• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAN K.H YUSUF MANSUR

B. K.H MUHAMMAD ARIFIN ILHAM 1 Tanggapan Audiens Pria

Dalam menanggapi ceramah ustadz Arifin Ilham, Rifqi hanya mengulas sebagian isi dari ceramah da’i tersebut, sebagai berikut.

Kita hendaklah tidak berbuat sesuka hati karena manusia hidup tidaklah lama dan mati tidak pernah terduga. Oleh sebab itu kita harus melihat diri kita apakah sudah sesuai dengan ajaran-ajaran rosul ataukah belum. Serta senantiasa menghormati orang tua (Mohammad Maulana Rifqi).

Berbeda dengan Rifqi, Mubarok dalam menanggapi ceramah ustadz Arifin Ilham, ia lebih tersentuh oleh nasihat ustadz Arifin Ilham tentang keutamaan salat tahajjud, sebagai berikut.

Isi pidatonya menyadarkan kita bahwa sholat malam (tahajud) sangat bermanfaat, selain doa kita diijabah, orang yang menjalankan tahajud atau penikmat tahajud adalah orang yang dipilih oleh Allah, dengan kata lain adalah orang pilihan (Ibnu Mubarok). Selanjutnya, Afif dan Khoiruddin lebih tertarik menanggapi ceramah ustadz Arifin Ilham tentang pentingnya tekun beribadah dan senantiasa bersyukur kepada Allah agar dapat merasakan kenikmatan hidup yang sejati, sebagai berikut.

Dari pidato tersebut kita menjadi tahu, bahwa untuk mencapai surga Allah kita harus taat beribadah kepada Allah. Untuk mendapatkan surga-Nya Allah tidaklah sulit jika kita taat beribadah kepada Allah dan mensyukuri segala karunia yang diberikan Allah, karena janji Allah itu pasti. Rasa syukur terhadap apa yang telah diberikan Allah kepada kita menjadikan hidup terasa lebih nikmat (Afif Jamaludin).

Taat beribadah dan mensyukuri nikmat Allah kunci untuk mendapatkan surga Allah (Khoirudin).

Sementara iu, Nurma dan Bahtiyar, lebih tertarik menanggapi cearamah ustadz Arifin Ilham tentang politik dan kepemimpinan. Hal yang memprihatinkan dari kepemimpinan politik adalah sangan dominannya kepentingan duniawi sehingga tidak mudah didapatkan pemimpin yang konsisten memperjuangkan nasib rakyat dalam kerangka bertakwa kepada Allah sehingga terhindar dari praktik korupsi dan perilaku tercela lainnya.

Dalam pidato tersebut ada kata bermakna "Tiada lawan dan kawan yang abadi kecuali kepentingan abadi", kita harus selalu mementingkan kepentingan orang lain juga, karena bila menginginkan pemimpin

yang baik dan budi pekerti harus memilih dari hati nurani kita sendiri (Nurma Adi S).

Pidato ini berisi tentang politik masa kini yang cenderung tak lahirkan pemimpin istiqomah. Maka dari itu kita berharap suatu saat Allah hadirkan di negeri tercinta ini pemimpin teladan, istiqomah dalam ketakwaan kepada-Mu (M. Bahtiyar Hamzah).

2. Tanggapan Audiens Wanita

Dalam meanggapi ceramah ustadz Arifin Ilham, Retno, Uswatun, dan Solikhah sependapat bahwa isi pidatonya sangat menarik dan inspiratif , yakni dapat mendorong para pendengar/pembaca untuk senantiasa melakukan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Hal yang demikian ini dapat dilihat dalam kutipan-kutipan berikut.

Isi pidatonya sangat menarik bahasanya mudah dipahami terdapat sedikit majas. Isinya sangat menginspirasi (Retno Indriastuti).

Isi pidatonya sangat menarik , kerena menginspirasi manusia untuk berbuat yang lebih baik dalam bekal masuk surga dan kita dapat memperbaiki perbuatan yang telah kita lakukan sehigga kita termasuk golongan penghuni surga (Uswatun Hasanah). Ceramah yang disampaikan oleh ustadz Arifin Ilham tersebut sangat inspiratif dan sangat mendorong para pendengar/pembaca untuk senantiasa melakukan semua perintah Allah, salah satunya yaitu untuk menjadi seorang senantiasa menjadi hamba Allah yang bertakwa maksudnya menjadi seorang hamba Allah/manusia yang senantiasa menjauhi larangannya dan menjalani semua perintah Allah Swt. (Mirfatus Solikhah).

Sementara itu, Rahma lebih tertarik pada ceramah ustadz Arifin Ilham yang membahas tentang pentingnya kualitas atau mutu umat. Umat yang berkualitas meskipun

jumlahnya sedikit dapat mengalahkan umat yang jumlahnya lebih banyak tetapi tidak berkualitas. Di antara tanda umat yang berkualitas adalah rajinnya umat itu dalam bertahajud. Selain itu, Rahma juga menyatakan bahwa bahasa yang digunakan oleh ustadz Arifin Ilham agak sulit dipahami, namun demikian ia tetap mengaku suka isi pidatonya yang cukup unik, yang boleh jadi tidak bisa diperoleh dari da’i-da’i yang lain.

Saya mendapat beberapa point yang menurut saya menarik untuk saya terapkan dalam diri saya yaitu “Betapa banyak kelompok yang sedikit, tetapi berkualitas (mukminin) mengalahkan kelompok yang banyak, tetapi sekadar kuantitas (kafirun, munafiqun, fasiqun, musyrikun, zhalimun)”. Jika hanya memiliki kuantitas tanpa memiliki kualitas seperti tidak ada apa- apanya. Karena memang tidak dapat dipungkiri bahwasanya di mana-mana kualitas itu selalu diutamakan.

Pidato di atas menjelaskan bahwasannya “semua orang dapat bangun di malam hari, namun tidak semua orang bisa melaksanakan tahajud”. Benar adanya jika seperti itu, karena itu pun terjadi dengan saya. Saya sendiri tidak tahu persis kenapa semenjak saya masuk PTN saya menjadi susah untuk melaksanakan tahajud, padahal sebelumnya tidak demikian.

Bahasa yang digunakan dalam pidato tersebut sulit untuk dipahami dan penjelasan disetiap pointnya kurang rinci. Namun terlepas dari itu semua saya suka pidato di atas karena telah memberi satu dua pelajaran bagi saya yang belum tentu bisa aku dapat dari media lain (Rahma Nurmizsuari).

Agak berbeda dengan Rahma, menurut Eva justru bahasa yang digunakan ustadz Arifin Ilham dalam pidatonya sangat mudah dipahami dan dapat mendorong dan

menginspirasi umat muslim untuk melakukan solat sunat tahajud.

Menurut pendapat saya isi dari ceramah ustadz Muhammad Arifin Ilham tersebut sangat bagus, menarik dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari kita, bahasa yang digunakannya mudah dipahami dan dapat mendorong dan menginspirasi umat muslim untuk melakukan solat sunat tahajud ini sholat tahajud merupakan solat yang dilakukan di sepertiga malam setelah bangun tidur dan merupakan doa yang sangat mustajab apabila kita berdoa kepada Allah, karena malaikat pada turun ke muka bumi .terkadang seseorang melakukan sholat tahajud hanya pada saat akan meminta sesuatu kepada Allah. sedangkan pada waktu sehari-hari manusia tidak mau melaksanakannya kita harus berusaha untuk mengerjakan solat sunat tahajud agar kita bisa mendekatkan diri kepada Allah swt. (Eva Nuraeni).

Selanjutnya, Nona lebih tertarik menyoroti ceramah ustadz Arifin Ilham yang terkait dengan kepemimpinan yang lahir dari dunia politik, sebagai berikut.

Isi pidato yang berjudul “Politik Masa Kini Cenderung Tak Lahirkan Pemimpin Istiqomah”, sangat cocok untuk zaman yang seperti ini, karena kita sendiri mengetahui bagaimnana pemimpin-pemimpin kita mengatasi masalah masyarakat yang selalu menginginkan keadilan (Nona Hartini Kader).

Adapun Indri, Kurnia, dan Ulya lebih tertarik mengulas ceramah ustadz Arifin Ilham berkenaan dengan pentingnya teman yang baik dalam kehidupan, karena teman itu akan sangat mempengaruhi jalan hidup seseorang.

Kita harus bisa memilah-milah teman yang baik untuk kita dan yang dinamakan sahabat adalah teman yang selalu ada untuk kita tanpa melihat keadaan kita (Indri Sulistiani).

Teman sejati adalah teman yang tulus baik saat di depan kita mupun dibelakang kita (Kurnia Fajarita).

Sesempurna apapun hidup kita, kita pasti butuh teman (Ulya Afifiyah).