KERANGKA TINJAUAN HUKUM BERBASIS CEDAW (KERANGKA PENILAIAN)
Langkah 4 Indikator Hukum CEDAW
Masuk ke Perkawinan
Pasal 16.1 (a dan b);
Rekomendasi Umum 21, ayat 14-16, 25-39 dan Pengamatan Akhir tentang negara, jika dapat dilakukan
CEDAW menuntut Negara untuk mengambil semua langkah yang tepat untuk memastikan: - hak yang sama untuk
memasuki perkawinan - hak yang sama untuk bebas
memilih pasangan - hak yang sama untuk
memasuki perkawinan dengan persejuan penuh dan bebas
- usia minimum perkawinan dan pertunangan adalah 18 tahun
- pendaftaran perkawinan wajib
• Perkawinan tanpa persetujuan
pribadi Marriage without personal consent
• Poligami
• Perkawinan Dini/Anak (Minimum
usia perkawinan di bawah 18)
• Perbedaan usia perkawinan
(Laki-laki dan Perempuan tidak memiliki usia perkawinan yang sama)
• Meminang anak perempuan
sebelum usia 18 tahun
• Sistem pencatatan perinikahan
yang tidak memadai
• Sistem pencatatan kelahiran
yang tidak memadai
• Mas kawin
• Larangan untuk menikah kembali
bagi para janda
• Persetujuan ibu tidak diberi
bobot yang sama dalam perkawinan anaknya
• Perkawinan hanya dengan
persetujuan pribadi.
• Larangan perkawinan alternatif • Larangan poligami
• Tak ada perkawinan sahih di
bawah usia 18 tahun
• Usia perkawinan yang sama antara
laki-laki dan perempuan
• Tidak ada ikatan dalam
pertunangan sebelum usia 18 tahun
• Pendaftaran kelahiran, perkawinan,
dan perceraian disyaratkan
• Pelarangan mas kawin • Tidak ada larangan bagi janda
untuk menikah kembali
• Persetujuan ibu diberi bobot yang
sama dalam perkawinan anaknya
1. Apakah UU menuntut persetujuan pribadi
dari kedua pasangan untuk perkawinan? 2. Apakah bigami/poligami dilarang?
3. Apakah ada usia minimum 18 tahun yang
setara untuk perkawinan?
4. Apakah pendaftaran kelahiran di kantor
pendaftaran resmi disyaratkan?
5. Apakah legislasi menuntut pendaftaran
perkawinan di kantor pendaftaran resmi?
6. Apakah penggunaan mas kawin sebagai
syarat perkawinan dilarang?
7. Apakah tidak ada pembatasan apa pun dalam hal janda untuk melakukan
perkawinan kembali?
8. Ketika nasihat atau persetujuan orang tua
diperlukan, apakah persetujuan tersebut
diberi bobot yang sama?
9. Apakah laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama untuk memulai proses hukum tanpa memperhatikan kasus
perkawinan?
10. Apakah UU mengizinkan perempuan untuk menentukan domisili mereka sendiri tanpa memperhatikan kasus
Apakah Hukum Kita Meningkatkan K esetaraan Gender? Buku P eg ang an untuk
Tinjauan Hukum Berbasis CED
A W
4
3
4
B A GIAN EMP A T : KERANGKA UNTUKTINJAUAN HUKUM BERBASIS CEDA
W
Hak-hak Selama dan Sesudah Perkawinan
Pasal 16.c, g dan h, Pasal 15;
Rekomendasi Umum 21, ayat 17-18, 24-29 dan Pengamatan Akhir tentang negara, jika dapat dilakukan
Hak-hak pribadi
CEDAW menuntut Negara untuk mengambil semua langkah yang tepat untuk memastikan:
- Hak dan tanggung jawab yang sama selama perkawinan - Hak dan tanggung jawab
pribadi yang sama pada saat pengakhiran
- Hak pribadi yang sama sebagai suami dan isteri untuk memilih nama keluarga,
Hak-hak Properti
CEDAW menuntut Negara untuk mengambil semua langkah tepat untuk memastikan: - Hak yang sama sebagai
pasangan dalam hal kepemilikan, penguasaan, pengelolaan, administrasi, menikmati dan pengaturan propeti.
- Kapasitas dan kesempatan
hukum yang same untuk melakukan kapasitas itu, termasuk hak atas kontrak, profesi, dan posisi dalam pekerjaan
• Ketidakmampuan untuk memulai
litigasi tanpa persetujuan suami
• Kediaman suami secara otomatis
dipertimbangkan sebagai kediaman istri.
• Penggunaan paksa nama
keluarga suami
• Ketidakmampuan untuk
melakukan profesi tanpa izin pasangan atau keluarga
• Perbedaan alasan untuk
perceraian (laki-laki dan perempuan tidak memiliki alasan yang sama untuk perceraian)
• Hak terbatas untuk memulai
proses perceraian
• Bagian yang tidak adil dalam
harta selama perkawinan Unequal share in the marital property
• Tidak berhak untuk memperoleh,
menggunakan, mengelola, atau mengatur properti.
• Persetujuan isteri tidak diperlukan
dalam pengaturan properti dalam perkawinan
• Kontribusi non-finansial
perempuan tidak dianggap pembangian properti perkawinan
• UU pendaftara properti hanya
menuntut mendaftar nama suami pada properti perkawinan
• Hak-hak waris yang tidak setara • Perempuan hanya diberi hak
terbatas atau dikendalikan untuk
• Hak yang sama untuk memulai
litigasi/proses pengadilan
• Hak yang sama untuk memilih
kediaman
• Hak yang sama untuk memilih nama
keluarga
• Hak yang sama untuk
mempraktikkan profesi atau pekerjaan tanpa perlu persetujuan pasangan atau keluarga
• Landasan yang sama untuk
perceraian
• Hak yang sama untuk memulai
proses perceraian
• Bagian yang sama dalam properti
perkawinan
• Kemampuan untuk memperoleh,
menggunakan, mengelola, dan mengatur properti tanpa memperhatikan status perkawinan
• Persetujuan kedua pasangan
diperlukan untuk pengurusan properti perkawinan
• Kontribusi finansial dan non-
finansial diberi bobot yang sama dalam pembagian properti perkawinan
• UU pencatatan properti
mensyaratkan bahwa properti perkawinan dicatat dengan nama kedua pasangan.
• Peringkat sama sebagai penerus • Bagian warisan yang setara • Hak-hak yang sama atas properti
11. Apakah laki-laki dan perempuan memilik hak yang sama untuk menggunakan nama
keluarganya?
12. Apakah pasangan memiliki hak yang sama untuk memilih dan mempraktikkan profesi
mereka?
13. Apakah UU mengatur pembagian setara atas properti dan pendapatan yan gdiperoleh selama perkawinan, khususnya memberi bobot yang sama kepada kontribusi finansial dan non- finansial (misalnya pekerjaan rumah dan perawatan anak) kepada rumah tangga
dan keluarga?
14. Apakah para pasangan (suami dan isteri) setara dalam kepemilikan, penguasaan, pengelolaan, administrasi, menikmati, dan
pengaturan properti?
15. Apakah UU mensyaratkan persetujuan kedua pasangan untuk pengaturan
properti perkawinan?
16. Apakah UU mensyaratkan properti perkawinan untuk didaftarkan atas nama
kedua pasangan?
17. Apakah perempuan dan laki-laki memiliki
peringkat yang sama sebagai penerus?
18. Apakah perempuan dan laki-laki memiliki
bagian warisan yang sama?
19. Apakah perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama atas properti yang
diwarisi?
20. Apakah UU mengatur pembagian properti dan pendapatan yang diperoleh selama perkawinan tanpa tunjangan perkawinan (perkawinan de facto), memberi bobot yang sama pada kontribusi finansial dan
Apakah Hukum Kita Meningkatkan K esetaraan Gender? Buku P eg ang an untuk
Tinjauan Hukum Berbasis CED
A W
4
4
4
B A GIAN EMP A T KERANGKA UNTUKTINJAUAN HUKUM BERBASIS CEDA
W
Hak-hak yang berhubungan dengan Anak-anak
Pasal 16.d dan f; Rekomendasi
Umum 21, ayat 19-20 dan Pengamatan Akhir tentang negara, jika dapat dilakukan
CEDAW mensyaratkan Negara untuk mengambil langkah untuk memastikan:
- Hak-hak dan tanggung jawab yang sama sebagai orang tua, tanpa memperhatikan status perkawinan.
- Hak-hak dan tanggung jawab yang sama menyangkut perwalian, keperwalianan, adopsi
• Kontribusi non-finansial
perempuan sebagai perempuan dalam perkawinan de facto tidak diakui
• Tidak ada tanggung jawab
bersama dalam perawatan, perlindungan, dan pemeliharaan anak
• Tidak ada perwalian atas anak
yang sama (Ayah menjadi wali anak)
• Ketidakmampuan untuk
mengadopsi anak (Perempuan tidak dapat mengadopsi anak)
• Bantuan anak tidak diberikan
sesudah perceraian.
• Bobot yang sama diberikan untuk
kontribusi finansial dan non-finansial selama pembagian properti yang diperoleh selama perkawinan
• Tanggung jawab bersama dalam
perawanan, perlindungan, dan pemeliharaan anak
• Hak-hak yang sama atas perwalian • Perempuan diizinkan untuk
mengadopsi anak tanpa
memperhatikan status perkawinan
• Bantuan anak disyaratkan
21. Apakah UU mengatur pemeliharaan atau bantuan kepada mantan pasangan setelah perceraian berdasarkan kebutuhan, aset,
dan kapasitas pendapatan?
22. Apakah UU menuntut kedua orang tua untuk mendukung anak bersama, tanpa memperthatikan status perkawinan
mereka?
23. Apakah hak asuh dan akses pada anak- anak berdasarkan kepentingan terbaik anak, tanpa memperhatikan status
perkawinan orang tua?
24. Apakah perempuan dan laki-laki memiliki
hak perwalian yang sama?
25. Apakah perempuan diizinkan untuk mengadopsi anak, tanpa memperthatikan
status perkawinan?
26. Apakah UU mengatur pembayaran
bantuan anak sesudah perceraian?
Hak-hak seksual dan reproduksi
Pasal 16.6; Rekomendasi Umum
ayat 21-23
CEDAW menuntut Negara untuk mengambil semua langkah yang tepat untuk memastikan: - Hak sama sebagai orang tua
untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab tentang jumlah dan jarak kelahiran anak
- Hak yang sama untuk mengakses informasi, pendidikan, dan cara-cara melaksanakan hak di atas
• sterilisasi paksa
• Kurangnya informasi tentang hak-
hak seksual dan reproduksi
• Sanksi untuk sterilisasi paksa • Informasi penuh tentang hak
seksual dan reproduksi dituntut untuk disediakan bagi klien kesehatan
• Kampanye informasi publik tentang
hak-hak seksual dan reproduksi
27. Apakah sterilisasi paksa dilarang dan
dihukum?
28. Apakah UU mensyaratkan layanan kesehatan untuk memberikan informasi komprehensif/memadai tentang hak-hak
seksual dan reproduksi?
29. Apakah UU mensyaratkan kampanye informasi publik tentang kontrasepsi untuk diupayakan oleh otoritas publik yang
ditunjuk?
*Dalam ilustrasi ini, Opsi 3 (Ringkasan Tematis) untuk Langkah 1 digunakan. **Dalam ilustrasi ini, Opsi 2 (Bahasa berbasis masalah) untuk Langkah 2 digunakan.
4
BAGIAN EMPAT:
KERANGKA UNTUK TINJAUAN HUKUM BERBASIS CEDAW
MENENTUKAN TINGKAT KEPATUHAN DAN REKOMENDASI
Langkah 5: Daftar UU Terkait
1. Mengidentifikasi UU yang relevan dengan setiap indikator
Hukum jenis apa yang akan diidentifikasi bergantung pada keputusan yang dilakukan sebelumnya sejauh yang dilakukan dalam tinjauan hukum (lihat Bagian 3).
2. Menyajikan UU dengan cara yang terstruktur
Anda boleh memilih untuk menulis (a) teks lengkap/penuh, (b) kutipan singkat, atau (c) kutipan singkat dengan ringkasan isi ketetapan.