• Tidak ada hasil yang ditemukan

Informan Utama III (Keluarga Penerima Manfaat/KPM BST)

BAB V HASIL PENELITIAN

5.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian

5.1.4 Informan Utama III (Keluarga Penerima Manfaat/KPM BST)

Nama : Andi Wirya

Umur : 42 Tahun

Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 20 Juli 1978 Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Alamat : JL.H. Mali RT. 05, RW. 001, Kel. Duri Kosambi, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat.

Pekerjaan : Pelatih Badminton

Informan Utama 3 bernama Andi Wirya yang berusia 42 tahun, Bapak Wirya bertempat tinggal di lingkungan RW.001 Kel. Duri Kosambi. Bapak Andi memiliki 3 orang anak yang masih bersekolah. Anak pertama di Madrasah Aliyah (MA) kelas 11, anak ke 2 kelas 9 Sanawiyah (MTS), dan yang terakhir kelas 5 Mandrasah Ibtidaiyya (MI). Bapak Andi bekerja sebagai pelatih bulu tangkis. Di tengah pandemi Covid-19 pekerjaannya Bapak Andi terhenti 1 tahun dikarenakan adanya PSBB dan tidak diperbolehkannya untuk melatih. Ketika peneliti melakukan wawancara Bapak andi bercerita bahwa tidak bisa membayar uang sekolah ke tiga anaknya karena tidak adanya pemasukan dari pelatihan tersebut.

Karena tidak adanya pelatihan bulu tangkis akhirnya bapak Andi membuka usaha kecil dengan berjualan ikan bakar, walaupun pendapatan yang dihasilkan hanya bisa mencukupi kebutahan makan sehari-hari keluarga.

Universitas Sumatera Utara

Berikut hasil wawancara peneliti dengan bapak Andi sebagai informan utama sebagai berikut :

A. Ketepatan Sasaran Program

Peneliti bertanya kepada informan, apakah sebelum adanya program Bantuan Sosial Tunai (BST) pada saat Covid-19 sekarang ini bapak pernah mendapatkan bantuan sosial lainnya?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Di tengah pandemi Covid-19 saya pernah mendapatkan sembako dari pemerintah, setelah itu saya mendapatkan Bantuan Sosial Tunai”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, bagaimana Bapak bisa mendapatkan Bantuan Sosial Tunai ini (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Saya tidak tahu dek, tiba-tiba saja saya diberikan undangan penerima Bantuan Sosial Tunai ini oleh bapak RT”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, apakah ada kriteria khusus bagi bapak untuk mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Kriteria khusus yang dimaksud mungkin saja karena saya termasuk salah satu warga yang tekena dampak dari Covid-19. Karena dampaknya membuat saya sempat kehilangan pekerjaan saya atau terhenti melatih bulu tangkis selama 1 tahun”

Universitas Sumatera Utara

Kemudian peneliti bertanya kepada informan, apakah Bantuan Sosial Tunai (BST) yang disalurkan selalu tepat waktu ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Tidak tepat waktu dek, tanggal pemberiannya berubah-ubah tiap bulannya dan ada pemberian yang diberikan 2 bulan secara langsung

Lalu peneliti bertanya kepada informan, berapa kali Bapak mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Dapatnya 4 kali yaitu 1 dan ke 2 setiap bulan, 3 dan 4 diberikan secara bersamaan di bulan yang ke 4 ”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, menurut Bapak apakah penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sudah tepat sasaran?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Menurut saya belum, karena masih ada warga yang tidak dapat Bantuan Sosial Tunai”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, adakah menurut Bapak penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang tidak tepat sasaran?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Ada, karena masih ada orang yang mampu tetapi dia mendapatkan Banuan Sosial Tuai tersebut”

B. Sosialisasi Program

Peneliti bertanya kepada informan, mengenai sosialisasi program Bantuan Sosial Tunai di lingkungan RW. 001 Kel. Duri Kosambi, apakah Bapak mengetahui

Universitas Sumatera Utara

adanya program Bantuan Sosial Tunai (BST) di lingkungan RW.001 yang disalurkan pemerintah?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Iya saya tahu dek bahwasanya ada Program Bantun Sosial Tunai dari pemerintah”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, darimana Bapak mengetahui adanya program Bantuan Sosial Tunai (BST) ini (media cetak, elektronik, atau pejabat wilayah setempat). Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Dari Bapak RT dan saya membaca berita dek”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, apakah ada sosialisasi terkait Bantuan Sosial Tunai yang dilaksanakan kepada Bapak?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Saya hanya dibagikan undangan yang berisi tentang bantuan sosial tunai 2 hari sebelum pemberian Bantuan Sosial Tunai”

Kemudian peneliti bertanya kepada informan, apakah Bapak yang mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) sudah paham dengan program yang akan disalurkan oleh pemerintah?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Sedikit sudah paham dengan bantuin ini, bantuin ini diberikan karena adanya covid-19, bantuan ini membantu para warga seperti kami yang sangat kesulitan karena adanya covid-19“

Universitas Sumatera Utara

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, menurut Bapak apakah sosialisasi terkait program Bantuan Sosial Tunai itu penting bagi Bapak?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Sangat penting biar tidak adanya miskomunikasi diantara para warga seperti kami dan pemerintah , kami para warga akan mengerti dan memahami program ini seperti apa”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, apakah menurut Bapak sosialisasi program Bantuan Sosial Tunai ini dilakukan secara tertutup/tidak?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Menurut saya masih tertutup dan kurangnya sosialisasi yang dilakukan, menyebar undagan tentang bantuan saja menerut saya masih tidak cukup”

C. Tujuan Program

Peneliti bertanya kepada Bapak Andi, menurut Bapak apakah program Bantuan Sosial Tunai dirasa perlu bagi Bapak selama pandemi covid-19?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Sangat diperlukan bantuan ini, seperti keluarga saya yang pendapatannya hanya bergantung kepada saya yang bekerja sebagai pelatih bulu tangkis, sedangkan saya selama pandemi covid-19 tidak bekerja”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, manfaat apa yang didapatkan oleh Bapak dari program Bantuan Sosial Tunai (BST) ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

“Bantuan ini sangat bermanfaat dan membantu bagi keluarga saya untuk memenuhi kehidupan saya selama pandemi ini”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, Apakah dengan total uang yang diterima didalam progam Bantuan Sosial Tunai (BST) ini dirasa cukup dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Untuk kehidupan sehari-hari bisa dibilang tidak cukup tapi saya bersyukur dengan adanya bantuan ini setidaknya membantu keluarga saya”

D. Pemantauan Program

Peneliti bertanya kepada informan, pada proses penerimaan Bantuan Sosial Tunai (BST) apakah ada pihak yang memantau proses pelaksanaan Bantuan Sosial Tunai (BST)? jika ada siapa yang memantau proses pelaksanaan tersebut?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Dari penglihatan saya sendiri ada yang memantau proses bantuan ini yaitu dari orang-orang kantor pos dan bapak RT”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, apakah pada proses penerimaan dilakukan pencocokan data kepada para penerima program Bantuan Sosial Tunai (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Pada saat saya mengambil bantuan saya harus menunjukkan KTP dan undangan”

Universitas Sumatera Utara

Kemudian peneliti bertanya kepada informan, apakah dalam proses penerimaan program Bantuan Sosial Tunai (BST) disertakan dengan bukti penerimaan/tidak?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Disertakan bukti pada saat pengambilan karena pada waktu itu saya dimintai untuk foto sambil memagang bantuan tersebut”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, menurut Bapak apakah pelaksaan program BST ini berjalan secara efektif atau terdapat kendala ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Menurut saya sudah efektif dengan perarutan-peraturan yang dibuat”

Kemudian peneliti bertanya kepada informan, apakah Bapak merima jumlah uang sesuai dengan yang sudah dianggarkan oleh pemerintah atau ada pengurangan? Jika ada, apakah Bapak mengetahui akan hal tersebut?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Tidak adanya pengurangan sama sekali saya menerima penuh bantuan ini senilai Rp. 300.000”