• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II Kerangka Teori

2.6 Kerangka Pemikiran

Untuk mengetahui masalah yang akan dibahas, perlu adanya kerangka pemikiran yang merupakan landasan dalam meneliti masalah yang bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu penelitian dapat digambarkan sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran

t diajukan sebagai jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian ini adalah sebagai berikut:

H1: Ha = Ada pengaruh yang signifikan antara Tingkat Pendidikan terhadap kinerja karyawan.

Ho = Tidak ada pengaruh yang signifikan antara Tingkat Pendidikan terhadap kinerja karyawan.

H2: Ha = Ada pengaruh yang signifikan antara Pengalaman Bekerja terhadap kinerja karyawan.

Ho = Tidak ada pengaruh yang signifikan antara Pengalaman Bekerja terhadap kinerja karyawan.

H3: Ha = Tingkat pendidikan dan pengalaman kerja berpengaruh simultan terhadap kinerja karyawan bagian keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan Ho = Tingkat pendidikan dan pengalaman kerja tidak berpengaruh simultan terhadap kinerja karyawan bagian keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan

Tingkat Pendidikan (X1)

Pengalaman kerja (X2)

Kinerja Karyawan (Y)

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

46

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Menurut Sugiyono (2014:55) penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih, mencari peranan, dan pengaruh, hubungan yang bersifat sebab akibat, yaitu antara variabel bebas dan variabel terikat. Adapun variabel yang dihubungkan dalam penelitian ini adalah variabel yang terdiri dari variabel tingkat pendidikan (X1) dan pengalaman kerja (X2) terhadap produktivitas kerja (Y).

3.2 Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan pada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan yang beralamat di Jl. Dr. Ferdinand Lumban Tobing No.10, Ujung Padang, Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidempuan, Sumatera Utara 22711. Penelitian dilaksanakan dengan mengumpulkan data melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan bagian keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan. Waktu penelitian dilakukan dari bulan Oktober 2020 sampai dengan selesai.

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

Menurut Sugiyono (2014:148) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam

Universitas Sumatera Utara

penelitian ini adalah semua karyawan bagian keperawatan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan sebanyak 120 orang.

3.3.2 Sampel

Menurut Arikunto (2002:107), sampel ialah sebagaian atau wakil populasi yang diteliti. Karena jumlah populasi jumlahnya kurang dari 100 orang maka jumlah sampel dapat diambil dengan menggunakan rumus Slovin (Umar 2008:78). Jadi, berdasarkan Rumus Slovin Jumlah Sampel yang dapat diambil sebanyak 54 orang

n= N/1+N.e2 dimana :

n = Jumlah sampel N = Ukuran populasi

e = Taraf kesalahan yaitu 10%

Populasi (N) berjumlah 120 orang, sehingga jumlah sampel adalah : n=120/1+(120 x 0,01)

= 54

3.4 Hipotesis

Hipotesis adalah kesimpulan, tetapi kesimpulan itu belum final masih harus dibuktikan kebenarannya (Djarwanto, 1996). Tujuan penelitian menggunakan hipotesa adalah agar dalam kegiatan penelitian tersebut peneliti berfokus hanya pada informasi atau data yang diperlukan bagi penguji hipotesis.

Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:

1. Tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan bagian keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan.

Universitas Sumatera Utara

2. Pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan bagian keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan.

3. Tingkat pendidikan dan pengalaman kerja berpengaruh simultan terhadap kinerja karyawan bagian keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan.

3.5 Definisi Operasional

Untuk memahami variabel-variabel dan memberikan gambaran yang jelas dalam pelaksanaan penelitian, diberikan defenisi variabel-variabel yang akan diteliti dalam penelitian yaitu Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Kerja (X1 dan X2) sebagai variabel bebas (independent variable) dan Kinerja Karyawan (Y) sebagai variabel terikat (dependent variable). Adapun uraian dan masing-masing variabel adalah sebagai berikut :

a. Variabel Bebas (X1) : Pengertian pendidikan dalam penelitian ini adalah keberadaan tingkat pendidikan dan jenis pendidikan setiap pegawai, juga upaya-upaya menambah pengembangan dan pengetahuan dari perusahaan sehingga membangun karakter kemampuan kerja

b. Variabel Bebas (X2) : Pengertian pengalaman kerja dalam penelitian ini merupakan suatu proses pembentukan perilaku dalam bekerja sehingga handal dalam melakukan pekerjaan

c. Variabel Terikat (Y) : Kinerja dalam penelitian ini merupakan hasil kerja yang diukur dari kemampuan sesuai dengan standar kinerja

Secara keseluruhan variabel, defenisi variabel, indikator variabel akan disajikan pada Table 3.1 berikut ini :

Universitas Sumatera Utara

Tabel 3.1

Defenisi operasional variabel

Variabel Defenisi Operasional Indikator Tingkat

pendidikan (X1)

Pengertian pendidikan dalam penelitian ini adalah keberadaan tingkat pendidikan dan jenis pendidikan setiap pegawai, juga upaya-upaya menambah pengembangan dan pengetahuan dari perusahaan sehingga

membangun karakter

Pengertian pengalaman kerja dalam penelitian ini adalah suatu proses pembentukan perilaku dalam bekerja sehingga handal dalam melakukan pekerjaan

Kinerja dalam penelitian ini adalah hasil kerja yang diukur dari kemampuan sesuai dengan standar kinerja

Sumber : Dikembangkan dalam penelitian ini

Universitas Sumatera Utara

3.6 Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data 3.6.1 Sumber data

Penelitian ini mempergunakan 2(dua) jenis data untuk memecahkan masalah:

1. Data primer

Data primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi atau perseorangan langsung dari objeknya atau dari responden yang akan diteliti dengan cara menyebarkan kuesioner atau daftar pertanyaan yang sudah disiapkan dan dokumentasi terhadap karyawan bagian keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan.

Data primer dalam penelitian ini adalah data dari kuesioner yaitu berupa hasil jawaban responden atau kuesioner yang diajukan kepada karyawan bagian keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan. Untuk menambahkan keterangan dan keakuratan data, penulis juga melakukan pengamatan langsung (observasi) serta wawancara terhadap masyarakat/pasien rumah sakit. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan lamanya bekerja terhadap kinerja karyawan bagian keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan.

2. Data sekunder

Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari studi kepustakaan antara lain mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku, hasil-hasil penelitian yang berwujud laporan dan sebagainya. Data sekunder berasal dari sumber internal maupun eksternal. Dalam hal ini, data sekunder yang bersifat internal didapat melalui data-data organisasi pada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan dan yang bersifat eksternal didapat melalui sumber-sumber di luar perusahaan

Universitas Sumatera Utara

yang dipublikasikan dan juga jurnal, artikel, majalah dan internet. Dalam hal ini yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitian.

3.6.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik penyebaran kuesioner, peneliti menyebarkan daftar pertanyaan kepada karyawan bagian keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan yang menjadi responden dalam penelitian ini.

Dengan skala likert, maka variabel penelitian yang akan diukur dan dijabarkan menjadi indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi sangat positif sampai sangat negatif.

Adapun skala ukuran yang digunakan oleh penulis untuk menghitung jawaban skor responden menggunakan skala likert. Ukuran skala yang digunakan ada 5 skala yaitu :

1. Sangat setuju (SS) : diberi nilai 5 2. Setuju (S) : diberi nilai 4 3. Netral (N) : diberi nilai 3 4. Tidak setuju (TS) : diberi nilai 2 5. Sangat tidak setuju (STS) : diberi nilai 1

Universitas Sumatera Utara

3.7 Skala Pengukuran Variabel

Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Kuesioner adalah seperangkat pertanyaan tentang variabel tingkat pendidikan, pengalaman kerja dan kinerja perawat.

Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah variabel tingkat pendidikan, pengalaman kerja dan kinerja perawat dengan menggunakan skala Likert. Variabel yang diukur dijabarkan dalam indikator - indikator yang kemudian dijadikan item - item instrumen yang berupa pernyataan (Sugiyono, 2005:86).

Tabel 3.2

Operasionalisasi pembobotan skala Likert

No. Skala pengukuran Bobot

1. Sangat tidak setuju 1

2. Tidak setuju 2

3. Kurang setuju 3

4. Setuju 4

5. Sangat setuju 5

Sumber : Sugiyono (2005:86) 3.8 Teknik Analisis Data

3.8.1 Uji Instrumen

Data penelitian yang terkumpul akan dianalisis melalui pendekatan kuantitatif.

Sebelum melakukan pengambilan data melalui kuesioner, terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan realibilitas terhadap daftar pertanyaan yang digunakan.

Universitas Sumatera Utara

1. Uji Validitas

Menurut Juliandi (2013:79) uji validitas yakni dengan cara menguji sejauh mana ketepatan atau kebenaran suatu instrumen sebagai alat ukur variabel penelitian. Pengujian validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disusun sebelumnya dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Validitas suatu angket akan menggambarkan tingkat kemampuan alat ukur yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran. Untuk menguji validitas instrumen penelitian peneliti menggunakan alat uji statistik SPSS 20.0. Untuk mengetahui adanya hubungan yang tinggi atau rendah antara kedua variabel berdasarkan nilai r (koefisien korelasi), dapat dilihat melalui kriteria pengujian validitas sebagai berikut:

a. apabila > (pada taraf signifikansi 5%), maka dapat dikatakan item kuesioner tersebut valid.

b. apabila < (pada taraf signifikansi 5%), maka dapat dikatakan item kuesioner tersebut tidak valid.

Dengan demikian permasalahan validitas instrumen (angket) akan menunjukkan mampu tidaknya angket tersebut untuk mengukur objek apa yang diukur, maka disebut valid dan sebaliknya. Apabila tidak mampu untuk mengukur apa yang akan diukur maka dinyatakan tidak valid.

2. Uji Reliabilitas

Menurut Juliandi (2013:83), tujuan pengujian reliabilitas adalah untuk melihat apakah instrumen penelitian merupakan instrumen yang handal dan

Universitas Sumatera Utara

dapat dipercaya. Uji reliabilitas digunakan untuk melihat apakah instrumen penelitian merupakan instrumen yang handal dan dapat dipercaya. Untuk menguji reliabilitas, peneliti alat uji statistik SPSS 23.0 dengan kriteria; Jika nilai koefisien reliabilitas > 0.6 maka instrumen dapat dipercaya, dan sebaliknya, jika nilai koefisien reliabilitas < 0.6 maka instrumen tidak dapat dipercaya.

Tabel 3.3

Pedoman Untuk InterPrestasi Terhadap Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00-0,199 Sangat Rendah

0,20-0,399 Rendah

0,40-0,599 Sedang

0,60-0,799 Kuat

0,80-1,000 Sangat Kuat

3.8.2 Uji Asumsi Klasik

Menurut Juliandi (2013:174) ada beberapa metode uji persyaratan analisis sebelum dilakukam uji regresi. Untuk melakukan analisis regresi linier berganda, maka salah satu syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu adalah terpenuhi asumsi klasik, yaitu berdistribusi normal, tidak adanya multikolinieritas, dan tidak adanya heteroskedastisitas. Pengujian asumsi klasik akan diolah dengan aplikasi statistik SPSS 20.0. Berikut ini uji analisis tersebut:

1. Uji Normalitas

Pengujian normalitas data digunakan untuk melihat apakah dalam model regresi, variabel dependen dan variabel independennya memiliki distribusi normal atau tidak. Uji normalitas dapat dilakukan melalui Kolmogorov-Smirnov dan grafik histogram. Model regresi yang baik adalah apabila distribusi datanya normal.

Universitas Sumatera Utara

2. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan linier yang sempurna diantara variabel-variabel bebas dalam model regresi. Untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala multikolinearitas dapat dilihat dari besarnya Tolerance Value dan Variance Inflation Faktor (VIF) melalui program SPSS 20.0. Kriteria yang dipakai adalah apabila nilai Tolerence > 0,1 atau nilai VIF <

5, maka tidak terjadi multikolinearitas, di mana:

a. Tolerance value < 0,1 atau VIF > 5 = terjadi multikolinearitas b. Tolerance value > 0,1 atau VIF < 5 = tidak terjadi multikolinearitas 3. Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari suatu pengamatan yang lain. Jika variasi residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedestisitas, dan jika varians berbeda disebut heteroskedestisitas. Model yang baik adalah tidak terjadi heteroskedestisitas. Uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan uji Glejser dan grafik Scatterplot.

Dasar pengambilan keputusannya adalah jika pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur, maka terjadi heteroskedestisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar dibawah dan diatas angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedestisitas.

Universitas Sumatera Utara

3.8.3 Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis ini untuk mengetahui pengaruh suatu variabel kinerja dihubungkan dengan variabel tingkat pendidikan dan pengalaman kerja (Djarwanto dan Subagyo:1996).

Y = a + b1x1 + b2x2 + e Dimana:

Y = kinerja a = Konstanta

x1 = Tingkat pendidikan

x2 = Pengalaman kerja

b = Koefisien regresi yaitu besarnya perubahan yang terjadi pada Y jika satu unit perubahan pada variabel bebas (variabel x)

E = Kesalahan prediksi

3.8.4 Pengujian Hipotesis

Model regresi linier berganda yang sudah memenuhi syarat asumsi klasik akan digunakan untuk pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dan uj

1. Uji t

Menunjukkan nilai signifikan dari tiap-tiap koefisien regresi terhadap kenyataan yang ada.

Langkah-langkah :

a. Menentukan hipotesis nihil dan alternatif.

Universitas Sumatera Utara

H0 : β 1 = β 2 = 0 (tidak ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kinerja)

H1 : β 1 ≠ β 2 ≠ 0 (ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kinerja)

b. Menentukan level of significant (α = 0,05) c. Kriteria pengujian

Gambar 3.1 Uji-t

H0 diterima bila ttabel ≤ thitung ≤ ttabel

H0 ditolak bila thitung > ttabel atau thitung < -ttabel

d. Perhitungan nilai t t = β

Sb1

Dimana :

β = Koefisien regresi dari variabel tingkat pendidikan Sb1 = standar error koefisien regresi

e. Kesimpulan

Dengan membandingkan thitung dengan ttabel dapat diketahui pengaruh antara tingkat pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan.

Universitas Sumatera Utara

2. Uji F

Digunakan untuk mengetahui signifikasi pengaruh antara dua variabel bebas (tingkat pendidikan dan pengalaman kerja) terhadap variabel terikat (kinerja) secara bersama-sama, sehingga bisa diketahui apakah dengan yang sudah ada dapat diterima atau ditolak. Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:

a. H0 : β 1 = β 2 = 0 artinya bahwa tingkat pendidikan dan pengalaman kerja karyawan secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja.

b. H1 : β 1 ≠ β 2 ≠ 0 artinya bahwa tingkat pendidikan dan pengalaman kerja karyawan secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja.

c. Menentukan level of signifikan α = 0,05

d. Kriteria yang digunakan dalam pengujian ini adalah sebagai berikut:

Gambar 3.2 Uji F

Ho = diterima apabila Fhitung ≤ Ftabel

Ho = ditolak apabila Fhitung > Ftabel

Universitas Sumatera Utara

e. Perhitungan nilai F Perhitungan nilai F

R2 /(k −1)

F =

(1− R)2 /(n − k)

Dimana :

R = koefisien regresi linier berganda k = banyaknya variabel

n = ukuran variable f. Kesimpulan

Dengan membandingkan Fhitung dan Ftabel dapat diketahui pengaruh tingkat pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan.

3.8.5 Koefisien Determinasi

Uji determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel- variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.

Nilai koefisien determinasi mempunyai interval nol sampai satu (0≤

R2≤1). Jika R2 =1, berarti besarnya persentase sumbangan X1, dan X2 terhadap variasi (naik-turunnya) Y secara bersama-sama adalah 100%. Hal ini menunjukkan baha apabila koefisien determinasi mendekati 1, maka pengaruh

Universitas Sumatera Utara

variabel independen terhadap variabel dependennya semakin kuat, semakin cocok pula garis regresi untuk meramalkan Y.

Universitas Sumatera Utara

61

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Tempat Penelitian

4.1.1 Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan adalah merupakan salah satu Rumah Sakit Milik Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara yang didirikan pada tahun 1937, dimana letak bagunannya berada di Jl. Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Kelurahan Wek IV Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Tanggal 22 Februari 1979 No : 51/MENKES/SK/11/1979. Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan ditetapkan sebagai Rumah Sakit Berstatus Kelas “C”, dan dengan Struktur Hirarki Rumah Sakit Milik Pemerintah Daerah telah ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara Tanggal 10 Maret 1983 No : 061-1-58/K/Tahun 1983 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan, selanjutnya dikembangkan dalam Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara tanggal 21 Juni 1996 No. 11 Tahun 1996.

Untuk memenuhi perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang terus menerus meningkat disertai dengan keberhasilan pengelolaan dan pembangunan yang dilaksanakan, Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan dinaikkan kelasnya menjadi Rumah Sakit Umum Kelas “B” Non Pendidikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No : 316/MENKES/SK/IV/1999 Tanggal 23 April1999.

Dengan Persetujuan Menteri Dalam Negeri No : 061/1732/SJ/1999 Tanggal 23 Juli 1999, kemudian dituangkan dalam bentuk Peraturan Daerah Provinsi Sumatera

Universitas Sumatera Utara

Utara Tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan dengan nomor Surat Keputusan No : 8 Tahun 1999.

Undang-undang No. 4 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Padangsidimpuan, maka Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan menjadi Lembaga Tekhnis Daerah berbentuk Badan Milik Pemerintah Kota Padangsidimpuan, sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Padangsidimpuan No. 05 Tahun 2003 yang kemudian berubah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan sesuai dengan Peraturan Walikota Padangsidimpuan Nomor: 33/PW/ 2008 Tanggal 03 Nopember 2008 Tahun 2008 dan dipimpin seorang Direktur dan dibantu 3 Wakil Direktur.

Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Nomor : 440.442./25821/XII/2014 tanggal 19 Desember 2014 tentang Pemberian Izin Operasional Tetap Kepada RSUD Kota Padangsidimpuan.

Sesuai dengan Keputusan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor : HK.02.03 / I / 0461 / 2015 tanggal 27 Februari 2015 tentang penetapan kelas B RSUD Kota Padangsidimpuan. Sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor : 440 / 1581/ 2014 tanggal 25 Februari 2014 tentang Rumah Sakit Rujukan Provinsi Rujukan Regional dan Rujukan Kabupaten/Kota maka RSUD Kota Padangsidimpuan ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional.

RSUD Kota Padangsidimpuan telah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) secara penuh berdasarkan surat keputusan Walikota No 276/KPTS/2016 tanggal 20 September 2016 tentang penetapan penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) pada RSUD Kota Padangsidimpuan.

Universitas Sumatera Utara

4.1.2 Visi dan Misi RSUD Padangsidimpuan

Visi adalah gambaran tentang masa depan yang diinginkan dan diperlukan sebagai pandangan masa depan, sebagai pandangan atas yang akan dituju, sehingga pelaksanaan pembangunan dan pelayanan yang direncanakan dari tahun ke tahun tidak menyimpang dari harapan masa depan, atas dasar itu maka ditetapkan Visi RSUD Kota Padangsidimpuan adalah :

”Rumah Sakit Dambaan Masyarakat Yang Mampu Bersaing”

Adapun Penjelasan dari Visi RSUD Kota Padangsidimpuan tersebut yaitu : Rumah Sakit Dambaan masyarakat yang mampu bersaing maksudnya adalah : 1. Rumah Sakit Menurut WHO 2010

Bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit(kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik.

2. Masyarakat menururt Paul b Horton dan C Hunt (ahli sosioliog)

Merupakan sekumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama – sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal disuatu wilanyah tertentu, mempunyai kebudayaan yang sama serta melakukan sebagian besar kegiatan didalam kelompok/ kumpulan manusia tersebut.

“Rumah sakit umum daerah yang memberikan pelayanan secara komprehensif kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat secara profesional sesuai standart pelayanan serta menjadi pusat pelayanan kesehatan rujukan di Wilayah Sumatera Bagian Tenggara atau Pantai Barat Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

MISI

Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil sesuai dengan visi yang ditetapkan. Dengan adanya misi diharapkan seluruh pegawai dan pihak-pihak yang berkepentingan dapat menyusun program dan kegiatan serta melaksanakannya agar dapat mencapai Visi dan Misi.

Misi rsud Kota Padangsidimpuan adalah :

1. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pada semua lini pelayanan dirumah sakit sdalam rangka pencapaian standar pelayanan minimal.

2. Mengembangkan pembangunan gedung rumah sakit mengacu kepada master plan secara bertahap, melengkapi peralatan medis dan non medis serta pengembangan fasilitas-fasilitas umum rumah sakit.

Mengembangkan pelayanan - pelayanan unggulan yang mampu menjawab tuntutan masyarakat dan meningkatkan daya saing minimal di wilayah pantai barat.

4.1.3 KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI

Berdasarkan Peraturan Walikota Padangsidimpuan Nomor: 33/PW/2008 Tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tatakerja Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidmpuan, RSUD Kota Padangsidimpuan mempunyai Kedudukan, Tugas dan Fungsi adalah Sebagai berikut :

“ RSUD mempunyai tugas melaksanakan pelayanan pengobatan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit yang dilaksanakan melalui pelayanan rawat inap, rawat jalan, rawat darurat (emergensi) dan tindakan medik, yang berada dan berintegrasi dalam sistem kesehatan daerah ”

Dengan rincian tugas sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

1. Menetapkan perencanaan program dan kegiatan RSUD;

2. Menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan berdasarkan prinsip kemandirian dan kompetensi sesuai profesionalisme masing-masing pelaksana;

3. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas pelayanan dan kesekretariatan di RSUD;

4. Memantau, menilai dan mengendalikan pelaksanaan penerapan standar pelayanan rumah sakit, standar pelayanan medis dan penerapan etika rumah sakit;

5. Menyelenggarakan koordinasi dan kerjasama fungsional dengan Dinas Kesehatan Daerah Kota Padangsidimpuan;

6. Menyelenggarakan koordinasi dan kerjasama dengan Dinas/Instansi terkait;

7. Memberikan saran dan pendapat kepada Walikota dalam pelaksanaan tugas perumah sakitan;

8. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan kesehatan;

9. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya;

Dalam melaksanakan tugasnya RSUD menyelenggarakan fungsi : 1. Pelayanan medis;

2. Pelayanan penunjang medis dan non medis;

3. Asuhan perawatan;

4. Pelayanan rujukan;

5. Pendidikan dan pelatihan;

6. Pelaksanaan administrasi umum dan keuangan;

7. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya;

Universitas Sumatera Utara

ISU STRATEGIS

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelayan kesehatan masyarakat, RSUD Kota Padangsidimpuan menghadapi isu-isu strategis antara lain :

1. Pelayanan prima

Yang merupakan suatu tujuan utama, dimana dalam pencapaiannya dengan menggunakan berbagai indikator kinerja yang cukup mendukung.

2. Masyarakat sehat

Merupakan salah satu Tupoksinya, sehingga tercipta masyarakat yang sehat khususnya di wilayah pemko Padangsidimpuan dan sekitarnya

3. Pusat rujukan yang diminati masyakat

Sebagai pelayan kesehatan, RSUD Kota Padangsidimpuan berupaya semaksimal mungkin untuk menjadi pelayan kesehatan dan pusat rujukan yang diminati seluruh masyarakat khususnya wilayah Pemko Padangsidimpuan dan sekitarnya.

Sebagai pelayan kesehatan, RSUD Kota Padangsidimpuan berupaya semaksimal mungkin untuk menjadi pelayan kesehatan dan pusat rujukan yang diminati seluruh masyarakat khususnya wilayah Pemko Padangsidimpuan dan sekitarnya.