• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pangarsa SKPD lan Instansi Vertikal Provinsi Jawi Tengah; Para Pangarsa Organisasi profesi, LSM/NGO;

PROVINSI JAWA TENGAH SEMARANG, 24 APRIL 2015

Assalamu `alaikum Wr.Wb.

Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua. Ykh. Bapak Wakil Gubernur Jawa Tengah beserta Ibu;

Yth. Ketua DPRD dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah;

Ykh. Bapak Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda, Kajati, dan Kapengti Jawa Tengah;

Ykc. Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah;

Ykh. Sekda dan Para Asisten Sekda Provinsi Jawa Tengah beserta Isteri; Pimpinan Instansi Vertikal yang hadir;

Para Pimpinan SKPD Provinsi Jawa Tengah beserta Isteri/Suami; Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas ridho dan karunia-Nya, siang ini kita dapat bersama-sama hadir menyertai Upacara Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrasi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Acara seperti ini adalah yang ketiga kalinya pada tahun 2015 ini, sebagai tindak lanjut reformasi birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yaitu penataan personil dan pengisian jabatan yang kosong sebanyak 199 jabatan, terdiri atas jabatan Pimpinan Tinggi Pratama sebanyak 1 orang dan Pejabat Administrasi sebanyak 198 orang.

Sebelumnya telah kita laksanakan Pelantikan Pimpinan Tinggi Pratama , yaitu pada awal Januari 2015 sebanyak 6 orang dan pada akhir Januari sebanyak 26 orang. Untuk itu, atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saya sam-paikan “Selamat” kepada para Pejabat yang baru saja dilantik, disertai harapan dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas pokok dan fungsinya yang baru. Segera lakukan koordinasi dan konsolidasi internal maupun eksternal agar dapat segera

running

melaksanakan program dan kegiatan yang saat ini sudah berada pada triwulan II. Hal ini saya sampaikan, karena pada Triwulan III biasanya dijadualkan untuk penghitungan perubahan anggaran. Namun demikian, Bapak-Ibu harus tetap memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku dan melaksanakan program pada

track

yang benar. Saya tidak ingin Bapak-Ibu sudah bekerja secara maksimal, tetapi pada akhirnya malah berurusan dengan jaksa atau KPK. Karena itu, sekali lagi pahami dengan benar tupoksi dan lingkungan strategis Bapak-Ibu agar dapat bekerja dengan

bener

dan

pener

.

Hadirin yang saya hormati;

Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan dan Pelantikan hari ini memang cukup besar jumlahnya. Ini mau tidak mau harus kita lakukan, karena peru-bahan yang ingin kita wujudkan dalam mencapai Visi “Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari – mBoten Korupsi, mBoten Ngapusi”, memang sangat fundamental dan strategis.

Memang tidak mudah mewujudkan Visi itu, terutama untuk mBoten Korupsi lan mBoten Korupsi, perlu langkah nyata dan keteladanan dari para

top

leader

SKPD. Maka, setelah saya kenali profil pimpinannya, kompetensi, serta kinerja masing-masing SKPD, memang perlu untuk dilakukan mutasi dan rotasi, dengan harapan bisa meningkatkan sinergitas dan memacu kinerja dalam melaksanakan 7 Misi dan 11 program unggulan Jawa Tengah yang menjadi obsesi kita bersama. Apalagi dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, memberikan kewenangan lebih kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah di daerah dan Gubernur sebagai Kepala Daerah, tentu saya memerlukan dukungan SKPD dalam menjalankan tugas fungsi yang bisa mendorong sinergitas dan dukungan Kabupaten/Kota dalam mewujudkan apa yang menjadi Visi, Misi, Program Unggulan, dan Prioritas yang perlu kita lakukan percepatan. Karena itu, saya minta kepada Bapak-Ibu yang hari ini mengalami promosi, mutasi atau rotasi, janganlah ber-fikir negatif. Karena untuk suatu perubahan yang lebih baik dan maju, memang perlu penataan.

Hadirin yang saya hormati;

Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara mengamanatkan perlu langkah perbaikan terhadap pelaksanaan manajemen Aparatur Sipil Negara untuk mewujudkan aparatur yang profesional, kompeten dan berkinerja tinggi sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Apalagi tahun 2015 ini adalah tahun percepatan pembangunan. Prioritas pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, irigasi, dan penataan tata ruang untuk mewujudkan daulat pangan, peningkatan ekonomi masyarakat, pengentasan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan layanan kesehatan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, serta pengendalian jumlah penduduk melalui program KB, menjadi konsentrasi kita dalam melakukan percepatan pembangunan, sehingga bisa mencapai hasil optimal di tahun 2015 dan ke depan. Karena itu, selalu saya sampaikan dalam berbagai kesempatan, bahwa peningkatan layanan publik yang cepat, mudah dan murah, menjadi perhatian utama kita di semua sektor pembangunan.

Ini semua perlu kita lakukan, karena birokrasi di berbagai sektor, itu adalah pelayan masyarakat, yang memang sudah seharusnya memberikan kemudahan dan kelancaran apa yang menjadi aspirasi dan keinginan masyarakat. Yang penting proporsional dan tetap memperhatikan aspek nor-matif, serta menjauhi pelanggaran yang berisiko hukum dan dampak sosial negatif.

Saya merasa prihatin dengan adanya kasus PNS di Kota Tegal yang saat ini semakin memanas. Hal ini seharusnya tidak perlu terjadi kalau pihak-pihak yang berkepentingan mematuhi aturan yang berlaku. Misalnya berkaitan dengan disiplin pegawai, seharusnya mengacu pada PP nomor 53 Tahun 2010, serta memenuhi terlebih dahulu semua proses yang ada, untuk selanjutnya diambil suatu keputusan. Tetapi kalau permasahananya adalah “selera” tentu kurang baik terhadap kondisi pemerintahan dan akan berdampak pada pelayanan publik. Dalam hal ini, citra birokrasi pemerintahan di semua tingkatan harus kita jaga dan tingkatkan, dengan keteladanan para pemimpin.

Ya memang sudah resiko jadi pemimpin di era yang terus berubah untuk merangkak maju, karena hakikatnya pemimpin di semua tingkatan, adalah membawa amanah yang harus bisa meninggalkan jejak yang baik dan membawa perubahan yang semakin baik dari generasi ke generasi.

Bung Karno mengatakan:“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jajaran pimpinan di semua sektor

pembangunan, untuk

ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul” dalam

ngayahi jejibahan, ngabdi kangge rahayuning

rakyat,

bangsa, lan nagari

.

Selamat bertugas.

Terima kasih atas kebersamaan kita.

Semoga Allah S.W.T. meridhoi dan memberi kan kemudahan atas usaha luhur kita.

Wabillahitaufik wal hidayah, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)