• Tidak ada hasil yang ditemukan

Feedback Competence

2.1.2 Tujuan Penilaian Kinerja

Menurut Stout dalam Tangkilisan (2005:174) penilaian kinerja merupakan :

“Proses mencatat dan mengukur pencapaian pelaksanaan kegiatan dalam arah pencapaian misi melalui hasil-hasil yang ditampilkan berupa produk, jasa, ataupun suatu proses.”Sedangkan menurut Whitaker dalam Tangkilisan (2005:174) bahwa penilaian kinerja adalah :

“suatu alat manajemen untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas.”

32

Menurut Kreitner dan Kinicki (2001) dalam Wibowo (2011) penilaian kinerja dapat dipergunakan untuk :

1. Administrasi penggajian 2. Umpan balik kinerja

3. Identifikasi kekuatan dan kelemahan individu 4. Mendokumentasikan keputusan kepegawaian 5. Penghargaan terhadap kinerja individu 6. Membantu dalam mengidentifikasi tujuan 7. Menetapkan keputusan promosi

8. Pemberhentian pegawai

9. Mengevaluasi pencapaian tujuan

Pengukuran kinerja merupakan bagian penting dari proses pengendalian manajemen, baik organisasi publik maupun swasta. Namun karena sifat dan karakteristik organisasi sektor publik berbeda dengan sektor swasta, penekanan dan orientasi pengukuran kinerjanya pun terdapat perbedaan. Tujuan dilakukan penilaian kinerja di sektor publik Menurut Mahmudi (2010:14) diantara:

1. Mengetahui tingkat ketercapaian tujuan organisasi 2. Menyediakan sarana pembelajaran pegawai 3. Memperbaiki kinerja periode berikutnya

4. Memberikan pertimbangan yang sistematik dalam pembuatan keputusan pemberian reward dan punishment

5. Memotivasi pegawai

6. Menciptakan akuntabilitas publik

Pendapat lain diungkapkan oleh Mahmudi (2010:14) mengenai tujuan penilaian kinerja diantaranya sebagai berikut :

a. Mengetahui tingkat ketercapaian tujuan organisasi b. Menyediakan sarana pembelajaran pegawai c. Memperbaiki kinerja periode berikutnya

33

d. Memberikan pertimbangan yang sistematik dalam pembuatan keputusan pemberian reward dan punishment

e. Memotivasi pegawai

f. Menciptakan akuntabilitas publik 2.1.3 Manfaat Penilaian Kinerja

Menurut Bastian dalam Tangkilisan (2005:173) manfaat dari penilaian kinerja organisasi yaitu akan mendorong pencapaian tujuan organisasi dan akan memberikan umpan balik untuk upaya perbaikan secara terus menerus, Berikut peranan penilaian kinerja organisasi :

1. Memastikan pemahaman para pelaksana dan ukuran yang digunakan untuk pencapaian prestasi.

2. Memastikan tercapainya skema prestasi yang disepakati.

3. Memonitor dan mengevaluasi kinerja dengan perbandingan antara skema dan pelaksanaannya.

4. Memberikan penghargaan maupun hukuman yang objektif atas prestasi pelaksanaan yang telah diukur, sesuai dengan system pengukuran yang telah disepakati.

5. Menjadikannya sebagai alat komunikasi antara bawahan dan pimpinan dalam upaya memperbaiki kinerja organisasi.

6. Mengidentifikasi apakah kepuasan pelanggan sudah terpenuhi 7. Membantu proses kegiatan organisasi

8. Memastikan bahwa pengambilan keputusan telah dilakukan secara objektif

9. Menunjukan peningkatan yang perlu dilakukan 10. Mengungkapkan permasalahan yang terjadi

Menurut Ulum (2009:21-22) manfaat penilaian kerja yaitu:

1. Memberikan pemahaman mengenai ukuran yang digunakan untuk menilai kinerja manajemen

2. Memberikan arah untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan

3. Untuk memonitor dan mengevaluasi pencapaian kinerja dengan membandingkan nya dengan target kinerja serta melakukan tindakan korektif untuk memperbaiki kinerja

4. Sebagai dasar untuk memberikan penghargaan dan hukuman secara objektif atas pencapaian prestasi yang diukur sesuai dengan sistem pengukuran kinerja kinerja yang telah disepakati

5. Sebagai alat komunikasi antara bawahan dan pimpinan dalam rangka memperbaiki kinerja organisasi

34

6. Membantu mengidentifikasikan apakah kepuasan pelanggan sudah terpenuhi

7. Membantu memahami proses kegiatan instansi pemerintah 2.1.4 Organisasi Publik

Dalam membahas masalah pengertian organisasi publik, peneliti mengemukakan beberapa definisi dari para ahli antara lain sebagai berikut. menurut Chester I. Barnard (1938) dalam Umam (2010:22) mengemukakan bahwa organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih

(Organization as a system of cooperatives of two more persons).

Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Hasibuan (2009) bahwa : “Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur, dan terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.”

Pendapat tentang Organisasi juga di sampaikan oleh Robbins S.P dalam Umam (2010:22) bahwa:

“ organization is a conciously coordinated social units, composed of two or more people, that function on a relatively continuous basis to achieve a common goal or set of goals. (organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari pola aktivitas kerjasama yang dilakukan secara teratur dan berulang-ulang oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan)

Sedangkan menurut Koontz & O’Donnel dalam Hasibuan (2009:120) mengemukakan bahwa :

“Organisasi adalah pembinaan hubungan wewenang dan dimaksudkan untuk mencapai koordinasi yang struktural, baik secara vertical, maupun secara horizontal di antara posisi-posisi yang telah diserahi tugas-tugas khusus yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan.”

35

Atmosudiro dalam Hasibuan (2009:121) juga berpendapat bahwa Organisasi adalah struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerja sama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai suatu tujuan tertentu.

Sedangkan Hasibuan dalam bukunya berpendapat bahwa organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur, dan terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan wadah yang didalam nya terdapat sistem kerjasama antara dua orang atau lebih yang memiliki pembagian kerja dan menuntut adanya koordinasi antar anggota sehingga tercapainya tujuan bersama di dalam organisasi tersebut.

Selain pengertian organisasi penulis juga akan menjabarkan definisi publik berdasarkan para ahli. Menurut Fredericson dalam Sedarmayanti (2010:356) yang berpendapat bahwa, publik merupakan seluruh masyarakat yang dilayani melalui lembaga atau instansi pemerintah yang bergerak di bidang pelayanan publik.

Pengertian publik menurut Moore dalam Mukarom dan Laksana (2016:36) adalah sekelompok orang yang memiliki kepentingan yang sama dan memiliki pendapat terhadap suatu isu yang menimbulkan pertentangan atau kontroversial.

36

Selain itu Polak dalam Mukarom dan Laksana (2016:36) berpendapat bahwa definisi publik adalah sejumlah orang yang mempunyai minat sama terhadap suatu persoalan tertentu.

Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa publik merupakan kelompok orang yang memiliki keoentingan dan tujuan yang sama dan saling berinteraksi satu sama lain.

Adapun pengertian Organisasi Publik menurut Sedarmayanti dalam bukunya menjelaskan bahwa organisasi publik merupakan instansi pemerintah yang memiliki legilitas formal dan di fasilitasi oleh Negara untuk menyelenggarakan kepentingan rakyat di segala bidang, yang sifatnya sangat kompleks.

Sedangkan organisasi publik menurut Ndraha adalah :

“organisasi yang terbesar yang mewadahi seluruh lapisan masyarakat dengan ruang lingkup Negara dan mempunyai kewenangan yang absah (terlegitimasi) di bidang politik, administrasi pemerintahan, dan hukum secara terlembaga sehingga mempunyai kewajiban melindungi warga negaranya, dan melayani keperluannya, sebaliknya berhak pula memungut pajak untuk pendanaan, serta menjatuhkan hukuman sebagai sanksi penegakan peraturan.”

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa, Organisasi publik merupakan instansi pemerintahan yang mewadahi seluruh lapisan masyarakat dimana organisasi ini dibentuk untuk mewujudkan kepentingan masyarakat.

37

Dokumen terkait