• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

3.6 Informan Penelitian

Informan adalah objek penting dalam sebuah penelitian. Informan adalah orang-orang dalam latar penelitian yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Oleh sebab itu kita sangat membutuhkan Informan,tanpa seorang Informan kita tidak mungkin mendapatkan hasil atau inti dari sebuah penelitian. Informan juga harus berbentuk adjective, itu dikarenakan akan mempengaruhi valid atau tidaknya data yang kita teliti, dan hal itu pun mempengaruhi ke absahan data yang kita teliti. Informan dipilih secara purposive (dengan memiliki kriteria inklusi) dan key person. Key person ini digunakan apabila peneliti sudah memahami informasi awal tentang objek penelitian maupun informan penelitian, sehingga membutuhkan key person untuk melakukan wawancara mendalam.

Tabel 3.6

Deskripsi Informan Penelitian Kode

Informan

Informan Status Informan

I1 Kantor Lingkungan Hidup Jakarta Utara

Key Informan

I2 Suku dinas Peternakan,

Perikanan dan Kelautan Jakarta Utara

Secondary Informan

I3 WALHI (Wahana Lingkungan Hidup)

Key Informan I4 Kemangteers Jakarta (Kesemat

Mangrove Valounteer)

Key Informan I5 KIARA (Koalisi Rakyat Peduli

Perikanan)

Key Informan I6-10 Nelayan Key Informan I11 PT.Asianagro Agungjaya Secondary informan I12 PT. Orson Indonesia Secondary informan I13 PT. Dua Kuda Indonesia Secondary informan 3.7 Teknik Pengolahan dan Analisis Data

3.7.1. Teknik Pengolahan Data

Analisis data kualitatif menurut Bogdan dan Biklen dalam Moleong (2007:248) adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada

orang lain. Di pihak lain, Analisis Data Kualitatif menurut Seidel dalam Moleong (2007:248) prosesnya berjalan sebagai berikut:

1. Mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu diberi kode agar sumber datanya tetap dapat ditelusuri.

2. Mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, mensintesiskan, membuat ikhtisar, dan membuat indeksnya.

3. Berpikir dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai makna, mencari dan menemukan pola dan hubungan-hubungan dan membuat temuan-temuan umum.

Sedangkan Irawan mendefinisikan teknik analisis data kualitatif sebagai kegiatan analisis yang dilakukan terhadap data-data non angka seperti wawancara, catatan laporan, buku-buku, artikel, juga termasuk non tulisan seperti foto, gambar, atau film (2006:19). Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak seorang peneliti memasuki lapangan, selama dilapangan dan setelah selesai dilapangan berbagai macam analisis data kualitatif, salah satunya yang akan peneliti gambarkan dalam penelitian ini yakni analisis data kualitatif yang dikemukakan oleh Prasetya Irawan. Seperti yang digambarkan berikut ini :

Gambar 3.7 Proses Analisis Data

Pengumpulan data mentah

Transkrip data Pembuatan koding Kategorisasi data

Penyimpulan sementara Penyimpulan akhir Triangulasi

Adapun Penjelasan dari proses analisis data di atas adalah sebagai berikut : 1. Pengumpulan data mentah

Tahap pertama yang dilakukan oleh peneliti adalah mengumpulkan data mentah. Hal ini diperoleh melalui wawancara, observasi ke lapangan, kajian pustaka.

2. Transkrip data

Pada tahap ini peneliti mulai merubah data yang diperoleh (baik dari hasil rekaman saat wawancara, hasil observasi maupun catatan lapangan yang sebelumnya tersusun rapih) ke dalam bentuk tertulis.

3. Pembuatan koding

Pada tahap ketiga, peneliti membaca secara teliti transkrip data yang telah dibuat sebelumnya, kemudian memahami secara seksama sehingga menemukan kata kunci yang akan diberi kode. Hal ini dilakukan untuk mempermudah peneliti pada saat akan mengkategorisasikan data.

4. Kategorisasi data

Pada tahap keempat peneliti mulai menyederhanakan data dengan membuat kategori-kategori tertentu.

5. Penyimpulan sementara

Pada tahap ini peneliti mengambil kesimpulan sementara dari data yang telah dikategorikan sebelumnya.

6. Triangulasi

Triangulasi adalah proses check and recheck antara satu sumber dengan sumber data lainnya.

7. Penyimpulan akhir

Pada tahap terakhir, peneliti melakukan penyimpulan akhir atas hasil penelitian. Dimana pada tahap ini peneliti dapat mengembangkan teori baru, maupun mengembangkan teori yang sudah ada.

3.7.2 Uji Keabsahan Data

Uji keabsahan data melalui Triangulasi dan membercheck. Triangulasi yaitu teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Secara sederhana triangulasi merupakan proses membandingkan data-data yang telah didapat melalui metode pengupulan data. Bahkan dapat pula membandingkan data yang ditemukan oleh peneliti dengan data yang ditemukan oleh peneliti lain yang meneliti tema yang sama. Tujuan trianulasi untuk menguji validitas data serta meningkatkan pemahaman peneliti terhadap apa yang telah ditemukan. (Sugiyono,2007:32)

Penelitian mengenai “Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran dan/atau Perusakan laut”, menggunakan

dua teknik triangulasi pendekatan untuk menguji keabsahan data yang peneliti dapatkan dari hasil penelitian lapangan. Berikut adalah teknik triangulasi pendekatan yang digunakan peneliti, yang diantaranya:

a. Triangulasi sumber, dapat dilakukan dengan mengecek data yang sudah diperoleh dari berbagai sumber. Data dari berbagai sumber tersebut kemudian dipilah dan dipilih dan disajikan dalam bentuk tabel matriks.

Data dari sumber yang berbeda dideskripsikan, dikategorisasikan, mana pandangan yang sama, berbeda dan mana yang lebih spesifik.

b. Triangulasi teknik, dapat dilakukan dengan melakukan cek data dari berbagai macam teknik pengumpulan data. Misalnya dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dari ketiga teknik tersebut dibandingkan, adakah konsistensi. Jika berbeda, maka dapat dijadikan catatan dan dilakukan pengecekkan selanjutnya mengapa data bisa berbeda (Fuad dan Nugroho, 2014: 19-20).

Berdasarkan pemaparan diatas, dalam menguji keabsahan data, peneliti menggunakan dua teknik triangulasi pendekatan. Dengan menggunakan teknik triangulasi sumber, peneliti memperoleh data dari kategori yang berbeda, yaitu dari sudut pandang pemerintah, LSM dan masyarakat. Sedangkan, teknik triangulasi teknik, peneliti melakukan cek data dari berbagai sumber, yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hal ini dijadikan dasar oleh peneliti, untuk mengetahui apakah data yang didapatkan terdapat perbedaan atau tidak. Dan jika terdapat perbedaan, maka selanjutnya peneliti dapat melakukan pengecekkan ulang di lapangan, mengapa data yang diterima berbeda, dan digunakan sebagai catatan penelitian.