• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

F. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar fisika siswa yang berupa tes pencapaian (achievement test) terdiri dari tes obyektif bentuk pilihan ganda sebanyak 25 soal, dengan penskoran jika benar diberi skor 1 dan jika salah diberi skor 0. Tes yang diberikan kepada kelompok eksperimen sama dengan tes yang diberikan kepada kelompok kontrol. Hasil belajar yang diukur adalah aspek kognitif yang meliputi pengetahuan atau ingatan (C1), pemahaman (C2), aplikasi atau penerapan (C3), dan analisis (C4). Sebelum dibuat instrumen, terlebih dahulu dibuat kisi-kisi soal untuk menentukan ruang lingkup dan tekanan tes yang setepat-tepatnya sehingga dapat menjadi petunjuk dalam menulis soal. Adapun kisi-kisi instrumen tes hasil belajar pada konsep suhu dan pengukuran dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.2. Kisi-kisi Instrumen Hasil Belajar Fisika Standar Kompetensi (SK) Kompetensi Dasar Tingkat Kognitif Jumlah C1 C2 C3 C4 1. Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan. 1.2. Mendeskripsikan pengertian suhu dan pengukurannya. 1*, 3, 5*, 9, 21*, 23* 4*, 8*, 10, 13*, 16, 24, 2*, 6*, 7*, 12, 14*, 17, 22* 11, 15, 18*, 19, 20*, 25* 25 Jumlah 6 6 7 6

Sebelum digunakan untuk penelitian instrumen, instrumen terdiri dari 25 soal tersebut terlebih dahulu diujicobakan kepada siswa di kelas lain yang tidak termasuk kelompok kontrol ataupun kelompok eksperimen guna mengukur validitas dan reliabilitas.

1. Pegujian Validitas Instrumen

Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan atau dengan kata lain suatu alat evaluasi disebut valid jika ia dapat mengevaluasi dengan tepat sesuatu yang dievaluasi tersebut. Uji validitas adalah uji kesanggupan alat penilaian dalam mengukur isi yang sebenarnya. Uji coba ini dilakukan dengan mengkorelasikan skor masing-masing item dengan skor total. Untuk mengukur validitas soal dalam penelitian ini digunakan rumus ”point biserial.”yaitu:6 q p SD M M r t t p pbi   Keterangan :

rpbi : Koefisien korelasi poin biserial

Mp : Mean skor pada tes yang memiliki jawaban benar Mt : Mean skor total

SDt : Standar deviasi dari skor total

P : Proporsi peserta tes yang menjawab benar

q : Proporsi peserta tes yang menjawab salah, q = 1–p

Berdasarkan uji tes dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang, maka harga

koefisien korelasi untuk n=30 dan α=5% adalah 0.27. Soal dikatakan valid jika

rhitung ≥ rtabel yaitu jika rhitung≥ 0.27. Dari uji coba tes sebanyak 25 soal dengan jumlah siswa sebanyak 30, diperoleh soal yang valid sebanyak 15 soal.

6

2. Pengujian Reliabilitas

Reliabilitas alat penilaian adalah ketepatan atau keajegan alat tersebut dalam menilai apa yang dinilainya. Uji ini dilakukan dengan menggunakan rumus

spearman-brown, yaitu:7 2 1 2 1 2 1 2 1 11 1 ) ( 2 r r r   Keterangan :

r11 : Koefisien reliabilitas instrumen

r1/21/2 : rxyyang disebutkan indeks korelasi antara dua belahan instrumen Selanjutnya dalam pemberian interpretasi terhadap koefisien reliabilitas tes pada umumnya digunakan patokan sebagai berikut:8

a. Apabila r11 sama dengan atau lebih besar dari 0.70 berarti tes yang sedang diuji telah memiliki reliabilitas yang tinggi (reliable)

b. Apabila r11 lebih kecil dari 0.70 berarti bahwa tes yang sedang diuji belum memiliki reliabilitas yang tinggi (unreliable)

Hasil analisis instrumen dengan metode ganjil-genap diperoleh reliabilitas tes sebesar 0.70. Hal ini berarti bahwa tes memiliki reliabilitas yang tinggi sebab r11sama dengan 0.70.

3. Taraf Kesukaran

Tingkat kesukaran dari suatu tes digunakan untuk mengetahui apakah tiap butir soal termasuk dalam kategori mudah, sedang atau sukar. Tingkat kesukaran soal dipandang dari kesanggupan atau kemampuan siswa dalam menjawab soal.9 Rumus yang digunakan untuk menghitung tingkat kesukaran yaitu :

N B P7 Ibid., h.93. 8

Anas Sudijono,Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006), h. 209 9

Keterangan :

P : Indeks kesulitan untuk setiap butir soal

B : Banyaknya siswa yang menjawab benar setiap butir soal N : Jumlah peserta tes

Klasifikasi tingkat kesukaran dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3.3. Klasifikasi Tingkat Kesukaran

Rentang Keterangan

< 0.25 Sukar/sulit

0.25–0.75 Cukup/sedang

> 0.75 Mudah

Dari uji coba tes sebanyak 25 soal, diperoleh 4 soal bersifat mudah, 15 soal bersifat cukup/sedang dan 6 soal bersifat sulit.

4. Daya Pembeda Soal

Analisis daya pembeda soal bertujuan untuk mengetahui kemampuan soal dan membedakan siswa yang pandai (tinggi prestasinya) dengan siswa yang kurang pandai (rendah prestasinya).10 Rumus yang digunakan untuk menghitung daya pembeda soal yaitu :

N B B D A B 5 . 0   Keterangan : D : Daya pembeda

BA : Jumlah skor benar dari kelompok atas BB : Jumlah skor benar dari kelompok bawah

N : Jumlah responden (jumlah siswa kelompok atas dan kelompok bawah)

Klasifikasi daya pembeda dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

10

Tabel 3.4. Klasifikasi Daya Beda11

Rentang Keterangan

0.00-0.20 Jelek (poor) 0.21-0.40 Cukup (satisfactory) 0.41-0.70 Baik (good) 0.71-1.00 Baik sekali (excellent) -(negatif) Semuanya tidak baik

Dari uji coba tes sebanyak 25 soal diperoleh 11 soal bersifat baik, 11 soal bersifat cukup, 2 soal bersifat jelek dan 1 soal bersifat drop (tidak baik).

5. Uji Instrumen Lembar Observasi

Uji validitas ahli hanya digunakan untuk memvalidasi instrumen tes lembar observasi, dimana kisi-kisi atau butir instrumen yang telah tersusun divalidasi kepada ahli bidang studi. Validitas yang dilakukan, yaitu validitas konsep dan validitas bahasa. Validitas konsep adalah kesesuaian anatara butir instrumen dengan konstruksi keterampilan proses dari objek yang dinilai sedangkan validitas bahasa adalah kesesuaian bahasa yang digunakan instrumen dalam indikator sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.

Kriteria keterlaksanaan model pada masing-masing tahap model pembelajaran adalah sebagai berikut:12

Tabel 3.5. Kategori Keterlaksanaan Model

No % Kategori Keterlaksanaan Model Interpretasi

1. 0,0-24,9 Sangat Kurang

2. 25,0-37,5 Kurang

3. 37,6–62,5 Sedang

4. 62,6–87,5 Baik

5. 87,6–100 Sangat Baik

Tabel 3.6. Uji Validitas Ahli 11

Suharsimi Arikunto,Op Cit.,h. 218. 12

Usep Nuh, Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Upaya Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa, Skripsi, (Perpustakaan UPI Bandung : tidak diterbitkan, 2007), h. 52.

Kesesuaian Pertanyaan Baik Cukup Kurang Kesesuaian

Konsep

1) Apakah indikator-indikator yang dipakai pada instrumen ini mewakili aspek

keterampilan proses yang dipakai?

2) Apakah instrumen ini mencakup aspek

keterampilan proses dari konsep suhu dan

pengukuran?

3) Apakah butir penilaian yang digunakan instrumen ini memenuhi pencapaian indikator keterampilan proses?

Kesesuaian bahasa

1) Apakah bahasa yang digunakan instrument ini sudah cukup jelas?

2) Apakah bahasa yang digunakan pada instrument ini sudah efektif?

SARAN

Dokumen terkait