• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDONESIA MARKETERS FESTIVAL 2015 SEMARANG, 28 APRIL 2015

Pangarsa SKPD lan Instansi Vertikal Provinsi Jawi Tengah; Para Pangarsa Organisasi profesi, LSM/NGO;

INDONESIA MARKETERS FESTIVAL 2015 SEMARANG, 28 APRIL 2015

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua Yang saya hormati, Walikota Semarang.;

Rekan-rekan Birokrasi Pemerintah Daerah; Panitia, para pembicara dan peserta seminar;

Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur

Alhamdulillah

kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, pagi ini kita dapat bersama-sama hadir menyertai Kegiatan

Indonesia

Marketers Festival 2015

, dengan tema “

City, Creative and Commerse”

.

Tema yang sangat bagus, dan mengisyaratkan pada kita semua bahwa kegiatan ini bukan hanya ditujukan bagi para pelaku usaha saja dalam mengembangkan skill dan kemampuan

marketing

, tetapi juga termasuk bagi rekan-rekan birokrasi di daerah. Artinya, melalui kegiatan ini diharapkan mampu mendorong rekan-rekan pemerintah daerah bisa semakin cerdas meng-identifikasi potensi yang dimiliki, untuk selanjutnya mengembangkan dengan proses-proses yang kreatif dan memasarkan potensi wilayahnya tersebut dengan menggunakan terobosan-terobosan yang efektif dan efisien.

Seperti halnya Kota Semarang ini. Potensinya di bidang perdagangan, jasa dan wisata harus benar-benar dikelola secara kreatif dan dipasarkan secara baik. Dengan demikian, semakin banyak orang tertarik datang ke Kota Semarang untuk investasi maupun berwisata. Dengan investtasi yang tumbuh dengan baik, dan wisatawan yang semakin banyak berkunjung maka akan memberikan

multiplier effect

bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Semarang. Termasuk di Jawa Tengah, dengan berbagai potensi yang dimiliki, terus didorong dan dikembangkan agar semakin

berdayaguna positif bagi kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya adalah sektor usaha ekonomi kerakyatan atau UMKM. Hal ini saya sampaikan karena perkembangan UMKM di Jawa Tengah dari tahun ke tahun jumlahnya selalu meningkat. Tahun 2008 ada 64.294 unit usaha. Tahun 2009 ada 65.878, tahun 2010 ada 67.616, tahun 2011 ada 70.222, tahun 2012 ada 80.583, tahun 2013 ada 90.339 dan tahun 2014 ada 99.681 unit usaha. Hal ini tentu sangat menggembirakan karena keberadaan UMKM terbukti telah mampu memberikan kontribusi besar pada kemajuan pembangunan. Sektor UMKM inilah yang telah berhasil memperkuat pondasi dan struktur perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Meskipun demikian, perkembangan UMKM belum sepenuhnya berjalan secara optimal dan berhasil dengan baik. Masih ada persoalan-persoalan yang dihadapi, seperti terkait akses permodalan maupun pemasarannya. Ini problem klasik UMKM kita. Alhamdulillah, terhadap persoalan akan akses permodalan, telah berkembang dengan baik program Kredit Usaha Produktif (KUP) oleh Bank Jateng. Kudus menjadi

pilot profect

nasional dalam implementasi KUP, dan dinyatakan berhasil. Direncanakan program ini akan dikembangkan secara nasional.

Selanjutnya terkait aspek pemasaran atas produk UMKM kita memang masih menjadi problem yang terus kita carikan solusinya. Mengapa ? Karena ada kasus-kasus atas suatu produk yang kualitasnya bagus tetapi tidak mampu melakukan penetrasi pasar dengan baik. Sebaliknya produk yang kualitasnya biasa-biasa saja, tapi mampu melakukan penetrasi pasar secara luar biasa. Ada apa ? Nah, ternyata pemasaran menjadi problemnya. Maka, disinilah pentingnya strategi

marketing

untuk mendukung produk usaha masyarakat mendapat pasar yang menjanjikan.

Hadirin yang berbahagia;

Di Jawa Tengah, masih banyak dikembangkan strategi

marketing

oleh para pelaku UMKM dengan menggunakan pola-pola konvensional. Mencari calon pembeli, kemudian bertemu, memaparkan produk, tawar menawar harga dan

deal or no deal

. Memang tidak ada salahnya, tetapi seiring perkembangan teknologi informasi, sebenarnya sudah sangat berkembang pola-pola

marketing

lainnya yang dirasa cukup kreatif, seperti melalui virtual. Pola ini menjadi pilihan

marketing

yang terus kita dorong sehingga produk UMKM bisa semakin berkembang dan punya pasar yang luas. Atas kesadaran pada kondisi tersebut, maka kita terus berdayakan pelaku UMKM agar melek teknologi, khususnya internet. Dengan internet inilah, proses

marketing

tidak perlu bertatap muka dengan pembeli. Cukup klik di media sosial (medsos) maupun web site yang

dibuat, maka produk-produk UMKM akan dapat dipasarkan secara luas, bahkan hingga pasar ekspor. Apalagi, saat ini masyarakat modern sudah banyak yang menggunakan layanan website sebagai media untuk jual beli, dengan alasan lebih murah. Jadi, dunia virtual sangat ampuh untuk memasarkan suatu produk. Yang penting bagaimana para pelaku UMKM ini mampu membuat tampilan websitenya atau medsosnya secara menarik sehingga mengundang minat

buyer

untuk membeli. Meskipun demikian, pemanfaatan dunia maya sebagai sarana pemasaran produk juga harus disertai kewaspadaan yang tinggi, karena tidak jarang dimanfaatkan oleh oknum untuk mencari keuntung-an pribadi.

Sedangkan bagi UMKM yang telah mampu memasarkan produk hingga ke luar negeri, maka perlu menjaga kontinuitas, kuantitas, kualitas, maupun promosi produknya. Jangan sampai, karena lemah pada kontinyuitasnya, menyebabkan produk UMKM yang telah mampu ekspor tidak bertahan lama.

Satu hal lainnya yang juga penting untuk diperhatikan dalam pemasaran produk adalah faktor kejujuran. Mengapa ? Karena sekali kita dusta pada pembeli, maka jangan berharap produk kita bisa eksis apalagi berkembang maju. Yang ada malahan produk tersebut akan hancur di pasar dan usahanya bangkrut. Tetapi kalau jujur, saya yakin produknya akan bisa bertahan dan bahkan semakin maju di tengah daya saing yang semakin ketat dan tuntutan masyarakat yang semakin besar. Karena itu, saya minta daya-gunakan kegiatan ini dengan seoptimal mungkin. Mumpung hadir para pemasar-pemasar handal baik dari swasta maupun BUMN hendaknya bisa digali dan di-

explore

habis-habisan terkait kiat-kiat pemasaran yang baik.

Selanjutnya, kiat-kiat tersebut bisa diterapkan dalam memasarkan produk usaha di tempatnya masing-masing. Semakin banyak kiat pemasaran yang diperoleh, maka semakin bagus. Kalau satu kiat nggak berhasil, nanti bisa digunakan kiat pemasaaran yang lain hingga berhasil.

Demikian yang dapat saya sampaikan menyertai kegiatan ini. Selamat melaksanakan seminar.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi usaha luhur kita. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA

PENERIMAAN KUNJUNGAN KERJA KOMISI V DPR RI