• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

5.2 Hasil Penelitian Kualitatif

5.2.4 Informan Utama III

1. Nama : Masdiana V. Br. Siburian

2. Umur : 35 Tahun

3. Jenis Kelamin : Perempuan

4. Agama : Kristen

5. Pendidikan Terakhir : D3

6. Alamat : Dusun II Batu Kapur Desa Maju 7. Pekerjaan : Bidan PTT

Ibu Masdiana merupakan Bidan PTT (Pegawai Tidak Tetap) di Poskesdes Desa Maju Kecamatan Siempat Nempu Kakupaten Dairi. Ibu Masdiana sudah sekitar 9 tahun menjadi bidan di Desa Maju. Ibu Masdiana sebagai salah satu tenaga kesehatan yang berada di Desa Maju diharapkan dapat memberikan pendapatnya tentang pelayanan dasar desa khususnya pelayanan kesehatan yang terdapat di Desa Maju. Berikut merupakan wawancara peneliti dengan informan utama III:

Apa Ibu mengetahui bahwa Desa Maju dikategorikan sebagai desa tertinggal berdasarkan Indeks Pembangunan Desa tahun 2018?

“Tidak, saya tidak mengetahui apa-apa tentang kabar itu, tapi kalau kabar Desa Maju dibilang sebagai desa tertinggal saya sudah lama tau bahkan sebelum tahun 2018 itu.”

Apa Ibu mengetahui juga bahwa pelayanan dasar desa baik pelayanan pendidikan dan kesehatan mendapat nilai rendah dibandingkan 12 desa yang terdapat di Kecamatan Siempat Nempu berdasarkan IPD 2018?

“Saya juga tidak mengetahui sama sekali tentang hal tersebut. Mungkin data itu kadesa tau, karena menurut saya penjabaran tentang penilaian desa seperti pelayanan dasar yang terdapat di desa itu rahasia. Jadi saya rasa warga yang lain juga tidak mengetahuinya sama seperti saya.”

Bagaimana pendapat Ibu terhadap kualitas pelayanan pendidikan di Desa Maju?

“Pendapat saya sudah baik sekolah disini, guru-gurunya sudah saya akui dalam memberikan pendidikan baik, karena murid-murid yang lulus dari SD di desa ini banyak yang melanjutkan ke sekolah negeri yang berada di luar desa. Namun, sayangnya sekolah di desa ini hanya ada SD saja.

Kalau mau melanjutkan sekolah ke SMP atau SMA harus keluar dari desa, ya kira-kira sejauh 5-7 Km lah jauhnya.”

Bagaimana pendapat Ibu terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Desa Maju?

“Saya rasa kami sudah optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan, namun karena keterbatasan alat kesehatan dan obat-obatan sehingga saya rasa pelayanan kesehatan di desa ini masih kurang. Jumlah kami yang hanya ada 2 bidan juga membuat sering terjadi tunggu menunggu bagi warga yang ingin ditangani.”

Menurut Ibu apa yang menyebabkan pelayanan pendidikan di Desa Maju masih digolongkan rendah?

“ya bisa jadi karena punya sekolah dasar saja di desa ini yang buat Desa Maju pelayanan pendidikannya digolong rendah, terus didukung jarak sekolah seperti SMP dan SMA yang terdekat di luar desa lumayan jauh sekitaran 5-7 Km itu tadi.”

Menurut Ibu apa yang menyebabkan pelayanan kesehatan di Desa Maju masih digolongkan rendah?

“Penyebanya mungkin masih kurangnya perhatian pemerintah untuk menyetok obat-obat yang dibutuhkan warga desa, memperbaiki gedung Poskesdes yang sudah bocor disana-sini, dan tidak adanya kendaraan uintuk keliling menangani warga yang sakit.”

Ketika Ibu menangani masyarakat, jenis penyakit apa saja yang sering masyarakat Desa Maju alami? Apakah peralatan medis di Poskesdes sudah mencukupi untuk menangani masyarakat yang sakit?

“Penyakit-penyakit ringan seperti batuk, influenza atau demam. Peralatan kesehatan di sini belum lengkap mungkin hanya ada alat-alat sederhana

untuk penanganan sakit ringan, karena disini juga kan ngga ada praktek dokter. Jadi, masyarakat yang sakit lebih serius di rujuk ke Puskesmas yang ada di Desa Buntu Raja.”

Berapa jumlah tenaga kesehatan yang terdapat di Desa Maju? Apakah menurut Ibu sudah cukup jumlah tenaga kesehatan yang ada untuk menangani masyarakat desa?

“Hanya terdapat dua bidan, saya sebagai bidan utama dan ada satu bidan tambahan/swasta. Untuk cukup atau tidaknya, menurut saya sudah cukuplah karena jumlah masyarakat desa yang masih sedikit.”

Apa saran Ibu untuk pemerintah dalam membantu meningkatkan/memperbaiki pelayanan kesehatan di Desa Maju?

“Saran saya untuk pemerintah membantu menyediakan obat-obat yang dibutuhkan di desa ini bila bisa obat-obat paten, memperbaiki gedung Poskesdes yang rusak/bocor, menyediakan mobil dinas untuk mobilitas mendatangi masyarakat yang sakit dan membawa ke Puskesmas yang jauh dari Desa ketika diperlukan.”

5.2.5 Informan Tambahan 1 (Masyarakat Desa Maju)

1. Nama : Gulden Sihombing

2. Umur : 52 Tahun

3. Jenis Kelamin : Laki-laki

4. Agama : Kristen

5. Pendidikan Terakhir : SMA

6. Alamat : Dusun I Tornauli Desa Maju 7. Pekerjaan : Petani

Bapak Gulden merupakan masyarakat Desa Maju yang sehari-harinya bekerja sebagai petani. Bapak Gulden sudah tinggal di Desa Maju selama 52 tahun, serta memiliki 4 anak yang sedang melaksanakan pendidikan. Bapak Gulden sebagai masyarakat yang sudah lama tinggal di Desa Maju diharapkan

dapat memberikan pendapatnya tentang pelayanan dasar yang ada di Desa Maju.

Berikut merupakan wawancara peneliti dengan informan tambahan I:

Bagaimana menurut Bapak tentang kualitas pendidikan di Desa Maju?

“Menurut saya kualitas pendidikan di desa ini sudah berkembang dari tahun sebelum-sebelumnya. Walaupun di desa ini hanya terdapat SD saja tetapi saya lihat sudah ada kemajuan, tidak ada lagi murid-murid yang tidak naik kelas maupun putus sekolah. Tetapi, saya rasa dalam jumlah tenaga pengajarnya masih kurang untuk lebih optimal lagi dalam mengajar murid-murid.”

Bagaimana menurut Bapak kualitas kesehatan di Desa Maju?

“Pelayanan kesehatan di desa ini masih belum optimal, bidan yang sedikit jadi ketika kami ingin berobat tetapi bidan sedang tidak ada ya harus tunggu atau bila sudah parah kami ke buntu raja (Puskesmas Buntu Raja).

Tidak ada transportasi dari Poskesdes untuk rujuk warga ke Puskesmas di desa juga menghambat penanganan warga yang sakit sehingga masih kurang kualitasnya”

Menurut Bapak apa saja yang menyebabkan pelayanan pendidikan di Desa Maju masih kurang?

“Mungkin tidak ada SMP dan SMA di desa ini, juga sekolah Paud yang sudah ditutup sejak lama. Lalu jalan yang belum aspal dan berbatuan menghambat murid-murid menuju ke sekolah. Jumlah guru yang sedikit juga menurut saya kurang karna murid-murid yang ada di sekolah SD Maju ini kan juga banyak jadi kuranglah bagi saya.”

Menurut Bapak apa saja yang menyebabkan pelayanan kesehatan di Desa Maju masih belum optimal?

“Masih kurang tenaga kesehatannya, jarak Poskesdes yang jauh jadi harus bawa sepeda motor ke sana buat berobat. Obat-obat yang kurang jadi masyarakat harus beli obatnya ke Puskesmas yang berjarak jauh dari desa.”

Apa saran Anda kepada pemerintahan desa dalam memperbaiki pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan yang terdapat di Desa Maju?

“Saran dari saya mungkin untuk memperhatikan sarana dan prasarana apa saja yang diperlukan untuk diperbaiki dalam pelayanan pendidikan dan kesehatan, memperbaiki jalanan desa supaya warga dapat dengan mudah mencapai Poskesdes dan Sekolah, karenakan jalanan di desa ini

masih rusak belum aspal. Terus saya meminta untuk membah stok obat-obatan di Poskesdes supaya kami warga ketika sakit ada obat yang tersedia.”

5.2.6 Informan Tambahan II (Masyarakat Desa Maju)

1. Nama : Urusan Nainggolan

2. Umur : 36 Tahun

3. Jenis Kelamin : Laki-laki

4. Agama : Kristen

5. Pendidikan Terakhir : SD

6. Alamat : Dusun II Batu Kapur Desa Maju 7. Perkerjaan : Pedagang

Bapak Nainggolan merupakan masyarakat Desa Maju yang sehari-harinya bekerja sebagai pedagang di Pasar Desa Buntu Raja. Pak Nainggolan sudah tinggal di Desa Maju selama 36 tahun, serta memiliki 2 anak yang sedang melaksanakan pendidikan. Sebagai masyarakat yang sudah lama tinggal di Desa Maju, sehingga diharapkan dapat memberikan pendapatnya tentang pelayanan dasar yang ada di Desa Maju. Berikut merupakan wawancara peneliti dengan informan tambahan II:

Bagaimana menurut Bapak kualitas pendidikan di Desa Maju?

“Pelayanan pendidikan di Desa Maju sudah baik. Guru-gurunya kualitasnya sudah baik dalam mendidik anak-anak yang bersekolah disana. Namun, untuk sarana dan prasarana sekolah seperti menambah ketersediaan bahan bacaan anak-anak diperpustakaan sekolah dan memperbaiki beberapa bagian bangunan sekolah yang sudah rusak.”

Bagaimana menurut Bapak kualitas kesehatan di Desa Maju?

“Pelayanan kesehatan di desa ini masih banyak kekurangan seperti jumlah bidannya kurang, lokasi Poskesdes yang jauh dari rumah saya, kadang bidannya susah untuk ditemui karena ada pasien lain atau pergi dinas ke luar desa. Bidan juga kadang kalau sudah malam susah untuk dihubungi supaya menangani warga yang sakit waktu dimalam hari.”

Menurut Bapak apa saja yang menyebabkan pelayanan pendidikan di Desa Maju masih kurang?

“Kurangnya dana dari pemerintah untuk pelayanan sekolah, apabila ada dana sekolah dapat melakukan renovasi dan melengkapi ketersediaan kebutuhan sekolah seperti yang kurang seperti buku-buku Bacaan.”

Menurut Bapak apa saja yang menyebabkan pelayanan kesehatan di Desa Maju masih belum optimal?

“Masih kurang optimal pemerintah membantu dalam hal dana juga.

Jauhnya lokasi Poskesdes dari pemukiman penduduk, dan waktu yang tidak pasti keberadaan bidan di Poskesdes yang menurut saya sebagai penyebab masih rendahnya pelayanan dasar desa.”

Apa saran Bapak kepada pemeritah desa dalam memperbaiki pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan yang terdapat di Desa Maju?

“Saran dari saya untuk pemerintah, tolong memperbaiki sarana sekolah yang perlu direnovasi, memperbaiki jalan desa agar mempermudah masyarakat, melakukan pengajuan dana ke dinas agar Poskesdes mendapatkan anggaran untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terdapat di Poskesdes di desa ini.”

5.3 Analisis Hasil Penelitian Kualitatif

5.3.1 Penyebab Rendahnya Pelayanan Dasar Desa Maju Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi

Pembangunan desa dilaksanakan dalam rangka intervensi untuk mengurangi tingkat kesenjangan kemajuan antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Pembangunan desa diharapkan menjadi solusi bagi perubahan sosial masyarakat desa, dan menjadikan desa sebagai basis perubahan (Bulkin dkk, 2015:3). Pemerintah dalam rangka menilai tingkat kemajuan atau perkembangan desa, menggunakan indeks pembangunan desa sebagai suatu indikator nasional yang menjadi tolak ukur bagi semua desa yang ada di Indonesia. Indeks pembangunan desa merupakan suatu ukuran yang disusun untuk menilai tingkat

kemajuan atau perkembangan desa di Indonesia dengan unit analisisnya “desa”

(Bulkin dkk, 2015:4).

Berdasarkan wawancara peneliti dengan Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kabupaten Dairi sebagai Informan Kunci, adanya indeks pembangunan desa di Indonesia dilatarbelakangi oleh keinginan pemerintah untuk mengurangi kesenjangan pembangunan perdesaan dan perkotaan yang cenderung bias perkotaan (urban bias). Selain itu Informan Kunci juga menjelaskan alasan yang melatarbelakangi adalah untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan di tingkat desa supaya pemerintah mengetahui pokok masalah pembangunan di desa dan mencari solusi bagi perubahan pembangunan desa yang bersangkutan. Manfaat dari adanya Indeks Pembangunan Desa diterangkan Informan Kunci selain sebagai dasar dalam penetapan arah kebijakan pembangunan berbasis kewilayahan, juga sebagai dasar evaluasi atas hasil/pencapaian pembangunan yang sudah dilakukan.

Penelitian ini dilakukan di Desa Maju, yang terletak di Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi. Desa Maju tercatat sebagai desa tertinggal berdasarkan indeks pembangunan desa pada tahun 2018. Hasil wawancara dengan Informan Kunci menjelaskan bahwa kategori desa tertinggal didasarkan pada pencapaian nilai indeks pembangunan desa suatu daerah/desa. Dengan nilai indeks pembangunan desa sebesar 45.98 pada tahun 2018, maka Desa Maju dikategorikan tertinggal (Indeks Pembangunan Desa ≤ 50 dikategorikan Tertinggal). Dijelaskan juga oleh Informan Kunci bahwa dimensi pelayanan dasar sebagai penyumbang rendahnya IPD Desa Maju pada tahun 2018 dengan skor dimensi hanya sebesar 37.42 untuk pelayanan dasar.

Hasil wawancara dengan ketiga Informan Utama terlihat hanya Informan Utama I yang mengetahui secara pasti bahwa Desa Maju dikategorikan sebagai desa tertinggal secara statitistik, sedangkan Informan Utama II dan III tidak mengetahui bahwa terdapat keterangan secara resmi Desa Maju dikategorikan sebagai desa tertinggal. Namun, untuk kabar bahwa Desa Maju dikategorikan sebagai desa tertingga sudah lama Informan Utama II dan III mengetahuinya dan sesuai dengan kenyataan di lapangan bahwa masih banyak kekurangan pada pelayanan-pelayanan yang ada di desa.

Ketiga Informan Utama juga tidak mengetahui bahwa pada pelayanan dasarnya Desa Maju memperoleh nilai terendah dari 12 desa yang terdapat di Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi. Namun, ketiga Informan Utama menerima bahwa pelayanan dasar Desa Maju dinilai rendah, hal ini terlihat dari pendapat Informan Utama I sebagai Kepala Desa yang menjelaskan pelayanan dasar di Desa Maju masih belum optimal dibanding desa lain di Kecamatan Siempat Nempu, Informan Utama II sebagai Kepala Sekolah menambahkan juga masih terdapat kekurangan dalam pelayanan dasar di Desa Maju, sedangkan Informan Utama III sebagai Bidan di Desa Maju tidak mengetahui bahwa pelayanan dasar di Desa Maju dikategorikan sangat rendah.

Menurut Undang-Undang no 23 tahun 2014 pasal 1 tentang pemerintahan daerah disebutkan bahwa pelayanan dasar adalah pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga negara. Pelayanan dasar yang dimaksud berdasarkan Kementrian Perencanaan Nasional (PPN) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) (dalam Marisa, 2018:24) terdiri dari ketersediaan dan akses terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan.

5.3.1.1 Pelayanan Pendidikan

Berdasarkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) (dalam Marisa, 2018:25) dalam pembangunan akses pendidikan yang dibutuhkan adalah ketersediaan dan akses terhadap fasilitas pendidikan seperti ketersediaan sarana dan prasarana sekolah baik ditingkat TK, SD, SMP, maupun SMA, jarak terdekat menuju sarana dan prasarana sekolah yang mampu dijangkau penduduk desa dan rasio antara ketersediaan sarana sekolah dengan jumlah penduduk desa yang sedang/dalam usia sekolah yang seimbang. Sedangkan Desa Maju terdapat beberapa kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan akses pendidikannya, berdasarkan hasil dari penelitian ini terlihat bahwa faktor yang penyebab rendahnya pelayanan pendidikan di Desa Maju dapat dilihat yaitu:

1. Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan

Menurut Informan Utama III, berpendapat bahwa penyebab rendahnya pelayanan dasar di Desa Maju karena Desa Maju hanya memiliki satu SD Negeri No 03573 Desa Maju sebagai sarana dan prasarana pendidikan. Informan Utama II juga berpendapat bahwa selain karena di Desa Maju hanya terdapat satu sekolah juga karena masih kurangnya sarana dan prasarana penunjang belajar di SD Negeri 03573 Desa Maju tersebut. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Informan Tambahan I yang berpendapat bahwa Sekolah PAUD yang sudah lama tidak beroperasi lagi di Desa Maju menjadi penyebab lain dari keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan di Desa Maju.

2. Kurangnya tenaga pendidik

Di Desa Maju hanya terdapat satu sekolah dasar, sehingga dalam menjelaskan pembahasan ini merupakan tenaga pendidik yang berada di SD Negeri No 03753 Desa Maju. Menurut Informan Utama I, di Desa Maju sumber daya manusia dan tenaga pendidik masih kurang. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Informan Tambahan I yang berpendapat bahwa jumlah guru yang sedikit tersebut kurang seimbang dengan jumlah murid-murid yang bersekolah di SD Negeri No 03573 Desa Maju, sehingga diperlukan penambahan tenaga pendidik.

3. Kurangnya dana dari Pemerintah

Menurut Informan Utama I, dana dari pusat yang kurang sehingga mempengaruhi pembangunan sarana dan prasaranan pendidikan di Desa Maju yang belum optimal. Informan Utama II juga berpendapat bahwa Dinas Pendidikan dalam memberikan Dana BOS sebagai subsidi kepada sekolah tidak lancar, menyebabkan terhambatnya pembeliaan kebutuhan sekolah dan tertundanya pemberian gaji kepada guru honor. Pendapat informan utama I dan II didukung dengan pernyataan Informan Tambahan II yang berpendapat bahwa kurangnya dana dari pemerintah juga mempengaruhi terhambatnya perbaikan sekolah di SD Negeri No 03753 Desa Maju.

4. Kurangnya perekonomian masyarakat

Menurut Informan Utama I, penyebab rendahnya pelayanan dasar desa salah satunya akibat dari masyarakat yang kurang dalam ekonomi sehingga tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya. Informan Utama I berpendapat Desa Maju sebelumnya memiliki Sekolah PAUD sebagai salah satu

sarana pendidikan, namun banyaknya masyarakat yang tidak mau menyekolahkan anaknya akibat ekonomi yang kurang membuat Sekolah PAUD tersebut ditutup.

5. Jarak sekolah yang jauh dan kondisi jalanan yang rusak

Menurut Informan Utama III, rendahnya pelayanan pendidikan di Desa Maju didukung dengan jarak sekolah yang berada di luar desa sangat jauh seperti masyarakat untuk mencapai SMP dan SMA yang terdekat menempuh jarak sekitar 5-7 Km. Informan Tambahan I berpendapat bahwa kondisi jalan yang belum diaspal dan berbatuan menghambat murid-murid menuju ke sekolah. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Informan Utama I yang berpendapat bahwa di Desa Maju tidak terdapat sarana transportasi umum, sehingga dengan kondisi jalan dan jarak yang jauh mengakibatkan banyak masyarakat di Desa Maju memiliki sepeda motor sebagai sarana transprtasi utama untuk menuju pelayanan pendidikan yang berada di luar Desa Maju.

Berdasarkan analisa diatas, terlihat bahwa di Desa Maju dalam pemenuhan kebutuhan pembangunan akses pendidikan belum sesuai dengan yang dijabarkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) (dalam Marisa, 2018:25).

Penulis menyimpulkan bahwa kurangnya dana dalam pembangunan pendidikan menjadi faktor utama dari rendahnya pelayanan pendidikan di Desa Maju, karena apabila dana yang diberikan pemerintah sudah sesuai dengan kebutuhan di Desa Maju maka dapat memberikan gaji guru honor tepat waktu, memperbaiki jalanan, sarana dan prasarana sekolah yang ada, bahkan dapat membangun sekolah lain.

5.3.1.2 Pelayanan Kesehatan

Berdasarkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) (dalam Marisa, 2018:28) dalam pembangunan akses kesehatan yang dibutuhkan adalah ketersediaan dan akses terhadap fasilitas kesehatan seperti ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, jarak terdekat menuju sarana dan prasarana kesehatan yang mampu dijangkau penduduk desa, rasio antara ketersediaan sarana kesehatan dengan jumlah penduduk desa dan kemudahan mencapai sarana dan prasarana kesehatan terdekat. Sedangkan Desa Maju terdapat beberapa kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan akses kesehatannya, berdasarkan hasil dari penelitian ini terlihat bahwa faktor yang penyebab rendahnya pelayanan kesehatan di Desa Maju dapat dilihat yaitu:

1. Keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan

Menurut Informan Utama I bahwa sarana dan prasarana kesehatan di Desa Maju masih minim dengan hanya terdapat satu Poskesdes sebagai pusat penanganan kesehatan di desa dan tempat praktek bidan swasta membantu penanganan kesehatan, yang keduanya tidaklah besar dan lengkap seperti masih kurangnya alat-alat dalam penanganan medis sehingga masyarakat untuk mendapatkan penanganan yang serius seperti proses melahirkan akan dirujuk ke Puskesmas berjarak sekitar 7 Km dari desa. Informan Utama II juga berpendapat sama dengan Informan Utama I bahwa sarana dan prasarana kesehatan di Desa Maju masih kurang. Hal ini dipertegas dengan pernyataan Informan Tambahan I yang berpendapat bahwa ketersediaan obat-obatan yang kurang mengharuskan masyarakat membeli obat ke Puskesmas yang berjarak jauh dari Desa Maju.

2. Jarak sarana kesehatan yang jauh dari pemukiman masyarakat

Menurut Informan Utama I bahwa jarak Poskesdes yang jauh dari rumah warga sehingga masyarakat untuk menjangkaunya harus menggunakan sepeda motor agar lebih cepat menuju Poskesdes. Informan Utama II juga berpendapat sama dengan Informan Utama I bahwa jarak menuju tempat berobat yang jauh menghambat masyarakat untuk berobat ke Poskesdes. Informan Tambahan I berpendapat sama dengan Informan Utama I bahwa jarak Poskesdes yang jauh membuat masyarakat mengendarai sepeda motor agar cepat sampai di Poskesdes.

Menurut Informan Tambahan II, hal ini disebabkan lokasi Poskesdes yang tidak strategis menyebabkan jauh dari pemukiman penduduk.

3. Kurangnya jumlah tenaga kesehatan

Menurut Informan I jumlah tenaga kesehatan di Desa Maju kurang karena hanya terdapat dua bidan yang dapat memberikan penanganan di Desa Maju dan tidak terdapat dokter jaga. Hal ini sesuai dengan pernyataan Informan Utama II dan Informan Tambahan I yang berpendapat sama dengan Informan Utama I bahwa di Desa Maju sumber tenaga kesehatan masih kurang. Menurut Informan Tambahan II selain kurangnya jumlah tenaga kesehatan, keberadaan bidan di Poskesdes yang tidak tetap juga membuat masyarakat sulit untuk mendapatkan penangan.

4. Kurangnya dana operasional dari Pemerintah

Menurut Informan Utama II kurangnya dana untuk operasional layanan kesehatan menjadi penyebab utama kurangnya pelayanan kesehatan di Desa Maju, karena untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang kurang dibutuhkan dana yang besar. Sedangkan menurut Informan Utama III kurangnya perhatian

pemerintah untuk memenuhi obat-obat yang dibutuhkan masyarakat, memperbaiki bangunan Poskesdes yang sudah rusak dan tidak adanya kendaraan bidan untuk keliling menangani masyarakat yang sakit merupakan penyebab kurangnya pelayanan kesehatan di Desa Maju. Hal ini sama dengan pernyataan Informan Tambahan II yang berpendapat bahwa pemerintah belum optimal dalam hal dana untuk membantu pelayanan kesehatan di Desa Maju.

Berdasarkan analisa diatas, terlihat bahwa di Desa Maju dalam pemenuhan kebutuhan pembangunan akses kesehatan belum sesuai dengan yang dijabarkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) (dalam Marisa, 2018:28).

Penulis menyimpulkan bahwa sama dengan pelayanan pendidikan, kurangnya dana dalam pembangunan pelayanan kesehatan menjadi faktor utama dari rendahnya pelayanan kesehatan di Desa Maju, karena apabila dana yang diberikan pemerintah sudah sesuai dengan kebutuhan di Desa Maju maka dapat

Penulis menyimpulkan bahwa sama dengan pelayanan pendidikan, kurangnya dana dalam pembangunan pelayanan kesehatan menjadi faktor utama dari rendahnya pelayanan kesehatan di Desa Maju, karena apabila dana yang diberikan pemerintah sudah sesuai dengan kebutuhan di Desa Maju maka dapat

Dokumen terkait