Sebagai Media Dakwah di Banten
B. Seni Islam Sebagai Media Dakwah
Seni adalah tata hubungan manusia dengan bentuk-bentuk pleasure yang menyenangkan.6 Seni merupakan hasil kreasi manusia yang mengedepankan estetika sehingga dapat diterima dan dinikmati oleh orang lain. Menurut Yusuf Qardhawi, seni adalah suatu kemajuan yang dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia dan tidak menurunkan martabatnya. Ia merupakan ekspresi jiwa yang mengalir babas, memerdekakan manusia dari rutinitas dan kehidupan mesin produksi, berpikir, bekerja dan berproduksi.7 Menurut C. Isror, seni meliputi seluruh yang dapat menimbulkan kalbu rasa keindahan, sebab seni diciptakan untuk melahirkan gelombang kalbu rasa keindahan
manusia.8 Dari beberapa definisi ini dapat diambil suatu gambaran yang jelas bahwa yang disebut seni adalah usaha manusia yang bertujuan untuk menjelmakan rasa indah yang ada dalam lubuk hati manusia dalam bentuk yang dapat menyenangkan orang yang sedang menikmatinya. Bisa dikatakan bahwa seni adalah sesuatu yang bisa membuat hati manusia merasa senang, nyaman dan tenang tapi tetap mendapatkan nilai. Dalam konteks hubungan antar manusia, seni adalah media komunikasi antara yang melakukan kegiatan seni dengan yang menikmatinya.
Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.9 Jika seorang peraga atau pencipta seni menampilkan karya seninya, maka ia memerlukan media sebagai jembatan untuk menyampaikan pesan kepada penikmatnya. Begitu juga dengan seoran pendakwah. Ia memerlukan media untuk bisa menyampaikan pesan-pesan dakwahnya. Media dakwah yang bisa digunakan oleh seorang seniman dalam berdakwah adalah alat atau perantara untuk mengajak seseorang untuk ber-amar makrúf nahyi munkar, yakni berupa pertunjukan seni dan budaya sebagai media syi’ar Islam. Pertunjukan seni yang digunakan tentu saja harus mengikuti kehendak yang diinginkan orang penikmatnya. Semakin kesenian itu digandrungi, maka semakin kuat pesan yang bisa disampaikan kepada penikmatnya.
Kini, di tengah perkembangan zaman yang begitu mengglobal dan kegiatan informasi kian masif dan menyeluruh, maka media-media dakwah mau tak mau harus mengikuti zamannya pula. Sesuai dan seiring dengan lajunya perkembangan zaman, usaha penyelenggaraan dakwah semakin berat dan kompleks. Ini disebabkan karena masalah-masalah yang dihadapi dakwah semakin berkembang dan kian kompleks. Dakwah adalah ajakan atau seruan untuk mengajak kepada seseorang atau sekelompok orang untuk mengikuti dan mengamalkan ajaran dan nilai-nilai Islam.10
Seni sebenarnya mempunyai bentuk yang bermacam-macam tergantung penciptanya. Berdasarkan pengertian seni di atas, maka
pembagian seni bila ditinjau dari segi penyampaiannya ada empat macam, yaitu; pertama, seni rupa, yaitu karya seni yang disampaikan dengan menggunakan media rupa seperti lukisan, patung dan ukiran; kedua, seni suara, yaitu karya seni yang disampaikan dengan menggunakan media suara baik suara benda, suara musik, atau suara manusia seperti instrument italia, dan vocal; ketiga, seni gerak, yaitu karya yang disampaikan dengan menggunakan gerak seperti seni tari, senam dan sendra tari; dan keempat, seni sastra, yaitu karya seni yang disampaikan dengan menggunakan media bahasa seperti puisi, cerpen dan pantun.11
Dalam agama Islam, seni tidaklah masuk ke dalam wilayah agama, akan tetapi masuk ke dalam wilayah kebudayaan, sebab seni merupakan hasil karya cipta manusia untuk menjelmakan rasa indah dalam hati untuk dinikmati orang. Islam membolehkan penganutnya untuk berseni, selama di dalam berseni itu tidak membawa ke arah yang menyesatkan atau dilarang oleh syari’at agama.
Salah satu kesenian yang sejak dulu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam manusia modern saat ini adalah seni musik. Musik mempunyai arti penting dari sudut pandang spiritual tidak hanya bagi musik itu sendiri melainkan juga dalam hubungannya dengan syair sebagaimana telah diperlihatkan oleh Jalaluddin Rumi. Al-Qur’an sekalipun dalam prosodi tradisionalnya merupakan musik dan syair sekaligus, meskipun secara tradisional ia tidak diklasifikasikan sebagai keduanya, namun karena ia merupakan firman Tuhan, maka termasuk dalam kategori ’di atas’ seluruh kategori seni manusia.12 Artinya, secara bentuk, forma, maka kesenian musik sebenarnya tak terpisahkan dengan Islam itu sendiri. Sebab, seni dalam mempunyai noktah dan tujuan yang jelas yaitu sebagai manifestasi beribadah kepada Allah. Menurut Islam, seni tidak boleh diklasifikasikan kepada subjek atau objek semata-mata. Ia harus dilihat sebagaimana Islam sendiri memandang sesuatu. Ia tidak dilihat pada satu sudut tertentu tetapi pada sesuatu yang menyeluruh, manakala kandungannya pun seiring dengan nilai-nilai Islam.
Seni sebagai media dakwah artinya seni digunakan untuk untuk mencapai tujuan dakwah yang telah ditentukan. Media dakwah ini dapat berupa barang (material), orang, tempat, kondisi tertentu, dan lain sebagainya. Media dakwah sangat penting sekali peranannya, sebab dakwah merupakan hal yang sangat komplek dan unik, artinya dalam dakwah terdapat beberapa obyek dakwah yang berbagai macam perbedaan, seperti kebudayaan, ideologi, dan sebagainya, sehingga tujuan dakwah yang ingin dicapai oleh da’i dapat terlaksana secara efektif dan efisien.
Asmuni syukir menyebutkan bahwa media dakwah bisa dilakukan lewat enam macam cara atau alat, satu diantaranya adalah lewat seni dan budaya. Salah satunya adalah lewat seni musik.13 Artinya, seni rampak, yang merupakan penggabungan kesenian musik suara dan tari, dapat diidentifikasikan sebagai media dakwah yang efektif, karena penggabungan ketiga unsur dalam forma kesenian ini begitu estetis. Bagi masyarakat Islam Banten, seni rampak bedug merupakan kesenian yang memiliki keunikan, ketertarikan yang menyimpan nilai-nilai Islam yang agung.
Dalam dunia dakwah, ada tiga hal yang menjadi pesan pokok; yakni pesan akidah, pesan syariat dan pesan akhlak. Ketiga pesan ini termaktub dalam kegiatan kesenian rampak bedug. Sebagai kesenian warisan orang-orang terdahulu, rampak bedug menyimpan filosofi nilai yang diambil dari nilai-nilai Islam, mengingat Banten merupkan wilayah yang dibangun dari kerajaan Banten, yang dulu pernah berjaya.