• Tidak ada hasil yang ditemukan

Feedback Competence

METODOLOGI PENELITIAN

3.5 Instrumen Penelitian

Pertama, instrumen penelitian menempati posisi teramat penting dalam hal bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk memperoleh data dilapangan.

Kedua, instrumen penelitian adalah bagian paling rumit dari keseluruhan proses penelitian. Kesalahan dibagian ini dapat dipastikan suatu penelitian akan gagal atau berubah dari konsep semula. Oleh karena itu, kerumitan dan kerusakan instrumen penelitian pada dasarnya tidak terlepas dari peranan desain penelitian yang telah dibuat itu. Ketiga, bahwa pada dasarnya instrumen penelitian kuantitatif memiliki dua fungsi yaitu sebagai substitusi dan sebagai suplemen. Pada beberapa instrumen, seumpamanya angket, instrumen penelitian menjadi wakil peneliti satu-satunya orang yang membuat instrumen tersebut. Oleh karena itu, kehadiran instrumen penelitian didepan responden (khusus untuk instrumen angket) adalah benar-benar berperan sebagai pengganti (substitusi) dan bukan

61

suplemen penelitian. Sebagai suplemen, instrumen penelitian hanyalah pelengkap dari sekian banyak alat-alat bantu penelitian yang diperlukan oleh peneliti pada pengumpulan data yang menggunakan instrumen penelitian” (Bungin, 2009:94 -95).

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa angket dengan jumlah variabel sebanyak satu variabel yaitu Kinerja Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Dalam Menangani Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak Di Kota Bekasi Tahun 2016. Dalam penelitian ini, skala pengukuran instrumen penelitian menggunakan skala

Likert (Sugiyono, 2011:93). Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2011: 93).

Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai nilai dari sangat positif sampai dengan sangat negatif, seperti:

Tabel 3.2

Skor Item-item Instrumen

Pilihan Jawaban Skor

Sangat Setuju 4

Setuju 3

Kurang Setuju 2

Tidak Setuju 1

62

3.5.1 Jenis dan Sumber Data a. Jenis Data

1) Data Primer, yaitu data yang langsung diperoleh peneliti melalui kuesioner, wawancara (interview), dan pengamatan (observasi).

2) Data Sekunder, adalah data yang diperoleh dari sumber-sumber yang dapat berbentuk buku-buku ilmiah, dokumen administrasi atau bahan lain yang sudah merupakan data hasil olahan yang digunakan sebagai data awal maupun data pendukung dalam penelitian.

b. Sumber Data

1) Responden, orangtua dan pendamping korban kekerasan seksual pada anak pada tahun 2016 yang berjumlah 56 orang.

2) Literatur, yaitu data kepustakaan yang memiliki hubungan dengan penelitian.

3.5.2 Teknik Pengumpulan Data

Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu sebagai berikut:

1. Observasi

Menurut Sutrisno Hadi dalam Sugiyono (2008:166) Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila, penelitian

63

berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam, dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar.

2. Metode kuesioner

Menurut Sugiyono (2011:142) Angket atau kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuisioner merupakan teknis pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.

3. Wawancara

Wawancara adalah percakapan yang mengandung tujuan dan maksud tertentu dari sebuah pembicaraann, yaitu pewawancara

(interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara

(interview)yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong 2010:186).

4. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan yaitu studi atau teknik pengumpulan data dengan cara memperoleh atau mengumpulkan data dari berbagai referensi yang relevan maupun jurnal-jurnal ilmiah. Metode kepustakaan digunakan dalam penelitian ini, gunanya untuk mendapatkan uraian yang benar dari beberapa para ahli, dengan cara mempelajari dan membaca buku-buku, literatur serta karya ilmiah yang

64

pernah dibuat dan dipublikasikan sebagai bahan referensi yang ada hubungan dengan penelitian ini.

5. Dokumentasi

Metode ini merupakan suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, sehingga akan diperoleh data yang lengkap, sah, dan bukan berdasarkan perkiraan. Metode ini juga digunakan untuk mengumpulkan data yang sudah tersedia dalam catatan dokumen.

3.5.3 Uji Validitas Instrumen

Uji validitas digunakan untuk sah atau valid tidaknya suatu kuisioner. Uji validitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan korelasi Product Moment.

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid.

Pengujian validitas yang diterapkan oleh penulis adalah dengan analisis faktor, yaitu dengan mengkorelasikan antar skor item instrumen dalam suatu faktor, dan mengkorelasikan skor faktor dengan skor total (Sugiono, 2011: 125).

Uji validitas digunakan untuk menunjukan tingkat kevalidan instrumen penelitian, artinya instrumen dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharunya diukur. Valid tidaknya suatu alat ukur tergantung pada mampu tidaknya alat ukur tersebut mencapai tujuan pengukuran yang dikehendaki dengan tepat. Validitas dideteksi dengan memperhatikan kolom terakhir pada hasil output SPSS 20. Pada penelitian ini, pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan rumus

65

 

 ) ) ( ( ) ( (( y) ( x) ( -xy rxy 2 2 2 2 y y n x x n n

korelasi pearson product moment dengan bantuan piranti lunak Statistic Program For Social Science(SPSS) versi 20. Berikut rumus dari korelasi product moment:

Rumus Pearson Product Moment (Singarimbun, 1989: 137)

Keterangan:

r = Koefisien Korelasi Product Moment Σx = Jumlah skor per-item pertanyaan Σy = Jumlah skor total

Σxy = Jumlah hasil kali skor pertanyaan dengan total Σx2 = Jumlah skor item yang dikuadratkan

Σy2 = Jumlah skor total yang dikuadratkan n = Jumlah sampel

3.5.4 Pengujian Reliabilitas

Sugiyono (2011:130) pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest (stability), equivalent, dan gabungan keduanya. Secara internal reliabilitias instrumen dapat diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan teknik tertentu.

Pendekatan yang digunakan untuk uji reliabilitas adalah pendekatan reliabilitas konsistensi internal. Adapun teknik yang digunakan untuk mengukur konsistensi internal adalah dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. Hasil analisis dapat digunakan untuk memprediksi reliabilitas instrumen (Sugiyono,

66

1

-k

k

2011: 131). Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan internal konsistensi dengan menggunakan teknik Cronbach Alpha. Cronbach Alpha yaitu penghitungan yang dilakukan dengan menghitung rata-rata interkorelasi di antara butir-butir pertanyaan dalam kuesioner, variabel di katakan reliabel jika nilai alphanya lebih dari 0.30. Pengujian reliabilitas dibantu dengan piranti lunak

Statistic Program For Social Science (SPSS) versi 20. Berikut ini rumus Alpha Cronbach yang digunakan untuk menguji reliabilitas:

Rumus Alpha Cronbach (Husaini, 2008:291)

Keterangan:

α = Reliabilitas Instrumen K = Jumlah item

Si² = Varians responden untuk item ke i St² = Jumlah varians skor total

3.5.5 Uji Normalitas Data

Uji Normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Pengujian diadakan dengan maksud untuk melihat normal tidaknya sebaran data yang akan dianalisis (Zuriah, 2007: 201). Cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak, yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik.

. Untuk menguji normalitas dengan menggunakan uji grafik dapat digunakan dengan melihat grafik normal probability plot Sarwono (2015:125), yaitu jika

67

residual berasal dari distribusi normal, maka nilai-nilai sebaran data akan berada pada area di sekitar garis lurus. Dari grafik normal probability plot tersebut ditunjukkan bahwa sebaran data berada pada posisi di sekitar garis lurus yang membentuk garis miring dari arah kiri bawah ke kanan atas. Oleh karena itu, persyaratan normalitas sudah dipenuhi.

3.6 Populasi dan Teknik Sampling

Dokumen terkait