BAGIAN 5 PARAGRAF
5.4 Syarat-Syarat Membangun Paragraf
5.4.2 Kepaduan (Koherensi)
Paragraf yang padu adalah paragraf yang hubungan antar kalimatnya terjalin dengan singkron atau
(1) Pekanbaru merupakan salah satu kota yang berada di wilayah Provinsi Riau yang penduduknya mayoritas berasal dari suku Minang, Melayu, Jawa, Batak, dan sebagian kecil dari suku-suku lain yang ada di Indonesia. (2) Dari beberapa suku yang ada, suku Minangkabau merupakan suku yang dominan di kota tersebut. (3) Masyarakat Minangkabau dikenal dengan masyarakat yang suka merantau dan berdagang. (4) Dengan kondisi yang demikian, masyarakat Kota Pekanbaru tergolong masyarakat yang multi etnik. (5) Hal ini akan membawa dampak pada kondisi kebahasaan di Kota Pekanbaru.
berkesinambungan. Kesinambungan ini akan terbentuk apabila antara kalimat yang satu dengan kalimat yang berikutnya terkait dengan erat sehingga pergerakan dari satu kalimat ke kalimat berikutnya berjalan logis dan mulus.
Sebuah paragraf yang tidak padu akan terkesan hubungan antara kalimat yang satu dan kalimat berikutnya seolah-olah terasa terputus dan berdiri sendiri-sendiri. Kondisi paragraf seperti ini akan membuat pembaca relatif sulit untuk memahami wacana tersebut. Jika demikian halnya, gagasan yang disampaikan oleh penulis dalam tulisannya terkadang tidak sampai kepada pembaca.
Agar kalimat-kalimat yang membangun paragraf tersebut terjalin padu, penulis dapat merunutkan divisi gagasan penjelasnya dengan logis.
Contoh:
Sumber : Keraf (1989)
(1) Masalah pembakuan bahasa itu mengenal telaah dalam, yang menyangkut sistem bahasa itu sendiri, misalnya di bidang ejaan, tatabahasa, tatanama, tataistilah, dan perkamusan. (2) Telaah yang terakhir ini termasuk bidang sosiolinguistik atau linguistik sosial. (3) Di samping itu, pembakuan bahasa juga mengenal telaah luar yang menyangkut fungsi bahasa baku dalam suatu mansyarakat dan sikap masyarakat itu terhadap bahasa yang baku tersebut. (4) Telaah ini termasuk bidang linguistik deskriptif.
Paragraf di atas merupakan paragraf yang tidak koheren (padu) karena kronologis dari divisi gagasannya tidak runtut.
Selain dengan meruntutkan divisi gagasannya, sebuah paragraf juga dapat dikoherensikan dengan cara berikut, yaitu: (1) repetisi (mengulang) kata-kata kunci, (2) mengganti (subsitusi) kata-kata kunci, dan (3) menggunakan kata penghubung atau kata transisi antar kalimat.
5.4.2.1 Repetisi (Pengulangan) Unsur-Unsur Pokok Tertentu
Pengulangan unsur-unsur tertentu merupakan sarana pengait antara kalimat yang satu dengan kalimat berikutnya. Pengulangan dapat berupa kata, frasa, atau unsur lain yang merupakan pokok pembicaraan (kata atau frasa kunci).
Contoh:
Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat efektif bagi manusia. Melalui bahasa, setiap orang dapat berinteraksi dengan mudah dan efektif dengan mitra komunikasinya. Bisa kita bayangkan, kalau di dunia ini tidak ada bahasa, manusia tidak akan bisa maju dan berkembang. Tanpa bahasa, manusia juga tidak akan bisa mengekspresikan keberadaan dirinya kepada manusia lainnya.
Dengan mengulang kata bahasa pada setiap kalimat, akan terasa kalimat pertama berkaitan dengan kalimat kedua, kalimat kedua berkait dengan kalimat ketiga, dan kalimat ketiga berkait dengan kalimat keempat. Dengan demikian, akan terjalin kesinambungan antar kalimat dalam paragraf terbut.
Pengulangan tidak musti hanya pada kata yang sama pada setiap kalimat. Pengulangan dapat saja dilakukan dengan cara bervariasi. Hal tersebut, bergantung pada unsur mana yang menjadi pokok pembicaraan dalam suatu kalimat pada paragraf tersebut.
Contoh:
5.4.2.2 Subsitusi (Penggantian) Unsur-Unsur Pokok Tertentu
Agar paragraf yang dibangun koheren, dapat juga dilakukan dengan mengganti unsur-unsur pokok (kata Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah paragraf adalah kepaduan yang baik antar kalimat dalam paragraf tersebut. Kepaduan yang baik itu akan terjadi apabila hubungan timbal-balik antar kalimat yang membangun paragraf tersebut terjalin kuat dan utuh sehingga mudah dipahami. Pembaca dengan mudah mengikuti jalan pikiran penulis tanpa harus membaca berulang-ulang. Apabila pembaca harus berulang-ulang membaca sebuah paragraf, berarti paragraf tersebut merupakan paragraf yang tidak koheren (padu).
atau frasa kunci) dalam paragraf. Unsur-unsur pengganti tersebut tetap merujuk pada kata atau frasa kunci yang terdapat pada kalimat utama. Jika kata kuncinya berupa sosok seorang tokoh, artis, atau profesi lainnya, kata tersebut dapat diganti dengan dia, beliau, ia, dan identitas lain yang melekat pada orang tersebut. Selanjutnya, jika kata kuncinya bukan manusia, dapat diganti dengan kata penunjuk ini, itu, hal tersebut, dan bentuk pengganti lain yang mempunyai ciri yang tersirat pada kalimat sebelumnya. Seperti kata nasi, dapat diganti dengan makanan pokok ini, makanan berkarbohidrat tersebut, dan sebagainya.
Contoh:
5.4.2.3 Menggunakan Kata atau Frasa Penghubung antar Kalimat
Selain dengan cara repetisi dan mengganti unsur-unsur pokok (kata atau frasa kunci), keterkaitan antar
Herman Abdullah adalah mantan Wali Kota Pekanbaru. Beliau menjabat sebagai Wali Kota selama dua periode. Pada masa pemerintahannya, kota pekanbaru terlihat bersih dan pembangunannya berkembang sangat pesat. Selang beberapa tahun setelah masa jabatannya sebagai wali kota berakhir, laki-laki yang berkharisma tinggi ini mencalonkan dirinya sebagai Gubernur Riau. Namun, setelah dilakukan pemilihan, akhirnya suami Evi Meiroza ini harus merelakan jabatan tersebut ke lawan politiknya.
kalimat dalam paragraf juga dapat dilakukan dengan menggunakan kata atau frasa penghubung antar kalimat.
Berkenaan dengan kata atau frasa penghubung tersebut terdapat bebera jenis. Seperti yang terlihat pada tabel berikut.
Tabel 3
Senarai Kata dan Frasa Penghubung Sebagai Pengait antar Paragraf No.
Fungsi
Contoh Kata dan Frasa Menyatakan
hubungan
1 sebab-akibat karena itu, oleh sebab itu, oleh karena itu, akibatnya
2 hasil dengan demikian, jadi 3 pertambahan berikutnya, kemudian, selain
itu, lagi pula, selanjutnya, dan tambahan lagi
4 proses mula-mula, setelah itu, kemudian, lalu, akhirnya 5 perbandingan dalam hal yang sama, lain
halnya dengan, sama halnya dengan, lebih baik dari itu, berbeda dengan itu, begitu juga dengan
6 pertentangan akan tetapi, bagaimanapun, meskipun begitu, walapun demikian, namun, sebaliknya 7 tempat berdekatan dengan itu, di
belakangnya, di seberang sana,
tak jauh dari situ, beberapa meter ke belakang, dan lain-lain 8 waktu baru-baru ini, tak lama
kemudian, beberapa hari yang lalu, satu tahun yang lalu, dan lain-lain
9 syarat agar ..., supaya ..., guna ...
10 tujuan untuk ..., untuk itu, untuk maksud itu
11 singkatan singkatnya, pendeknya, ringkasnya, pendek kata, sebagai simpulan
lihat juga finoza (2013) dan Wiajayanti, dkk. (2014)
Untuk lebih memantapkan pemahaman mengenai pemakaian kata atau frasa penghubung tersebut, dapat dilihat contoh-contoh paragraf berikut.
Contoh (1) menyatakan hubungan sebab-akibat
Akhir-akhir ini kasus pembegalan di Kota Pekanbaru relatif tinggi. Para pelaku tidak segan-segan mengambil dengan paksa kenderaan bermotor korbannya. Selain itu, kadang-kadang korban juga dipukul dan disiksa, bahkan dibunuh. Oleh sebab itu, apabila menggunakan sepeda motor, Anda harus berhati-hati. Usahakan jangan melewati tempat yang sunyi, terutama di malam hari.
Contoh (2) menyatakan hubungan hasil
Contoh (3) hubungan pertambahan
Saat ini marak terjadi penebangan pohon secara liar yang dilakukan oleh cukong-cukong yang tidak bertanggung jawab. Para cukong tersebut seenaknya saja membabat hutan tanpa menanaminya kembali. Selain itu, tanah-tanah kini juga telah kehilangan fungsinya sebagai sumber resapan air karena pembangunan. Di tambah lagi dengan kebiasaan buruk orang-orang yang tinggal di sekitar sungai. Mereka dengan sengaja membuang sampah mereka di sungai sehingga membuat sungai menjadi dangkal karena sampah yang menumpuk di permukaan sungai. Bahkan, mereka juga membangun rumah-rumah di pinggiran sungai yang menambah ke semerautan wilayah sungai. Jadi, wajarlah jika musim hujan datang pemukiman masyarakat selalu digenangi air.
Mengonsumsi makanan secara berlebihan sebaiknya dihindari. Orang yang mengonsumsi makanan yang melebihi kebutuhan, cenderung membuat orang tersebut kegemukan. Bila berat badan melebihi berat badan normal, biasanya akan rentan terhadap penyakit jantung , darah tinggi, dan kencing manis. Selain itu, badan yang gemuk juga akan menghambat kelincahan gerakan tubuh. Lagi pula, badan yang gemuk juga akan mengurangi penampilan sehingga mengakibatkan orang kurang percaya diri,
Contoh (4) hubungan proses
Contoh (5) hubungan perbandingan
Bagi anak kos, mie instan merupakan pakan alternatif yang harus selalu ada di kamarnya. Selain harganya murah, makanan ini juga praktis dalam proses memasaknya. Mula-mula masak air di dalam panci kecil secukupnya. Setelah air mendidih, masukkan mie kedalam air mendidih tersebut.
Kemudian, selang beberapa menit, angkat panci dari api. Lalu, masukkan bumbu-bumbunya. Akhirnya, kini mie instan anda siap untuk dinikmati.
Bola kaki merupakan olahraga yang paling populer di muka bumi ini. Hampir semua usia, tidak peduli pria atau pun wanita menyukai dan memainkan olahraga ini. Namun, saat ini olahraga tersebut sudah jarang dimainkan lagi dikarenakan sulitnya menemukan lapangan sepak bola terutama di kota-kota besar. Di tengah-tengah masalah tersebut, kini muncul sebuah olahraga yang bernama futsal.
Sama halnya dengan bola kaki, olahraga futsal juga dilakukan dengan menendang bola. Namun, kedua jenis olahraga tersebut memiliki perbedaan.
Perbedaannya terdapat pada luas lapangan dan jumlah per regu. Lapangan futsal lebih kecil bila dibandingkan dengan lapangan bola kaki. Kemudian, dilihat dari jumlah pemain, satu regu futsal berjumlah 5 orang, sedangkan satu regu bola kaki berjumlah 11 orang.
Conto (6) menyatakan hubungan pertentangan
Conto (7) menyatakan hubungan tempat
Permainan anak zaman dahulu sangat berbeda dengan permainan anak zaman sekarang. Zaman dahulu, permainan selalu membutuhkan teman.
Mereka selalu bermain secara berkelompok, seperti petak umpat, kasti, cabor, perang-perangan, sepak bola, dan main lompat karet. Permainan-permainan itu hanya bisa dimainkan oleh lebih dari satu orang sehingga anak-anak bisa saling mengenal dan belajar bekerja sama. Sebaliknya, anak zaman sekarang justru lebih tertarik dengan permainan yang membuat mereka tidak aktif dalam kehidupan mereka. Banyak anak-anak yang lebih tertarik untuk memainkan game online di rumah masing-masing dari pada bermain dengan teman-temannya. Hal itu jelas membuat anak menjadi tidak bersosiliasi dan cenderung menutup diri.
Bila berkunjung ke kampus UIN Sultan Syarif Kasim Riau, bangunan yang pertama kali Anda temui adalah gedung rektorat. Sekitar dua puluh meter di belakangnya, terdapat pula gedung Pusat Komunikasi dan Pangkkalan Data. Di belakang gedung tersebut, berdiri pula gedung perpustakaan. Di situlah para mahasiswa dan dosen mencari buku-buku yang dibutuhkannya.
Conto (8) menyatakan hubungan waktu
Conto (9) menyatakan hubungan syarat
Akhir-akhir ini kasus kriminal sangat sering terjadi di kota Pekanbaru. Di antaranya kasus pembegalan terhadap mahasiswa yang terjadi dua minggu yang lalu di Jalan Riau. Kasus ini telah menghilangkan nyawa korban dan kenderaan korban di bawa kabur oleh pelaku. Selang satu minggu kemudian, terjadi pula pembunuhan terhadap satu keluarga. Kasus ini sangat menghebokan masyarakat. Polisi berusaha mencari pelaku dan melacak motif tindakan tersebut.
Tiga hari kemudian, Polisi berhasil menangkap pelaku. Kini, Pelaku ditahan di Polsek Kecamatan Tampan untuk sementara menunggu proses lebih lanjut.
Dalam persaingan hidup yang semakin ketat, para sarjana semakin sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini disebabkan oleh jumlah lowongan kerja yang ada tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Lembaga yang membutuhkan tenaga kerja akan lebih selektif dan cenderung memakai para sarjana yang berkualitas dan berinovasi tinggi. Agar Anda dapat diterima bekerja di lembaga atau perusahaan tertentu, Anda harus belajar dengan sungguh-sungguh, berinovasi tinggi, dan beretika baik.
Conto (10) menyatakan hubungan tujuan
Conto (11) menyatakan hubungan singkatan
Pemilihan Gubernur DKI akan dilaksanakan dua minggu yang akan datang. KPU sibuk memersiapkan segala kebutuhan untuk kelancaran proses pemilihan, termasuk juga persiapan keamanan. Untuk persiapan yang satu ini, KPU tidak main-main karena dalam pemilihan diprediksi akan terjadi kecurangan politik yang akan menimbulkan konflik dan benturan fisik.
Dengan demikian, KPU harus memastikan bahwa proses pemilihan akan berlangsung aman. Untuk itu, selain meminta bantuan keamanan kepada Polri, KPU juga meminta TNI turun tangan dalam mengatasi kemungkinan terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan tersebut.
Lalu lintas di Kota Pekanbaru selalu mengalami kemacetan, terutama pada pagi (waktu pergi ke kantor) dan sore (waktu pulang kantor). Semua pemakai jalan saling serobot jika ada sedikit peluang tanpa memikirkan orang lain. Pengendera kenderaan bermotor roda dua, misalnya, selalu mencuri jalan jika ada sedikit kesempatan. Terlebih lagi sopir angkot yang kadang-kadang berhenti sekehendak hatinya tanpa memberi isyarat. Selain itu, Bus kota juga ikut memberi andil terjadinya kemacetan karena pengemudinya tidak sabar dan mengejar setoran.
Pendek kata, demi kepentingannya, kadang-kadang orang tidak memikirkan kepentingan orang lain sehingga tidak bisa menjaga kedisiplinan berlalu