• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Pekerjaan

Dalam dokumen Indonesia Survei Demografi dan Kesehatan (Halaman 55-61)

KARAKTERISTIK RESPONDEN

3.5.2 Jenis Pekerjaan

Tabel 3.6.1 menyajikan distribusi persentase dari wanita pernah kawin yang bekerja dalam 12 bulan sebelum survei menurut jenis pekerjaan dan karakteristik latar belakang. Data tersebut menggambarkan bahwa 45 persen wanita bekerja di sektor pertanian, dan lebih dari separo di antara mereka (24 persen) bekerja pada lahan pertanian milik sendiri. Sebagian besar wanita yang bekerja di sektor bukan pertanian bekerja di sektor penjualan dan jasa pelayanan (32 persen).

Tabel 3.5.2 Status pekerjaan: pria

Distribusi persentase pria kawin menurut status pekerjaan dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2002-2003 Bekerja dalam 12 bulan

terakhir

Karakteristik latar belakang

Sekarang sedang bekerja Sekarang sedang tidak bekerja Tidak bekerja dalam 12

bulan terakhir Jumlah Jumlah pria

Umur 15-19 100,0 0,0 0,0 100,0 11 20-24 93,6 3,7 2,4 100,0 426 25-29 96,5 2,1 1,4 100,0 1.214 30-34 97,7 1,9 0,4 100,0 1.462 35-39 98,0 1,2 0,7 100,0 1.572 40-44 98,7 0,3 1,0 100,0 1.395 45-49 96,9 1,1 2,0 100,0 1.224 50-54 96,5 1,3 2,2 100,0 1.007

Jumlah anak yang masih hidup

0 95,1 2,8 2,1 100,0 705 1-2 97,5 1,3 1,1 100,0 4.244 3-4 97,2 1,7 1,2 100,0 2.437 5+ 98,2 0,3 1,5 100,0 925

Daerah tempat tinggal

Perkotaan 96,3 1,8 1,9 100,0 3.866 Perdesaan 98,1 1,1 0,7 100,0 4.444 Pendidikan Tidak sekolah 97,1 0,3 2,6 100,0 341 Tidak tamat SD 97,9 1,0 1,1 100,0 1.730 Tamat SD 97,2 2,1 0,6 100,0 2.462 Tidak tamat SLTP 96,8 1,4 1,9 100,0 1.477 SLTP+ 97,3 1,2 1,4 100,0 2.301 Jumlah 97,3 1,4 1,3 100,0 8.310

Jenis pekerjaan responden bervariasi dengan umur; wanita muda yang bekerja di sektor pertanian cenderung bekerja pada lahan milik keluarga, sedangkan wanita usia tua cenderung bekerja pada lahan pertanian milik sendiri. Di sektor bukan pertanian, persentase wanita yang bekerja dalam sector penjualan dan jasa pelayanan meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Wanita di perdesaan dan yang berpendidikan rendah lebih besar kemungkinannya untuk bekerja di sektor pertanian daripada kelompok wanita lainnya. Wanita perkotaan dan yang berpendidikan tinggi mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk bekerja di bidang penjualan dan jasa pelayanan.

Tabel 3.6.2 menunjukkan distribusi persentase pria kawin yang bekerja dalam 12 bulan terakhir sebelum survei menurut pekerjaan dan karakteristik latar belakang. Tiga puluh delapan persen dari pria berstatus kawin bekerja di sektor pertanian dan lebih dari separo (19 persen) bekerja pada lahan pertanian milik sendiri. Pada sektor bukan pertanian, seperti halnya dengan wanita, pria lebih besar kemungkinannya untuk bekerja di bidang penjualan dan jasa pelayanan dibandingkan dengan jenis pekerjaan lain (38 persen). Pria menunjukkan keragaman antar subkelompok yang sama seperti pada wanita.

Tabel 3.6.1 Jenis pekerjaan: wanita

Distribusi persentase wanita pernah kawin yang bekerja dalam 12 bulan sebelum survei menurut jenis pekerjaan dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2002-2003

–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––

Pertanian Bukan Pertanian

–––––––––––––––––––––––––––––––––– ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––

Lahan Pro- Tenaga Bukan Tenaga Lahan Lahan milik fesional/ usaha Tenaga tenaga usaha

Karakteristik milik milik orang Lahan teknisi/ Tata jasa dan ahli ahli/ Per- Jumlah latar belakang sendiri keluarga lain sewa manajer Usaha penjualan kasar terampil tanian Jumlah wanita

––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– Umur 15-19 23,4 15,2 16,0 0,6 0,3 0,4 21,9 18,9 0,0 0,9 100,0 276 20-24 21,2 8,1 10,5 1,6 2,9 2,3 28,9 23,5 0,1 0,7 100,0 1.411 25-29 22,3 4,6 12,5 2,1 5,2 3,7 30,6 17,0 0,4 1,3 100,0 2.291 30-34 23,1 4,5 12,6 2,0 7,4 3,8 31,3 14,2 0,0 0,9 100,0 2.939 35-39 25,0 2,7 13,9 2,2 9,3 3,0 31,2 10,6 0,0 1,7 100,0 2.998 40-44 24,7 2,7 16,7 2,2 6,7 1,8 34,1 8,9 0,2 1,8 100,0 2.925 45-49 28,5 2,8 17,2 3,3 4,9 1,9 32,7 6,5 0,0 1,8 100,0 2.656 Status perkawinan Kawin 25,1 4,1 14,0 2,3 6,7 2,8 30,4 12,6 0,1 1,4 100,0 14.297 Cerai hidup/cerai mati 15,9 3,4 17,0 1,7 2,5 1,5 44,9 11,2 0,0 1,0 100,0 1.198

Jumlah anak yang masih hidup 0 16,4 5,3 12,6 1,2 8,0 6,4 30,2 17,6 0,6 0,9 100,0 1.175 1-2 21,8 4,5 13,7 1,7 6,9 3,4 31,2 15,4 0,0 1,1 100,0 7.628 3-4 27,1 3,2 14,5 2,7 6,6 1,7 32,7 9,2 0,1 2,0 100,0 4.800 5+ 33,0 3,9 16,8 4,1 2,6 0,4 31,2 6,1 0,0 1,2 100,0 1.892

Daerah tempat tinggal

Perkotaan 4,2 0,7 6,7 0,7 10,1 5,8 51,2 18,7 0,3 1,1 100,0 6.267 Perdesaan 38,1 6,4 19,4 3,3 3,8 0,7 18,3 8,3 0,0 1,6 100,0 9.228 Pendidikan Tidak sekolah 31,5 3,7 31,2 2,2 0,0 0,0 24,9 4,9 0,1 1,0 100,0 1.599 Tidak tamat SD 32,3 3,7 23,1 2,8 0,2 0,1 26,0 9,5 0,0 2,1 100,0 3.630 Tamat SD 29,6 5,4 13,5 2,8 0,1 0,1 31,2 15,5 0,0 1,3 100,0 5.114 Tidak tamat SLTP 21,1 5,5 6,7 2,0 1,1 0,9 44,1 16,8 0,3 1,2 100,0 2.133 SLTP+ 4,6 1,4 1,3 0,7 31,3 13,1 33,5 12,2 0,3 1,0 100,0 3.019 Jumlah 24,4 4,1 14,3 2,2 6,3 2,7 31,6 12,5 0,1 1,4 100,0 15.495

3.6 J

ENIS

P

ENDAPATAN

W

ANITA

Tabel 3.7 menunjukkan distribusi persentase wanita pernah kawin yang bekerja selama 12 bulan sebelum survei menurut jenis pendapatan yang diterima, jenis pengusaha (majikan), kelangsungan (kontinuitas) pekerjaan, dan keragamannya menurut lapangan pekerjaan (pertanian dan bukan pertanian). Lima puluh enam persen wanita bekerja menerima pendapatan berupa uang; 8 persen mendapat uang dan barang; dan 35 persen tidak dibayar (Gambar 3.2). Sebagian besar wanita yang bekerja di sektor pertanian (58 persen) tidak menerima upah, sedangkan di antara wanita yang bekerja di sektor bukan pertanian, hanya 16 persen yang tidak menerima upah sama sekali.

Tabel 3.6.2 Jenis pekerjaan: pria

Distribusi persentase pria kawin yang bekerja dalam 12 bulan sebelum survei menurut jenis pekerjaan dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2002-2003

––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––

Pertanian Bukan Pertanian

––––––––––––––––––––––––––––––––––––– –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––

Lahan Lahan Pro- Tenaga Bukan Tenaga Lahan milik milik Tak fesional/ usaha Tenaga tenaga usaha Tak

Karakteristik milik kelu- orang Lahan ter- teknisi/ Tata jasa dan ahli/ ahli/ per- ter- Jumlah latar belakang sendiri arga lain sewa jawab manajer usaha penjualan terampil terampil tanian jawab Jumlah pria

–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– Umur 15-19 * * * * * * * * * * * * * 11 20-24 12,4 10,8 15,6 0,2 0,4 2,8 0,6 42,8 11,4 0,0 3,0 0,0 100,0 414 25-29 15,3 5,9 10,9 2,0 1,7 4,3 3,1 41,2 13,2 0,4 1,9 0,1 100,0 1.196 30-34 15,0 3,5 10,2 1,6 1,8 7,3 3,9 44,7 9,6 0,0 2,3 0,1 100,0 1.456 35-39 17,7 2,4 12,6 0,9 1,2 9,9 6,0 38,4 8,6 0,1 1,8 0,4 100,0 1.559 40-44 22,3 1,1 12,7 1,2 0,8 9,4 5,3 33,4 10,6 0,3 2,3 0,5 100,0 1.381 45-49 20,5 2,2 14,7 2,3 1,0 7,9 4,8 34,8 9,0 0,0 2,9 0,0 100,0 1.200 50-54 30,8 2,4 12,6 2,2 0,8 7,3 6,3 29,6 5,3 0,0 2,6 0,1 100,0 985

Jumlah anak yang

masih hidup 0 13,3 5,8 15,2 0,8 0,8 7,6 2,4 44,6 8,0 0,0 1,5 0,0 100,0 690 1-2 17,4 3,8 10,7 1,3 1,4 7,9 4,6 39,1 11,1 0,2 2,4 0,1 100,0 4.194 3-4 20,8 2,0 13,5 1,7 1,0 8,4 6,1 35,9 8,4 0,0 2,0 0,3 100,0 2.409 5+ 28,8 2,5 15,5 3,0 1,1 3,6 3,2 31,2 6,9 0,1 3,7 0,5 100,0 911 Tempat tinggal Perkotaan 3,8 0,8 5,9 0,9 1,3 11,9 6,6 52,9 13,4 0,2 2,0 0,2 100,0 3.793 Perdesaan 32,6 5,5 18,0 2,1 1,1 3,9 3,0 24,7 6,3 0,1 2,5 0,2 100,0 4.411 Pendidikan Tidak sekolah 34,6 4,1 25,6 3,4 1,3 0,0 0,0 23,3 4,5 0,0 3,1 0,0 100,0 333 Tidak tamat SD 29,2 3,6 23,1 1,6 0,9 0,4 0,2 30,4 7,2 0,2 3,1 0,0 100,0 1.710 Tamat SD 22,8 3,5 16,5 2,2 1,8 0,6 1,6 37,9 10,6 0,0 2,6 0,1 100,0 2.446 Tidak tamat SLTP 18,2 4,1 5,5 1,8 0,3 3,6 3,1 49,3 11,4 0,4 1,7 0,4 100,0 1.449 SLTP+ 6,6 2,3 2,4 0,4 1,4 24,2 13,1 37,9 9,8 0,0 1,6 0,4 100,0 2.266 Jumlah 19,3 3,3 12,4 1,6 1,2 7,6 4,7 37,8 9,6 0,1 2,3 0,2 100,0 8.203 –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––

Tabel 3.7 Karakteristik pekerjaan

Distribusi persentase wanita pernah kawin yang bekerja dalam 12 bulan sebelum survei menurut jenis pendapatan, jenis pengusaha, kelangsungan pekerjaan, dan lapangan pekerjaan (pertanian atau bukan pertanian), Indonesia 2002-2003

Karakteristik pekerjaan Pertanian pertanian Bukan Jumlah Jenis pendapatan

Hanya uang 29,1 79,1 56,1 Uang dan barang 6,5 4,1 5,2 Hanya barang 6,8 0,4 3,3 Tidak dibayar 57,5 16,4 35,2 Tak terjawab (TT) 0,1 0,0 0,2 Jumlah 100,0 100,0 100,0 Jenis pengusaha

Dibantu oleh pekerja keluarga 60,4 14,9 35,7 Dibantu oleh bukan pekerja keluarga 29,4 46,1 38,4 Berusaha sendiri 9,8 38,6 25,4 Tak terjawab (TT) 0,3 0,4 0,4 Jumlah 100,0 100,0 100,0 Kelangsungan pekerjaan Sepanjang tahun 55,3 91,4 74,8 Musiman 40,2 5,3 21,3 Sesekali 3,9 3,3 3,5 Tak terjawab (TT) 0,6 0,1 0,4 Jumlah 100,0 100,0 100,0 Jumlah wanita 1 7.087 8.390 15.495 1 Jumlah termasuk wanita yang tidak memberikan informasi mengenai jenis pekerjaan

Gambar 3.2 Jenis Pendapatan Wanita Bekerja Umur 15-49 Tahun

Tidak dibayar 35%

Barang, 3%

Uang dan barang, 5% Uang,

56%

Enam di antara sepuluh wanita yang bekerja di sektor pertanian bekerja untuk anggota keluarga, namun wanita yang bekerja di sektor bukan pertanian lebih besar kemungkinannya dipekerjakan oleh bukan anggota keluarga (46 persen) atau berusaha sendiri (39 persen). Sembilan dari sepuluh wanita yang bekerja pada pekerjaan bukan pertanian bekerja sepanjang tahun, dibandingkan dengan kira-kira setengah dari (55 persen) wanita yang bekerja di bidang pertanian. Empat puluh persen dari wanita pernah kawin di sektor pertanian adalah pekerja musiman.

3.7 K

ONTROL

A

TAS

P

ENDAPATAN DAN

S

UMBANGAN

P

ENDAPATAN

W

ANITA

T

ERHADAP

P

ENGELUARAN

R

UMAH

T

ANGGA

Kepada wanita bekerja yang mendapat penghasilan berupa uang ditanyakan siapa yang menentukan penggunaan uang yang diperolehnya. Informasi ini memungkinkan adanya penilaian kontrol wanita atas penghasilan mereka. Di samping itu, kepada mereka ditanyakan proporsi dari pengeluaran rumah tangga yang dipenuhi oleh pendapatan mereka. Informasi ini penting untuk menilai seberapa penting peran pendapatan wanita dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga dan memberikan indikasi mengenai pemberdayaan wanita. Diharapkan agar pekerjaan dan pendapatan lebih memberdayakan wanita jika mereka merasa penghasilan mereka mempunyai peran penting dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangganya. Tabel 3.8 menggambarkan bagaimana tingkat pengendalian/pengaruh responden dalam penggunaan penghasilan mereka dan sejauh mana penghasilan wanita dalam memenuhi kebutuhan pengeluaran rumah tangga bervariasi menurut karakteristik latar belakang.

Tabel 3.8 menggambarkan bahwa 68 persen wanita pernah kawin memutuskan sendiri pembelanjaan pendapatan mereka, dan 29 persen memutuskan bersama dengan orang lain (kebanyakan dengan suami). Hanya 2 persen wanita yang melaporkan bahwa yang menentukan penggunaan pendapatan mereka adalah orang lain.

Tabel tersebut juga menunjukkan bahwa peran responden dalam penggunaan pendapatan mereka tidak banyak beragam menurut karakteristik latar belakang, kecuali status perkawinan. Wanita yang berstatus cerai hidup atau cerai mati jauh lebih berkemungkinan untuk memutuskan sendiri penggunaan penghasilan mereka daripada wanita yang berstatus kawin (98 persen dibanding 65 persen). Tiga puluh dua persen wanita menikah melaporkan bahwa keputusan dibuat bersama orang lain, dibandingkan dengan hanya 1 persen wanita yang cerai hidup atau cerai mati.

Ketika ditanyakan berapa proporsi pengeluaran rumah tangga yang dipenuhi oleh penghasilan mereka, 43 persen wanita mengatakan bahwa semua pengeluaran rumah tangga dipenuhi dengan pendapatan mereka dan 42 persen melaporkan kalau pendapatan mereka menyokong setengah atau lebih pengeluaran rumah tangga. Wanita usia tua, yang berstatus cerai hidup atau cerai mati, bertempat tinggal di perdesaan, dan mereka yang kurang berpendidikan lebih berkemungkinan untuk memenuhi semua pengeluaran rumah tangganya.

Lampiran Tabel A.3.6 menunjukkan adanya perbedaan antar propinsi dalam penentuan penggunaan penghasilan dan sumbangan wanita terhadap pengeluaran rumah tangga mereka. Proporsi wanita bekerja yang mendapat penghasilan berupa uang yang menentukan sendiri penggunaan penghasilannya berkisar antara 88 persen di Sulawesi Selatan dan 26 persen di Sulawesi Utara. Wanita di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara paling kecil kemungkinannya dalam menyokong semua kebutuhan rumah tangganya (masing-masing 12 dan 15 persen), sedangkan wanita di Nusa Tenggara Barat dan Bangka Belitung adalah yang paling besar kemungkinannya (masing-masing 62 dan 60 persen).

Tabel 3.9 menggambarkan kondisi wanita kawin yang bekerja dalam mengontrol penghasilannya dengan secara lebih luas lagi dalam memenuhi pengeluaran rumah tangga. Enam puluh lima persen wanita kawin menentukan sendiri penggunaan penghasilan mereka. Perlu diperhatikan, bahwa wanita yang tidak memberikan sumbangan keuangan sedikitpun terhadap pengeluaran rumah tangganya lebih berkemungkinan untuk menentukan penggunaan uangnya sendiri (80 persen) dibandingkan dengan mereka yang mencukupi semua pengeluaran rumah tangganya (67 persen).

Hampir semua wanita yang berstatus tidak kawin menentukan penggunaan uangnya sendiri (98 persen), tidak tergantung pada sumbangannya terhadap pengeluaran rumah tangga (data tidak disajikan).

Tabel 3.8 Keputusan atas penggunaan pendapatan dan sumbangan pendapatan wanita terhadap pengeluaran rumah tangga

Distribusi persentase wanita pernah kawin yang bekerja dalam 12 bulan sebelum survei yang memperoleh pendapatan berupa uang menurut orang yang memutuskan penggunaan pendapatan dan menurut proporsi pengeluaran rumah tangga yang dipenuhi oleh pendapatan, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2002-2003

–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– Orang yang membuat keputusan Proporsi pengeluaran rumah tangga

atas penggunaan pendapatan yang dipenuhi oleh pendapatan

–––––––––––––––––––––––––––––––– ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– Hanya Tak Hampir Kurang Setengah Tak

Karakteristik Diri Ber- orang ter- tdk ada/ dari atau ter- Jumlah latar belakang sendiri sama1 lain 2 jawab Jumlah tdk ada setengah lebih Semua jawab Jumlah wanita ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– Umur 15-19 68,8 18,7 7,5 5,1 100,0 4,8 7,8 43,9 43,5 0,0 100,0 142 20-24 67,2 28,5 3,0 1,3 100,0 3,6 12,5 46,2 36,0 1,7 100,0 829 25-29 65,0 32,5 1,9 0,6 100,0 3,3 14,1 44,4 37,4 0,8 100,0 1.425 30-34 67,8 29,6 2,0 0,6 100,0 2,9 12,5 46,2 37,7 0,7 100,0 1.832 35-39 66,4 31,1 0,9 1,6 100,0 2,9 10,6 40,4 45,3 0,8 100,0 1.861 40-44 69,1 28,5 1,2 1,3 100,0 2,3 7,8 39,7 49,1 1,1 100,0 1.803 45-49 72,0 25,4 1,4 1,3 100,0 2,3 8,2 38,9 50,1 0,5 100,0 1.611 Status perkawinan Kawin 64,6 32,3 1,8 1,3 100,0 2,7 11,4 44,3 40,8 0,9 100,0 8.544 Cerai hidup/cerai mati 98,2 1,2 0,3 0,2 100,0 4,1 4,2 24,9 66,2 0,6 100,0 959

Jumlah anak yang

masih hidup 0 68,7 26,5 3,9 0,9 100,0 5,0 15,9 48,3 29,1 1,8 100,0 799 1-2 68,1 29,5 1,2 1,2 100,0 2,9 10,9 44,3 41,3 0,6 100,0 4.904 3-4 66,4 31,0 1,5 1,1 100,0 2,7 9,8 39,6 46,7 1,1 100,0 2.850 5+ 71,6 23,9 2,6 1,9 100,0 1,0 7,5 34,8 55,9 0,8 100,0 950

Daerah tempat tinggal

Perkotaan 69,4 28,1 1,4 1,1 100,0 3,1 12,1 44,5 39,5 0,7 100,0 5.071 Perdesaan 66,4 30,3 2,0 1,3 100,0 2,5 9,0 39,8 47,7 1,0 100,0 4.432 Pendidikan Tidak sekolah 71,1 25,9 1,6 1,3 100,0 1,6 5,3 29,4 62,7 1,0 100,0 946 Tidak tamat SD 71,3 25,7 1,3 1,7 100,0 2,2 8,6 34,5 53,6 1,2 100,0 2.022 Tamat SD 70,0 27,3 1,7 1,0 100,0 2,2 8,8 41,3 46,9 0,8 100,0 2.766 Tidak tamat SLTP 68,0 28,8 2,1 1,1 100,0 3,2 12,8 46,4 37,1 0,5 100,0 1.268 SLTP+ 61,9 35,3 1,8 1,0 100,0 4,4 15,4 52,6 27,0 0,8 100,0 2.501 Jumlah 68,0 29,1 1,7 1,2 100,0 2,8 10,7 42,3 43,3 0,9 100,0 9.503 –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––

1 Dengan suami atau orang lain

Tabel 3.9 Kontrol wanita atas pendapatannya

Distribusi persentase wanita pernah kawin yang memperoleh pendapatan berupa uang dalam 12 bulan sebelum survei menurut orang yang membuat keputusan dalam penggunaan pendapatannya, menurut proporsi pemenuhan pengeluaran rumah tangga dengan pendapatan, Indonesia 2002-2003

Sumbangan terhadap

pengeluaran rumah tangga Sendiri Bersama suami orang lainBersama Hanya suami

Hanya orang

lain terjawab Jumlah Tak Jumlah wanita Hampir tidak ada/tidak ada 80,1 17,3 0,5 0,9 0,1 1,2 100,0 230 Kurang dari setengah 61,2 35,9 0,0 1,9 0,1 0,9 100,0 973 Setengah atau lebih 63,4 33,2 0,1 2,4 0,2 0,8 100,0 3.782 Semua 66,7 30,9 0,1 0,9 0,1 1,4 100,0 3.484

Jumlah 64,6 32,2 0,1 1,7 0,2 1,3 100,0 8.544 Catatan: Jumlah termasuk 75 wanita yang memberi informasi atas kontribusinya terhadap pengeluaran rumah tangga.

3.8 P

EMBERDAYAAN

W

ANITA

Di samping informasi pendidikan wanita, status pekerjaan, dan kontrol atas pendapatan, SDKI 2002-2003 juga mengumpulkan informasi dari wanita pernah kawin dan pria kawin mengenai beberapa ukuran lain mengenai status dan pemberdayaan wanita. Secara khusus, ditanyakan partisipasi wanita dalam pengambilan keputusan dalam rumah tangga, tingkat penerimaannya atas pemukulan terhadap isteri, dan pendapatnya tentang kemampuan seorang istri untuk menolak ‘kumpul’ dengan suaminya. Data ini menunjukkan pengertian mengenai kontrol wanita atas kehidupannya dan lingkungannya dan sikapnya terhadap peran gender secara tradisional, yang merupakan aspek penting bagi pemberdayaan wanita yang relevan dengan pemahaman perilaku demografi dan kesehatan wanita.

Dalam dokumen Indonesia Survei Demografi dan Kesehatan (Halaman 55-61)