BAB IV IMPLEMENTASI NILAI-NILAI RELIGIUS PESERTA DIDIK DI
B. Nilai-nilai Religius
1. Nilai Ibadah
Berbicara ibadah tentu erat kaitannya dengan Sang Maha Kuasa yakni Allah swt., Tuhan semesta alam. Sebab ibadah merupakan perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang sebagai bentuk penghambaan kepada Allah swt., dengan niat semata-mata mencari ridho Allah swt. Nilai ibadah sangat penting dimiliki, karena nilai ibadah berpengaruh pada kualitas diri seseorang, dengan adanya nilai ibadah manusia
akan menjadi lebih tawakkal dan lebih dekat dengan Allah swt., dengan nilai ibadah pula dapat menumbuhkan iman, memberi motivasi dalam bertingkah laku sesuai dengan ketentuan ajaran Islam. Pada ranah pendidikan hendaknya tidak terlepas dari implementasi nilai ibadah terutama pada peserta didik.
Pada observasi awal tanggal 27 oktober 2021 yang dilakukan oleh peneliti berisi item dari segala hal yang digunakan dalam melakukan pengamatan yang berkaitan dengan implementasi nilai ibadah peserta didik. Data di lapangan menunjukkan masih ada peserta didik yang tidak melaksanakan ibadah salat duha.
Observasi awal peneliti lakukan dengan cara mengamati melalui panca indra, mewawancarai dengan menyiapkan alat tulis untuk mencatat hasil wawancara maupun hasil observasi awal.
Selanjutnya pada tahap penelitian di MAN 1 Kota Makassar. Penerapan nilai ibadah salat duha ternyata telah terealisasikan dengan baik. Peserta didik membuktikan dengan mengaplikasikan nilai ibadah sebagaimana yang peneliti lihat di lapangan ditemukan peserta didik maupun tenaga pendidik berbondong-bondong melaksanakan ibadah salat duha. Sebagaimana yang diungkapkan oleh peserta didik di MAN 1 Kota Makassar atas nama Ahmadi Muharram dia mengatakan:
Implementasi salat duha di sekolah ini sudah terlaksana, baik dilaksanakan berdasarkan arahan tenaga pendidik maupun dari kesadaran peserta didik masing-masing.5
Hal tersebut dengan ungkapan salah satu peserta didik atas nama Khairah Ummah kelas XI IPS 2 dia mengatakan:
5Ahmadi Muharram, (17 Tahun), Peserta Didik Kelas XII Agama di MAN 1 Kota Makassar, Wawancara, Makassar, Kamis, 17 Februari 2022.
56
Mengenai pelaksaan nilai ibadah di MAN 1 Kota Makassar ada ibadah salat duha, salat duhur berjamaah, pelaksanaan ibadah salat jum‟at yang dilakukan oleh teman-teman dan tenaga pendidik.6
Berdasarkan uraian di atas maka dapat diketahui bahwa di MAN 1 Kota Makassar telah melaksanaan ibadah seperti salat duha, salat ini diimplementasikan oleh peserta didik maupun tenaga pendidik . Kemudian hasil wawancara antara peneliti dan salah satu tenaga pendidik bahwa peserta didik di waktu pagi melaksanakan salat duha, salat ini dilaksanakan baik secara berjamah maupun secara bergantian atau masing-masing individu peserta didik, mereka tidak meninggalkan salatnya.7
Hal ini dengan ungkapan dari salah satu tenaga pendidik Akidah Akhlak Kelas X yaitu Ibu Andi Nuraini yang mengatakan:
Alhamdulillah pelaksanaan ibadah salat sudah baik, kami sebagai tenaga pendidik mengarahkan anak-anak untuk senantiasa salat sunnah duha, peserta didik melaksanakan pada saat waktu luang dan pada saat pergantian pembelajaran.
Hal senada juga diungkapkan oleh tenaga pendidik yaitu Muhammad Yahya Masekati beliau mengatakan bahwa:
Kalau di MAN 1 sendiri masalah penerapan salat duhanya tidak ada jadwal tersendiri hanya saja jika ada peserta didik yang izin melaksanakan salat duha maka tenaga pendidik yang bersangkutan pasti mengizinkan, namun tidak ada jadwal paten dan tidak tertera pada kurikulum bahwa jam segini semua harus salat duha tergantung dari pribadi masing-masing peserta didik.8
Selanjutnya, hasil dari wawancara tersebut dapat diketahui bahwa walaupun pelaksanaan salat duha tidak tercantum dalam kurikulum akan tetapi pelakasanaan
6Khairah Ummah, (17 Tahun), Peserta Didik Kelas XI IPS 2 di MAN 1 Kota Makassar, Wawancara,Makassar, Selasa, 29 Maret 2022.
7St. Hara (53 Tahun), Tenaga Pendidik SKI kelas X di MAN 1 Kota Makassar, Wawancara, Makassar, Kamis, 18 Februari 2022.
8Muhammad Yahya Masekati (28 Tahun), tenaga pendidik di MAN 1 Kota Makassar, Wawancara, Makassar, Sabtu, 19 Februari 2022.
salat duha tetap terealisasikan di sekolah MAN 1 Kota Makassar dengan adanya arahan dari tenaga pendidik maupun kesadaran dari peserta didik itu sendiri.
Sebagaimana hasil wawancara yang diperoleh dari peserta didik bahwa pelaksanaan salat duha tidak diwajibkan untuk seluruh peserta didik hanya saja dianjurkan untuk dilaksanakan sehingga banyak yang melaksanakan salat duha di sekolah.9 Serta adanya faktor pendukung lainnya yang membuat implementasi nilai-nilai religius peserta didik berjalan dengan baik ialah adanya keterlibatan kepala sekolah, staf, tenaga pendidik, tenaga kependidikan yang juga berperan dalam mendukung terciptanya nilai-nilai religius dengan memberikan contoh yang baik. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan salat sunnah duha dan duhur yang dilakukan oleh warga sekolah di MAN 1 Kota Makassar sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai Ibadah berupa pelaksanaan salat duha peserta didik sudah baik.
Madrasah ini juga mengaplikasikan nilai ibadah yakni salat duhur secara berjama‟ah serta pelaksanaan salat jum‟at secara berjama‟ah pula. Hal tersebut peneliti temukan di lapangan dan hasil wawancara antara peneliti dan peserta didik maupun tenaga pendidik di MAN 1 Kota Makassar. Di samping pelaksanaan ibadah salat, rupanya ada juga tradisi yang kerap dilakukan oleh warga MAN 1 Kota Makassar yakni selawat. Sebagaimana ungkapan dari salah satu tenaga pendidik Akidah Akhlak Kelas X yaitu Ibu Andi Nuraini. yang mengatakan bahwa:
Alhamdulillah pelaksanaan ibadah sudah baik, mereka pada saat awal masuk di pekarangan sekolah MAN 1 Kota Makassar ini, kita sambut dengan selawat disertai suara spiker atau pengeras suara yang dibunyikan dan mereka juga ikut berselawat, kemudian kedua, pada saat anak-anak kita di kelas sebelum memulai pembelajaran mereka juga diberikan pembiasaan yakni mengaji.10
9Damai (18 Tahun), Peserta Didik kelas X di MAN 1 Kota Makassar, Wawancara, Makassar, Kamis, 08 Maret 2022.
10Andi Nuraini, (49 Tahun), Tenaga Pendidik Akidah Akhlak kelas X di MAN 1 Kota Makassar, Wawancara, Makassar, Kamis, 17 Februari 2022.
58
Pernyataan di atas menujukkan bahwa di MAN 1 Kota Makassar terdapat kebiasaan yang sering kali dilakukan yaitu melantunkan selawat secara bersama-sama baik peserta didik maupun tenaga pendidik yang menyambut kedatangan peserta didik di gerbang sekolah serta didukung dengan suara salawat yang berasal dari sound system agar terdengar di seluruh lingkungan sekolah. Nuansa Islami dan nilai-nilai religius telah tercium sejak awal peserta didik masuk ke dalam sekolah hingga pulang kembali di rumah masing-masing. Tidak hanya itu peserta didik dan juga senantiasa mengaji, hal tersebut terlihat di lapangan ditemukan peserta didik yang sedang mengaji di Masjid Maulana Rauf yang merupakan masjid yang berada di lingkungan sekolah MAN 1 Kota Makassar serta ditemukan peserta didik yang mengaji di kelas serta berdoa ketika hendak memulai suatu kegiatan. Hasil wawancara dengan peserta didik atas nama Damai dia mengatakan:
Implementasi nilai ibadah di MAN 1 Kota Makassar ini terlaksana dengan baik salah satunya rutinitas mengaji yang dilakukan setiap pagi dan juga kita selalu mengawali dan mengakhiri segala sesuatunya baik pembelajaran maupun kegiatan lainnya dengan berdoa, agar apa yang kita lakukan menjadi berkah.11
Pernyataan di atas telah telah terpampang dengan jelas bahwa implementasi nilai ibadah seperti mengaji telah terealisasi di lingkungan sekolah sebagaimana rutinitas mengaji ini memang sangat penting diterapkan si sekolah bahkan diluar sekolah sekalipun, karena dengan mengaji mampu mendekatkan peserta didik kepada sang Khalik dan juga mampu menjadikan peserta didik hamba yang patuh terhadap yang disenangi oleh Allah swt., karena mengaji merupakan bentuk ibadah yang secara langsung banyak mendatangkan pahala dan berkah bagi yang
11Damai, (17 Tahun), Peserta Didik kelas XI MIPA 4di MAN 1 Kota Makassar, Wawancara, 08 Maret 2022.
melaksanakannya. Kemudian berdoa rupanya juga terealisasi dengan baik di MAN 1 Kota Makassar sebgaiamana berdo‟a juga dilakukan semata-mata untuk mengharap rido dari Allah swt. Sebagaimana hasil wawancara dengan salah satu peserta didik dia mengatakan bahwa segala hal yang dilakukan di MAN 1 Kota Makassar tidak pernah terlepas dari berdoa kepada Allah swt., karena hal tersebut merupakan bentuk pengabdian dan penghambaan manusia kepada Allah sehingga bero‟a baik dalam suasana hati senang maupun sedih manusia harus senantiasa berdo‟a bahkan dalam mengawali dan mengakhiri pembelajaran kita harus senantiasa berdo‟a dan segala perbuatan harus dibarengi dengan do‟a.
Ungkapan di atas dapat diketahui dengan jelas bahwa berdo‟a merupakan suatu hal yang penting dilakukan oleh manusia terutama peserta didik. Bukan hanya pada saat pembelajaran berlangsung, dalam situasi senang maupun sedih juga peserta didik acap kali memanjatkan do‟a kepada Allah swt., guna mengharapkan diijabahnya do‟a tersebut dan menadapatkan pahala terbaik di sisi Allah swt. Di MAN 1 Kota Makassar rupanya juga ditemukan hal yang mendukung maksimalnya nilai ibadah peserta didik yakni dalam lingkungan madrasah terdapat kegiatan-kegiatan keislaman. Sebagaimana yang diungkapkan oleh salah satu peserta didik di MAN 1 Kota Makassar yakni saudara Andi Muh Ilham Ramadan. Kelas XII MIPA 2 dia mengatakan:
Di MAN 1 Kota Makassar terdapat organisasi yang menjalankan kegiatan Islami, seperti Organisasi IKRAMUNA (Ikatan Remaja Masjid Maulana Rauf), kemudian organisasi KHAMUSQU (Khalifatul Mustafaq Qur‟an) yang dalamnya mengajarkan nilai ibadah seperti salat, membaca al-Qur‟an, mencintai masjid dan saling tolong-menolong antar sesama.12
12Andi Muhammad Ilham Ramadan (17 Tahun), Peserta Didik kelas XII Agama di MAN 1 Kota Makassar, Wawancara, 08 Maret 2022.
60
Pernyataan di atas menujukkan bahwa dari segi pengimplementasian nilai Ibadah sudah ada wadah bagi peserta didik untuk mengaplikasikan nilai ibadah.
Peneliti menemukan adanya kegiatan keislaman yang diterapkan oleh organisasi Islam di MAN 1 Kota Makassar seperti BTQ (Baca Tulis al-Qur‟an) dimana kegiatan ini banyak mengajarkan kepada peserta didik tentang cara membaca al-Qur‟an dengan baik dan benar, serta sesuai dengan ilmu tajwid serta mengaplikasikan bacaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, kajian Islam sedang pada kajian Islam ini mengajak peserta didik untuk senantiasa melakukan suatu dengan menerapkan nilai-nilai keislaman. Terdapat tadarrus al-Qur‟an, pada tadarrus al-Qur‟an disini peserta didik senantiasa mengaji berjamaah dengan melafazhkan ayat suci al-Qur‟an baik di dalam kelas maupun diluar kelas seperti pelaksanaan baca al qur‟an pada kegiatan BTQ ataupun pada saat berada di masjid yang ada di lingkungan sekolah dan kegiatan salat Jum‟at berjama‟ah senantiasa dilaksanakan di MAN 1 Kota Makassar hal ini ditemukan oleh peneliti dalam pelaksanaan salat Jum‟at berjamaah terlihat peserta didik dan tenaga pendidik berada pada barisan saf sembari Berdasarkankan khutbah Ju‟mat dengan hikmat dan seksama pula.
Berdasarkan pernyataan di atas maka dapat peneliti simpulkan bahwa implementasi niai ibadah peserta didik di MAN 1 Kota Makassar secara garis besar telah terlaksana dengan baik hal itu dibuktikan dengan adanya pelaksanaaan ibadah berupa salat duha, salat duhur berjama‟ah, salat Jum‟at berjamaah. Serta ibadah lainnya seperti berselawat, mengaji dan berdoa serta adanya kegiatan keislaman di sekolah madrasah seperti Kajian Islam, Organisasi IKRAMUNA (Ikatan Remaja Masjid Maulana Rauf), kemudian organisasi KHAMUSQU (Khalifatul Mustafaq Qur‟an) san BTQ (Baca Tulis al-Qur‟an). Semua nilai ibadah tersebut terimplementasikan dengan baik di MAN 1 Kota Makassar.