• Tidak ada hasil yang ditemukan

DARI TINJAUAN KE REFORMAS

Dalam dokumen Apaka Hukum kita sudah Menerapkan prinsi (Halaman 75-81)

 Bagaimana menggunakan tinjauan hukum berbasis CEDAW untuk menghasilkan perubahan

DARI TINJAUAN KE REFORMASI

Tinjauan hukum berbasis CEDAW adalah peranti penting untuk mengubah sistem hukum menjadi sebuah sistem yang mengakui dan menjamin kesetaraan dan non-diskriminasi. Dalam banyak kasus, hal ini tidak terjadi secara otomatis. Advokasi hukum perlu terjadi untuk memastikan bahwa temuan-temuan tinjauan hukum membawa ke reformasi hukum yang sesungguhnya. Hal ini mencakup kombinasi strategi pelengkap termasuk: 15

Aliansi dan Pengembangan Jaringan

Mengidentifikasi individu dan kelompok untuk membantu dalam advokasi hukum. Ini penting karena pekerjaan advokasi hukum adalah pekerjaan yang sulit. Strategi ini menuntut banyak waktu, upaya, komitmen, dan keterampilan.

Memetakan advokasi hukum

Menentukan titik-titik masuk untuk intervensi pada setiap langkah proses penyusunan UU. Mengidentifikasi individu atau kelompok sasaran untuk dipengaruhi dan kemungkinan sekutu atau lawan mereka. Menentukan keterampilan dan tugas yang dituntut untuk keseluruhan tugas maupun peran yang akan dilakukan oleh setiap individu atau kelompok.

Mendefinisikan usulan hukum

Berdasarkan temuan-temuan tinjauan hukum berbasis CEDAW, susun unsur-unsur penting dari

usulan hukum. Tingkatkan kesadaran semua yang setuju dengan unsur-unsur ini. Ketahui unsur

mana yang tidak dapat dinegosiasikan. Antisipasi pendapat yang tidak menetima unsur-unsur ini dan siapkan untuk menghadapinya.

Informasi dan Penelitian

Pembuat UU mencari data, analisis, atau informasi lain untuk meyakinkan diri mereka sendiri dan orang lain mengenai kepantasan usulan hukum tersebut. Mengumpulkan informasi dan menyebarkannhya kepada para pendukung, pembuat UU, dan pemangku kepentingan lain. Jika dilakukan dengan baik, tinjauan hukum berbasis CEDAW, yang merupakan penelitian luas, seharusnya memiliki semua informasi yang dibutuhkan. Jika tidak, pastikan bahwa penelitian tambahan dilakukan untuk melengkapi tinjauan hukum.

Melakukan Lobi

Dalam advokasi hukum, melakukan lobi adalah proses mempengaruhi para pembuat UU untuk mempromosikan atau menghambat adopsi usulan hukum. Buatlah diri Anda akrab dengan praktik-praktik lobi di negara atau komunitas Anda. Hal ini juga berarti mengidentifikasi 15Lihat juga Women’s Legal Bureau. Panduan Advokasi Legesilatif untuk Perempuan, Quezon City, 2001.

5

BAGIAN LIMA

MENGGUNAKAN TINJAUAN HUKUM BERBASIS CEDAW

kelompok-kelompok mana di dalam aliansi atau jaringan Anda telah memiliki pengalaman dan keterampilan dalam melakukan lobi dan memanfaatkan kepakaran mereka sepenuhnya.

Pendidikan publik

Meningkatkan kesadaran dan kepekaan publik terhadap usulan hukum penting karena pejabat publik dan pembuat UU peka terhadap opini publik dan media. Menggunakan media, termasuk TV, radio, cetak dan internet, dipandang sebagai cara efektif untuk menggapai lebih banyak orang. Pendidikan publik menciptakan sekutu dan pendukung baru untuk advokasi.

MENGGUNAKAN TINJAUAN HUKUM BERBASIS CEDAW

Tinjauan hukum berbasis CEDAW digunakan untuk memfasilitasi reformasi hukum. Selain itu, tinjauan hukum tersebut memiliki banyak penggunaan lain, termasuk:

Sebagai platform bersama untuk advokasi

Tinjauan hukum UU Perkawinan (UU No.1 1974) Indonesia sedang dilakukan oleh Prakarsa

Kelompok Kerja CEDAW (CWGI), sebuah koalisi ORNOP yang memantau implementasi

CEDAW, dengan bantuan teknis dari UN WOMEN.

Penggunaan: Tinjauan akan dipakai sebagai platform bersama untuk advokasi untuk amandemen UU Perkawinan atau untuk menyusun UU baru. Untuk memfasilitasi hal ini, tinjauan telah mengidentifikasi perangkat indikator hukum CEDAW untuk perkawinan, memberi rekomendasi untuk reformasi, dan teks-teks alternatif untuk UU Perkawinan yang diusulkan.

Sebagai cara mengukur kemajuan

Pemerintah Kamboja, di bawah kepemimpinan Kementerian Kehakiman dan dengan dukungan

dari UN WOMEN, sedang menyusun tinjauan hukum atas UU tentang perkawinan, perkawinan, kekerasan rumah tangga dan mempekerjakan pekerja dalam rumah tangga (domestik), untuk memastikan kepatuhan pada kewajiban yang harus dipenuhi menurut CEDAW.

Penggunaan: Tinjauan ini dilakukan untuk mengukur kemajuan negara ke arah kepatuhan pada CEDAW, khususnya dalam kaitan dengan legislasi baru dan yang akan datang. Pemerintah juga bekerja untuk menangani bidang-bidang yang tidak tunduk pada CEDAW, misalnya untuk segera memperbaiki ketetapan hukum tertentu ketika mungkin dan untuk

memasukkan hal-hal lain ke dalam UU –nya atau agenda pembuatan peraturan.

Sebagai bantuan untuk pembuatan hukum

Survei hukum yang menggunakan CEDAW sebagai kerangka kerja akan dilakukan di Timor

Leste oleh Kaukus Perempuan di parlemen dan Pusat Sumber Daya Gender. Survei ini akan

menyoroti pencapaian dan kesenjangan dalam legislasi.

Penggunaan: Hasil survei hukum dimaksudkan untuk dimasukkan ke dalam penyusunan UU kesetaraan gender. Hal itu akan membantu para penyusun dalam mengidentifikasi isu-isu untuk diprioritaskan dan disajikan dalam legislasi mendatang.

5

BAGIAN LIMA:

MENGGUNAKAN TINJAUAN HUKUM BERBASIS CEDAW Sebagai alat untuk menyoroti prioritas

Sesudah pengadopsian UU Vietnam tentang Kesetaraan Gender pada 29 November 2006, Instruksi tentang UU Kesetaraan Gender dikeluargkan pada 3 Mei 2007 yang memberi

mandat untuk meninjau dokumen-dokumen normatif yang harus dilengkapi pemerintah. Untuk

membantu tinjauan pemerintah sejalan dengan Instruksi tentang Kesetaraan Gender, tinjauan

hukum berjudul “CEDAW dan UU: Tinjauan Berbasis Gender dan Hak atas Dokumen Hukum Vietnam melalui Lensa CEDAW” diupayakan oleh UN WOMEN Vietnam di 18 bidang tematis dan diperkirakan 200 dokumen normatif hukum. Tinjauan hukum dibahas dengan 55 focal points

di antaranya dari berbagai Kementerian, Partai Komunis dan organisasi massa.

Penggunaan: Tinjauan hukum dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam meninjau

UU guna mematuhi CEDAW dan UU tentang Kesetaraan Gender. Tinjauan ini dipakai untuk

menyoroti bidang-bidang yang memerlukan perhatian segera dari Negara. Badan pelaksana negara menekankan sumbangan tinjauan hukum sebagai sumber daya yang penting untuk:

(a) tinjauan Negara mengenai Strategi Nasional untuk Kemajuan Perempuan hingga 2010, (b) pengembangan Strategi Nasional untuk Kesetaraan Gender untuk 2011-2020 dan Program Aksi Sasaran Nasional untuk Kesetaraan Gender untuk 2011-2020, (c) persiapan laporan

Negara CEDAW berikutnya pada awal 2011, dan (d) amandemen komprehensif dan revisi UU Buruh, antara lain.

Sebagai cara untuk membangun kegiatan serupa atau kolektif

Di Pasifik, tinjauan dua meja didanai oleh Kantor regional Pasifik UN WOMEN dan Pusat Pasifik

UNDP untuk menilai kepatuhan legislatif CEDAW di Sembilan negara Pasifik: Negara Federasi

Mikronesia, Fiji, Kiribati, Kepulauan Marshall, Papua New Guinea, Samoa, Kepulauan Solomon,

Tuvalu, dan Vanuatu. Tinjauan ini ditujukan untuk melakukan inventarisasi yang cermat tentang UU negara-negara ini. Diterapkan 113 indikator legislatif CEDAW serupa untuk kesembilan negara Pasifik. Laporan tinjauan meja ini diterbitkan sebagai “Translating CEDAW into Las: CEDAW Legislative Compliance in Nine Pacific Island Countries.”

Penggunaan: Sesudah tinjauan dilakukan, pemerintah berkomitmen untuk memprioritaskan

agenda legislatif mereka tunduk pada indikator-indikator yang diidentifikasi dalam tinjauan- tinjauan itu. Berkomitmen pada kegiatan serupa atau kolektif difasilitasi oleh tinjauan hukum karena tinjauan ini menggunakan indikator yang sama untuk sembilan negara.

5

BAGIAN LIMA

MENGGUNAKAN TINJAUAN HUKUM BERBASIS CEDAW

1

PArt OnE:

CEDAW AnD lEgAl rEviEWs

2

CATATAN:

... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...

LAMPIRAN

4

LAMPIRAN I

Dalam dokumen Apaka Hukum kita sudah Menerapkan prinsi (Halaman 75-81)