• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III Metode Penelitian

3.8 Teknik Analisis Data

3.8.2 Uji Asumsi Klasik

Menurut Juliandi (2013:174) ada beberapa metode uji persyaratan analisis sebelum dilakukam uji regresi. Untuk melakukan analisis regresi linier berganda, maka salah satu syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu adalah terpenuhi asumsi klasik, yaitu berdistribusi normal, tidak adanya multikolinieritas, dan tidak adanya heteroskedastisitas. Pengujian asumsi klasik akan diolah dengan aplikasi statistik SPSS 20.0. Berikut ini uji analisis tersebut:

1. Uji Normalitas

Pengujian normalitas data digunakan untuk melihat apakah dalam model regresi, variabel dependen dan variabel independennya memiliki distribusi normal atau tidak. Uji normalitas dapat dilakukan melalui Kolmogorov-Smirnov dan grafik histogram. Model regresi yang baik adalah apabila distribusi datanya normal.

Universitas Sumatera Utara

2. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan linier yang sempurna diantara variabel-variabel bebas dalam model regresi. Untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala multikolinearitas dapat dilihat dari besarnya Tolerance Value dan Variance Inflation Faktor (VIF) melalui program SPSS 20.0. Kriteria yang dipakai adalah apabila nilai Tolerence > 0,1 atau nilai VIF <

5, maka tidak terjadi multikolinearitas, di mana:

a. Tolerance value < 0,1 atau VIF > 5 = terjadi multikolinearitas b. Tolerance value > 0,1 atau VIF < 5 = tidak terjadi multikolinearitas 3. Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari suatu pengamatan yang lain. Jika variasi residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedestisitas, dan jika varians berbeda disebut heteroskedestisitas. Model yang baik adalah tidak terjadi heteroskedestisitas. Uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan uji Glejser dan grafik Scatterplot.

Dasar pengambilan keputusannya adalah jika pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur, maka terjadi heteroskedestisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar dibawah dan diatas angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedestisitas.

Universitas Sumatera Utara

3.8.3 Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis ini untuk mengetahui pengaruh suatu variabel kinerja dihubungkan dengan variabel tingkat pendidikan dan pengalaman kerja (Djarwanto dan Subagyo:1996).

Y = a + b1x1 + b2x2 + e Dimana:

Y = kinerja a = Konstanta

x1 = Tingkat pendidikan

x2 = Pengalaman kerja

b = Koefisien regresi yaitu besarnya perubahan yang terjadi pada Y jika satu unit perubahan pada variabel bebas (variabel x)

E = Kesalahan prediksi

3.8.4 Pengujian Hipotesis

Model regresi linier berganda yang sudah memenuhi syarat asumsi klasik akan digunakan untuk pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dan uj

1. Uji t

Menunjukkan nilai signifikan dari tiap-tiap koefisien regresi terhadap kenyataan yang ada.

Langkah-langkah :

a. Menentukan hipotesis nihil dan alternatif.

Universitas Sumatera Utara

H0 : β 1 = β 2 = 0 (tidak ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kinerja)

H1 : β 1 ≠ β 2 ≠ 0 (ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kinerja)

b. Menentukan level of significant (α = 0,05) c. Kriteria pengujian

Gambar 3.1 Uji-t

H0 diterima bila ttabel ≤ thitung ≤ ttabel

H0 ditolak bila thitung > ttabel atau thitung < -ttabel

d. Perhitungan nilai t t = β

Sb1

Dimana :

β = Koefisien regresi dari variabel tingkat pendidikan Sb1 = standar error koefisien regresi

e. Kesimpulan

Dengan membandingkan thitung dengan ttabel dapat diketahui pengaruh antara tingkat pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan.

Universitas Sumatera Utara

2. Uji F

Digunakan untuk mengetahui signifikasi pengaruh antara dua variabel bebas (tingkat pendidikan dan pengalaman kerja) terhadap variabel terikat (kinerja) secara bersama-sama, sehingga bisa diketahui apakah dengan yang sudah ada dapat diterima atau ditolak. Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:

a. H0 : β 1 = β 2 = 0 artinya bahwa tingkat pendidikan dan pengalaman kerja karyawan secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja.

b. H1 : β 1 ≠ β 2 ≠ 0 artinya bahwa tingkat pendidikan dan pengalaman kerja karyawan secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja.

c. Menentukan level of signifikan α = 0,05

d. Kriteria yang digunakan dalam pengujian ini adalah sebagai berikut:

Gambar 3.2 Uji F

Ho = diterima apabila Fhitung ≤ Ftabel

Ho = ditolak apabila Fhitung > Ftabel

Universitas Sumatera Utara

e. Perhitungan nilai F Perhitungan nilai F

R2 /(k −1)

F =

(1− R)2 /(n − k)

Dimana :

R = koefisien regresi linier berganda k = banyaknya variabel

n = ukuran variable f. Kesimpulan

Dengan membandingkan Fhitung dan Ftabel dapat diketahui pengaruh tingkat pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan.

3.8.5 Koefisien Determinasi

Uji determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel- variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.

Nilai koefisien determinasi mempunyai interval nol sampai satu (0≤

R2≤1). Jika R2 =1, berarti besarnya persentase sumbangan X1, dan X2 terhadap variasi (naik-turunnya) Y secara bersama-sama adalah 100%. Hal ini menunjukkan baha apabila koefisien determinasi mendekati 1, maka pengaruh

Universitas Sumatera Utara

variabel independen terhadap variabel dependennya semakin kuat, semakin cocok pula garis regresi untuk meramalkan Y.

Universitas Sumatera Utara

61

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Tempat Penelitian

4.1.1 Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan adalah merupakan salah satu Rumah Sakit Milik Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara yang didirikan pada tahun 1937, dimana letak bagunannya berada di Jl. Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Kelurahan Wek IV Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Tanggal 22 Februari 1979 No : 51/MENKES/SK/11/1979. Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan ditetapkan sebagai Rumah Sakit Berstatus Kelas “C”, dan dengan Struktur Hirarki Rumah Sakit Milik Pemerintah Daerah telah ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara Tanggal 10 Maret 1983 No : 061-1-58/K/Tahun 1983 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan, selanjutnya dikembangkan dalam Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara tanggal 21 Juni 1996 No. 11 Tahun 1996.

Untuk memenuhi perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang terus menerus meningkat disertai dengan keberhasilan pengelolaan dan pembangunan yang dilaksanakan, Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan dinaikkan kelasnya menjadi Rumah Sakit Umum Kelas “B” Non Pendidikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No : 316/MENKES/SK/IV/1999 Tanggal 23 April1999.

Dengan Persetujuan Menteri Dalam Negeri No : 061/1732/SJ/1999 Tanggal 23 Juli 1999, kemudian dituangkan dalam bentuk Peraturan Daerah Provinsi Sumatera

Universitas Sumatera Utara

Utara Tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan dengan nomor Surat Keputusan No : 8 Tahun 1999.

Undang-undang No. 4 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Padangsidimpuan, maka Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan menjadi Lembaga Tekhnis Daerah berbentuk Badan Milik Pemerintah Kota Padangsidimpuan, sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Padangsidimpuan No. 05 Tahun 2003 yang kemudian berubah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan sesuai dengan Peraturan Walikota Padangsidimpuan Nomor: 33/PW/ 2008 Tanggal 03 Nopember 2008 Tahun 2008 dan dipimpin seorang Direktur dan dibantu 3 Wakil Direktur.

Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Nomor : 440.442./25821/XII/2014 tanggal 19 Desember 2014 tentang Pemberian Izin Operasional Tetap Kepada RSUD Kota Padangsidimpuan.

Sesuai dengan Keputusan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor : HK.02.03 / I / 0461 / 2015 tanggal 27 Februari 2015 tentang penetapan kelas B RSUD Kota Padangsidimpuan. Sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor : 440 / 1581/ 2014 tanggal 25 Februari 2014 tentang Rumah Sakit Rujukan Provinsi Rujukan Regional dan Rujukan Kabupaten/Kota maka RSUD Kota Padangsidimpuan ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional.

RSUD Kota Padangsidimpuan telah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) secara penuh berdasarkan surat keputusan Walikota No 276/KPTS/2016 tanggal 20 September 2016 tentang penetapan penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) pada RSUD Kota Padangsidimpuan.

Universitas Sumatera Utara

4.1.2 Visi dan Misi RSUD Padangsidimpuan

Visi adalah gambaran tentang masa depan yang diinginkan dan diperlukan sebagai pandangan masa depan, sebagai pandangan atas yang akan dituju, sehingga pelaksanaan pembangunan dan pelayanan yang direncanakan dari tahun ke tahun tidak menyimpang dari harapan masa depan, atas dasar itu maka ditetapkan Visi RSUD Kota Padangsidimpuan adalah :

”Rumah Sakit Dambaan Masyarakat Yang Mampu Bersaing”

Adapun Penjelasan dari Visi RSUD Kota Padangsidimpuan tersebut yaitu : Rumah Sakit Dambaan masyarakat yang mampu bersaing maksudnya adalah : 1. Rumah Sakit Menurut WHO 2010

Bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit(kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik.

2. Masyarakat menururt Paul b Horton dan C Hunt (ahli sosioliog)

Merupakan sekumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama – sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal disuatu wilanyah tertentu, mempunyai kebudayaan yang sama serta melakukan sebagian besar kegiatan didalam kelompok/ kumpulan manusia tersebut.

“Rumah sakit umum daerah yang memberikan pelayanan secara komprehensif kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat secara profesional sesuai standart pelayanan serta menjadi pusat pelayanan kesehatan rujukan di Wilayah Sumatera Bagian Tenggara atau Pantai Barat Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

MISI

Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil sesuai dengan visi yang ditetapkan. Dengan adanya misi diharapkan seluruh pegawai dan pihak-pihak yang berkepentingan dapat menyusun program dan kegiatan serta melaksanakannya agar dapat mencapai Visi dan Misi.

Misi rsud Kota Padangsidimpuan adalah :

1. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pada semua lini pelayanan dirumah sakit sdalam rangka pencapaian standar pelayanan minimal.

2. Mengembangkan pembangunan gedung rumah sakit mengacu kepada master plan secara bertahap, melengkapi peralatan medis dan non medis serta pengembangan fasilitas-fasilitas umum rumah sakit.

Mengembangkan pelayanan - pelayanan unggulan yang mampu menjawab tuntutan masyarakat dan meningkatkan daya saing minimal di wilayah pantai barat.

4.1.3 KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI

Berdasarkan Peraturan Walikota Padangsidimpuan Nomor: 33/PW/2008 Tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tatakerja Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidmpuan, RSUD Kota Padangsidimpuan mempunyai Kedudukan, Tugas dan Fungsi adalah Sebagai berikut :

“ RSUD mempunyai tugas melaksanakan pelayanan pengobatan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit yang dilaksanakan melalui pelayanan rawat inap, rawat jalan, rawat darurat (emergensi) dan tindakan medik, yang berada dan berintegrasi dalam sistem kesehatan daerah ”

Dengan rincian tugas sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

1. Menetapkan perencanaan program dan kegiatan RSUD;

2. Menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan berdasarkan prinsip kemandirian dan kompetensi sesuai profesionalisme masing-masing pelaksana;

3. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas pelayanan dan kesekretariatan di RSUD;

4. Memantau, menilai dan mengendalikan pelaksanaan penerapan standar pelayanan rumah sakit, standar pelayanan medis dan penerapan etika rumah sakit;

5. Menyelenggarakan koordinasi dan kerjasama fungsional dengan Dinas Kesehatan Daerah Kota Padangsidimpuan;

6. Menyelenggarakan koordinasi dan kerjasama dengan Dinas/Instansi terkait;

7. Memberikan saran dan pendapat kepada Walikota dalam pelaksanaan tugas perumah sakitan;

8. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan kesehatan;

9. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya;

Dalam melaksanakan tugasnya RSUD menyelenggarakan fungsi : 1. Pelayanan medis;

2. Pelayanan penunjang medis dan non medis;

3. Asuhan perawatan;

4. Pelayanan rujukan;

5. Pendidikan dan pelatihan;

6. Pelaksanaan administrasi umum dan keuangan;

7. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya;

Universitas Sumatera Utara

ISU STRATEGIS

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelayan kesehatan masyarakat, RSUD Kota Padangsidimpuan menghadapi isu-isu strategis antara lain :

1. Pelayanan prima

Yang merupakan suatu tujuan utama, dimana dalam pencapaiannya dengan menggunakan berbagai indikator kinerja yang cukup mendukung.

2. Masyarakat sehat

Merupakan salah satu Tupoksinya, sehingga tercipta masyarakat yang sehat khususnya di wilayah pemko Padangsidimpuan dan sekitarnya

3. Pusat rujukan yang diminati masyakat

Sebagai pelayan kesehatan, RSUD Kota Padangsidimpuan berupaya semaksimal mungkin untuk menjadi pelayan kesehatan dan pusat rujukan yang diminati seluruh masyarakat khususnya wilayah Pemko Padangsidimpuan dan sekitarnya.

Data umum Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan dapat dilihat Tabel 4.1

Data Umum Rumah Sakit

1 Nama Rumah Sakit RSUD Kota Padangsidimpuan

2 Jenis Rumah Sakit Pemerintah Daerah

3 Kelas Rumah Sakit B Non Pendidikan

4 Nama Direktur Rumah Sakit Drg. Nurlaila Hayati Lubis, MM

5 Alamat Jl. Dr. F.L Tobing No. 10

6 Penyelenggara Pemerintah Daerah

7 Kab / Kota Padangsidimpuan

8 Telepon 0634 (21780/21251)

Universitas Sumatera Utara

9 Fax 0634 (21780/21251)

10 Email

rsud_kota

[email protected]

11 Luas Tanah 32.206 m2

12 Luas Bangunan 10.800 m2

13

Nomor Surat Ijin Operasional Rumah Sakit

440.442./25821/12/2014

14 Tanggal Bulan Tahun Surat Ijin 19 Desember 2014

15 Surat Ijin dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi

16 Sifat Surat Ijin Tetap

17 Status Penyelenggara Pemerintah Daerah Kota

18 Status Akreditasi Sudah Terakreditasi 5 Pelayanan Dasar Nomor: KARS. SERT/756/VI/2012 tanggal 29 Junii 2012

4.1.4 Struktur Organisasi

Undang-undang No. 4 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Padangsidimpuan, maka Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan menjadi Lembaga Tekhnis Daerah berbentuk Badan Milik Pemerintah Kota Padangsidimpuan, sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Padangsidimpuan No. 05 Tahun 2003 yang kemudian berubah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan sesuai dengan Peraturan Walikota Padangsidimpuan Nomor: 33/PW/ 2008 Tanggal 03 Nopember 2008 Tahun 2008 dan dipimpin seorang Direktur dan dibantu 3 Wakil Direktur.

Universitas Sumatera Utara

RSUD Kota Padangsidimpuan telah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) secara penuh berdasarkan surat keputusan Walikota No 276/KPTS/2016 tanggal 20 September 2016 tentang penetapan penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) pada RSUD Kota Padangsidimpuan.

RSUD Kota Padangsidimpuan dengan manajemen model Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) ini bersifat non profit, artinya bahwa Rumah Sakit tidak semata-mata mencari keuntungan. Jika terdapat keuntungan, maka keuntungan tersebut dipergunakan untuk meningkatkan mutu pelayanan dengan peningkatan sarana prasarana dalam hal kuantitas dan kualitas, peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) dan perbaikan sistem yang bertujuan untuk lebih meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien.

Berdasarkan Peraturan Walikota Padangsidimpuan no.33/PW/2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tatakerja RSUD Kota padangsidimpuan, adapun sruktur organisasi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Direktur RSUD

2. Wakil Direktur, terdiri :

a. Wakil Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan, terdiri dari : 1) Bagian Umum dan Kepegawaian

a) Sub Bagian Umum b) Sub Bagian Kepegawaian

2) Bagian Keuangan, Perencanaan dan Evaluasi, terdiri dari : a) Sub Bagian Keuangan

b) Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi

Universitas Sumatera Utara

b. Wakil Direktur Bidang Pelayanan, terdiri dari : 1) Bidang Pelayanan Medik, terdiri dari :

a) Seksi Pelayanan Medik I b) Seksi Pelayanan Medik II

2) Bidang Pelayanan Keperawatan, terdiri dari : a) Seksi Keperawatan I

b) Seksi Keperawatan II

c. Wakil Direktur Bidang Komite Klinik dan Diklat, terdiri dari : 1) Bidang Diklat, terdiri dari :

a) Seksi Pendidikan Profesi

b) Seksi Pelatihan dan Pengembangan SDM 2) Bidang Komite Klinik, terdiri dari :

a) Seksi Komoite Medik b) Seksi Komite Perawatan

4.2 Penyajian data

Penulis akan menyajikan data yang diperoleh dari lapangan sewaktu melaksanakan penelitian pada bab IV ini. Data diperoleh berdasarkan kuisioner yang telah disebarkan kepada 54 responden. Penyebaran kuisioner dilakukan sebagai salah satu cara untuk memperoleh data primer dari sebuah penelitian.

4.2.1 Identitas responden

Responden dalam penelitian ini adalah karyawan bagian keperawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan yang menjadi responden dalam

Universitas Sumatera Utara

penelitian ini sebanyak 54 responden. Responden diambil melalui teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin. Untuk mendapatkan gambaran umum mengenai responden, dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

1. Jenis Kelamin Responden

Hasil pengolahan data pada penelitian ini menunjukkan bahwa responden didominasi oleh jenis kelamin perempuan sebesar 94.45%. Perempuan yang selalu dilekatkan dengan perempuan lemah gemulai, telaten, lembut, sabar dan penyayang, merupakan pelabelan yang diberi oleh masyarakat secara alamiah.

(Azizah al Hibri, 2001: 300). Jenis pekerjaan perawat digambarkan sebagai pekerjaan yang cenderung sebagai pekerjaan perempuan.. Di RSUD Padangsidimpuan dapat dilihat dari jumlah perawatnya, bahwa perawat perempuan lebih banyak dari pada perawat laki-laki. Perawat di rumah sakit tersebut didominasi oleh perempuan, hal itu disebabkan karena perempuan masih dianggap lebih mampu dalam menjalankan tugas-tugas keperawatan.

Berdasarkan keterangan pada tabel 4.2 dapat diketahui tentang jenis kelamin responden karyawan bagian keperawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan yang diambil sebagai populasi, yang menunjukkan bahwa jumlah karyawan antara laki-laki dan perempuan memiliki presentase yang sangat jauh yaitu selisih 90%. Adapun data mengenai jenis kelamin responden karyawan bagian keperawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan adalah sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.2

Jenis Kelamin Responden

Jumlah Presentase (%)

Laki-laki 3 5.55%

Perempuan 51 94.45%

TOTAL 54 100%

Sumber : Data angket diolah, 2020

2. Usia Responden

Hasil pengolahan data pada penelitian ini menunjukkan bahwa responden didominasi umur 36-50 tahun sebesar 62.96%. Banyaknya responden yang berusia antara 36-50 tahun disebabkan karena pada usia tersebut merupakan waktu dimana seseorang berada pada kondisi produktif untuk menghasilkan barang dan atau jasa.

Hal ini sesuai dengan pendapat Desslerr (2005) yang mengemukakan bahwa usia produktif adalah usia 25-45 tahun. Tahap ini merupakan penentu seseorang untuk memilih bidang pekerjaan yang sesuai bagi karir individu tersebut.

Tentang usia responden karyawan bagian keperawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan yang diambil sebagai populasi, yang mayoritas responden adalah berusia 36-50 tahun yaitu sebanyak 34 orang atau sebesar 62.9%

dan untuk usia 28-35 tahun yaitu sebanyak 17 orang atau 31,4%, sedangkan sisanya adalah berumur 20-27 tahun yaitu sebanyak 1 orang atau 1.8% dan umur 50 tahun keatas sebanyak 2 orang atau 3.7%.

Besarnya persentase dominasi usia 36-50 tahun, menurut Kepala Bagian Keperawatan RSUD Padangsidimpuan dikarenakan perawat tersebut dianggap lebih berpengalaman sehingga diharapkan lebih terampil dalam melaksanakan tugas

Universitas Sumatera Utara

keperawatan demi tercapainya mutu dan hasil kualitas yang diinginkan oleh pihak rumah sakit. Hal tersebut sesuai dengan indikator-indikator pengalaman kerja dan kinerja, yaitu memiliki keterampilan, hasil kerja sesuai dengan standar kualitas.

Adapun data mengenai usia responden karyawan bagian keperawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan adalah sebagai berikut :

Tabel 4.3 Usia Responden

No. Usia Responden Presenase (%)

1. Dibawah 20 tahun 0 0

2. 20-27 tahun 1 1.85%

3. 28-35 tahun 17 31.49%

4. 36-50 tahun 34 62.96%

5. Di atas 50 tahun 2 3.70%

TOTAL 54 100%

Sumber : Data angket diolah, 2020

3. Pendidikan Responden

Hasil pengolahan data pada penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan terakhir responden didominasi sarjana sebesar 59.27%. Oleh Departemen Kesehatan, pendidikan perawat dengan kategori DIII memberikan pengetahuan yang cukup akan tindakan pelayanan terhadap pasien. Hal ini didukung oleh pendidikan perawat yang sebagian besar adalah Sarjana keperawatan yang telah memenuhi standar kriteria perawat professional pemula. Pendidikan keperawatan mempunyai pengaruh besar terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Pendidikan yang tinggi dari

Universitas Sumatera Utara

seorang perawat akan memberi pelayanan yang optimal. Dalam hal ini, bisa dikatakan bahwa tingkat pendidikan karyawan bagian keperawatan sudah sangat baik.

Sejalan dengan hasil data angket sudah terkumpul atas indikator tingkat pendidikan yaitu jenjang pendidikan, mayoritas menyatakan minimal jenjang pendidikan untuk karyawan bagian keperawatan RSUD Padangsidimpuan adalah Diploma. Juga hampir seluruh responden memiliki pengetahuan yang cukup atas tindakan pelayanan terhadap pasien, sejalan dengan indikator tingkat pendidikan yaitu memiliki pengetahuan

Berdasarkan keterangan pada tabel 4.3 dapat diketahui tentang tingkat pendidikan responden karyawan bagian keperawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan yang menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah lulusan strata satu/sarjana yaitu sebanyak 32 orang atau sebesar 59.27% dan untuk tingkat pendidikan diploma sebanyak 20 orang atau sebesar 37.03% sedangkan untuk pendidikan SMA/SLTA sebanyak 2 orang atau sebesar 3.7%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagaian besar karyawan bagian keperawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan adalah lulusan sarjana Strata 1.

Adapun data mengenai tingkat pendidikan responden karyawan bagian keperawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan adalah sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.4

Tingkat Pendidikan Responden

No Pendidikan Terakhir Responden Presentase (%)

1. SMA/ SLTA 2 3.70%

2. Diploma 20 37.03%

3. Sarjana 32 59.27%

TOTAL 54 100%

Sumber : Data angket diolah, 2020

4. Masa Kerja Responden

Hasil pengolahan data pada penelitian ini menunjukkan bahwa masa kerja responden didominasi diatas 15 tahun sebesar 61.11%. Menurut Tulus (1992) masa kerja merupakan kurun waktu atau lamanya tenaga kerja bekerja di suatu tempat. Masa kerja dapat memberikan pengaruh positif pada kinerja apabila dengan semakin lamanya masa kerja personal semakin berpengalaman dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya dapat memberikan pengaruh negatif dengan semakin lama masa kerja akan timbul perasaan terbiasa dengan keadaan dan menyepelekan pekerjaan serta akan menimbulkan kebosanan.

Masa kerja perawat sangat menentukan kualitas perawat yang ada didalam ruangan. Perawat yang mempunyai masa kerja baru maka pengalaman perawat tersebut masih terbatas dibandingkan dengan perawat yang telah lama berada diruangan tersebut. Masa kerja perawat yang telah lama memiliki kemampuan yang lebih, yang di dapat diruangan selama beberapa tahun semenjak bekerja di rumah sakit, sehingga perawat tersebut sudah berpindah-pindah ruangan dan dari situ perawat tersebut mendapatkan pengalaman yang berbeda setiap ruangannya. Perawat yang sudah lama

Universitas Sumatera Utara

bekerja memiliki kualitas kerja yang baik dibandingkan dengan orang yang baru bekerja,semakin lama masa kerja seseorang maka akan semakin terampil dan pengalaman menghadapi masalah dalam pekerjaannya.

Berdasarkan keterangan pada tabel dapat diketahui tentang masa kerja responden atau karyawan bagian keperawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan yang baru bekerja antara 1 tahun sampai dengan 5 tahun sebanyak 4 orang atau sebesar 7.4%, kemudian mereka yang bekerja sudah lebih dari 6 sampai dengan 10 tahun sebanyak 8 orang atau sebesar 14.81% sedangkan sisanya 33 orang atau sebesar 61.11%

sudah bekerja selama lebih dari 15 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan bagian keperawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan

sudah bekerja selama lebih dari 15 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan bagian keperawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan