• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

F. Instrumen Penelitian

Instrumen dalam penelitian adalah alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah (Suharsimi Arikunto, 2006: 160). Instrumen penelitian merupakan sarana yang dapat diwujudkan dalam bentuk benda, seperti instrumen untuk tes adalah soal tes, instrumen untuk observasi adalah pedoman observasi, dan instrumen untuk angket adalah lembar angket.

1. Pedoman Observasi

Dalam penelitian ini pedoman observasi digunakan untuk mencatat dan mengamati aktivitas guru maupun siswa pada saat proses pembeljaran berlangsung. Pedoman observsasi ini terdiri atas pedoman observasi minat

50

belajar IPA dan pedoman observasi penerapan metode mind mapping dalam pembelajaran IPA.

Adapun pedoman observasi minat belajar IPA yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut.

Tabel 3. Kisi-kisi Lembar Observasi Minat Belajar IPA.

Indikator Sub Indikator No.

Item Jumlah

Antusias Menunjukkan rasa senang. 1 1 Melakukan perintah dari guru. 2 1 Datang lebih awal/tidak terlambat. 3 1 Rasa Ingin Tahu Bertanya mengenai hal yang belum

diketahui tentang IPA. 4

1

Mencari tahu tentang IPA melalui buku

bacaan. 5

1 Perhatian Meperhatikan penjelasan guru/ teman. 6 1

Tidak bermain/berbicara sendiri saat

pelajaran. 7

1 Berpartisipasi Aktif Menyampaikan ide/ hasil diskusi. 8 1

Mengikuti setiap kegiatan

pembelajaran. 9

1 Tekun Mempersiapkan alat dan bahan untuk

belajar IPA. 10

1 Mengerjakan tugas dengan

sungguh-sunguh. 11

1

51

Pedoman observasi penerapan metode mind mapping dalam pembelajaran IPA adalah sebagai berikut.

Tabel 4. Kisi-kisi Lembar Observasi Keterlaksanaan Metode Pembelajaran Mind Mapping.

Aspek yang diamati Nomor butir Jumlah Guru membuka dan menutup

pelajaran

a, b, l, k, dan m

5 Guru menyampaikan materi pelajaran c, d, dan e 3 Guru membimbing siswa

dalam menentukan hubungan antar gagasan.

f 1

Guru membimbing siswa dalam melakukan brainstorming.

g 1

Guru membimbing siswa

dalam menentukan aspek yang akan di buat mid map.

h 1

Guru membimbing siswa dalam membuat mind map.

i (1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7)

7

Jumlah 18

Tabel 5. Kisi-kisi Lembar Observasi Penerapan Metode Mind Map.

Langkah-Langkah Metode Mind Mapping No.Item Mulai membuat mind map dari bagian tengah kertas kosong yang

diletakkan secara mendatar.

1 Gunakan gambar atau foto untuk ide utama. 2

Gunakan warna dalam membuat mind map. 3

Membuat garis hubung yang melengkung. 4

Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. 5 Gunakan gambar, karena setiap gambar dapat mewakili kalimat. 6 Memanbahkan cabang yang lebih kecil untuk detailnya. 7

52 2. Skala Minat

Skala digunakan untuk mengetahui perkembangan minat belajar siswa setelah megikuti proses pembelajaran menggunakan metode mind mapping. Skala yang digunakan bersifat tertutup, dengan jawaban yang telah disediakan berupa skala sikap.

Adapun kisi-kisi skala minat belajar IPA yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut.

Tabel 6. Kisi-kisi skala minat belajar IPA siswa

Indikator Sub Indikator No. Item Jumlah

Antusias Menunjukkan rasa senang. 1 1 Melakukan perintah dari guru. 3, 4, dan

5

2 Datang lebih awal/tidak terlambat. 2 1 Rasa Ingin Tahu Bertanya mengenai hal yang belum

diketahui tentang IPA.

6, 7, dan 8

3 Mencari tahu tentang IPA melalui buku

bacaan. 9 dan 10

2 Perhatian Meperhatikan penjelasan guru/ teman. 11 dan

12

2

Tidak bermain/berbicara sendiri saat pelajaran.

13 dan 14

2 Berpartisipasi Aktif Menyampaikan ide/ hasil diskusi. 15, 16,

17, dan 18

4

Mengikuti setiap kegiatan pembelajaran.

19 dan 20

2

Tekun Mempersiapkan alat dan bahan untuk belajar IPA.

21, 22 dan 23

3 Mengerjakan tugas dengan

sungguh-sunguh.

24 dan 25

2

53 3. Lembar Soal

Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa yang menunjukkan sejauh mana siswa mengusai materi pelajaran. Soal tes yang diberikan berupa tes pratindakan dan tes evaluasi pada akhir siklus. Tes evaluasi akhir siklus terdiri atas soal pilihan gandan dan soal uraian. Kawasan ranah kognitif yang dinilai dalam penelitian ini yaitu kemampuan menghafal (C1), memahami (C2), mengaplikasi (C3), menganalisis (C4), menilai (C5), dan mencipta (C6). G. Teknik Analisis Data

Data yang didapatkan selama penelitian dianalisis untuk mengtahui hasilnya. Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang telah diperoleh dalam penelitian dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih data penting dan yang akan dipelajari, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2009: 335).

Dalam penelitian ini digunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis angket minat belajar dan hasil tes hasil belajar siswa. Data kuantitatif merupakan informasi yang muncul di lapangan yang dapat ditampilkan dalam bentuk angka. Data yang terkumpul dari penelitian ini berupa skor angket minat belajar dan skor tes hasil belajar siswa. Sedangkan analisis data kualitatif dilakukan untuk mengetahui secara kualitatif proses dan hasil penelitian tindakan yang dilakukan. Analisis data dimulai sejak

54

awal sampai akhir pengumpulan data. Analisis tersebut diuraikan dalam kalimat-kalimat deskriptif.

1. Mengkaji data kualitatif

Data dari hasil observasi dan catatan lapangan yang terkumpul diuji secara komprehensif dengan analisis data deskriptif kualitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis data tentang bagaimana pembelajaran IPA menggunakan metode mind mapping dalam meningkatkan minat belajar dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Balangan 1 tahun ajaran 2015/2016 pada semester 1.

2. Menganalisis data skala minat belajar siswa

Pengelolaan data pada minat belajar IPA yaitu dengan mengakumulasi skor dari masing-masing item pertanyaan yang dijawab siswa melalui skala minat belajar IPA. Kemudian skor yang telah diperoleh disajikan dalam bentuk persentase, dengan rumus sebagai berikut.

� � = � � � � � � ×

Wijaya Kusuma dan Dedi Dwitagama (2011: 154) memaparkan pedoman penilaian sebagai berikut.

55 Tabel 7. Kategori Penilaian.

Rentang Skor Predikat atas Kategori

85 ‒ 100 Sangat Baik (A)

70 ‒ 84 Baik (B)

55 ‒ 69 Cukup (C)

40 ‒ 54 Kurang (D)

<40 Sangat Kurang (E)

Setelah hasil skor diperoleh, kemudian dicocokkan dengan pedoman pengkategorian, sehingga dapat diketahui minat belajar siswa berada pada kategori sangat kurang, kurang, cukup, baik, atau sangat baik.

3. Menganalisis data tes hasil belajar IPA siswa.

Dalam penelitian ini data tes hasil belajar siswa ditafsirkan dengan cara membandingkan hasil nilai tes pra tindakan dan tes paska tindakan yang diperoleh pada siklus I, kemudian akan dibandingkan dengan nilai tes pada siklus II. Analisis data tes hasil belajar siswa diperoleh berdasarkan rerata (mean), dengan rumus:

�̅ = Keterangan:

�̅ : Rerata (Mean)

x : Jumlah nilai tes hasil belajar siswa N : Jumlah siswa

56

Setelah tes hasil belajar dari masing-masing siklus dianalisis menggunakan rumus tersebut, kemudian dibandingkan untuk melihar peningkatannya. Rumus peningkatan nilai tes hasil belajar IPA sebagai berikut.

� � � � � �� �� = �̅ − �̅ Keterangan:

�̅ : rerata nilai tes siklus I �̅ : rerata nilai tes siklus II

Setelah semua siklus dianalisis, kemudian dibandingkan hasil belajar masing-masing siklus menggunakan rumus tersebut, sehingga diketahui peningkatan hasil belajar IPA pada penelitian ini.