• Tidak ada hasil yang ditemukan

WORKSHOP DAN GELAR INOVASI TEKNOLOGI JEPARA, 17 APRIL 2015

Pangarsa SKPD lan Instansi Vertikal Provinsi Jawi Tengah; Para Pangarsa Organisasi profesi, LSM/NGO;

WORKSHOP DAN GELAR INOVASI TEKNOLOGI JEPARA, 17 APRIL 2015

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua;

Yang saya hormati, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ibu Susi Pudjiastuti; Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara; Rekan-rekan Birokrasi Pemerintah Daerah; Para peserta Workshop dan Gelar Inovasi Teknologi;

Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,

Alhamdulillah

pagi ini kita dapat bersama-sama hadir menyertai kegiatan Workshop dan Gelar Inovasi Teknologi, yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara.

Kepada Menteri Perikanan dan kelautan RI, Ibu Susi Pudjiastuti, atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Jawa Tengah, saya mesampaikan terima kasih atas

kerawuhan

-nya untuk memberikan arahan tentang pengelolaan perikanan secara kreatif, khususnya tentang budidaya ikan air payau.

Kerawuh

-an dan arahan Ibu Menteri ini sangat penting untuk semakin meningkatkan semangat dan kinerja kami dalam mengembangkan perikanan budidaya air payau pada khususnya, dan sektor kelautan perikanan pada umumnya.

Hal ini saya sampaikan mengingat potensi sektor perikanan dan kelautan kita itu sangat besar. Khusus untuk wilayah perairan pantai, di Jawa Tengah saja memiliki bentang yang panjang. Di pantai Selatan Jawa Tengah sepanjang 289,07 km, dan pantai Utara sepanjang 502,69 km. Kemudian potensi tambaknya seluas 40.000 Ha, dimana luasan tambak diusahakan 37.600,30 Ha dan tambak idle 2.399,70 Ha. Itu sebagian potensi perikanan budidaya yang kami miliki. Potensi inilah yang sekiranya harus optimal

di-usahakan agar produksi perikanan budidaya kita bisa semakin meningkat dan memberi kesejahteraan pada masyarakat.

Ibu Menteri yang saya hormati;

Perlu saya laporkan kepada Ibu Menteri bahwa realisasi produksi perikanan budidaya Jawa Tengah tahun 2014 sebesar 501.789,5 ton. Khusus untuk produksi budidaya payau sebesar 254.523,2 ton yang terdiri dari udang vanname 30.600 ton, udang windu 5.079 ton, bandeng 90.346,2 ton dan rumput laut 128.498 ton. Target kami di tahun 2015 untuk produksi perikanan budidaya sebesar 605.682 ton.

Selanjutnya, guna mendukung pencapaian target tersebut, maka berbagai upaya kami lakukan, seperti berupaya menyediakan induk unggul dan benih bermutu. Saat ini, penyediaan induk unggul diwujudkan melalui peremajaan induk unggul yang ada di masyarakat. Artinya, kami telah mengganti induk-induk yang tua dan kurang produktif dengan induk unggul yang produktif. Dengan demikian induk-induk yang digunakan masyarakat merupakan induk unggul yang telah melalui proses pemuliaan dan telah

di-release

yang berasal dari pusat pemuliaan induk unggul atau

broodstock

centre

. Dengan menggunakan induk unggul inilah maka benih bermutu akan dihasilkan.

Kemudian dalam hal menopang peningkatan produksi benih bermutu ini, maka melalui dukungan dana alokasi khusus (DAK) yang ada di Kabupaten/Kota, dilakukan penataan kawasan budidaya, peningkatan kapasitas Balai benih Ikan (BBI) Kabupaten/Kota, bantuan induk unggul bagi Unit Pembenihan Rakyat/

Hatchery

Skala Rumah Tangga (UPR/HSRT) dan BBI kabupaten/ kota. Kami juga terus mendorong pembudidaya ikan untuk menggunakan benih bermutu dari unit-unit pembenihan yang telah menerapkan dan mendapat sertifikat Cara pembenihan Ikan yang Baik (CPIB). Hal ini penting agar produk perikanan budidaya kita benar-benar memberikan jaminan mutu produk dan jaminan keamanan pangan. Dalam hal menjamin keamanan pangan ini, maka sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik juga kita lakukan. Dengan demikian setiap tahapan dalam proses pemeliharaan ikan, mulai dari benih sampai panen dapat terkontrol.

Satu hal yang penting juga dalam hal peningkatan produksi perikanan budidaya adalah pada sektor pakan. Mengapa ? Karena sekitar 70-80% biaya produksi budidaya digunakan untuk pembelian pakan. Maka, apresiasi kita berikan kepada Ibu Menteri atas semangatnya untuk mengembangkan gerakan pakan mandiri. Dengan pakan mandiri inilah kita dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan pembudidaya. Di Provinsi Jawa Tengah produksi pakan mandiri sudah mulai berkembang di beberapa Kabupaten/Kota, seperti di

Semarang, Kendal, Karanganyar, Blora, Sragen, Kudus, Temanggung, Banjarnegara, Banyumas, Cilacap dan Pati. Ini yang terus kita dorong karena pakan mandiri ini terbukti dapat menekan biaya produksi hingga kurang dari 60%.

Begitu pula aspek permodalan juga harus menjadi perhatian bersama. Sektor ini sangat berpengaruh dalam mendukung perkembangan usaha perikanan. Namun, dari sisi pemerintah dengan keterbatasan anggaran yang ada, maka tidaklah memungkinkan memberikan bantuan permodalan pada seluruh pembudidaya. Disinilah bantuan akan diprioritaskan bagi pembudidaya pemula dengan modal terbatas. Sedang bagi pembudidaya yang sudah maju dan pernah mendapat bantuan, kita dorong dan fasilitasi agar dapat memperoleh pinjaman lunak melalui program KUR dan KKPE. Tahun 2014, akses pembiayaan pembudidaya ikan melalui KUR dan KKPE telah mencapai Rp 22.983.560.000,- dan berkembang di 18 Kabupaten/Kota.

Jadi intinya, kita terus berupaya untuk mengoptimalkan segenap potensi yang kita miliki dalam meningkatkan produksi perikanan budidaya di Jawa Tengah. Intensifikasi, ekstensifikasi, revitalisasi, diversifikasi, pengembangan produksi benih dan induk unggul, memberdayaan dan penguatan kelembagaan, pengembangan kemitraan usaha dan inovasi teknologi terus kita lakukan. Maka, kalau saat ini juga diselenggarakan gelar inovasi teknologi budidaya air payau dan olahan hasil perikanan budidaya, hendaknya berbagai inovasi teknologi tersebut bisa segera diterapkan bagi para pembudidaya. Tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pada masing-masing wilayah. Karena itu, sekali lagi mari kita dorong pengembangan perikanan budidaya yang lebih maju, berdaya saing, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan perkembangan sektor budidaya perikanan yang semakin maju, diharapkan akan semakin banyak menyerap tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa.

Demikan yang dapat saya sampaikan menyertai acara ini. Sekian dan terima kasih atas kebersamaan kita.

Wabillahi taufik wal hidayah Wassalamu’alaikum Wr.Wb

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA

KIRAB BUDAYA DAN CARNIVAL 2015