• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. Informan Penelitian

Adapun informan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah:

1. Kepala Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu.

2. Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Tamarunang.

3. Tenaga Honorer K2 kantor Kelurahan Tamarunang sebanyak 2 orang.

4. Tenaga Honorer yang tidak termasuk dalam kategori K2 sebanyak 1 orang

Jadi jumlah informan yang akan diwawancarai adalah sebanyak 5 orang.

E. Teknik Pengumpulan Data

Dalam memperoleh data yang relevan dengan tujuan penelitian, maka digunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Observasi (pengamatan)

Pada metode pengamatan ini, peneliti akan melakukan pengamatan langsung ke lapangan mengenai beban kerja tenaga honorer di kantor Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

2. Wawancara (interview)

Peneliti akan melakukan wawancara langsung secara mendalam kepada informan yang menjadi obyek dari penelitian ini yaitu Kepala Kepala

Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Tamarunang, dan Tenaga Honorer K2 maupun yang belum termasuk K2 di kantor Kelurahan Tamarunang sebanyak 3 orang. Wawancara ini bertujuan untuk memperoleh informasi penelitian mengenai beban kerja tenaga honorer dan faktor- faktor yang mempengaruhi pemberian beban kerja yang lebih banyak kepada tenaga honorer dibandingkan denga pegawai negeri di kantor Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu.

3. Dokumen

Dokumen yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data tenaga honorer di kantor Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

F. Teknik Analisis Data

Miles and Huberman (Dalam Sugiyono, 2012:91-99) menjelaskan bahwa analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Reduksi Data (Data Reduction)

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dalam hal ini gambaran mengenai beban kerja tenaga honorer di kantor Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa sehingga mempermudah peneliti dalam melakukan pengumpulan data selanjutnya.

2. Penyajian Data (Data Display)

Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori dan sejenisnya. Dalam hal ini peneliti berusaha untuk menguraikan secara singkat tentang beban kerja tenaga honorer di kantor Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa berbentuk teks yang bersifat naratif.

3. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing and Verification)

Langkah ke tiga dalam analisis data menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada.

Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek dalam hal ini mengenai beban kerja tenaga honorer di kantor Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas.

G. Keabsahan Data

Salah satu cara paling penting dan mudah dalam uji keabsahan hasil penelitian adalah dengan melakukan triangulasi. Menurut Sugiyono (2012:127), teknik pengumpulan data triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggaungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Menurut Sugiyono ada tiga macam triangulasi yaitu:

1. Triangulasi sumber

Trianguasi sumber berarti membandingkan dengan cara mengecek ulang derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui sumber

yang berbeda. Misalnya, membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara, membandingkan antara apa yang dikatakan umum dengan yang dikatakan secara pribadi, membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.

2. Triangulasi Teknik

Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.

Misalnya data diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan obsevasi, dokumentasi, atau kuesioner. Bila dengan teknik pengujian kredibilitas data tersebut, menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang lain, untuk memastikan data mana yang dianggap benar atau mungkin semuanya benar karena sudut pandangnya berbeda-beda.

3. Triangulasi Waktu

Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpul dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah akan memberikan data yang lebih valid sehingga kredibel. Untuk itu, dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melalakukan pengecekan dengan wawancara, observasi, atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga ditemukan kepastian datanya. Triangulasi dapat juga dilakukan

dengan cara mengecek hasil peneitian, dari tim peneliti lain yang diberi tugas melakukan pengumpulan data.

H. Jadwal Penelitian

Dalam rangka proposal penelitian perlu pula mencantumkan jadwal pelaksanaan penelitian, yang mencakup:

1) Persiapan

Peneliti akan melakukan penyusunan instrument penelitian.

2) Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan peneliti akan melakukan proses pengumpulan data, pengolahan data, klarifikasi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan.

3) Penyelesaian

Peneliti akan melakukan penyusunan laporan penelitian dan perbaikan proposal penelitian.

33 A. Deskripsi Obyek Penelitian

1. Profil Umum Kantor Kelurahan Tamarunang

Kelurahan Tamarunang adalah sebagai salah satu kelurahan di Kecamatan somba opu, latar belakang/Sejarah terbentuknya Kelurahan Tamarunang yang dahulu merupakan salah satu Desa di Kecamatan Bontomarannu adalah dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah RI No. 8 Tahun 1992 mengenai Pembentukan 8 (Delapan) Kecamatan di Wilayah Kabupaten-Kabupaten Daerah Tingkat II Sinjai, Soppeng, Gowa, Maros dan Kotamadya Daerah Tingkat II Ujung Pandang dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan.

Dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah RI No. 8 Tahun 1992, pengembangan Kecamatan Somba Opu yang meliputi kelurahan Tamarunang yang dahulunya merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Bontomarannu.

Kantor Kelurahan Tamarunang terletak di Kecamatan Somba Opu dengan Jarak ± 3 Km. dari Ibu Kota Kecamatan dan jarak 3,5 ± dari Ibu Kota Kabupaten Gowa, Yakni Sungguminasa.Luas Wilayah Administrasi Kelurahan Tamarunang

± 3,33 Km2 dengan batas-batas sebagai berikut:

1. Sebelah Utara Berbatasan dengan Kelurah Paccinongang dan kel.

Romang polong

2. Sebelah Timur Berbatasan dengan Kelurahan Mawang dan Kel.

Bontoramba

3. Sebelah Selatan Berbatasan dengan Kel. Bontoramba dan sungai jeneberang.

4. Sebelah Barat Berbatasan dengan Kelurahan Batangkaluku dan Kel Tompo balang.

Kelurahan Tamarunang memiliki visi dan misi sebagai berikut:

V i s i

Mewujudkan Kelurahan Tamarunang yang dinamis dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan Pembangunan dan Kemasyarakatan serta meningkatkan Partisipasi Masyarakat.

M i s i

Dalam mendukung tercpainya Visi tersebut maka Kelurahan Tamarunang melakukan misi sebagai berikut :

1. Meningkatkan Disipilin Staf Kelurahan.

2. Meningkatkan Profesionalisme Staf dalam melakukan Pelayanan.

3. Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan.

4. Meningkatkan Pemahaman masyarakat Kelurahan Tamarunang akan Pentingnya Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.

5. Meningkatkan Penagihan Pajak Bumi dan Bangunan Oleh Pembantu Kolektor.

2. Keadaan Pegawai Kantor Kelurahan Tamarunang

Dalam sebuah instansi pemerintahan keadaan pegawai sangat menunjang dalam pencapaian tujuan yang ingin dicapai. Keadaan pegawai yang perlu diperhatikan yakni keadaan pegawai berdasarkan usia, keadaan pegawai berdasarkan golongan, keadaan pegawai berdasarkan jabatan, keadaan pegawai berdasarkan status kepegawaian, dan keadaan pegawai berdasarkan tingkat pendidikan.

Tabel 1.1 Keadaan Pegawai Berdasarkan Usia

No Tingkatan Usia Jumlah Presentase (%)

1 20 – 30 Tahun 3 21,42%

2 31 – 40 Tahun 5 35,71%

3 41 – 50 Tahun 5 35,71%

4 51 – 55 Tahun 1 7,14%

Jumlah 14 Orang 100%

Sumber : Arsip Kantor Kelurahan Tamarunang Tahun 2013

Berdasarkan uraian tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkatan usia pegawai di kelurahan Tamarunang dimulai usia 20 – 30 Tahun berjumlah 3 orang atau sebesar 21,42 persen, usia 31 – 40 Tahun sebanyak 5 orang atau sebesar 35,7 persen, usia 41 - 50 Tahun berjumlah 5 orang atau sebesar 35,71 persen dan usia 51 – 55 Tahun berjumlah 1 orang atau sebesar 7,1 persen. Sehingga dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkatan usia pegawai di Kantor Kelurahan Tamarunang di dominasi oleh usia 31- 40 dan 41 – 50 Tahun yang masing-masing berjumlah 5 orang.

Setiap pegawai yang ada di kantor kelurahan Tamarunang memiliki masing-masing pangkat/golongan yang berbeda, hal tersebut dapat dilihat dari tabel 1.2 di bawah ini:

Tabel 1.2 Keadaan Pegawai Berdasarkan Pangkat/Golongan

No Pangkat /Golongan Jumlah Persentase

1 IVA-IVB - -

2 IIIA-IIIB 6 100%

3 IIA-IIB - -

Jumlah 6 Orang 100%

Sumber : Arsip Kantor Kelurahan Tamarunang Tahun 2013

Berdasarkan uraian dari tabel 1.2 di atas dapat diketahui bahwa daftar pegawai di Kantor Kelurahan Tamarunang hanya menempati golongan IIIA-IIIB /berjumlah 6 orang, dimana golongan IIIB sebanyak 4 orang dan golongan IIIC sebanyak 1 orang serta golongan IIID sebanyak 1 orang.

Pegawai Negeri Sipil yang berada di kantor Kelurahan Tamarunang memiliki jabatan masing-masing sesuai dengan PERDA Kabupaten Gowa Nomor 9: Tahun 2008 tentang penempatan pegawai pada masing-masing jabatan yang ada di Kantor Kelurahan Tamarunang , hal tersebut dapat dilihat dari tabel 1.3 di bawah ini:

Tabel 1.3 Keadaan Pegawai Berdasarkan Jabatan

Sumber : Arsip Kepegawaian Kantor Kelurahan Tamarunang Tahun 2013 Berdasarkan uraian tabel di atas dapat diketahui bahwa ada 6 (Enam) jabatan masing-masing diisi oleh Pegawai Negeri Sipil, yang terdiri dari Lurah,Sekertaris Lurah, Kasi Trantib (Keamanan dan Ketertiban), Kasi Perekonomian dan Kesra (Kesejahteraan Rakyat), Kasi Pembangunan, dan Kasi Pemerintahan.

Pegawai yang bekerja pada kantor Kelurahan Tamarunang sampai pada tahun 2014 sepenuhnya belum berstatus pegawai tetap, karena ada beberapa aparatur pemerintah yang di angkat oleh pejabat yang berwenang untuk membantu Pegawai Negeri Sipil dalam menyelesaikan tugasnya. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 1.4 di bawah ini:

Tabel 1.4 Keadaan Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian

No Status Kepegawaian Jumlah Persentase

1 Tetap 6 orang 42,85%

2 Honorer 4 orang 28,57%

3 Honorer K2 4 orang 28,57%

Jumlah 14 orang 100%

Sumber : Arsip Kepegawaian Kantor Kelurahan Tamarunang Tahun 2013 Berdasarkan uraian tabel di atas dapat diketahui bahwa pegawai yang telah berstatus sebagai pegawai tetap sebanyak 6 orang atau sebesar 42,85 persen, dan pegawai yang berstatus honorer sebanyak 4 orang atau sebesar 28,57 persen, serta pegawai yang berstatus honorer K2 (Kategori 2) sebanyak 4 orang atau sebesar 28,57 persen. Sehingga dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa status pegawai honorer dan honorer K2 sangat mendominasi sedangkan selebihnya pegawai yang berstatus tetap.

Penempatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan maupun golongannya dilihat berdasarkan tingkat pendidikan yang dimiliki masing-masing pegawai.

Serta kemampuan seseorang dalam mengerjakan suatu tugas yang diberikan juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang ia miliki, untuk mengetahui tingakt pendidikan seluruh aparatur pemerintah di Kelurahan Tamarunang. Berikut tingkat pendidikan yang dimiliki pegawai tetap, honorer dan honorer K2 yang ada di kantor Kelurahan Tamarunang pada tabel 1.5 dan tabel 1.6

Tabel 1.5 Tingkat Pendidikan Pegawai Tetap di Kantor Kelurahan Tamarunang

No Tingkat Pendidikan Jumlah

1 SMA 1 orang

2 S (Strata)-1 4 orang

3 S (Strata)-2 1 orang

Jumlah 6 orang

Sumber : Arsip Kepegawaian Kantor Kelurahan Tamarunang Tahun 2013 Berdasarkan uraian tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan yang dimiliki oleh pegawai tetap yang ada di kantor Kelurahan Tamarunang yaitu lulusan SMA sebanyak 1 orang, lulusan S (Strata)-1 sebanyak 4 orang, serta lulusan S (Strata)-2 sebanyak 1 orang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa yang mendominasi adalah pegawai tetap dengan lulusan S (Strata)-1 yakni sebanyak 4 orang.

Tabel 1.6 Tingkat Pendidikan Honorer dan Honorer K2 di Kantor Kelurahan Tamarunang

No Tingkat Pendidikan Jumlah

1 SMA 7 orang

2 S (Stara)-1 1 orang

3 S (Strata)-2 -

Jumlah 8 orang

Sumber : Arsip Kantor Kelurahan Tamarunang Tahun 2013

Berdasarkan uraian tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan yang dimiliki oleh tenaga honorer dan honorer K2 yaitu lulusan SMA sebanyak 7 orang, sedangkan lulusan S (Strata)-1 sebanyak 1 orang.

3. Susunan Organisasi Kelurahan

Gambar 2.1

STRUKTUR ORGANISASI KELURAHAN TAMARUNANG

KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA (BERDASARKAN PERDA KABUPATEN GOWA NOMOR : 9

TAHUN 2008 )

Sumber : kantor Kelurahan Tamarunang Tahun 2014 Lurah

Dalam melaksanakan tugas Pokok dan fungsi Pelayanan Administrasi, baik Sekretaris maupun masing-masing Kepala seksi dibantu oleh staf Honorer baik K2 maupun maupun honorer yang bukan K2. Sehubungan dengan itu berdasarkan Surat Tugas Lurah Tamarunang, Nomor. 800/004/Pem/KTM/II/2013, menempatkan staf sebagai mana tabel 1.7 di bawah ini:

Tabel 1.7 Penempatan Tenaga Honorer di Setiap Seksi a. Sekretaris

d. Seksi Kera dan Perekonomian

No Nama staf Jabatan

1 2

Roslina S. Sos.

Hijraheni

Kepala seksi Kesra dan Ekon.

Tenaga Honorer

e. Seksi Trantib Sumber : Arsip Kantor Kelurahan Tamarunang Tahun 2103 4. Tugas Pokok dan Fungsi

Kelurahan merupakan wilayah kerja Lurah sebagai perangkat daerah dalam wilayah Kecamatan. Lurah berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Walikota melalui Camat. Kelurahan Tamarunang sebagai perangkat daerah memiliki struktur organisasi dan mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :

Lurah

a) Tugas Pokok

Lurah mempunyai tugas pokok memimpin Kelurahan dalam membina, mengkoordinasikan dan melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati dibidang Pemerintahan ketentraman dan ketertibaban, ekonomi dan pembangunan, kesejahteraan rakyat, pelayanan Masyarakat serta pembinaan sekretariat Kelurahan.

b) Fungsi

Dalam melaksanakan Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), lurah menyelenggarakan fungsinya sebagai berikut:

1) penyusunan program dan rencana kerja lurah.

2) Penyelenggaraan pemerintahan,pembangunan dan Kemasyarakatan.

3) Pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan

pembngunan dan kemsyarakatan.

4) Pelaksanaan Pembinaan ketentraman dan ketertiban di wilayah kelurahan;

5) Pengendalian dan pengkoordinasian seluruh kegiatan unsur Organisasi kelurahan;

6) Pengawasan terhadap pelaksanaan program kerja dan penggunaan anggaran kelurahan.

Sekretaris Lurah a) Tugas

Sekretariat kelurahan dipimpim oleh seorang sekretaris mempunyai tugas pokok membina, mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan dibidang ketatausahaan, kepegawaian, perencanaan dan pelaporan, keuangan, serta memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur dalam lingkup kelurahan.

b) Fungsi

Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi :

1) Penyusunan program dan rencana kerja anggaran kelurahan ; 2) Pelaksanaan kebijakan dibidang kesekretariatan;

3) Penyelenggaraan kegiatan dibidang administrasi umum,administrasi kepegawaian, administtrasi keuangan dan administrasi perlengkapan serta rumah tangga kelurahan;

4) Pengkoordinasian pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dengan unsur organisasi kelurahan ;

5) Pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pegawai dilingkup kelurahan;

6) Pelaksanaan pelaporan dsan evaluasi kegiatan kesekretariatan.

Seksi Pemerintahan a) Tugas

Kepala seksi pemerintahan mempunyai tugas pokok membantu lurah dalam membina, mengkoordinasikan dan melaksanakan tugas dibidang pemerintahan.

b) Fungsi

Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi :

1) penyusunan program dan rencana kerja seksi pemerintahan.

2) pelaksanaan kewenangan pemerintah yang dilimpahkan oleh camat kepada lurah dibidang pemerintahan;

3) penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan yang dilimpahkan oleh camat kepada lurah.

4) pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan di kelurahan.

5) penyelenggaraan tugas pembantuan tugas lain yang diberikan sesuai fungsinya.

Seksi Pembangunan a) Tugas

Kepala seksi Pembangunan mempunyai tugas pokok membantu camat dalam membina, mengkoordinasikan dan melaksanakan tugas dibidang pembangunan.

b) Fungsi

Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi:

1) penyusunan program dan rencana kerja seksi pembangunan;

2) pelaksanaan kewenangan yang dilimpahkan oleh camat kepada lurah di bidang ekonomi dan pemngunan;

3) pelaksanaan pembangunan sesuai dengan kewenagan yang dilimpahkan oleh camat kepada lurah;

4) pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelenggaraan pembangunan diwilayah kelurahan;

5) penyelenggaraan tugas pembantuan dan tugas lain yang diberikan sesuai dengan bidang tugas;

Seksi Perekonomian Dan Kesejahteraan Rakyat a) Tugas

kepala seksi perekonomian dan kesejahteraan rakyat mempunyai tugas pokok membantu lurah dalam membina, mengkoordinasikan dan melaksanakan tugas dibidang perekonomian rakyat.

b) Fungsi

Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi :

1) Penyusunan program dan rencana kerja seksi kesejahteraan rakyat;

2) Pelaksanaan kewenangan pemerintah yang dilimpahkan oleh camat kepada lurah dibidang perekonomian dan kesejahteraaan rakyat;

3) Penyelenggaraan kesejahteraan rakyat sesuai dengan yang dilimpahkan camat kepada lurah;

4) Pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelenggaraan perekonomian dan kesejahteraan rakyat dikelurahan;

5) Penyelenggaraan tugas pembantuan tugas lain yang diberikan sesuai fungsinya.

Seksi Ketentraman Dan Ketertiban a) Tugas

Kepala seksi ketentraman dan ketertiban mempunyai tugas pokok membantu lurah dalam mermbina, mengkoordinasikan dan melaksanakan tugas dibidang ketentraman dan ketertiban.

b) Fungsi

Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menyelenggarakan fungsi :

1) Penyusunan programdan rencana kerja seksi ketentraman dan ketertiban;

2) Pelaksanaan kewenagan pemerintah yang dilimpahkan oleh camat kepada lurah dibidang ketentraman dan ketretiban;

3) Penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban sesuai dengan yang dilimpahkan oleh camat kepada lurah;

4) Pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban di kelurahan;

5) Penyelenggaraan tugas lainb yang diberikan sesuai fungsinya;

6) Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas tugas yang telah dan belum dilaksanakan;

7) Melaksanakan evaluasi dan menyusun laporan hasil pelaksanan kegiatanseksi ketentraman dan ketertiban;

8) Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada lurah;

9) Melaksanakan tugas lain sesuai kewenangan dan bidang tugas yang diberikan oleh atasan.

5. Tugas dan Fungsi Tenaga Honorer

Tenaga honorer baik itu tenaga honorer kategori 2 maupun yang tidak termasuk dalam kategori 2 memiliki tugas fungsi yang berbeda berdasarkan di mana mereka ditempatkan. Berikut tugas dan fungsi masing-masing tenaga honorer berdasarkan seksi di mana mereka ditempatkan ;

Sekertaris a) Tugas

Tenaga honorer baik itu yang termasuk kategori 2 ataupun yang tidak termasuk kategori 2 memiliki tugas membantu sekertaris dalam melaksanakan tugas di bidang kesekretariatan.

b) Fungsi

Dalam melaksanakan tugasnya, tenaga honorer menyelenggarakan fungsinya sebagai berikut:

1) Membantu sekertaris dalam menyelesaikan administrasi kantor.

2) Membantu sekertaris dalam membukukan surat masuk dan surat keluar.

3) Membantu sekertaris dalam membuat surat pengesahan.

Seksi Pemerintahan a) Fungsi

Tenaga honorer baik itu yang termasuk kategori 2 ataupun yang tidak termasuk kategori 2 memiliki tugas membantu kepala seksi pemerintahan dalam melaksanakan tugas di bidang pemerintahan.

b) Tugas

Dalam melaksanakan tugasnya, tenaga honorer menyelenggarakan fungsinya sebagai berikut:

1) Membantu kepala seksi dalam pembuatan KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran.

2) Membantu kepala seksi dalam pembuatan sertifikat.

3) Membantu kepala seksi dalam pembuatan surat keterangan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).

4) Membantu kepala seksi dalam pembuatan surat keterangan tanah.

5) Membantu kepala seksi dalam pembuatan surat keterangan kewarisan.

6) Membantu kepala seksi dalam pembuatan surat keterangan domisili.

7) Membantu kepala seksi dalam pembuatan surat keterangan kematian.

8) Membantu kepala seksi dalam pembuatan surat keterangan kelahiran.

9) Membantu kepala seksi dalam pembuatan surat keterangan pemakaman.

Seksi Pembangunan a) Fungsi

Tenaga honorer baik itu yang termasuk kategori 2 ataupun yang tidak termasuk kategori 2 memiliki tugas membantu kepala seksi pembangunan dalam melaksanakan tugas di bidang pembangunan.

b) Tugas

Dalam melaksanakan tugasnya, tenaga honorer menyelenggarakan fungsinya sebagai berikut:

1) Membantu kepala seksi pembangunan dalam menyelesaikan pembuatan surat keterangan IMB ( Izin Mendirikan Bangunan).

2) Membantu kepala seksi pembangunan dalam menyelesaikan surat izin tempat usaha.

3) Membantu kepala seksi pembangunan dalam menyelesaikan surat izin gangguan.

4) Membantu kepala seksi dalam melaksanakan kegiatan MUSREMBANG Seksi Kesra dan Perekonomian

a) Tugas

Tenaga honorer baik itu yang termasuk kategori 2 ataupun yang tidak termasuk kategori 2 memiliki tugas membantu kepala seksi Kesra dan Perekonomian dalam melaksanakan tugas di bidang Kesra dan Perekonomian.

b) Fungsi

Dalam melaksanakan tugasnya, tenaga honorer menyelenggarakan fungsinya sebagai berikut:

1) Membantu kepala seksi dalam pelaksanaan program Raskin (Beras Miskin).

2) Membantu kepala seksi dalam membuat surat keterangan tidak mampu/miskin.

3) Membantu kepala seksi dalam membuat surat keterangan usaha/domisili usaha.

4) Membantu kepala seksi dalam membuat surat keterangan (belum/sudah) menikah.

Seksi Trantib (Kemanan dan Ketertiban) a) Tugas

Tenaga honorer baik itu yang termasuk kategori 2 ataupun yang tidak termasuk kategori 2 memiliki tugas membantu kepala seksi Trantib dalam melaksanakan tugas di bidang Trantib.

b) Fungsi

Dalam melaksanakan tugasnya, tenaga honorer menyelenggarakan fungsinya sebagai berikut:

1) Membantu kepala seksi dalam membuat surat keamanan pedagang kaki lima.

2) Membantu kepala seksi dalam membuat surat izin keramaian.

B. Beban Kerja Tenaga Honorer

Beban kerja merupakan seluruh kegiatan atau aktifitas yang dilakukan oleh seorang pegawai selama menjalankan tugasnya dalam sebuah instansi atau lembaga pemerintah. Jika beban pekerjaan yang diberikan kepada tiap tenaga honorer dan pegawai negeri sesuai dengan kapasitas dan kemampuan pekerja serta sesuai dari aturan yang ada, maka akan menghasilkan produktifitas kerja yang baik. Beban kerja tenaga honorer merupakan semua pekerjaan yang dibebankan kepada tenaga honorer yang ada di kantor kelurahan tersebut. Untuk mengetahui beban kerja tenaga honorer di Kelurahan Tamarunang, maka kita dapat melihat dengan menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi beban kerja.

1. Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang dimaksud dalam mempengaruhi beban kerja adalah beban yang berasal dari luar tubuh pekerja, diantaranya :

1) Tugas- Tugas Yang Bersifat Fisik

Tugas- tugas yang bersifat fisik merupakan semua tugas yang dikerjakan oleh seorang pegawai yang dapat dilihat secara kasat mata dan hal-hal yang mendukung pegawai dalam menyelesaikan tugasnya, diantaranya :

a. Alat dan Sarana Kerja

Alat dan sarana kerja merupakan segala jenis peralatan, perlengkapan kerja dan fasilitas lain yang berfungsi sebagai alat utama/pembantu dalam pelaksanaan pekerjaan, dan juga berfungsi sosial dalam rangka kepentingan orang-orang yang sedang berhubungan dengan organisasi kerja itu.Berikut hasil wawancara dengan

bapak N.F.I selaku kepala kasi pemerintahanpada hari selasa 18 Februari 2014 sebagai berikut:

“Kalau alat dan sarana kerja yang di kantor ini termasuk 1 unit komputer, 1 unit laptop, 1 unit mesin ketik,sama 1 unit printer. kalo sarana pendukungnya yaitu1 buah TV. Alat dan sarana yang ada di kantor ini masih kurang jadi itu dapat memperlambat dalam penyelesaian pekerjaan.”(Wawancara dengan bapak N.F.I pada tanggal 18 Februari 2014).

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat diketahui bahwa alat dan sarana kerja yang ada di kantor Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu terdiri dari 1 unit komputer, 1 unit laptop, 1 unit mesin ketik dengan 1 unit printer. Alat dan sarana yang ada di kantor ini masih sangat kurang sehingga dapat berpengaruh pada keefektifan dalam penyelesaian suatu pekerjaan. Hal tersebut

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat diketahui bahwa alat dan sarana kerja yang ada di kantor Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu terdiri dari 1 unit komputer, 1 unit laptop, 1 unit mesin ketik dengan 1 unit printer. Alat dan sarana yang ada di kantor ini masih sangat kurang sehingga dapat berpengaruh pada keefektifan dalam penyelesaian suatu pekerjaan. Hal tersebut

Dokumen terkait