• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II: SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH POLISI PAMONG

C. Job Descriptions

Berikut ini adalah job description pada Satuan Polisi Pamong Praja kota Pematangsiantar yang terdiri dari :

1. Kepala Satuan

Kepala Satuan PolisiPamong Praja mempunyai tugas membantu Walikota dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dibidang ketentraman dan ketertiban umum/melaksanakan perlindungan masyarakat serta penegakan peraturan daerah, peraturan walikota, keputusan walikota dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Penyelenggaraan tugas sebagaimana dimaksud tersebut di atas meliputi a. Menyusun program dan melaksanakan ketentraman dan ketertiban

umum, menegakkan peraturan daerah, peraturan walikota sebgaimana pelaksanaan peraturan daerah.

b. Melaksanakan kebijakan pemeliharaan dan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum di daerah.

c. Melaksanakan kebijakan penegakan peraturan daerah, peraturan walikota, dan keputusan walikota sebagai sebagai pelaksana peraturan daerah.

d. Melaksanakan koordinasi pemeliharaan dan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban serta penegakan peraturan daerah, peraturan walikota, dan keputusan walikota sebagai pelaksana peraturan daerah dengan aparat kepolisian Negara, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan/ataunaparatur lainnya.

e. Melaksanakan koordinasi pembinaan dan pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum serta penegakan peraturan daerah, peraturan walikota, keputusan walikota dan peraturan perundang-undangan lainnya dengan aparat kepolisian, penyidik pegawai negeri sipil dan/atau aparatur lainnya.

f. Melaksanakan pengawasan terhadap masyrakat agar mematuhi dan mentaati peraturan daerah, peraturan walikota, keputusan walikota sebgai pelaksana peraturan daerah.

g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

h. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis, di bidang perlindungan msyarakat.

i. Melaksnaakan hubungan kerja sama antar lembaga dalam rangka membina dan memelihara stabilitas politik di daerah.

j. Merumuskan kebijakan dan pelaksanaan penyelamatan korban bencana.

k. Mengelola administrasi umum, yang meliputi pekerjaan ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian dan perlengkapan/peralatan.

l. Menyusun rencana kegiatan dan fasilitas terhadap dukungan kelancaran penyelenggaraan Pemilu(Legislatif, Pilpres dan KDH).

m. Melaksanakan operasional pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

n. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan kapasitas aparatur pemadaman kebakaran.

o. Melaksanakan pendataan, monitoring, dan evaluasi terhadap objek-objek yang rawan dan rentan terjadi kebakaran.

2. Sekretaris

Sekretariat merupakan unsur staf yang di pimpin oleh seorang Sekretaris yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala Satuan. Sekretariat Satuan mempunyai tugas membantu kepala Satuan di bidang pembinaan penyelenggaraan administrasi umum dan perlengkapan, pembinaan Kepegawaian dan tata laksana, serta pembinaan administrasi keuangan.

Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Sekretariat mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan pengelolaan administrasi surat-menyurat, ketatausahaan, arsip dan perlengkapan.

b. Pengelolaan administrasi kepegawaian, keuangan dan inventaris kantor.

c. Pelaksanaan unsur rumah tangga kantor serta perawatan dan pemeliharaan asset badan.

d. Perumus anggaran operasional dan anggaran pembangunan dinas.

e. Pembinaan pegawai dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.

3. Sub Bagian Program dan Keuangan Fungsinya :

a. Menyusun rencana anggaran program dan keuangan.

b. Melaksanakan pengurusan gaji pegawai.

c. Mengkoordinir segala pungutan dan setoran pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

d. Mengkoordinir penyelesaian dan pertanggungjawaban administrasi keuangan.

e. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap aparatur pengelola keuangan.

4. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Fungsinya :

a. Menyiapkan bahan bahan dan tempat rapat.

b. Menyiapkan rencana pemeliharaan gedung dan peralatan kantor.

c. Mengarsipkan surat masuk dan surat keluar.

d. Membantu kelancaran dan pendistribusian surat menyurat.

e. Melaksanakan pengadaan, pemeliharaan alat-alat/barang-barang inventaris kantor.

f. Melaksanakan rencana dan program hubungan masyarakat.

g. Mengumpulkan, mengelola dan menyiapkan bahan/data untuk pelaksanaan tata usaha, administrasi umum barang, perlengkapan dan pelayanan perjalanan dinas.

h. Menyusun kelengkapan dan administrasi kepegawaian.

i. Membuat rencana kebutuhan pengembangan, pemindahan dan kenaikan pangkat kepegawaian.

j. Membuat daftar urut kepangkatan (DUK) PNS dilingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pematangsiantar.

k. Menyusun rencana peningkatan sumber daya aparatur melalui pendidikan formal dan informal.

l. Menyiapkan absensi kehadiran aparatur, penegakan disiplin dan pembinaan aparatur.

5. Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum

Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum merupakan unsur pelaksanaan yang dipimpin oleh seorang kepala Bidang dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada kepala Satuan. Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum mempunyai tugas membantu kepala Satuan di Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum.

Penyelenggaraan tugas sebagaimana dimaksud diatas meliputi :

a. Melaksanakan tugas Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum sesuai dengan pedoman dan petunjuk teknis Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum peraturan daerah dan peraturan walikota.

b. Mengawasi pelaksanaan peraturan daerah, peraturan walikota, dan peraturan perundang-undangan lainnya.

c. Menyusun rencana dan program kegiatan pembinaan Ketentraman dan Ketertiban Umum.

d. Melaksanakan operasi razia penertiban guna menjamin tertibnya penyelenggaran peraturan daerah, peraturan walikota dan peraturan perundang-undangan lainnya berkoordinasi dengan instansi lainnya.

e. Melaksanakan Tipiring (Tindak Pidana Ringan) terhadap pelanggaran peraturan daerah.

f. Menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan petunjuk tentang pengamanan dan penyidikan penyelenggaraan peraturan daerah serta peraturan perundang-undangan lainnya yang menyangkut Ketertiban dan Ketentraman Umum.

g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepala Satuan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

6. Sub Bidang Operasional dan Penelitian

a. Melaksanakan tugas sub bidang operasional Penertiban sesuai dengan pedoman dan petunjuk teknis sub bidang operasional penertiban peraturan daerah dan peraturan walikota.

b. Mengawasi pelaksanaan peraturan daerah, peraturan walikota, dan peraturan perundang-undangan lainnya pada sub bidang operasional penertiban.

c. Menyusun rencana dan program kegiatan sub bidang operasional penertiban pembinaan Ketentraman dan Ketertiban Umum.

d. Melaksanakan operasi razia sub bidang operasional penertiban guna menjamin tertibnya penyelenggaran peraturan daerah, peraturan walikota dan peraturan perundang-undangan lainnya berkoordinasi dengan instansi lainnya.

e. Melaksanakan Tipiring (Tindak Pidana Ringan) terhadap pelanggaran peraturan daerah sub bidang operasional penertiban.

f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepala Satuan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

7. Sub Bidang Pengamanan dan Pengawalan

Sub Bidang Pengamanan dan Pengawalan pengamanan dan pengawalan merupakan unsur pelaksana yang dipimpin oleh seorang kepala Sub bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Satuan. Sub Bidang Pengamanan dan Pengawalan pengamanan dan pengawalan mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum.

Penyelenggaraan tugas sebagaimana dimaksud diatas meliputi :

a. Melaksanakan pengamanan unsur pimpinan pemerintah kota (walikota, wakil walikota dan sekretaris daerah) beserta lingkungan kerjanya.

b. Melaksanakan pengawalan unsur pimpinan pemerintah kota.

c. Melaksanakan pengamanan dan lingkungan kerja Pemerintah daerah demi tertibnya penyelenggaraan roda pemerintah.

d. Melaksanakan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pengamanan dan pengawalan.

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Satuan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

8. Sub Bidang Pengembangan Kapasitas dan Kesamaptaan

Sub Bidang pengembangan kapasitas dan kesamaptaan merupakan unsur pelaksanaan yang dipimpin oleh seorang kepala Sub Bidang Pengembangan Kapasitas dan Kesamaptaan yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab Kepada Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Sub Bidang pengembangan kapasitas dan kesamaptaan mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja.

Penyelenggaraan tugas sebaimana dimaksud diatas meliputi :

a. Melaksanakan pengembangan kapasitas Satuan Polisi Pamong Praja yang meliputi pembinaan personil, ketatalaksanaan, sarana dan prasarana kerja sub bidang pengembangan kapasitas dan kesamaptaan;

b. Melaksanakan diklat personil Polisi Pamong Praja untuk meningkatkan keterampilan pelaksanaan tugas sub bidang pengembangan kapasitas dan kesamaptaan;

c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum sesuai dengan tugas dan fungsinya.

9. Bidang Perlindungan Masyarakat

Bidang perlindungan masyarakat merupakan unsur pelaksana yang di pimpin seorang kepala Bidang yang melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala Satuan. Bidang perlindungan masyarakat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Satuan di bidang perlindungan masyarakat.

Penyelenggaraan tugas sebagaimana tersebut di atas meliputi :

a. Melaksanakan program kerja di bidang perlindungan masyarakat.

b. Menyusun rencana operasional kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan perlindungan masyarakat.

c. Menyiapkan dan melaksanakan pelatihan pengarahan dan pengendalian Satuan perlindungan masyarakat.

d. Memberikan dukungan dan pembinaan teknis serta pelatihan kesiagaan penanganan bencana.

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Satuan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

10. Sub Bidang Potensi Masyarakat Fungsinya :

a. Melaksanakan program kerja di Sub Bidang Potensi Masyarakat.

b. Menyusun rencana operasional dan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan pada Sub Bidang Potensi Masyarakat.

c. Menyiapkan dan melaksanakan pelatihan pengarahan dan pengendalian Satuan Perlindungan masyarakat sub bidang Potensi Masyarakat.

d. Menyiapkan dan melaksanakan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat(FKMD) dalam rangka menghadapi potensi dan indikasi timbulnya bencana, baik bencana perang, bencana alam maupun bencana karena ulah manusia.

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsinya.

f. Menyiapkan dan melaksanakan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat(FKMD) dalam rangka menghadapi potensi dan indikasi timbulnya bencana, baik bencana perang, bencana alam maupun bencana karena ulah manusia pada Sub Bidang Pelatihan Masyarakat.

g. Menerima dukungan dan pembinaan teknis serta pelatihan kesiagaan penangan bencana dari Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat.

h. Melakukan sosialisasi terhadap petugas perlindungan masyarakat (LINMAS) tentang penanggulangan bencana.

11. Sub Bidang Penelitian dan Masyarakat Fungsinya :

a. Membuat program Pendidikan dan Pelatihan personil Satuan Perlindungan Masyarakat.

b. Mendata dan melakukan rekrutmen serta melakukan pendidikan dan pelatihan personil satuan perlindungan masyarakat.

c. Melakukan penelitian dan pengembagan potensi personil satuan perlindungan masyarakat.

d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsinya.

12. Sub Bidang Kesiapsiagaan Rahdal Fungsinya :

a. Melaksanakan program kerja di Sub Bidang Kesaiapsiagaan Rahdal.

b. Mensiapsiagakan petugas LINMAS dalam mendukung penanganan bencana dan pengungsian pada sub bidang Kesiapsiagaan Rahdal.

c. Membuat rambu-rambu tanda rawan/bahaya bencana alam.

d. Melaksanakan koordinasi dengan instasi terkait dalam penanggulangan bencana sesuai dengan petunjuk teknisnya.

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsinya.

13. Bidang Kebakaran

Bidang Kebakaran merupakan unsur pelaksanaan yang dipimpin seorang Kepala Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Satuan. Bidang Kebakaran mempunyai tugas menyelenggarakan Bidang pemadaman kebakaran.

Penyelenggaraan tugas sebagaimana tersebut di atas meliputi :

a. Melaksanakan tugas dan bertanggung jawab kepada Kepala Satuan dalam penyelenggaraan dan operasional pencegahan pemadaman dan penanggulangan kebakaran serta pendataan objek-objek yang rawan atau rentan terjadi kebakaran.

b. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan kapasitas aparatur pemadaman kebakaran.

c. Merumuskan dan menyusun pola, metode dan prosedur operasional pemadaman, pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

d. Merumuskan dan menyusun rencana program kegiatan pembinaan dan pengembangan kapasitas aparatur pemadam kebakaran.

e. Menyusun dan merumuskan pola dan hasil pendataan terhadap objek-objek yang rawan dan rentan kebakaran serta sebab dan akibat kebakaran.

f. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh Kepala Satuan sesuai ketentuan yang berlaku.

14. Sub Bidang Operasional Fungsiya :

a. Melaksanakan tugas dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang dalam penyelenggaraan dan operasional pencegahan pemadaman dan penanggulangan kebakaran serta pendataan objek-objek yang rawan atau rentan terjadi kebakaran pada Sub Bidang Operasional.

b. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan kapasitas aparatur pemadaman kebakaran Sub Bidang Operasional.

c. Merumuskan dan menyusun pola, metode dan prosedur operasional pemadaman, pencegahan dan penanggulangan kebakaran pada Sub Bidang Operasional.

d. Merumuskan dan menyusun rencana program kegiatan pembinaan dan pengembangan kapasitas aparatur pemadam kebakaran pada Sub Bidang Operasional.

e. Menyusun dan merumuskan pola dan hasil pendataan terhadap objek-objek yang rawan dan rentan kebakaran serta sebab dan akibat kebakaran pada Sub Bidang Operasional.

f. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh Kepala Bidang sesuai ketentuan yang berlaku.

15. Sub Bidang Penyuluhan dan Bantuan Tehnik Pemadaman

Sub Bidang penyuluhan dan bantuk teknik pemadaman merupakan unsur pelaksanaan yang dipimpin seorang Sub Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berbeda di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Kebakaran. Sub Bidang penyuluhan dan bantuk teknik pemadaman mempunyai tugas penyuluhan dan bantuan teknis pemadaman.

Penyelenggaraan tugas sebgaimana dimaksud tersebut di atas meliputi :

a. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab kepada Kepala Bidang Kebakaran dalam menyelenggarakan pemyuluhan dan bantuan teknis pemadaman, pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

b. Menyusun dan merumuskan rencana dan program kegiatan penyuluhan, sosialiasasi pencegahan, pemadaman dan penanggulangan kebakaran.

c. Menyusun dan merumuskan tata cara prosedur pemberian bantuan khusus pencegahan, pemadaman dan penanggulangan kebakaran.

d. Menyusun dan merumuskan pola hubungan kerja dengan unit kerja atau Institusi lainnya yang terkait dalam penanganan bancana.

e. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan Kepala satuan sesuai ketentuan yang berlaku.

16. Sub Bidang Pengadaan, Pengembangan, Pemeliharaan Laboratorium Sub Bidang Pengadaan, Pengembangan Pemeliharaan dan Laboratorium merupakan unsur pelaksanaan yang di pimpin seorang kepala Sub Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab Kepada Kepala Bidang Sub Bidang Pengadaan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Laboratorium mempunyai tugas melaksanakan pengadaan, pengembangan, Pemeliharaan dan Laboratorium pada Sub Bidang Pengadaan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Laboratorium.

Penyelenggaraan tugas sebagaimana dimaksud tersebut diatas meliputi : a. Melaksanakan tugas dan bertanggung jawab Kepada Kepala Bidang

Kebakaran dalam penyelenggaraan pengadaan, pengembangan, Pemeliharaan dan Laboratorium sarana dan prasarana pemadam kebakaran sub Bidang Pengadaan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Laboratorium.

b. Melaksanakan penujian dan pengkajian sarana pemadam kebakaran pada Sub Bidang Pengadaan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Laboratorium.

c. Melaksanakan pengujian dan pengkajian sebab dan akibat atas objek dan penyebab kebakaran Sub Bidang Pengadaan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Laboratorium.

d. Merumuskan dan menyusun rencana kebutuhan saranan dan prasarana pemadam kebakaran Sub Bidang Pengadaan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Laboratorium.

e. Merumuskan dan menuyusun tata cara pengembangan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran Sub Bidang Pengadaan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Laboratorium.

f. Menyusun rencana kerja pengkajian dan pengujian sarana pemadam kebakaran.

g. Menyusun rencana kerja dan merumuskan hasil pengujian dan pengkajian sebab dan akibat atas objek dan penyebab kebakaran Sub Bidang Pengadaan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Laboratorium.

h. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan Kepala Bidang sesuai ketentuan yang berlaku.

D. Jaringan Kegiatan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengembangkan pendidikan, penelitian, pengabdian, pelayanan masyarakat dan pembinaan civitas

akademika. Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara merupakan sebuah instansi yang menghasilkan jasa pendidikan non profit (tidak berorientasi pada perolehan laba), seperti perusahaan penghasil laba bagi perusahaan.

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara lebih berorientasi pada pelayanan pendidikan yang bermutu dan berkualitas, melakukan penelitian-penelitian yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan, serta melakukan kegiatan sosial berupa pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu penyelenggaraan pendidikan, pengadaan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan demikian, diharapkan lulusan-lulusan dari Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara adalah lulusan yang mempunyai kualitas yang baik dan mempu bersaing dilapangan pekerjaan nantinya.

E. Kinerja Kegiatan Terkini

Setiap perusahaan maupun instansi tentu mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan sesuai dengan tujuan perusahaan, butuh waktu untuk mencapai itu semua, begitu juga pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, fakultas terus berupaya agar tujuan yang telah digariskan oleh fakultas dapat terwujud. Tidak mudah dalam mewujudkan itu semua karena membutuhkan kerja keras yang tinggi, disiplin dan loyalitas dalam bekerja.

Pastinya untuk mendorong mencapai hasil yang maksimal diperlukan kinerja yang bermutu dan tepat. Jadi kinerja usaha terkini yang dijalankan perusahaan adalah menyelenggarakan program pendidikan dan pengajaran

terhadap mahasiswa, melakukan berbagai macam penelitian-penelitian ilmiah khususnya bidang ekonomi yang bermanfaat bagi universitas, masyarakat dan mahasiswa serta melakukan pengabdian kepada masyarakat berupa seminar-seminar kepada masyarakat, memotivasi masyarakat agar dapat hidup lebih layak dan mandiri, kegiatan bakti sosial kepada masyarakat dan lain sebagainya.

Fakultas juga terus melakukan pembinaan terhadap civitas akademika agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang benar-benar memiliki kualitas yang baik.Kegiatan-kegiatan kerohanian juga tetap dilaksanakan fakultas, seperti perayaan hari-hari besar keagamaan misalnya Natal, Paskah, Idul Fitri, dan lain-lain, sehingga para civitas akademika selalu memiliki nilai-nilai dan norma-norma keagamaan dalam menjalani hidup, serta selalu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

F. Rencana Kegiatan

Rencana kegiatan Satuan Polisi Pamong Praja antara lain adalah sebagai berikut :

1. Program pelayanan administrasi perkantoran 2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur 3. Program peningkatan disiplin aparatur

4. Program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur 5. Program peningkatan kenyamana dan keamanan lingkungan 6. Program pemeliharaan kantrantibmas

7. Program pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kemanan

8. Program peningkatan pembrantasan penyakit masyarakat (PEKAT)

SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL KAS PADA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA (SATPOL PP) KOTA PEMATANGIANTAR

A. Pengertian Sistem Pengendalian Internal Kas Pengertian Sistem

Menurut Mulyadi (2008:3), “Sistem merupakan suatu organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan manajemen guna memudahkan pengelolaaan perusahaan”.

Pengertian Kas

Dalam bahasa sehari-hari kas selalu diartikan sebagai uang tunai.

Namun dalam bahasa akuntansi istilah kas itu mengandung pengertian yang lebih luas yang menunjukkan uang dan alat pembayaran lainnya yang dapat dicairkan setiap saat, seperti cek atau money order yang secara normal dapat diterima menjadi alat pembayaran dan dapat disimpan di bank.

Menurut SAK ETAP 2009, “kas terdiri atas saldo kas di perusahaan (cash on hand) dan saldo rekening giro.Kas di perusahaan terdiri atas uang kertas dan uang logam.”

Menurut Suharli (2006 : 173), “Kas dan setara kas adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka waktu pendek dan dengan cepat

dapat dikonversi menjadi kas dalam jumlah tertentu tanpa harus menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan”

Keberadaan kas dalam entitas sangat penting karena tanpa kas, aktivitas operasi perusahaan tidak dapat berjalan.Entitas tidak dapat membayar gaji, memenuhi utang yang jatuh tempo dan kewajiban lainnya.Entitas harus menjaga jumlah kas agar sesuai dengan kebutuhannya. Jika jumlah kas kurang, maka kegiatan operasional akan terganggu. Terlalu banyak kas, menyebabkan entitas tidak dapat memanfaatkan kas tersebut untuk mendapatkan imbal hasil yang tinggi.

Kas termasuk instrumen keuangan dalam klasifikasi aset keuangan.Kas merupakan alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan entitas. Kas terdiri atas uang kartal yang tersimpan dalam sebuah entitas, uang tersimpan dalam rekening bank dan setara kas. Kas secara umum digunakan sebagai alat pembayaran untuk aktivitas operasi persahaan tanpa suatu pembatasan.Ada kalanya kas dimilliki untuk tujuan tertentu sehingga tidak bebas digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan.

Kas tersusun dari simpanan komersial dan rekening di bank atau di tempat lain serta pos-pos yang ada dalam perusahaan dipergunakan sebagai media tukar, atau yang dapat diterima sebagai setoran oleh bank dengan nilai yang tercantum didalamnya. Kas merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan operasional perusahaan karena itu diperlukan suatu penggolongan yang lebih cermat dan lebih teliti.

Dengan kas yang dimiliki, perusahaan dapat membeli dagangan tersebut ke pelanggan, yang sebagian besar dilakukan secara kredit timbullah piutang usaha; piutang usaha ini lalu ditagih (dikonversi) menghasilkan kas; dan seterusnya dimana siklus akan berulang kembali.

Banyak sekali transaksi yang baik secara langsung ataupun tidak langsung memengaruhi penerimaan dan pembayaran kas.Untuk mengamankan kas dan menjamin keakuratan (ketepatan penyajian) atas catatan akuntansi kas, pengendalian iternal yang efektif atas kas mutlak diperlukan.

Dari pengertian kas di atas, penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:

a. Yang termasuk golongan kas terdiri atas :

1. Uang Tunai (uang kertas dan uang logam) Uang tunai adalah seluruh alat pembayaran yang sah dan wajib diterima oleh siapa saja sebagai alat pembayaran.

2. Dana yang Tersedia di Bank Maksud dari dana yang tersedia di bank adalah simpanan yang setiap saat dapat diambil dan dikeluarkan untuk pembayaran.

3. Cek Cek yang diterima dari pihak lain sebagai alat pembayaran dan cek tersebut setiap saat dapat dicairkan di bank.

4. Cek Perusahaan Cek perusahaan adalah surat perintah pada bagian keuangan untuk mengeluarkan uang bagi pihak-pihak lain dalam perusahaan itu sendiri untuk membayar kepada pihak lain.

5. Cek Dalam Perjalanan Cek dalam perjalanan adalah cek yang dikeluarkan oleh perusahaan kepada pihak lain tetapi belum di uangkan di bank.

6. Simpanan Uang di Bank-bank Luar Negeri Simpanan uang di bank-bank luar negeri yang tidak dikenakan pembatasan penarikannya. Saldo simpanan ini dalam neraca dilaporkan dalam mata uang rupiah sebesar nilai kursnya.

7. Hal-hal Lain yang Dapat Disamakan Dengan Uang Terdiri dari surat-surat yang dapat diuangkan setiap saat di bank, dimana bank bersedia membayar seperti nominal yang tertera dalam surat tersebut.

b. Yang tidak termasuk golongan kas terdiri atas :

1. Cek mundur

2. Pembayaran-pembayaran yang dimuka 3. Surat berharga jangka pendek

4. Perangko dan materai 5. Deposito berjangka

6. Kas yang disisihkan untuk tujuan tertentu dan sifatnya terkait seperti dana pensiun, pelunasan obligasi dan pembayaran deviden 7. Wesel tagih

Berdasarkan pengertian kas yang telah diuraikan diatas, maka pada Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) kas bersifat penting

melakukan transaksi terutama dalam pengeluaran dan pemasukan yang berhubungan dank kas. Dan pada SATPOL PP terdapat golongan kas seperti uang tunai, dana yang tersedia di bank, cek yang diterima dari

melakukan transaksi terutama dalam pengeluaran dan pemasukan yang berhubungan dank kas. Dan pada SATPOL PP terdapat golongan kas seperti uang tunai, dana yang tersedia di bank, cek yang diterima dari

Dokumen terkait