BAB V HASIL PENELITIAN
5.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian
5.1.3 Infroman Utama I (Keluarga Penerima Manfaat/KPM BST)
Nama : Chairuman
Umur : 51 Tahun
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 22 Januari 1970 Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : JL. Pondok Sambi RT.01, RW. 001, Kel. Duri Kosambi, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat.
Universitas Sumatera Utara
Pekerjaan : Buruh
Informan Utama 1 bernama Chairuman yang berusia 51 tahun, dia salah satu warga yang bertempat tinggal di lingkungan RW.001 Kel. Duri Kosambi. Bapak Chairuman bertempat tinggal disebuah rumah kontrakan dan memiliki 2 orang anak. Di masa pandemi Covid-19 menyebabkan pendapatan perekonomian bapak chairuman berkurang. Bapak chairuman juga merupakan warga RW.001 Kel. Duri Kosambi yang terdata di DTKS dan dia adalah salah satu penerima Program Bantuan Sosial Tunai (BST).
Berikut hasil wawancara peneliti dengan bapak Chairuman sebagai informan utama sebagai berikut :
A. Ketepatan Sasaran Program
Peneliti bertanya kepada informan utama, apakah sebelum adanya program Bantuan Sosial Tunai (BST) pada saat Covid-19 sekarang ini bapak pernah mendapatkan bantuan sosial lainnya?.Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :
“Iya dek, sebelum Bapak mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST), Bapak pernah mendapatkan sembako dari pemerintah”
Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, bagaimana Bapak bisa mendapatkan Bantuan Sosial Tunai ini (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :
“Bapak RT yang memberi tahu saya kalau nama saya tercantum dan saya diberikan undangan untuk pengambilan Bantuan Sosial Tunai (BST)”
Universitas Sumatera Utara
Lalu peneliti bertanya kepada informan, apakah ada kriteria khusus bagi bapak untuk mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :
“Mungkin karena saya bekerja sebagai seorang buruh, lalu pendapatan saya juga dapat dikatakan pas-pasan, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, ya dapat dibilang saya termasuk keluarga yang terdampak akibat adanya pandemi Covid-19 ini dek”
Kemudian peneliti bertanya kepada informan, apakah Bantuan Sosial Tunai (BST) yang disalurkan selalu tepat waktu ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:
“Menurut saya tidak dek, di tahap 1 dan 2 memang BST disalurkan tepat waktu tiap bulannya, tetapi di tahap 3 dan 4 BST yang di salurkan turun tidak sesuai dengan bulan yang ditentutan tiap bulannya .
Lalu peneliti bertanya kepada informan, berapa kali Bapak mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :
“Empat kali, tetapi bantuan yang tahap ke 3 dan 4 disatukan dibulan yang sama yaitu bulan April. Seharusnya bantuan yang ke 3 disalurkan dibulan Maret dek”
Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, menurut Bapak apakah penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sudah tepat sasaran?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :
Universitas Sumatera Utara
“Menurut saya belum dek, karena masih ada warga yang seharusnya berhak mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST), tetapi dia tidak mendapatkannya dek”
Lalu peneliti bertanya kepada informan,adakah menurut Bapak penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang tidak tepat sasaran?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :
“Ada dek, yang saya tahu ada penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) tetapi dia memiliki sebuah kontrakan”
B. Sosialisasi Program
Peneliti bertanya kepada Bapak Chairuman, mengenai sosialisasi program Bantuan Sosial Tunai di lingkungan RW. 001 Kel. Duri Kosambi, Apakah bapak mengetahui adanya program Bantuan Sosial Tunai (BST) di lingkungan RW.001 yang disalurkan pemerintah?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut :
“Iya saya mengetahuinya dek”
Lalu peneliti bertanya kepada informan, darimana Bapak mengetahui adanya program Bantuan Sosial Tunai (BST) ini (media cetak,elektronik, atau pejabat wilayah setempat). Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:
“Saya tahu dari Bapak RT dan juga berita yang ada di TV”
Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, apakah ada sosialisasi terkait Bantuan Sosial Tunai yang dilaksanakan kepada Bapak?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:
Universitas Sumatera Utara
“Sosialisasi secara detailnya tidak ada dek, tetapi bapak RT memberi tahu warga-warga yang mendapatkan Bantuan Sosial Tunai dan memberikan saya undangan pengambilan Bantuan Sosial Tunai (BST) 1 hari sebelum dilakukan pencairan dek”
Kemudian peneliti bertanya kepada informan, apakah bapak yang mendapatkan Bantuan Sosial Tunai sudah paham dengan program yang akan disalurkan oleh pemerintah?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:
“Yang saya tahu program Bantuan Sosial Tunai ini diberikan untuk masyarakat yang kurang mampu dan yang terdampak Covid-19 dek “
Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, menurut Bapak apakah sosialisasi terkait program Bantuan Sosial Tunai itu penting bagi Bapak?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:
“Menurut saya sih penting dek, agar saya lebih paham lagi program yang disalurkan pemerintah ini”
Lalu peneliti bertanya kepada informan, apakah menurut Bapak sosialisasi program Bantuan Sosial Tunai ini dilakukan secara tertutup/tidak?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:
“Menurut saya tidak dek, karena yang saya tahu Sekretaris RW.001 Sudah memberi tahukan kepada Para RT dan Bapak RT juga sudah memberitahu kepada warganya walaupun tidak dijelaskan secara detail Program ini dek dan memang tidak diperbolehkan adanya kerumunan, makanya Bapak RT hanya berkeliling kerumah warganya untuk membagikan undangan dan menjelaskan secara singkat”
Universitas Sumatera Utara
C. Tujuan Program
Peneliti bertanya kepada Bapak Chairuman, menurut Bapak apakah program Bantuan Sosial Tunai dirasa perlu bagi Bapak selama pandemi covid-19?.
Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:
“Perlu dek, untuk sehari hari makan keluarga saya karena pendapatan saya berkurang selama pandemi covid-19 ini dek”
Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, manfaat apa yang didapatkan oleh Bapak dari program Bantuan Sosial Tunai (BST) ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:
“Manfaatnya alhamdulillah dapat sedikit menutupi keperluan sehari-hari keluarga saya. walaupun dengan nominal yang diberikan Rp.300.000 dirasa masih kurang tetapi, uang yang diberikan bisa dibelikan beras, telur, minyak dan keperluan lainnya”
Lalu peneliti bertanya kepada informan, Apakah dengan total uang yang diterima didalam progam Bantuan Sosial Tunai (BST) ini dirasa cukup dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:
“Tidak cukup dek, tetapi sedikit membantu untuk kebutuhan sehari-hari keluarga saya dek”
D. Pemantauan Program
Peneliti bertanya kepada Bapak Chairuman, pada proses penerimaan Bantuan Sosial Tunai (BST) apakah ada pihak yang memantau proses pelaksanaan Bantuan Sosial Tunai (BST)? kalau ada siapa yang memantau proses pelaksanaan tersebut?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:
Universitas Sumatera Utara
“Yang memantau proses pelaksanaanya itu Bapak ketua RT dan petugas kantor pos dek”
Selanjutnya peneliti bertanya kepada informan, apakah pada proses penerimaan dilakukan pencocokan data kepada para penerima program Bantuan Sosial Tunai (BST)?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:
“Iya, dilakukan pencocokan NIK di KTP dan Undangan yang diberikan oleh Bapak ketua RT dan petugas Kantor pos juga memeriksa kembali data diri saya sesuai atau tidak dengan data yang ada dek”
Kemudian peneliti bertanya kepada informan, apakah dalam proses penerimaan program Bantuan Sosial Tunai (BST) disertakan dengan bukti penerimaan/tidak?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:
“Iya dek, saya diharuskan membawa undangan yang diberikan, KTP dan Kartu Keluarga (KK) setelah itu saya di mintai foto oleh pihak petugas kantor pos”
Lalu peneliti bertanya kepada informan, menurut Bapak apakah pelaksaan program BST ini berjalan secara efektif atau terdapat kendala ?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:
“Kalau dari saya sendiri dalam proses penerimaan Bantuan Sosial Tunai (BST) tersebut tidak ada kendala dek”
Kemudian peneliti bertanya kepada informan, apakah Bapak merima jumlah uang sesuai dengan yang sudah dianggarkan oleh pemerintah atau ada
Universitas Sumatera Utara
pengurangan? Jika ada, apakah Bapak mengetahui akan hal tersebut?. Adapun kutipan wawancara sebagai berikut:
“Iya dek saya menerima sesuai dengan yang dianggarkan pemerintah Rp.300.000 dan tidak ada pengurangan