• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN

4.5 Pembahasan

4.5.1 Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Kinerja Karyawan

Pengertian pendidikan dalam penelitian ini adalah keberadaan tingkat pendidikan dan jenis pendidikan setiap pegawai, juga upaya-upaya menambah pengembangan dan pengetahuan dari perusahaan sehingga membangun karakter kemampuan kerja.

Hasil olah data yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa Ha1 dapat ditolak yaitu : ada pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Kinerja Karyawan bagian Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan. Berdasarkan perolehan nilai thitung 0.360 < ttabel 2.007 dengan tingkat signifikan sebesar 0,721>0,05 dan koefisien regresi bernilai positif sebesar 0.028 sehingga dapat disimpulkan variabel Tingkat Pendidikan (X1) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Maka Ha 1 ditolak yang berarti secara parsial Tingkat Pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan.

Sumbangan relatif (SR %) tingkat pendidikan (X1) terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar 4 %. Sedangkan Sumbangan efektif (SE %) tingkat pendidikan terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar 1,7% artinya besarnya sumbangan variabel tingkat pendidikan (X1) terhadap kinerja karyawan (Y) sangat rendah .Dari hasil penelitian yang dilakukan tidak terbukti bahwa tingkat pendidikan berpengaruh secara signifikan dengan bagian keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah

Universitas Sumatera Utara

Padangsidimpuan, artinya semakin tinggi tingkat pendidikan maka tidak berpengaruh signifikan pada kinerja karyawanya.

Meningkatnya kinerja karyawan tidak signifikan disebabkan oleh tingginya tingkat pendidikan. Dilihat dari jenjang pendidikan karyawan bagian keperawatan RSUD Padangsidimpuan yang mayoritas Diploma, bisa dikatakan cukup baik berbanding terbalik dengan indikator indikator tingkat pendidikan, yaitu memiliki karakter kerja yang baik dan memiliki inisiatif. Hal ini didasari keluhan pasien yang diperoleh melalui wawancara kepada 10 pasien menyatakan keluhan tentang pelayanan keperawatan, seperti perawat tidak ramah, tidak empati, pelayanan lambat dan perawat tidak memberikan asuhan keperawatan.

Keluhan pasien bertolak belakang dengan mayoritas jawaban responden yang menyatakan bahwa sudah menggunakan empati dan sikap bahasa yang baik dalam melayani pasien, memberikan pelayanan yang tanggap dan cepat dalam merawat pasien, memperlihatkan ekspresi ramah tamah terhadap keluarga dan pasien.

Ketidaksesuaian jawaban mayoritas responden pada angket yang telah disebar dengan jawaban wawancara dari pasien, maka indikator kinerja karyawan juga tidak terpenuhi, yaitu hasil kerja sesuai dengan standar kualitas. Sedangkan berdasarkan pengamatan langsung peneliti yang dilakukan selama 7 hari, mendapati sebagian besar karyawan pulang lebih cepat dari jadwal yang sudah ditentukan. Sehingga salah satu indikator kinerja karyawan tidak terpenuhi, yaitu hasil kerja sesuai dengan standar waktu.

Penulis berpendapat tingkat pendidikan tidak berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan dikarenakan adanya ketidaksesuaian jawaban responden dengan jawaban pasien dan temuan melalui pengamatan langsung yang sudah disampaikan

Universitas Sumatera Utara

diatas. Penelitian ini juga mendukung penelitian yang dilakukan sebelumnya, seperti penelitian Hesti Wulansih (2015), yang menyebutkan tidak adanya pengaruh dari tingkat pendidikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini dikarenakan kinerja karyawan terfokus pada tingkat pengalaman yang dimiliki oleh karyawan, sedangkan tingkat pendidikan karyawan hanya digunakan pada proses rekruitmen sebagai metode penyaringan karyawan.

4.4.2 Pengaruh Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Pengalaman kerja adalah proses pembentukan pengetahuan atau keterampilan tentang metode suatu pekerjaan karena keterlibatan karyawan tersebut dalam pelaksanaan tugas pekerjaan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan, bahwa pengalaman kerja adalah tingkat penguasaan pengetahuan serta keterampilan seseorang dalam pekerjaannya yang dapat diukur dari masa kerja dan dari tingkat pengetahuan serta keterampilan yang dimilikinya.

Pengertian pengalaman kerja dalam penelitian ini adalah suatu proses pembentukan perilaku dalam bekerja sehingga handal dalam melakukan pekerjaan.

Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa adanya pengaruh pengalaman kerja terhadap Kinerja Karyawan bagian Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan. Selanjutnya dari tabel 4.45 dapat diketahui bahwa variabel Pengalaman Kerja diperoleh nilai thitung 4.747>ttabel 2.007 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000<0,05. Maka H2 diterima yang berarti secara parsial Pengalaman Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan.

Sumbangan relatif (SR %) pengalaman kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar 96 %. Sedangkan Sumbangan efektif (SE %) pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar 38,7% artinya besarnya sumbangan pengalaman kerja

Universitas Sumatera Utara

(X2) terhadap kinerja karyawan (Y) dikatakan sedang. Hasil penelitian ini pengalaman kerja diperlukan untuk memberikan kepada perusahaan suatu kerja yang efektif dan bagi tenaga kerja itu sendiri sebagai sarana peningkatan kinerja karyawan.

Semakin lama orang bekerja pada suatu organisasi, semakin meningkat pula kinerjanya. Tetapi kecakapan akan selalu meningkat dengan meningkatnya pengalaman kerja.

Menurut Ranupandojo (2002:18), mengatakan pengalaman kerja adalah ukuran lama waktu atau masa kerja yang telah ditempuh seseorang dapat memahami tugas-tugas sesuatu pekerjaan dan telah melaksanakan dengan baik. Pengalaman kerja pegawai dalam melaksanakan tugas pada sebuah organisasi sangatlah penting perannya. Seorang pegawai yang memiliki pengalaman kerja lebih banyak tentu akan lebih mengerti apa yang harus dilakukan ketika menghadapi sebuah masalah yang muncul. Selain itu pegawai tersebut akan lebih cepat dalam bekerja dan tidak harus beradaptasi dangan tugas yang dijalankan kerena sudah memiliki pengalaman.

Sehingga organisasi akan lebih mudah mencapai tujuan organisasi kerena didukung oleh para pegawai yang sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Dari hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Variabel pengalaman kerja yang menunjukan nilai tertinggi terdapat pada indikator mampu bekerja samam dengan karyawan lain, hal tersebut sesuai dengan yang ditemui di lapangan berdasarkan pengamatan langsung peneliti yang menemukan sebagian besar pegawai yang mampu untuk saling menghargai sesama pegawai, baik dalam ruangan sendiri maupun antar ruangan, antar perawat maupun dengan staf rumah sakit yang lain, saling berkomunikasi dengan baik.

Universitas Sumatera Utara

Begitu juga dengan dengan indikator pengalaman kerja lainnya, yaitu penguasaan pekerjaan dan peralatan, mampu menyelesaikan masalah-masalah pekerjaan, memiliki keterampilan kerja. Berdasarkan pengamatan langsung bahwa saat karyawan lain seperti bingung dengan perawatan medis yang dilakukan maka perawat senior yang akan dipanggil dan mengambil alih. Juga perawat muda lebih kaku dalam memasukkan jarum infus kepada pasien daripada perawat senior.

Sedangkan pada variabel kinerja karyawan yang menunjukan nilai tertinggi terdapat pada indikator kuantitas dan kualitas

Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan Basuki (2009) dan Nano Ismanto (2005) yang menyimpulkan bahwa pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Jadi dari penjelesan secara teori dan hasil statistik dari penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kerja dari Kinerja Karyawan bagian Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan memiliki pengaruh secara signifikan poitif terhadap kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman kerja Kinerja Karyawan bagian Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan mampu memengaruhi kinerja para karyawan. Dalam variabel pengalaman kerja ini yang diteliti meliputi lama/waktu masa kerja, tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dan penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan kerja. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pengalaman kerja sudah sesuai dengan apa yang diinginkan atau diharapkan.

4.4.3 Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Berdasarkan hasil pengujian, pengaruh variabel independen (tingkat pendidikan dan pengalaman kerja) terhadap variabel dependen (kinerja karyawan). Diketahui

Universitas Sumatera Utara

bahwa variabel tingkat pendidikan dan pengalaman kerja mempunyai pegaruh yang positif terhadap kinerja karyawan bagian Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan, ini berarti kenaikan tingkat pendidikan dan pengalaman kerja akan diikuti dengan kenaikan kinerja karyawan secara signifikan dengan perhitungan Fhitung 17.345>Fhitung dengan tingkat signifikan 0,000<0,05. Sehingga dapat dinyatakan bahwa Ha3 diterima, yang artinya Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Besar Sumbangan bersama-sama antara variabel tingkat pendidikan (X1) dan pengalaman kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) adalah 40.5% dapat dikatakan pengaruhnya termasuk sedang, sedangkan sisanya 59.5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini.

Dengan demikian Fhitung>Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti terdapat pengaruh antara tingkat pendidikan, motivasi dan pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan bagian Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan. Dimana semakin meningkat tingkat pendidikan, dan pengalaman kerja maka kinerja yang akan diperoleh juga akan meningkat dan sebaliknya.

Terdapatnya pengaruh tingkat pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan bagian Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan ini akan dapat meningkatkan hasil pekerja pegawai agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi atau kantor. Dengan kata lain bahwa variabel tingkat pendidikan dan pengalaman kerja dapat dijadikan faktor yang baik dan nyata ikut menentukan atau memberikan sumbangan terhadap peningkatan kinerja karyawan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan menurut (Soekidjo, 2009) kinerja seseorang tenaga kerja dipengaruhi oleh motivasi, kemampuan

Universitas Sumatera Utara

(pendidikan) dan faktor persepsi. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ilhamsyah (2014) dan Juni Dwi Astono (2013) yang menyimpulkan bahwa tingkat pendidikan, motivasi dan pengalaman kerja secara bersama-sama berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan.

Jadi dari penjelasan secara teori dan hasil statistik dari penelitian dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan dan pengalaman kerja memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan bagian Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan, ini menunjukkan bahwa semua variabel (tingkat pendidikan dan pengalaman kerja) secara bersama-sama mempengaruhi terhadap kinerja karyawan bagian Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka karyawan akan bekerja dengan baik, semakin banyak pengalaman kerja pegawai, maka semakin mengerti dan paham akan bidang tugasnya. Kinerja yang tinggi dapat diperoleh dengan pengalaman kerja yang banyak. Hal ini disebabkan oleh pengaruh pengalaman kerja yang tinggi terhadap kinerja pegawai, sehinga dengan pengalaman kerja yang dapat meningkatkan kinerja pegawai

Universitas Sumatera Utara

137

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Tingkat pendidikan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 1.7% dikarenakan adanya ketidaksesuaian antara jawaban responden dengan jawaban wawancara pasien pada indikator tingkat pendidikan.

2. Pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan sebesar 38.7%, hal ini sesuai antara jawaban responden pada indikator-indikator pengalaman kerja dengan yang terjadi dilapangan

3. Tingkat pendidikan dan pengalaman kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 40.5% hal ini sesuai dengan teori-teori serta penelitian-penelitian terdahulu

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti hendak menyampaikan beberapa poin saran terkait dengan topik penelitian yaitu sebagai berikut:

1) Bagi Perusahaan Disarankan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan dalam rencara meningkatkan kinerja karyawan melalui Tingkat Pendidikan dengan mengadakan pelatihan atau workshop yang sesuai dengan indikator

Universitas Sumatera Utara

tingkat pendidikan yaitu karakter kerja yang baik, kedepannya diharapkan keluhan-keluhan pasien berkurang guna mewujudkan standar kualitas yang diinginkan.

2) Bagi Peneliti Selanjutnya

.

Terdapat banyak faktor yang mampu mempengaruhi kinerja seseorang untuk dapat bekerja dengan baik. Oleh karena itu, penulis berharap bagi penelitian selanjutnya agar dapat menambah variabel-variabel independen lainnya seperti pelatihan, gaya kepemimpinan, motivasi, usia dan lain-lain yang dapat meningkatkan kinerja karyawan. Sehingga hal tersebut dapat menambah wawasan kita dan dapat bermanfaat bagi pihak membutuhkan. Penelitian ini diharapkan berguna untuk menambah wawasan tentang tingkat pendidikan, motivasi dan pengalaman kerja yang mempengaruhi kinerja karyawan pada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi pada penelitian selanjutnya.

Universitas Sumatera Utara

139 DAFTAR PUSTAKA

Ambar, Teguh, Sulistiyani, Rosidah. 2009. Manajamen Sumber Daya Manusia.

Yogyakarta: Graha Ilmu

Ahmadi, Abu dan Nur Ubbiyati, (2001). Ilmu Pendidikan, Jakarta: PT.Rhineka Cipta.

Ahmadi, Djauzak. 1994. Peningkatan Mutu Pendidikan Sebagai Sarana Pembangunan Bangsa, Jakarta : Balai Pustaka.

Arifin, Muzayyin. 2012. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: PT Bumi Aksara Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta : Rhineka Cipta.

Aroef, Matias. 1986. Pengukuran Produktivitas Kebutuhan Mendesak Di Indonesia. Jakarta : Prisma.

Ary H. Gunawan. 1995. Kebijakan-kebijakan Pendidikan. Jakarta : PT.Rhineka Cipta.

Dessler, Garry. 1986. Manajemen Personalia Teknik dan Konsep Modern.

Jakarta : Erlangga.

Dessler, Gary. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jilid 2. Jakarta: PT.

Prenhallindo

Djarwanto dan Pangestu Subagyo. 1988. Statistik Induktif. Yogyakarta: BPFE.

Firdaus, Muhammad. 2011. Ekonometrika suatu pendekatan Aplikatif. Jakarta:

PT Bumi Aksara

Ghazali, Imam. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta:

Graha Ilmu

Ghozali. 2008. Model Persamaan Structural Konsep Dan Aplikasi Dengan Program AMOS Ver. 5.0. Semarang: Badan Penerbit UNDIP

Universitas Sumatera Utara

Handoko, T. Hani, 2002. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Edisi II. Jakarta: Salemba Empat

Hasibuan, S.P Malayu, 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi.

Jakarta: Bumi Aksara

Hedjrachman, Ranupandojo, dan Suad Husnan. 1992. Manajemen Personalia.

Yogyakarta : BPFE.

Helmawati. 2014. Pendidikan Keluarga Teoritis Dan Praktis. Bandung:Rosda Karya

Ikhsan, Arfan. dkk. 2014. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. Bandung: Citapustaka Media

Imam Machali dan Ara Hidayat. 2016. THE HANDBOOK OF EDUCATION MANAGEMEN Teori dan praktik Pengelolaan Sekolah/Madrasah Di Indonesia. Jakarta: Kencana

Iqbal, M. Hasan. Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Juni Priansyah, Donni . 2014. Perencanaan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung:ALFABETA

Kurniawan, Albert. 2014. Metode Riset Ekonomi dan Bisnis. Bandung: Alfabeta Malthis, Robert L., Jhon H. Jackson. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia.

Jakarta : Salemba Empat.

Maman Abdurahman, dkk. 2011. Dasar-Dasar Metode Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV. Pustaka Setia

Manajemen, Laboratorium (Team). 2006. Komputer Statistik. Surakarta : FEUMS.

Nitiseminto S, Almisal. 1986. Manajemen Personalia. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Payaman, Simanjuntak. 1995. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia.

Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Universitas Sumatera Utara

Prabu Mangkunegara, Anwar. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung:Rajawali Pers

Priyanto, Dwi. 2008. Mandiri Belajar SPSS (untuk analisis data dan uji statistik). Yogyakarta:MediaKom

P.Robins, Stepehen . 2009. Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat Ravianto, J. 1985. Produktivitas dan Manusia Indonesia. Jakarta : SIUPP.

Rivai, Prof. Dr. Veithzal, M.B.A. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan Dari Teori ke Praktik. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Samsudin, Sadili. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung:Pustaka Setia

Sugiyono. 1999. Statistik Nonparametris Untuk Penelitian. Cetakan Pertama, Bandung : CV. Alfabeta.

Sugiyono. 2005. Statistik Nonparamentris Untuk Penelitian”, Catakan Pertama, Bandung : CV. Alfabeta.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta

Sunyoto, Danang. 2011. Analisis Regresi dan uji Hipotesis. Jakarta: CAPS Syahirman Yusi & Umiyati Idris. 2010. STATISTIKA untuk Ekonomi dan

Penelitian. Palembang: Penerbit Citrabooks Indonesia

Syukur. 2001. Metode Penelitian dan Penyajian data Pendidikan . Semarang : Medya Wiyata.

Simamora, Henry. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : YKPN.

Sinungan, Muchdarsyah. 1987. Produktivitas Apa dan Bagaimana. Jakarta:

Bumi Aksara.

Syukur. 2001. Metode Penelitian dan Penyajian data Pendidikan,. Semarang:

Medya Wiyata.

Universitas Sumatera Utara

Sunarto. 2005. Manajamen Karyawan. Yogyakarta : Aditya Media &

Amus

S. Nitisemito, Alex. 1996. Manajemen Personalia (Manajemen Sumber Daya Manusia).Jakarta: Ghalia Indonesia

Triwanto, Teguh. 2014. Pengantar Pendidikan. Jakarta:PT. Bumi Aksara

Umar Tirtaraharja & S. L. La sulo. 2012. Pengantar pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta

Umar, Husein. 2008. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta:

Raja Grafindo Persa

Veitzal Rivai Zainal, Dkk. 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan:dari Teori Ke Praktik. Jakarta:Rajawali Pers

Universitas Sumatera Utara

Skripsi

Ayuk Wahdanfiari Adibah (2014), “Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Dan Pengalaman Kerja Terhadap Etos Kerja Karyawan Bank Bni Syariah Kantor Cabang Kediri”, skripsi, (Tulungagung: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, 2014).

Bonifasius (2015), “Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kinerja Pegawai Di Kantor Camat Samalantan Kabupaten Bengkayang”, Vol.4.No 3, (Tanjungpura:Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 2015).

Hendriks Manullang (2016). Pengaruh pendidikan dan pelatihan kerja terhadap kinerja pegawai pada PT. Bank Sumut Cabang Simalingkar Medan.

Skripsi, Medan: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Heri Candra (2018), dengan judul Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Masa Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT SIBATEL Silangkitang Barata Telekomunikasi. Skripsi, Medan: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Medan Area

Hesti Wulansih, “Analisis Tingkat Pendidikan Dan Pengalaman Kerja Terhadap Produktivitas Keja Karyawan Pada Perusahaan Funiture Cv.

Mugiharjo Kragilan Boyolali”, Skripsi, (Surakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta,2015).

Juni Dwi Astono, “Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pengalaman Kerja, dan gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja melalui Disiplin Kerja Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah”,ISSN : 2302-1411Volume II, Nomor 2,(Palangka Raya:Program Magister Sains Manajemen Universitas Palangka Raya, 2013).

Ketut Edy Wirawan, “Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Lamanya Bekerja Terhadap Kinerja Karyawan”, Jurusan Manajemen Volume 4 , (Singaraja: e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha, 2016).

Laurencia dan Riyanto, “Pengaruh Pendidikan Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Global Sarana Informasi Bermutu”, Jurnal MIX,Volume III, No.1,(Yogyakarta:Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan Universitas Mercu Buana, 2013).

Liya Eri Aristanti(2018), dengan judul Pengaruh Pendidikan dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kemampuan Kerja Sebagai Variabel Interverning. Skripsi, Salatiga: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Salatiga

Universitas Sumatera Utara

Novi Natalia, “Pengaruh Tingkat Pendidikan dan lamanya Bekerja Terhadap Kompensasi karyawan pada PT.MBI Kecamatan Batanghari Leko Kabupaten Musi Banyuasin”,skripsi, (Palembang:Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Raden Fatah, 2016).

Priyanto, Didik. 2006. Analisis Tingkat Pendidikan dan Pengalaman KerjaTerhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Keperawatan pada Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo. Skripsi. Tidak Dipublikasikan. Surakarta : FE UMS.

Sihotang, Jeremy S.P. 2016. Pengaruh Insentif dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Studi pada PT. Bank Perkreditan Rakyat NBP 20 Delitua). Medan: Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Supriyanto. 2005. Pengaruh Pengawasan dan Semangat Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Delta Marlin Dunia Tekstil di Karanganyar. Tidak Dipublikasikan. Surakarta : FE UMS.

Susana Dewi, Cahyani. 2003. Pengaruh Pendidikan dan Pengalaman Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada Perusahaan Mebel PT.

Prolindo Originals Perkasa Klaten. Skripsi. Tidak Dipublikasikan.

Surakarta : FE UMS.

Tarigan, Irwandi. 2010. Pengaruh Tingkat Pendidikan, Motivasi, Usia dan Pengalaman Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Keperawatan pada Rumah Sakit Dr. Pingardi Medan. Medan:

Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU

Tika Ramadhani Purwaningrum (2015). Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kinerja Karyawan PT. SUCOFINDO Medan. Skripsi Medan: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Wiwi Inggit Sari (2016), dengan judul Pengaruh Kompetensi Sosial, Pendidikan Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PDAM Kota Padang. Padang : STKIP PGRI Sumatera Barat.

Wulan Nursanti (2015). Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Kelurahan Berngam Kecamatan Binjai Kota. Repository USU, Medan: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara