauh yang dilakukan dalam tinjauan hukum (lihat Bagian 3).

2. Menyajikan UU dengan cara yang terstruktur

Anda boleh memilih untuk menulis (a) teks lengkap/penuh, (b) kutipan singkat, atau (c) kutipan singkat dengan ringkasan isi ketetapan.

Dalam dokumen Apaka Hukum kita sudah Menerapkan prinsi (Halaman 58-61)