• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

5.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian

5.1.2 Informan Kunci II (Sekretaris RW.001 Duri Kosambi)

Nama : Chaironi Aziz, S.KOM

Umur : 49 Tahun

Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 23 Juli 1972 Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Alamat : Jl. Al-Barokah II No.35 RT.05 RW.001, Kel. Duri Kosambi, Kecamatan Cengakreng, Jakarta Barat

Informan kunci bernama Chaironi Aziz, berusia 49 tahun dan bertempat tinggal di Jl. Al-Barokah II No.35 RT.05/RW.001, Kel. Duri Kosambi. Informan kunci merupakan sebagai sekretaris di RW.001. Saat peneliti mendatangi kantor Sekretariat RW.001, beliau sangat baik dan ramah serta memberikan izin kepada

Universitas Sumatera Utara

peneliti untuk melakukan penelitian di lingkungan RW.001 Kel. Duri Kosambi serta memberikan informasi terkait program Bantuan Sosial Tunai (BST).

Berikut hasil wawancara peneliti dengan bapak Chaironi sebagai informan kunci rsebagai berikut :

A. Ketepatan Sasaran Program

Peneliti bertanya kepada informan kunci, apakah sebelum Covid-19 sudah ada Bantuan Sosial yang disalurkan oleh pemerintah kepada warga RW.001?.

Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Ditengah Pandemi Covid-19 warga RW.001 awalnya mendapatkan bantuan berupa sembako dari pemerintah, dibulan Januari bantuan sosial yang diberikan pemerintah diganti dengan Bantuan Sosial Tunai (BST)”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, sejak kapan Bantuan Sosial Tunai disalurkan pemerintah kepada masyarakat?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Bantuan Sosial Tunai disalurkan pemerintah kepada warga RW.001 yaitu pada tanggal 10 Januari 2021”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, Ada berapa tahap penyaluran Bantuan Sosial Tunai yang dilaksanakan?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Untuk Tahap penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diberikan itu ada 4 tahap tetapi pada tahap ke 3 yang seharusnya diberikan pada Maret disatukan dengan tahap ke 4 di bulan April”

Universitas Sumatera Utara

Kemudian peneliti bertanya kepada informan, Bagaimana tahapan proses penyeleksian penerima Bantuan Sosial Tunai (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Tahapan proses penyeleksiannya yaitu saya berkordinasi kepada setiap RT untuk memberikan data warga RW.001 yang termasuk golongan kurang mampu dan terdampak Covid-19. Setelah itu saya menginput data untuk diserahkan ke pihak Kelurahan”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, apakah ada kriteria khusus bagi penerima Bantuan Sosial Tunai (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Kriteria bagi penerima Bantuan Sosial Tunai ini tertuju kepada warga yang terkena dampak Covid-19 dan terutama memang mereka yang dapat dibilang kurang mampu juga dek”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, apakah bantuan Bantuan Sosial Tunai (BST) selalu tepat waktu diberikan kepada warga RW.001/KPM Bantuan Sosial Tunai (BST) di RW.001?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Tidak dek, seperti yang tadi saya katakan pada tahap 1 BST yang disalurkan pada tanggal 10 Januari 2021 , setelah itu ditahap ke 2 diminggu awal bulan Februari, dan pada tahap ke 3 yang seharusnya dibulan Maret digabungkan dengan tahap ke 4 pada bulan April”

Kemudian peneliti bertanya kepada informan, menurut Bapak apakah sasaran program Bantuan Sosial Tunai (BST) sudah tepat ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

“Menurut saya untuk sasaran Bantuan Sosial Tunai ini yaitu masyarakat yang terdampak Covid-19. Warga RW.001 ini termasuk banyak yang memang terdampak Covid-19, bukan hanya warga yang tidak mampu tetapi juga warga yang dapat dikatan mampu juga terkena dampak akibat Covid-19 ini dek. Tetapi memang masih ada warga yang sepantasnya mendapatkan BST ini tidak mendapatkannya”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, Apakah ada warga yang seharusnya layak untuk mendapatkan Bantuan Sosial Tunai tetapi ia tidak mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) tersebut?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Iya masih ada warga RW.001 yang memang berhak mendapatkan BST ini tetapi tidak mendaptkannya. Tetapi, saya juga sudah berusaha untuk mengajukan kembali data diri mereka yang tidak mendapatkan BST tersebut. Pengajuan ulang sudah dilakukan 2 kali dan saya input kembali, alhamdulillahnya sudah sebagian besar mereka yang tadinya tidak mendapatkan bantuan tersebut akhinrya mendapatkannya“

B. Sosialisasi Program

Peneliti bertanya kepada informan kunci mengenai sosialisasi program Bantuan Sosial Tunai di lingkungan RW. 001 Kel. Duri Kosambi, apakah warga RW.001 sudah mengetahui Bantuan Sosial Tunai yang disalurkan pemerintah ?.

Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Awal turunnya Bantuan Sosial Tunai ini kemungkinan warga RW.001 sebagian tidak ada yang mengetahui dan memang ada juga yang

Universitas Sumatera Utara

mengetahuinya mungkin dari sebuah berita. Tetapi mereka yang mendapatkan Bantuan Sosial Tunai atau penerima Bantuan Sosial Tunai diberikan undangan untuk pengambilan bantuan tersebut”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, bagaimana warga RW.001 mengetahui adanya program Bantuan Sosial Tunai (BST) ini? Apakah Sebelumnya sudah ada sosialisasi yang dilaksanakan kepada Warga RW.001 ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Iya tidak ada sosialiasi yang dilakukan ke warga RW.001, hanya informasi yang diberikan ke seluruh RT untuk menyebarkan undangan penerima Bantuan Sosial Tunai (BST)”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, apakah warga RW.001 yang mendapatkan Bantuan Sosial Tunai tersebut sudah paham dengan program yang akan disalurkan oleh pemerintah?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Iya mereka cukup memahami program Bantuan Sosial Tunai ini”

Kemudian peneliti bertanya kepada informan, Menurut bapak apakah sosialiasi program terkait Bantuan Sosial Tunai(BST) ini penting untuk warga RW.001?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Menurut saya memang perlu adanya sosialisasi ke warga RW.001 agar mereka lebih memahami program Bantuan Sosial Tunai (BST)”

Universitas Sumatera Utara

Lalu peneliti bertanya kepada informan, apakah menurut bapak sosialisasi program Bantuan Sosial Tunai ini dilakukan secara tertutup/tidak?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Tidak ada sosialasi terkait program Bantuan Sosial Tunai, saya hanya berkoordinasi kepada seluruh RT dan Koordinator dari masing-masing RT dalam pendataan dan penyaluran”

C. Tujuan Program

Peneliti bertanya kepada informan, menurut Bapak Apakah tujuan dari program Bantuan Sosial Tunai (BST) ini sudah tercapai ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Untuk tujuan dari Program Bantuan Sosial Tunai ini belum seluruhnya tercapai, kemungkinan masih ada warga RW.001 yang terdampak Covid-19 belum mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST)”.

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, bagaimana cara atau strategi yang dilakukan dalam proses pelaksanaan program Bantuan Sosial Tunai (BST) di RW.001?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Yang saya lakukan tentunya tetap berkoordinasi kepada seluruh RT dalam pendataan kepada masyarakat yang kurang mampu dan terdampak Covid-19 dan berkoordisani kepada seluruh RT terkait penyaluran pelaksanaan Program Bantuan Sosial Tunai dan juga kepada seluruh warga RW.001 untuk melaporkan apabila tidak mendapatkan Bantuan tersebut”

Universitas Sumatera Utara

Lalu peneliti bertanya kepada informan, apa saja manfaat yang didapatkan dengan disalurkan program Bantuan Sosial Tunai (BST) ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Manfaat yang didaptkan tentu saja program ini membatu masyarakat ditengah pandemi Covid-19 sekarang ini. Bantuan yang diberikan sedikit membantu kebutuhan yang diperlukan oleh masyakarat karena dampak dari covid-19 sangat merugikan disemua kalangan masyarakat. Dengan Bantuan Sosial Tunai ini setidaknya mereka bisa membelikan keperluan pangan untuk sehari-hari”

Kemudian peneliti bertanya kepada informan, apakah dengan total uang yang diterima didalam progam Bantuan Sosial Tunai (BST) ini dirasa cukup dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Tentu saja dengan nominal Rp.300.000 tidak mungkin mencukupi seluruh kebutuhan mereka tiap bulannya, tetapi dengan total yang diberikan setidaknya sedikit membantu menutupi kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat”

D. Pemantauan Program

Peneliti bertanya kepada informan kunci, sampai sejauh mana bapak memonitoring proses pelaksanaan program Bantuan Sosial Tunai (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Saya memonitoring dari pendataan, penyaluran, dan laporan kembali setelah selesai proses penerimaan. Saya akan menerima laporan

Universitas Sumatera Utara

pengaduan dari warga RW.001 apakah masih ada warga yang tidak mendapatkan Bantuan Sosial Tunai untuk saya data dan diinput kembali”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, apakah pada proses monitoring dilakukan pencocokan data kepada para penerima program Bantuan Sosial Tunai (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Iya tentu saja dilakukan pencocokan data kepada perima Bantuan Sosial Tunai (BST)”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, apakah dalam proses penerimaan program Bantuan Sosial Tunai (BST) disertakan dengan bukti penerimaan/tidak ?.

Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Iya memang disertakan bukti berupa foto mereka dengan menunjukkan KK, KTP, dan uang yang diberikan oleh pihak kantor pos”

Kemudian peneliti bertanya kepada informan, adakah kendala atau faktor penghambat dalam pelaksanaan program Bantuan Sosial Tunai (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Ada kendalanya yaitu pertama data yang diajukan tidak sesuai dengan jumlah bantuan yang turun, kedua terkait validasi data karena data awal yang diterima dari RT masih ada data diri warga yang lama misalnya warga yang sudah meninggal dan yang sudah pindah alamat tidak lagi bertempat tinggal di lingkungan RW.001 tetapi nama mereka masih terdata dan masih menerima bantuan tersebut, ketiga pada proses penerimaan ada beberapa warga yang tidak bisa mengambil bantuan tersebut di jadwal yang telah ditentukan, oleh karena itu mereka melakukan susulan

Universitas Sumatera Utara

pengambilan di sekretaris RW atau di kantor pos, dan terakhir Bantuan Sosial Tunai yang turun tidak tepat waktu”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, bagaimana cara penyelesaian apabila ditemukan permasalahan dalam proses pelaksanaan program Bantuan Sosial Tunai (BST) tersebut?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Cara saya yaitu dengan berkoordinasi kepada setiap RT untuk memberikan data warga terbaru dan saya melakukan pendataan ulang terbaru dan mengajukan kembali bagi mereka yang tidak mendapatkan bantuan tersebut. Lalu, bagi warga yang tidak bisa mengambil bantuan pada jadwal yang ditentukan diberikan informasi adanya pengambilan susulan dan terakhir terkait Bantuan Sosial Tunai yang turun tidak tepat waktu yaitu dengan memberi tahu kepada RT adanya keterlambatan dalam penyaluran Bantua Sosial Tunai dan meminta kepada seluruh RT untuk memberikan informasi kepada warga dengan adanya keterlambatan pencairan Bantuan Sosial Tunai ini”