• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pangarsa SKPD lan Instansi Vertikal Provinsi Jawi Tengah; Para Pangarsa Organisasi profesi, LSM/NGO;

SEMARANG, 28 APRIL 2015 Assalamu'alaikum Wr. Wb

Selamat malam dan salam sejahtera untuk kita semua. Yang saya hormati, ketua tim Komisi V DPR RI beserta rombongan;

Rekan-rekan Birokrasi Pemerintah Daerah; Para pimpinan lembaga mitra pemerintah;

Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, siang ini kita dapat bersama-sama hadir menyertai Kunjungan Komisi V DPR RI ke Provinsi Jawa Tengah.

Kepada Tim komisi V DPR RI, atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Jawa Tengah saya sampaikan ”Selamat Datang” di Kota Semarang, Ibukota Provinsi Jawa Tengah. Kami berharap, selama kunjungan ke Jawa Tengah Bapak-Ibu merasa betah, dan sekaligus memperoleh gambaran dan masukan yang utuh serta komprehensif terkait progress-progress pemba-ngunan dan segala permasalahan infrastruktur dan transportasi di Jawa Tengah, sebagaimana maksud dan tujuan kunjungan kerja ini.

Selanjutnya dari berbagai masukan dan gambaran riil di Jawa Tengah hendaknya bisa menjadi bahan pembahasan di Komisi V DPR RI, baik dalam fungsi-fungsi legislasi, pengawasan mauun budgeting terkait pembangunan infrastruktur di Indonesia pada umumnya dan Jawa Tengah pada khususnya.

Bapak – Ibu yang saya hormati;

Terkait pembangunan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah meningkatkan alokasi anggaran dalam APBD.

APBD Jateng 2015 yang mencapai Rp17,09 triliun itu mengalami perubahan dibandingkan pada Rancangan APBD 2015 yang hanya Rp16,5

triliun. Besaran APBD Jateng 2015 mengalami perubahan dibandingkan pada rancangannya karena setelah dilakukan pembahasan ada beberapa pos yang diubah dan dioptimalkan. Banyak rancangan yang dioptimalkan, dan yang paling banyak di sektor pajak dan retribusi, serta fokus pada pembangunan infrastruktur.

Anggaran infrastruktur pada tahun 2013 sebelumnya hanya ±Rp 700 Milyar menjadi ±Rp, 1,4 Trilyun pada tahun 2014 dan tahun anggaran 2015 ditingkatkan lagi menjadi ±Rp 2,4 Trilyun.

Dari total anggaran tahun 2015 tersebut, terdiri dari anggaran Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina Marga Provinsi sebesar ± Rp 2,1 Trilyun, pada Dinas PSDA sejumlah ± Rp 234 Milyar dan pada Dinas Cipkataru sebesar ± Rp 145 Milyar. Selain itu, juga masih ditambah dengan bantuan keuangan untuk pembangunan infrastruktur kabupaten/kota dan desa sebesar ± Rp. 1,947 Trilyun, termasuk bantuan keuangan bersifat khusus untuk sarana prasarana pendidikan.

Kenapa infrastruktur menjadi prioritas ? Karena infrastruktur ini menjadi roda penting ekonomi Jawa Tengah, yaitu sebagai jalur transportasi dan nafas niaga masyarakat Jawa Tengah. Selain itu, keluhan terhadap kerusakan infrastruktur khususnya jalan dan jembatan di Jawa Tengah setiap hari ada, apalagi setelah adanya bencana tanah longsor. Maka makin banyak PR Jawa Tengah untuk memperbaiki infrastruktur. Khusus untuk anggaran perbaikan pasca bencana, saya sudah usulkan kepada pemerintah pusat agar anggaran penanggulangan bencana ditambah, sehingga upaya – upaya penanganan bencana menjadi lebih baik dan cepat.

Selain itu, untuk mempercepat pembangunan karena banyaknya infrastruktur yang rusak, kami melakukan

regrouping

bantuan dana provinsi yang diberikan ke kabupaten/kota, sehingga dana ini bisa difokuskan pada program pembangunan infrastruktur yang mendesak, termasuk yang rusak karena bencana. Jika upaya-upaya ini bisa dilakukan, maka akselerasi pembangunan infrastruktur bisa berjalan, termasuk upaya

maintenance

atau perawatan.

Hadirin yang berbahagia;

Secara umum dapat saya sampaikan bahwa pembangunan infastruktur Jateng, baik itu jalan, jembatan, prasarana sumber daya air, dll masih menghadapi permasalahan, sebagai berikut :

1. Belum optimalnya kualitas, kapasitas dan kondisi jalan dan jembatan 2. Belum optimalnya sarana prasarana transportasi.

4. Meningkatnya luasan rob, terutama di wilayah pantura Jateng. 5. Ketesediaan tampungan air baku yang belum merata dan optimal.

6. Rendahnya akses masyarakat terhadap air minum terlindungi dan palayanan sanitasi layak.

Untuk itu beberapa infrastruktur kami dorong menjadi prioritas pembangunan Jawa Tengah tahun 2015-2019 sebagai berikut :

1. Bidang kebina margaan (jalan dan jembatan) a. Pembangunan fly over atau under pass b. Pembangunan jalan lingkar

c. Pembangunan ruas jalan strategis lainnya (JJLS) d. Pembangunan ruas jalan bebas hambatan (tol) e. Pelebaran jalan arteri

2. Bidang Perhubungan

a. Pengembangan pelabuhan

b. Pengembangan jaringan jalur rel kereta api c. Pengembangan perhubungan udara d. Pengembangan perhubungan darat 3. Bidang sumber daya air

a. Penanganan sungai (normalisasi atau perkuatan tebing) b. Pembangunan jaringan irigasi

c. Pembangunan waduk dan embung

d. Pembangunan atau pengembangan jaringan air baku mendukung SPAM

e. Pengendalian banjir lahar dingin gunung Merapi

Itulah beberapa prioritas pembangunan infrastruktur Jawa Tengah yang perlu mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk Bapak-Ibu dari Komisi V DPR RI. Saya yakin dukungan berbagai pihak akan sangat membantu terealisasinya berbagai pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas di Jawa Tengah.

Hadirin yang berbahagia

Berkaitan dengan pembangunan jalan dan jembatan, saat ini Jawa Tengah terus berupaya mengejar ketertinggalan dari provinsi lain,. Pem-bangunan infrastruktur ini sangat penting karena salah satu tolok ukur penting keberhasilan pembangunan adalah ketersediaan infratstruktur yang memadai. Dengan infrastruktur jalan yang baik, maka akan sangat mendukung peningkatan daya saing daerah.

Tahun 2015 ini, kami telah, sedang dan terus melaksanakan program Jalan tanpa lubang di Jawa Tengah. Kami bertekad, semua jalan-jalan di Jawa Tengah harus baik. Paling tidak nggak ada lubang. Berbagai kanal-kanal kami

buka untuk menampung masukan dan informasi masyarakat terkait adanya jalan berlubang. Alhamdulillah, masyarakat berperan serta aktif melaporkan jalan-jalan lubang di Jawa Tengah. Setelah mendapat laporan masyarakat tersebut, segera kita tutup lubang jalan itu.

Tahun 2016 nanti kami akan mencanangkan tahun infrastruktur pariwisata. Hal ini mengingat banyak potensi wisata yang dapat menambah PAD. Tetapi sayangnya tidak ditunjang dengan sarana prasarana memadai. Orang mau ke Bleduk Kuwu, malas, karena jalannya banyak yang rusak. Tidak hanya jalan tetapi juga sistem perkereta apian menuju kawasan wisata juga akan kami kembangkan. Seperti loco tour di Blora, Ambarawa dll. Jadi, sekali lagi perlu saya sampaikan bahwa penyediaan infrastruktur bukan saja menjadi komitmen kami, tetapi juga telah menjadi bagian dari tuntutan masyarakat yang harus dipenuhi. Tentu saja tuntutannya bukan sekedar pada kecepatan pembangunan, tetapi juga menyangkut aspek-aspek lainnya, seperti kualitas dan akuntabilitas pelaksanaan setiap proyek pembangunan infrastruktur yang dikerjakan. Artinya, saat ini kami terus bekerja cepat, tetapi dengan tetap memperhatikan aspek-aspek terkait kualitas pekerjaan pembangunan infra-struktur.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Selanjutnya terhadap hal-hal yang bersifat teknis, nanti dapat dikomunikasikan dengan kawan-kawan dari SKPD maupun instansi terkait.

Wabillahitaufik wal hidayah Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA

PENGAJIAN ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW