• Tidak ada hasil yang ditemukan

Informan Utama II (Keluarga Penerima Manfaat/KPM BST)

BAB V HASIL PENELITIAN

5.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian

5.1.3 Informan Utama II (Keluarga Penerima Manfaat/KPM BST)

Nama : Jainal Abidin

Umur : 32 tahun

Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 30 Juli 1988 Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Alamat : JL.H. Mali RT.06, RW. 001, Kel. Duri Kosambi, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat.

Pekerjaan : Satpam

Informan Utama 2 bernama Jainal yang berusia 32 tahun. Bapak Jainal bekerja sebagai satpam di sebuah apartemen yang berlokasi di Jakarta. Bapak Jenal memiliki 3 orang anak dimana 1orang anak Bapak Jenal masih bersekolah Dasar (SD) dan 2 anaknya masih berusia 5 tahun dan 3 tahun. Saat penelitian Bapak Jenal sedikit bercerita terkait pekerjaannya di awal Pandemi Covid-19. Dengan pekerjaannya sebagai satpam, pendapatan bulanan yang didapatkannya sedikit dapat mencukupi keperluan keuarganya, tetapi di awal Pandemi Covid-19 muncul pendapatan bulanan (gaji) yang seharusnya didapat tiap bulannya terpaksa tertahan atau tidak cair pada saat itu. Bapak Jenal bercerita bahwasanya dia cemas bagaimana dia bisa membeli atau memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari,

Universitas Sumatera Utara

sedangkan anaknya yang masih kecil masih membutuhkan susu untuk dibeli.

Permasalahan lain yang dialami Bapak Jainal yaitu tidak bisa membayar uang listrik dan tunjangan lainnya.

Berikut hasil wawancara peneliti dengan bapak Jainal sebagai informan utama sebagai berikut :

A. Ketepatan Sasaran Program

Peneliti bertanya kepada informan, apakah sebelum adanya program Bantuan Sosial Tunai (BST) pada saat Covid-19 sekarang ini Bapak pernah mendapatkan bantuan sosial lainnya?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Saya pernah mendapatkan bantuan sembako sebelum digantikannya dengan Bantuan Sosial Tunai dek”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, bagaimana Bapak bisa mendapatkan Bantuan Sosial Tunai ini (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Saya kurang paham dek tiba-tiba sebelum adanya penyaluran bantuan sosial nama saya sudah terdata di DTKS dan saya mendapatkan undangan penerima Bantuan Sosial Tunai yang diberikan Bapak RT. Mungkin karena kondisi ekonomi saya bisa dibilang kurang mampu, oleh karena itu saya mendapatkan bantuan dari pemerintah”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, apakah ada kriteria khusus bagi bapak untuk mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

“Kriteria khususnya mugkin kondisi ekonomi saya yang bisa dibilang kurang mampu dan yang terdampak akibat Covid-19 ini dek”

Kemudian peneliti bertanya kepada informan, apakah Bantuan Sosial Tunai (BST) yang disalurkan selalu tepat waktu ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Tidak, pada tahap 1 dan 2 Bantuan Sosial Tunai yang disalurkan turun sesuai bulannya tetapi pada tahap 3-4 turun bersamaan di bulan April

Lalu peneliti bertanya kepada informan, berapa kali Bapak mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Total yang didapat 4 kali yaitu bulan Januari, Februari, dan April. Di Bulan April total BST sejumlah Rp.600.000 itu gabungan langsung dari tahap 3 dan 4”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, menurut Bapak apakah penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sudah tepat sasaran?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Belum dek, masih ada yang tidak mendapatkan bantuan ini padahal mereka termasuk warga yang kurang mampu”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, adakah menurut Bapak penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang tidak tepat sasaran?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

“Ada, padahal dia memiliki kendaraan dan kontrakan dek. Sedangkan ada seorang lansia yang seharusnya laak mendapatkan Bantuan Sosial Tuai tetapi dia tidak medapatkan Bantuan Sosial Tunai ini dek”

B. Sosialisasi Program

Peneliti bertanya kepada informan, mengenai sosialisasi program Bantuan Sosial Tunai di lingkungan RW. 001 Kel. Duri Kosambi, apakah Bapak mengetahui adanya program Bantuan Sosial Tunai (BST) di lingkungan RW.001 yang disalurkan pemerintah?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :

“Iya saya tahu ada Program Bantun Sosial Tunai ini”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, darimana Bapak mengetahui adanya program Bantuan Sosial Tunai (BST) ini (media cetak, elektronik, atau pejabat wilayah setempat). Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Membaca berita dan pejabat wilayah setempat”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, apakah ada sosialisasi terkait Bantuan Sosial Tunai yang dilaksanakan kepada Bapak?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Dari pejabat setempat hanya bemberi tahu saja dan membagikan undangan penerima Bantuan Sosial Tunai 2 hari sebelum adanya pencairan uang tersebut dek”

Kemudian peneliti bertanya kepada informan, apakah Bapak yang mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) sudah paham dengan program yang akan disalurkan oleh pemerintah?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

“Bantuan Sosial Tuai ini ditujukan untuk orang-orang yang kurang mampu, terkena PHK, kehilangan pekerjaan dan yang terdampak akibat Covid-19.

Bantuan Sosial Tunai ini cukup membantu bagi saya atau mereka yang senasib sama di tengah pandemi Covid-19 untuk kebutuhan sehari-hari“

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, menurut Bapak apakah sosialisasi terkait program Bantuan Sosial Tunai itu penting bagi Bapak?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Tentu saja penting dek”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, apakah menurut Bapak sosialisasi program Bantuan Sosial Tunai ini dilakukan secara tertutup/tidak?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Sepertinya sudah ada sosialisasi yang diberikan RW kepada RT tetapi di tengah pandemi Covid-19 pak RT susah untuk bersosialisasi langsung dengan semua warganya karena tidak boleh adanya kerumunan oleh karena itu mungkin hanya beberapa warganya saja yang mengetahuinya”

C. Tujuan Program

Peneliti bertanya kepada Bapak Jenal, menurut Bapak apakah program Bantuan Sosial Tunai dirasa perlu bagi Bapak selama pandemi covid-19?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Perlu, seperti halnya saya yang bekerja sebagai satpam, masih mempunyai anak kecil dan masih membutuhkan keperluan untuk anak saya, lalu gaji saya yang tidak seberapa, adanya tujangan-tunjangan lain.

Universitas Sumatera Utara

Dengan adanya Bantuan Sosial Tunai ini dirasa perlu untuk saya agar bisa membeli beras, susu dan lainnya.”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, manfaat apa yang didapatkan oleh Bapak dari program Bantuan Sosial Tunai (BST) ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Manfaatnya dapat dipergunakan untuk keperluan yang saya butuhnya seperti makanan. Ya Bantuan Sosial Tunai ini cukup membantu saya dan keluarga saya”

Kemudian peneliti bertanya kepada informan, apakah Bapak merima jumlah uang sesuai dengan yang sudah dianggarkan oleh pemerintah atau ada pengurangan? Jika ada, apakah Bapak mengetahui akan hal tersebut?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Iya saya menerima Rp.300.000 dan tidak ada potongan”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, Apakah dengan total uang yang diterima didalam progam Bantuan Sosial Tunai (BST) ini dirasa cukup dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Tidak dek, tetapi ya sedikit membantu saja dek untuk sehari-hari”

D. Pemantauan Program

Peneliti bertanya kepada informan, pada proses penerimaan Bantuan Sosial Tunai (BST) apakah ada pihak yang memantau proses pelaksanaan Bantuan Sosial Tunai (BST)? kalau ada siapa yang memantau proses pelaksanaan tersebut?.

Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

“Ketika proses pemeberian Bantuan Sosial Tunai ini ada orang dari kantor pos yang dan ada Bapak RT”

Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, apakah pada proses penerimaan dilakukan pencocokan data kepada para penerima program Bantuan Sosial Tunai (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Iya dek, diharuskan menunjukkan KTP dan yang penerima harus sesuai dengan nama yang tertera di undangan dan di KTP

Kemudian peneliti bertanya kepada informan, apakah dalam proses penerimaan program Bantuan Sosial Tunai (BST) disertakan dengan bukti penerimaan/tidak?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Iya dek, penerima menunjukkan KTP dan difoto oleh pihak petugas kantor pos”

Lalu peneliti bertanya kepada informan, menurut Bapak apakah pelaksaan program BST ini berjalan secara efektif atau terdapat kendala ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Efektif dek, kita juga harus menggunakan masker dan menjaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan”

Kemudian peneliti bertanya kepada informan, apakah Bapak merima jumlah uang sesuai dengan yang sudah dianggarkan oleh pemerintah atau ada pengurangan? Jika ada, apakah Bapak mengetahui akan hal tersebut?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:

“Iya saya menerima Rp.300.000 dan tidak ada potongan dek”

Universitas Sumatera Utara