C. Laporan K euangan PSAK
5. K euangan Paroki
Keuangan paroki ada lah uang dan harta benda gerejaw i la in yang dikelola oleh Dewan Paroki (Pedom an Keuangan Dan Akuntansi Paroki, Bab II, Pasal 1, Ayat 1). Sum ber keuangan berasa l dari kolekte um um dan persem bahan setelah dikurangi kewajiban setor Dana Solidaritas Paroki, 25% dari Dana Aksi Puasa Pem bangunan (APP), kolekte khusus yang disele nggarakan untuk tujuan tertentu berdasarkan keputusa n Uskup, persem bahan khusus yang disele nggarakan berda sarkan keputu san Dewan Paroki, sum banga n bebas, sum bangan denga n m aksud terte ntu, subsidi dari Keuskupan, Lem baga Gerejawi, dan Lem baga D onor yang
lain, dan usaha pengum pulan uang yang dise lenggarakan berdasarkan keputusan Dewan Paroki. Setiap usaha penggalanga n dana pada tingkat paroki harus disetujui ole h Dewan Paroki. Sum ber Keuangan harus direncanakan dalam Rancangan Anggaran Inve stasi (RAI) tahunan (Pedom an Keuangan dan Akunta nsi Paroki, Bab II, Pasal 4).
Penanggungjawa b keuangan paroki secara legal-form al ada lah Pengurus Gereja dan Papa M iskin (PGPM ) Paroki. Pengelolaan keua ngan paroki adalah Benda hara Dewan Paroki.
a. Fungsi harta benda dalam G ereja
M agisterium Konsili Vatikan II m enegaska n bahwa gereja m em butuhka n material resource untuk m engem ban karya perutusannya di dunia. Bahkan kebutuhan akan da na itu sangat esensial untuk m enye lenggaraka n peribada tan, m e m biayai penghidupan yang laya k bagi para klerikus, da n para petugas gerejawi lainnya, serta untuk karya karitatif bagi m ereka yang berkekurangan.
Kanon 1254 ayat 1 m enegaska n bahwa hak asli gereja untuk m em peroleh, m em iliki, m engelola, dan m engalih m ilikkan harta benda dim aksudkan sem ata-m ata untuk m engejar tujua n-tujuan khas gereja, pertam a, untuk m engatur ibada t ilahi (pem bangunan dan pem eliharaan tem pat-tem pat peribadatan, m enyelenggarakan perlengkapa n peribadatan), kedua, m em beri penghidupan yang layak bagi para klerikus serta pelayanan lain yang m engabdikan hidupnya bagi pe layanan gereja, kem udia n yang ketiga, m elaksana kan karya
-karya kerasulan suc i (pewartaan dan pendidikan), dan yang keem pat, m elaksanakan karya am al kasih, terutam a bagi para m iskin (keluarga m iskin, rum ah sakit, panti asuha n, anak jalanan, para pengungsi). b. Prinsip-prinsip keuangan paroki
Pengelolaan ke uangan paroki m engacu pada Pedom an Da sar Dewan Paroki (PDDP) Keuskupan Agung Sem arang 2004 dan Petunjuk Teknis Keuangan dan A kuntansi Paroki (PTKAP) 2008 yang berprinsip : terkendali, transparasi, akunta bilitas, kredibilitas, solidarita s, dan subsidiaritas.
1) Terkendali berarti ada prioritas penggunaan sesuai dengan batas-batas kem am puan paroki.
2) Transparansi (tem bus pandang) berarti dapat dite lusuri dan dicek kebenarannya oleh siapa saja.
3) Akuntabilitas (tanggung-gugat) berarti dapat dipertanggung-jawabkan perhitungan dan juga pem anfaatnnya, khususnya sewaktu serah terim a tugas.
4) K redibilitas berarti da pat dipercaya dan ada laporan dipertanggung-jawa bannya.
5) Solidaritas berarti rela berbagi untuk m em bantu kepa da sesam a yang m em butu hkan.
6) Subsidiaritas berarti m em beri bantuan kepada yang berkekurangan de ngan m em berikan solidaritas dari kekura ngan
atau keterbata sannya dan wa jib m enerim a solidaritas dari lem baga lain dia tasnya.
c. Sumber keuangan paroki
K olekte, yaitu persem bahan dari um at yang berupa ua ng yang dikum pulkan pada waktu M isa/ ibada t di gereja/ kapel/ wilayah/ lingkungan, kecuali dana yang harus dikirim kan ke Kepausa n atau Keuskupan atau Kevikepan se suai aturan ya ng berlaku m aka:
1) Kolekte di gereja paroki dikelola oleh De wan Paroki dihitung oleh petugas tata tertib/kolektan yang bertugas pada waktu itu dengan m engisi formulir lapor an penghitungan yang disediakan (ada rincian pecahan m ata uang dan tanda tangan para penghitung).
2) Kolekte kedua dim aksudkan untuk m engum pulkan dana guna pem eliharaan dan perbaikan sarana fisik gereja (Kolekte Pem bangunan).
3) Kolekte di gereja stasi dike lola oleh Pengurus Stasi
4) Kolekte M isa/ibadat dilungkunga n; 50% untuk lingkungan da n 50% untuk paroki
5) Kolekte M isa di kapel dipergunakan untuk biaya operasiona l kapel tersebut.
6) Kolekte M isa W ilayah (yang tida k selalu disele nggarakan di kapel W ila yah) dike lola oleh lingkunga n yang ketem pata n.
7) Dana Parkir sepenuhnya dikelola oleh Tim Parkir yang m enjaga dan dilaporkan dalam buku pendapatan parkir. Alokasi dana parkir diperuntukan bagi petugas keam anan (20%), kegiatan M udika (50%), dan petugas parkir (30%).
8) Upacara pernikahan dengan vide o shooting dan m enggunaka n listrik di gereja, diperlukan biaya tam bahan be ban listrik, m inim al Rp100.000.
9) Stipendium untuk M isa di ke luarga karena perm intaan khusus
ditanggung ole h piba di/keluarga yang m em inta.
10)Iurastolae perkawinan dan pela yanan sakram en lainnya diatur
sendiri berdasarkan kem am puan pem ohon dan jika m engundang Rom o tam u m aka iurastolae perkawinan m enjadi tanggunga n pribadi.
11)Pastor Kepala bertanggungjawab a tas adanya kas kecil yang dipercaya / dipe gang Sekretaris Ka ntor Paroki.
d. Amplop Persembahan H ari Raya (Natal da n Pekan Suci Paskah), Yaitu persem bahan dari um at karena ungkapan syukur atas karunia yang diterim annya (Natal = ungkapan syukur karena Kelahiran Yesus Kristus) dikelola oleh Panitia ad hoc dan dipertanggungja wabkan keseluruhannya (pem asukan dan pengeluaran) kepa da Dewan Paroki dalam laporan evaluasi da n pertanggungjawaban panitia ad hoc.
1) Sum bangan Sukarela dari um at
2) Sum bangan dari pihak lain yang tidak m engikat 3) Usaha-usaha la in yang disetujui ole h Dewan Haria e. Pengaturan pengelolaan keuangan paroki :
1) Sem ua rekening keuangan paroki atas nam a Pastor Kepala Paroki (Rekening I) dan dipe gang oleh Bendahara 1 Dewan Paroki 2) Sem ua rekening keuangan pem bangunan a tas nam a Pastor Kepa la
Paroki (Rekening II) dan dipegang ole h Bendahara 1 Dewan Paroki.
3) Sem ua rekening keuangan Bidang Pelayana n Kem asyarakatan, khususnya Apem pas, atas nam a Pastor Kepala Paroki da n dipegang oleh Koordinator T im Kerja Apem pa s dan hasil bunga nya dike lola oleh Bendahara 1 Dewan Paroki.
4) Sem ua Rekening keuangan Bidang Pelayanan Kem asyarakatan lain, khususnya P4M (Panguyuban Pelaya nan Pangrukti-laya Paroki M edari), atas nam a Pastor Kepala Paroki dan dipegang oleh Koordinator T im Kerja dan dikum pulkan m elalui Bendahara P4M .
5) Pengam bilan uang dari rekening diusulkan oleh Bendahara 1 dan diketa hui oleh Ketua Dewan Paroki paling lam bat 3 (tiga) hari sebelum dibutuhka n.
f. Laporan K euangan
1) Pengurus L ingkungan wajib m em buat laporan keuangan da n m elaporkan secara bulana n kepada um at di lingkungan, ketua wilayah, dan dewan paroki. Laporan Keua ngan Bulana n Lingkungan disam paika n kepada Benda hara 1 Dewan Paroki paling lam bat M inggu II pada bulan berikutnya.
2) Berdasarkan asas transparasi dan kredibilitas m aka kelom pok kategoria l dalam Paroki W ajib m em buat laporan keuangan da n m elaporkan secara bulanan kepada anggota kelom pok kategorial, Dewan Paroki, dan piha k lain yang berkepentingan.
3) Dalam kondisi tertentu, Dewan Paroki dapat m em berikan subsidi kepada lingkungan dan atau ke lom pok kategorial. M ekanisme pem berian subsidi ini ditentukan oleh Rapat Dewan Harian dengan m em pertim bangkan :
4) Usaha pengga lian/pengum pulan dana untuk kepentinga n lingkungan (atau kelom pok ka tegoria l) yang m eliba tkan um at di luar lingkunga n (atau yang bukan anggota ke lom pok ka tegoria l tersebut) harus m endapatkan persetujua n tertulis dari Dewan Paroki.
5) lingkungan dan ke lom pok kategorial m em buat RAPB tahuna n dan disam paikan kepada Dewan Paroki.
g. Prosedur Pengajuan Proposal Dan Pertanggungjaw aban Biaya Tim K erja /Panitia:
1) Tim Kerja / Panitia ad hoc wa jib m em buat proposal kegiata n sebelum m em inta uang dari Bendahara Dewan Paroki.
2) Proposal ke giatan m inim al m encakup : a) Tujua n Kegiatan
b) Target/Sasaran peserta yang m encakup kelom pok pe serta yang dituju dan jum lah peserta yang diharapka n.
c) Penanggungjawa b d) Pelaksana Kegiata n
e) W aktu / lam a penyele nggaraan f) Tem pat Kegiatan
g) Teknis pelaksanaan, conoh; dengan m engundang pem bicara dari luar paroki. (dalam hal ini harus dise butkan nam a pem bicarannya).
h) Rancangan Anggaran Penerim aan dan Biaya Kegia tan. Rancangan harus dibuat cukup rinc i supaya tidak terlalu banyak penjelasan lisan.
i) Ditandatanga ni oleh Koordinator Tim Kerja dan Ketua Bidang.
3) Proposal dibuat rangkap 2 (dua) dan diserahkan kepada Bendahara Dewan Paroki pa ling lam bat 14 (em pat belas) hari sebelum kegia tan dilaksana kan serta disim pan seba gai arsip.
4) Proposal kegiatan harus m endapat persetujua n tertulis dari Ketua dan Bendahara Dewan Paroki.
5) Bendahara Dewan Paroki m em eriksa kegiatan yang aka n dilaksanakan apa kah terda pat dalam ke giatan/program kerja yang telah disahkan da lam rapat Dewan Paroki Pleno.
6) Ketua dan Bendahara Dewan Paroki dapat langsung m em berikan persetujuan proposal ke giatan, apabila :
7) Ketua dan Bendahara Dewan Paroki dapat m em berika n persetujuan proposal ke giatan setela h m elalui rapat Dewan Paroki Harian, apabila:
8) Setelah proposal ke giatan dise tujui, pelaksana kegiatan dapa t m enerim a uang yang diperlukan secara be rtahap sesuai denga n kebutuhan.
9) Untuk m enerim a uang, pela ksana kegiatan m enga juka n perm intaan de ngan m engisi bon sem entara sem entara rangkap 2 (dua).
10)Bendahara Dewan Paroki menyerahkan uang dan tindasan bon sem entara kepada pelaksana kegiatan
11)Bon Sem entara harus dipertanggungjawabkan oleh pelaksana kegiatan pa ling lam bat 7 (tujuh) hari setelah ke giatan tersebut selesai dilakukan.
12)Setelah kegia tan selesa i dilakuka n, pelaksana ke giatan wajib m em buat laporan pertanggungjawa ban yang m encakup evalua si,
laporan pe laksanaan kegiata n, dan laporan anggaran penerim aan dan biaya kegiatan yang diserta i dengan bukti-bukti.
h. Review Penelitian Sebelumnya
Pandiangan (2013) m elakukan penelitian tenta ng evaluasi penyajian laporan keuanga n pada organisasi nirlaba yang berlokasi di gereja huria kristen batak prote stan (HKBP) yogya karta, dapat m enyim pulkan bahwa berdasarkan uraia n dan analisis penyajian laporan keuanga n Gereja Huria Kristen Batak (HKBP) Yogyakarta diketa hui bahwa penyajian laporan keuanga n Gereja HKBP bel um tepat berda sarkan kete ntua n PSAK N o.45. hal ini dikarenakan pihak gereja belum m engetahui adanya standar keuangan organisasi nirlaba.
Birowo (2009) m ela kukan penelitian te ntang kem ungkinan penerapan PSAK No.45 dalam penya jian la poran keuangan pada organisasi nirlaba yang berloka si di perhim puna n IDEA, da pat m enyim pulkan berdasarka n data -data lapora n keuangan perhim punan IDEA bahwa PSAK No.45 da pat diterapkan dalam laporan keuangan. Noventa (2009) m elakukan penelitian evalua si sistem pengenda lian intern penge lolaan kas pada organisasi nirla ba yang berlokasi pada Gereja Santo Antonius M untilan, dapat m enyim pulkan berdasarkan fakta-fakta yang ditem uka n bahwa secara um um gereja santo antonius m untilan telah m elakukan pengenda lian denga n baik yang ditunju kkn dari ba nyaknya kesesuaian antara fakta dengan
kriteria atau teori berda sarkan petunjuk teknis keuangan dan akuntansi paroki (PTKAP).
BAB III
M ETO DE PENELITIAN