BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat pengumpul data yang digunakan untuk menjawab pertanyaan dan menguji hipotesis yang harus betul-betul dirancang dan dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan data empiris sebagaimana adanya.10 Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen tes dan nontes.
1. Instrumen Tes
Tes adalah instrumen atau alat untuk mengumpulkan data tentang kemampuan subjek penelitian dengan cara pengukuran.11 Pada penelitian ini, tes yang akan diuji cobakan merupakan tes dalam bentuk uraian dengan jumlah soal 13, yang berdasarkan pada komponen berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility,
originality, elaboration, dan evaluation. Skor yang digunakan adalah skala 0-4 di
setiap butir soal dengan jumlah total skor ideal adalah 52. Sebelum soal dianalisis, terlebih dahulu diuji coba instrumen untuk diketahui validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya pembeda soal. Adapun kisi-kisi instrumen tes berpikir kreatif terlihat pada Tabel 3.3.12
Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Tes
Indikator Pembelajaran Komponen Berpikir Kreatif
Flu Fle Ori Ela Eva
Mengajukan banyak pertanyaan terkait faktor penyebab pencemaran lingkungan
1, 3
Mencetuskan banyak gagasan cara pemecahan permasalahan pencemaran lingkungan
2
Memberi kan macam-macam penafsiran (interpretasi) terhadap permasalahan pencemaran
4
Menggolongkan cara pemecahan permasalahan pencemaran udara lingkungan menurut pembagian (kategori) yang berbeda-beda
5
Mengemukakan solusi yang baru (orisinil) dalam memecahkan permasalahan pencemaran lingkungan
7
Membuat desain dalam memecahkan permasalahan pencemaran lingkungan
6
Melakukan langkah-langkah yang terperinci dalam memecahkan permasalahan pencemaran lingkungan
8, 10
Mengembangkan suatu gagasan dalam memecahkan permasalahan pencemaran lingkungan
9
10
S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 155.
11
Wina Sanjaya, Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode, dan Prosedur, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013), h. 251
12
Indikator Pembelajaran Komponen Berpikir Kreatif
Flu Fle Ori Ela Eva
Memberikan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan (rasionale) terkait solusi yang diberikan untuk
memecahkan permasalahan pencemaran
11, 13
Merancang suatu rencana kerja dari gagasan-gagasan yang diberikan untuk memecahkan permasalahan pencemaran 12 Keterangan: Flu : Fluency Fle : Flexibility Ori : Originality Ela : Elaboration Eva : Evaluation
Penggunaan instrumen tes ini digunakan untuk mengukur berpikir kreatif siswa sebelum dan setelah diberi perlakuan dengan model pembelajaran PBL dan STM. Rumus yang digunakan dalam perhitungan adalah sebagai berikut:13
Keterangan:
NP : Nilai persen yang dicari atau diharapkan R : Skor mentah yang diperoleh siswa
SM : Skor maksimum ideal dari tes yang bersangkutan 100 : Bilangan tetap
2. Instrumen Non Tes
Instrumen non tes digunakan sebagai data sekunder atau pendukung dari data primer. Pada penelitian ini instrumen non tes yang digunakan berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Lembar Observasi. LKS digunakan untuk menunjang proses pembelajaran, lembar observasi guru digunakan sebagai pengukuran ketercapaian guru dalam menerapkan model pembelajaran yang digunakan, dan lembar observasi siswa digunakan untuk mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
13
M. Ngalim Purwanto, Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002), Cet. 11 h. 102
NP = R SM X100
a. Lembar Kerja Siswa (LKS)
Lembar kerja siswa pada penelitian ini berupa lembar kerja siswa yang disesuaikan dengan langkah-langkah model pembelajaran PBL dari Made Wena untuk kelas eksperimen I, sedangkan lembar kerja siswa yang disesuaikan dengan langkah-langkah model pembelajaran STM dari Anna Poedjiadi, diberikan pada kelas eksperimen II.14 Kedua lembar kerja tersebut telah disisipi dengan beberapa komponen berpikir kreatif menurut teori Utami Munandar yang bertujuan untuk melatih dan mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa selama proses pembelajaran.
b. Lembar Observasi
“Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian”.15 Observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas dan kinerja seseorang yang dijadikan objek penelitian dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi yang digunakan berupa lembar observasi guru dan lembar observasi siswa.16
F. Kalibrasi Instrumen
Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian harus memiliki kualitas yang baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan kalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan dalam penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen tes dan non tes.
1. Instrumen Tes Berpikir Kreatif
Instrumen tes uraian dikalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan dalam penelitian. Tujuan dari hal ini yaitu untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda soal. Uji tes uraian menggunakan program Anates 4.0.
a. Validitas
Validitas berasal dari kata validity artinya tepat atau sahih. Validitas yakni dapat diartikan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam
14
Lampiran 3-4, h. 128-146.
15
Margono, op. cit., h. 158.
16
melakukan fungsi ukurnya. Artinya, bahwa valid tidaknya suatu alat ukur tergantung kepada mampu tidaknya alat tersebut mencapai tujuan pengukuran yang dikehendaki dengan tepat.17
Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. “Validitas isi berkenaan dengan kesanggupan alat penilaian dalam mengukur isi yang seharusnya. Artinya, tes tersebut mampu mengungkapkan isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur”.18 Pengukuran validitas soal uraian dalam penelitian ini menggunakan software Anates 4.0. Adapun besarnya koefisien korelasi dapat dilihat pada Tabel 3.4 sebagai berikut.19
Tabel 3.4 Interpretasi Kriteria Validitas Instrumen
Koefisien Kriteria Nomer Soal
0,800 – 1,00 Sangat Tinggi -
0,600 – 0,800 Tinggi 2, 3, 4, 9, 10, 12, 15
0,400 – 0,600 Cukup 1, 5, 8, 11, 13, 14
0,200 – 0,400 Rendah 7
0,00 – 0,200 Sangat Rendah 6
Dari hasil perhitungan Anates Versi 4.0., diperoleh data bahwa dari 15 soal uraian terdapat 13 soal yang dinyatakan valid yaitu no soal 1, 2, 3, 4, 5, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15.
b. Reliabilitas
Reliabilitas berasal dari kata reliability, yang bermakna keterhandalan, kestabilan atau konsistensi, dapat diartikan sejauh mana hasil dari pengukuran dapat dipercaya dan konsisten.20 Hal ini berarti semakin reliabel suatu tes memiliki persyaratan maka semakin yakin kita dapat menyatakan bahwa dalam hasil suatu tes mempunyai hasil yang sama ketika dilakukan tes kembali. Pengujian reliabilitas soal uraian ini, menggunakan bantuan software Anates 4.0.
17
Ahmad Sofyan,dkk, Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, (Jakarta: UIN Press, 2006), h.105.
18
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung:PT. Remaja Rosdakarya, 2010), h. 13
19
Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), h. 75
20
Setelah didapat nilai kemudian diinterpretasikan terhadap tabel nilai riipada Tabel 3.5. berikut ini.
Tabel 3.5 Interpretasi Kriteria Reliabilitas Instrumen
Koefisien Korelasi Kriteria Reliabilitas
0,81 - 1,00 Sangat Tinggi
0,61 - 0,80 Tinggi
0,41 - 0,60 Cukup
0,21 - 0,40 Rendah
0,00 - 0,20 Sangat Rendah
Hasil uji coba soal yang menggunakan Anates versi 4.0. diperoleh reliabilitas sebesar 0,80. Dengan demikian, soal yang sudah diujikan memiliki reliabilitas dengan kriteria tinggi. Sehingga hasil dari pengukuran dengan menggunakan soal uraian ini dapat dipercaya dan konsisten.
c. Tingkat Kesukaran
“Menganalisis tingkat kesukaran soal artinya mengkaji soal-soal tes dari segi kesulitannya sehingga dapat diperoleh soal-soal mana yang termasuk mudah, sedang, dan sukar”.21 Bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya suatu soal disebut indeks kesukaran.22 Indeks kesukaran memiliki nilai rentang dari 0,0 – 1,0. Dalam penghitungan tingkat kesukaran ini, digunakan bantuan software
Anates 4.0. Untuk menafsirkan tingkat kesukaran, digunakan ketentuan yang dijelaskan pada Tabel 3.6 sebagai berikut.23
Tabel 3.6 Interpretasi Indeks Kesukaran Soal
Nilai Kriteria Nomer soal Soal yang Valid
P = 0 – 0,025 Sukar - - P = 0,26 – 0,75 Sedang 2, 3, 4, 5, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15 2, 3, 4, 5, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15 P = 0,76 - 1 Mudah 1, 6, 7, 8 1, 8
Berdasarkan hasil perhitungan Anates versi 4.0 dari 15 soal yang diujikan terdapat sebanyak 1 soal sangat mudah, 2 soal mudah, dan 12 soal sedang.
21
Sudjana, op. cit., h. 135.
22
Arikunto, op. cit., h. 207.
23
d. Daya Beda
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang kurang pandai (berkemampuan rendah).24 Dalam penelitian ini perhitungan daya beda menggunakan software Anates 4.0. Kriteria tolak ukur untuk menginterpretasikan daya pembeda tiap butir soal terdapat pada Tabel 3.7 berikut ini.
Tabel 3.7 Interpretasi Daya Pembeda Butir Soal Besarnya Angka Indeks
Diskriminasi Item (D) Interpretasi
Nomer Soal Soal yang
Valid 0,00 – 0,20 Jelek (poor) 5, 6, 14 5, 14 0,21 – 0,40 Cukup (satisfactory) 1, 2, 3, 4, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15 1, 2, 3, 4, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15 0,41 – 0,70 Baik (good) -
0,71 – 1,00 Baik sekali (excellent) -
Berdasarkan hasil uji daya pembeda yang telah dilakukan, dari 15 soal sebanyak 3 soal jelek dan 12 soal cukup.
2. Instrumen Non Tes
Instrumen non tes berupa Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar observasi guru dan lembar observasi siswa. LKS digunakan sebagai untuk menunjang proses pembelajaran. Lembar observasi guru digunakan untuk mengamati keterlaksanaan model pembelajaran selama proses pembelajaran berlangsung. Sedangkan lembar observasi siswa digunakan untuk melihat aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Uji validitas yang digunakan untuk menguji LKS dan lembar observasi yaitu validitas konstruk. Uji validitas konstruk yaitu suatu pengujian dengan menggunakan pendapat para ahli.25 Para ahli yang dimaksud adalah dosen pembimbing.